Jurnal Universitas Tribhwuana Tunggadewi
Not a member yet
2389 research outputs found
Sort by
Evaluating the Effectiveness of Chlorhexidine in Reducing Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) Contamination in Nebulizer Equipment
Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) is a significant healthcare-associated pathogen, capable of spreading through contaminated aerosols generated by medical equipment such as nebulizers. The increasing prevalence of MRSA infections, coupled with challenges in effective disinfection, highlights the urgency of identifying optimal disinfection methods. This study aims to assess the effectiveness of chlorhexidine in reducing MRSA contamination in nebulizer equipment, focusing on determining the optimal concentration for disinfecting nebulizers to minimize airborne transmission. This study employed an in vitro experimental design. The study population consisted of MRSA isolates obtained from clinical sputum specimens. The samples included nebulizer equipment inoculated with MRSA suspensions standardized to 10⁷ CFU/mL. Disinfection was carried out using chlorhexidine at concentrations of 2.5%, 4%, and 5%, each diluted in 70% alcohol. Control groups were rinsed with sterile saline and 70% alcohol. Post-disinfection, the nebulizer surfaces were swabbed and cultured on Mueller-Hinton agar to quantify colony-forming units (CFUs). Data were analyzed using paired t-tests and one-way ANOVA followed by Tukey’s post-hoc test, with a significance level set at p 0.05. The results show that chlorhexidine 2.5% reduced bacterial counts to an average of 1 CFU/plate, and 4% chlorhexidine reduced it to 49 CFU/plate. Chlorhexidine 5% resulted in an average of 1,430.6625 CFU/plate. Statistical analysis revealed significant reductions with 2.5% and 4% chlorhexidine compared to controls (p0.01), whereas 5% Chlorhexidine did not show a significant difference. These findings suggest that lower concentrations of chlorhexidine may be sufficient for effective disinfection in nebulizer equipment, addressing the risk of MRSA spread through airborne particles
Penguatan Literasi Kebencanaan Mahasiswa Magister Melalui Pelatihan Digital Berbasis Bencanabot
Mahasiswa di Perguruan Tinggi sebagai bagian dari sektor pendidikan, secara aktif turut berpartisipasi dalam penanggulangan bencana. Peningkatan kapasitas manajemen risiko bencana dilakukan melalui serangkaian kegiatan, yakni sosialisasi materi kebencanaan dan simulasi penggunaan Bencanabot. Sosialisasi dengan materi bencana secara umum di mana pemateri dan peserta melakukan diskusi interaktif yang bersifat konstruktif. Simulasi juga dilakukan agar mahasiswa dapat menjadi pionir apabila terjadi bencana di lingkungannya. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan secara tatap muka di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dengan total peserta sebanyak 20 orang yang berasal dari mahasiswa Pendidikan Magister di kampus UNS. Sosialisasi dipresentasikan dengan media visual power point, simulasi dengan praktik penggunaan Bencanabot, dan diskusi konstruktif sebagai bahan riset untuk pengembangan pendidikan aman bencana di Perguruan Tinggi melalui program-program kemasyarakatan. Peserta juga mengerjakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman mereka terhadap manajemen penanggulangan bencana. Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dan melakukan intervensi yang tepat dalam manajemen bencana.
Upaya Pemberdayaan Kelompok Wanita Melalui Karya Manik Inovasi dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Keluarga di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang
The women's group empowerment program through innovative beadwork in Kedungkandang District, Malang City, aims to improve members' management, marketing, and skills in creating attractive products. The methods applied include socialization, training, product development, and business assistance. The main works include innovative products, e-commerce websites, and the formation of artisan cooperatives. This program demonstrates excellence in a holistic approach that integrates technical training, creativity, and digital marketing, successfully increasing production capacity and turnover by 100%. Significant impacts are seen in developing innovation, improving entrepreneurial skills, and contributing to women's economic empowerment. Although there are limitations in scale and potential independence in the online market, this program has proven effective in addressing economic empowerment issues and increasing entrepreneurial capacity.ABSTRAKProgram pemberdayaan kelompok wanita melalui karya manik inovasi di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, bertujuan meningkatkan kemampuan manajemen, pemasaran, dan keterampilan anggota dalam menciptakan produk menarik. Metode yang diterapkan meliputi sosialisasi, pelatihan, pengembangan produk, dan pendampingan usaha. Karya utama meliputi produk inovatif, situs web e-commerce, dan pembentukan koperasi pengrajin. Program ini menunjukkan keunggulan dalam pendekatan holistik yang mengintegrasikan pelatihan teknis, kreativitas, dan pemasaran digital, berhasil meningkatkan kapasitas produksi dan omzet sebesar 100%. Dampak signifikan terlihat pada pengembangan inovasi, peningkatan keterampilan kewirausahaan, dan kontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi perempuan. Meski terdapat keterbatasan skala dan potensi kemandirian pada pasar online, program ini terbukti efektif dalam menangani persoalan pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kapasitas wirausaha
Peningkatan Keterampilan Batik Organik dengan Pewarna Alami Lokal Plus Ekstrak Rumput Laut, di Desa Tosari Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan
Pasuruan Regency has become a tourist destination due to its high natural potential and the inspiration for its distinctive Batik motifs. KUBA (Komunitas Berkaidah Amanah) artisans are among the artisans who have persisted in developing Batik. The Segiri motif is a type of selected flora, becoming a specialty of their product, Segiri Batik. Currently, KUBA-Batik Segiri is engaged in its business in Pasuruan and already has an extensive marketing network, is passing on its branding experience to Tosarian Batik in Tosari Village and District, which is also trying to utilize local natural pigments (datto flowers, strawberry leaves) as its batik dyes. This is hampered by weak color pigments and a relatively long process, because it is a natural dye. The use of pigments results in a higher price. So, it is necessary to modify the mordanting to help improve the stability of its natural color, namely by using seaweed extract as a coloring adhesive. Tosarian batik makers develop typical Tengger/Bromo motifs and udeng. Community service is carried out by socializing the understanding of Pigments Alginates, and their functions. Then, there was a socialization session on "The Importance of Product Branding" and training on proper organic batik production methods using seaweed extract. This activity added various natural colors from locally extracted materials to enhance creativity in batik design.ABSTRAKKabupaten Pasuruan menjadi satu tujuan wisata karena potensi alam yang tinggi dan menjadi inspirasi motif Batik yang Khas. Pengrajin KUBA (Komunitas Berkaidah Amanah) merupakan salah satu pengerajin yang masih bertahan dalam mengembangkan Batik. Motif Segiri adalah jenis flora yang dipilih, menjadi spesialisasi produknya yaitu Batik Segiri. Saat ini KUBA-Batik Segiri menggeluti usahanya di Pasuruan dan sudah memiliki banyak jaringan pemasaran, sedang menularkan pengalaman brandingnya kepada batik Tosarian di Desa dan Kecamatan Tosari, yang juga berupaya memanfaatkan pigmen alam lokal (bunga kecubung, daun strawberry) sebagai pewarna batiknya. Hal ini terkendala pigmen warna yang masih lemah dan proses yang cenderung lama, karena merupakan pewarna alami. Penggunaan pigmen mengakibatkan harga lebih mahal. Sehingga perlu modifikasi mordanting membantu meningkatkan stabilitas warna alaminya, yaitu penggunaan ekstrak rumput laut sebagai perekat pewarnaan. Pebatik Tosarian mengembangkan motif dan udeng khas Tengger/Bromonya. Pengabdian dilakukan dengan sosialisasi pemahaman tentang Pigmen Alginat, serta fungsinya. Lalu sosialisasi “Pentingnya Branding Produk” dan pelatihan cara produksi batik organik yang baik dengan menggunakan ekstrak rumput laut. Kegiatan ini dapat menambah variasi warna alami yang bisa digunakan dari ekstraksi bahan lokal untuk meningkatkan kreativitas pembuatan corak batik
Membangun Ketahanan Pemuda berbasis Modal Sosial dalam Mencegah Penyalahgunaan Narkotika: Studi Tiga SMA di Jakarta Selatan
This research is based on the high rate of drug abuse among young people. The high rate of abuse has an impact on the vulnerability of the community in terms of social, economic and health. This research aims to identify the forms of social capital that contribute to young people's resilience, by focusing on several youth communities in the South Jakarta area. Using the social capital theory proposed by Robert D. Putnam, this research explores the role of norms, social networks and trust in creating a supportive environment for drug abuse prevention through a qualitative approach with descriptive analysis techniques. Data collection techniques used interviews and document studies. Interviews were conducted with teacher and student from three senior high schools in South Jakarta. The results showed that the anti-narcotics norms socialized by schools through cooperation with BNN can help build students' collective awareness. To form social capital that contributes to young people's resilience is not easy. It requires a process through the social network support that BNN builds with schools through extracurricular activities and student council involvement and the group communication built through it. This is a form of emotional support that can prevent young people from getting involved with drugs. Positive meanings through communication between teachers and students, students and other students, both interpersonal communication and routine and intensive group communication in social networks contribute to the formation of social capital that can build young people's resilience to drugs.Penelitian ini didasari oleh tingginya angka penyalahgunaan narkotika di kalangan orang muda. Tingginya angka penyalahgunaan berdampak pada kerentanan masyarakat dari segi sosial, ekonomi dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk modal sosial yang berkontribusi pada ketahanan orang muda, dengan memusatkan perhatian pada beberapa komunitas remaja di kawasan Jakarta Selatan. Dengan menggunakan teori modal sosial yang dikemukakan oleh Robert Putnam, penelitian ini mengeksplorasi peran norma, jaringan sosial dan kepercayaan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi dokumen. Wawancara dilakukan kepada guru dan siswa dari tiga SMA di Jakarta Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma antinarkotika yang disosialisasikan sekolah melalui kerja sama dengan BNN dapat membantu membangun kesadaran kolektif siswa. Untuk membentuk modal sosial yang berkontribusi pada ketahanan orang muda, tidak mudah. Membutuhkan proses melalui dukungan jaringan sosial yang dibangun BNN dengan sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler dan keterlibatan OSIS serta komunikasi kelompok yang dibangun melaluinya. Hal tersebut menjadi bentuk dukungan emosional yang dapat mencegah orang muda untuk terlibat dengan narkotika. Pemaknaan yang positif melalui komunikasi guru dengan siswa, siswa dengan siswa lainnya baik komunikasi interpersonal maupun komunikasi kelompok yang rutin dan intensif dalam jaringan sosial berkontribusi kepada terbentuknya modal sosial yang dapat membangun ketahanan orang muda terhadap narkotika
Effectiveness Of The Pediatric Assessment Triangle (PAT) For Emergency Department Care: Literature Review
Inappropriate use of triage can lead to negative impacts, one of which is the delay in diagnosis and appropriate treatment for pediatric patients who need immediate attention, which can increase the risk of complications and morbidity in pediatric patients. Pediatric-specific triage instruments are needed because there are significant differences in clinical conditions, disease responses, and treatment needs between pediatric and adult patients. Children have different physiological, anatomical, and psychological characteristics compared to adults. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the Pediatric Assessment Triangle for care in the emergency department. The method used in this study is to use a literature review approach. The literature review search was conducted on 6 databases namely PubMed, Science Direct, Google Scholar, Scopus, Web of Science Scopus, and Cinahl using the keyword “Pediatric Assessment Triangle”. Based on the search results, 924 articles were found and after filtering only 6 articles were used. The results showed that the Pediatric Assessment Triangle was effectively used to triage children in the emergency department. The conclusion of this study is that training or socialization about PAT is needed to increase knowledge and empower health workers involved in implementing the Pediatric Assessment Triangle (PAT)
Analisis Kinerja Pegawai berdasarkan Disiplin Kerja, Kompensasi dan Lingkungan Kerja (Studi Pada Pegawai Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang Banten)
This study aims to analyze the influence of Work Discipline, Compensation, and Work Environment on Employee Performance at the Regional Public Drinking Water Company Tirta Kerta Raharja (PERUMDAM TKR) of Tangerang Regency, both simultaneously and partially. The research employs a quantitative approach using multiple linear regression analysis. The F-test results show that all three independent variables have a significant simultaneous effect on employee performance. The t-test results indicate that Work Discipline and Work Environment have a significant partial effect, while Compensation does not significantly influence performance.This study contributes a novel perspective to human resource management in the public service sector by revealing that compensation is not necessarily a key driver of employee performance. The research emphasizes the importance of strengthening a culture of discipline and providing a supportive work environment as the main pillars of employee performance. The findings suggest the need for a more integrated, technology-based human resource management strategy and a greater focus on non-financial approaches to sustain employee motivation and loyalty.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Disiplin Kerja, Kompensasi, dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Pegawai di Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (PERUMDAM TKR) Kabupaten Tangerang, baik secara simultan maupun parsial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil uji F menunjukkan bahwa ketiga variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Uji t secara parsial menunjukkan bahwa Disiplin Kerja dan Lingkungan Kerja memiliki pengaruh signifikan, sementara Kompensasi tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini memberikan kontribusi baru terhadap studi manajemen sumber daya manusia di sektor pelayanan publik, khususnya dengan menunjukkan bahwa kompensasi bukan merupakan faktor utama dalam peningkatan kinerja. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya penguatan budaya disiplin dan lingkungan kerja yang mendukung sebagai pilar utama kinerja pegawai. Implikasi dari penelitian ini mengarah pada perlunya strategi pengelolaan SDM yang lebih terintegrasi dan berbasis teknologi, serta pendekatan non-finansial dalam menjaga motivasi dan loyalitas pegawai.
OPTIMALISASI PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI (Oryza sativa L.) MELALUI INTERAKSI BIOCHAR BERLAPIS ASAM HUMAT DAN JARAK TANAM
Land degradation challenges rice productivity in Indonesia, demanding innovative agronomic solutions. This study evaluated the interaction between humic acid-coated biochar rates and plant spacing on the growth and yield of rice (var. IR-64). A field experiment using a factorial Randomized Complete Block Design was conducted in Malang. The treatments used a 2 factorial, the first factor included four biochar rates (0, 5, 10, and 15 t ha⁻¹) and the second factor used three plant spacings (20x20, 20x30, and 20x40 cm). The result showed a significant interaction (P 0.05) between biochar rate and spacing for the number of tillers and stem diameter. The highest tiller count (35.27) was recorded in the 5 t ha⁻¹ biochar rate, combined with 20x40 cm spacing. While the main effect of biochar on yield was not significant, plant spacing had a dominant impact; the 20x30 cm spacing yielded the highest grain weight per plot (8.74 kg). These findings highlight that rice yield optimization depends on the specific synergy between soil ameliorants and planting densit
Persepsi Masyarakat terhadap Perubahan Lahan Permukiman Menuju Desa Wisata di Kelurahan Kuin Utara Kota Banjarmasin
This study aims to examine community attitudes towards the policy of converting residential land into a tourist village in Kuin Utara Village, Banjarmasin City. Good governance thrives through community involvement in policy implementation; in this situation, understanding the perceptions of local communities is very important, considering that the community is the direct beneficiary of the development of tourist villages. This study examines community perceptions of the transformation of residential land into a tourist village in Kuin Utara Village, Banjarmasin City. With a focus on social change, economic impacts, infrastructure development, environmental concerns, and cultural preservation, this study uses a quantitative approach through questionnaires and field observations used to collect 100 research samples. The results of the study indicate complex dynamics in community views, reflecting their hopes and concerns about the changes that occur so that findings in the field indicate that the Kuin Utara Village community has a supportive attitude towards converting residential land into a tourist destination. This is indicated by the active involvement of the community in the management of tourist attractions, as well as local community projects that aim to utilize tourism potential to improve welfare.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap kebijakan alih fungsi lahan permukiman menjadi desa wisata di Kelurahan Kuin Utara, Kota Banjarmasin. Tata kelola pemerintahan yang baik tumbuh subur melalui keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan kebijakan; dalam situasi ini, pemahaman terhadap persepsi masyarakat setempat menjadi sangat penting, mengingat masyarakat merupakan penerima manfaat langsung dari pembangunan desa wisata. Penelitian ini mengkaji persepsi masyarakat terhadap transformasi lahan permukiman menjadi desa wisata di Kelurahan Kuin Utara, Kota Banjarmasin. Dengan fokus pada perubahan sosial, dampak sosial budaya, pengembangan infrastruktur, kekhawatiran lingkungan, dan pelestarian budaya, studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui kuisioner dan observasi lapangan yang digunakan untuk mengumpulkan 100 sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika kompleks dalam pandangan masyarakat, mencerminkan harapan dan kekhawatiran mereka terhadap perubahan yang terjadi sehingga temuan di lapangan menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Kuin Utara memiliki sikap mendukung alih fungsi lahan permukiman menjadi destinasi wisata. Hal ini ditunjukkan dengan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan objek wisata, serta proyek-proyek masyarakat setempat yang bertujuan untuk memanfaatkan potensi pariwisata guna meningkatkan kesejahteraan
Hybrid News Consumption : Kombinasi Radio dan Instragram Suara Surabaya dalam Pembentukan Opini Publik di Tengah Disinformasi Digital
Penelitian ini mengkaji konsep "Hybrid News Consumption" yang diterapkan oleh Suara Surabaya dalam membentuk opini publik di tengah tantangan disinformasi digital. Hybrid news consumption mengacu pada pola konsumsi berita yang menggabungkan media tradisional (radio) dan media digital (Instagram) untuk menciptakan pengalaman informasi yang lebih interaktif. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana audiens mengakses dan menyebarkan berita melalui kedua platform. Temuan menunjukkan bahwa audiens Suara Surabaya menunjukkan pola konsumsi berita yang ditandai dengan penggunaan multi-platform, perilaku cross-media, pengayaan informasi, dan personalized news consumption. Suara Surabaya tidak hanya menyebarkan berita, tetapi juga secara aktif membentuk narasi publik melalui proses verifikasi informasi yang ketat dan keterlibatan audiens melalui citizen journalism. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana media dapat beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi disinformasi, menyoroti peran penting Suara Surabaya dalam membangun masyarakat yang lebih terinformasi dan kritis. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian lebih lanjut mengenai pola konsumsi media dan strategi komunikasi di era digital.Penelitian ini mengkaji konsep "Hybrid News Consumption" yang diterapkan oleh Suara Surabaya dalam membentuk opini publik di tengah tantangan disinformasi digital. Hybrid news consumption Hybrid news consumption merujuk pada pola konsumsi berita yang menggabungkan media tradisional, seperti radio, dengan media digital, seperti Instagram, untuk menciptakan pengalaman informasi yang lebih kaya dan interaktif.. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana audiens mengakses dan menyebarkan berita melalui kedua platform. Temuan menunjukkan bahwa audiens Suara Surabaya menunjukkan pola konsumsi berita yang ditandai dengan penggunaan multi-platform, perilaku cross-media, pengayaan informasi, dan personalized news consumption. Suara Surabaya tidak hanya menyebarkan berita, tetapi juga secara aktif membentuk narasi publik melalui proses verifikasi informasi yang ketat dan keterlibatan audiens melalui citizen journalism. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana media dapat beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi disinformasi, menyoroti peran penting Suara Surabaya dalam membangun masyarakat yang lebih terinformasi dan kritis. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian lebih lanjut mengenai pola konsumsi media dan strategi komunikasi di era digital.