e-Jurnal STKIP-PGRI Lubuklinggau
Not a member yet
1350 research outputs found
Sort by
PTK Penerapan Teams Games Tournamen Berbantuan Paksi (Papan Kreasi) Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas XI-9 SMAN 8 Denpasar
ABSTRACT
This study aims to increase the learning activeness of students in class XI-9 SMAN 8 Denpasar through TGT (Team Game Tournament) cooperative learning model assisted by PAKSI (Creation Board) on the material of Proclamation of Indonesian Independence. Based on the results of observations, researchers will follow up on the problem of less active classes and few students participating in learning activities in class XI-9. This research uses the type of classroom action research (PTK) with pre-cycle and two cycles, each of which consists of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of this study amounted to 40 people. This class action research uses data collection techniques through observation, questionnaires, interviews and documentation. Quantitative data analysis techniques to analyze student activeness with the results of observation sheets of learning activities after using the Team Game Tournament (TGT) cooperative learning model assisted by PAKSI (Creation Board). The results of the research in the pre-cycle, the majority of students (90%) were classified as poor in learning activeness. After the application of the TGT model, there was an increase in cycle 1 with 5% of students in the very good category and 27.5% in the good category. A significant increase occurred in cycle 2, with 42.5% of students classified as very good and 52.5% good, while only 5% were still not good. These results show that the TGT model assisted by PAKSI is effective in increasing student learning activeness.
Keywords: Teams Games Tournament, PAKSI, Learning Activity, History LearningABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas XI-9 SMAN 8 Denpasar melalui model pembelajaran kooperatif TGT (Team Game Tournament) berbantuan PAKSI (Papan Kreasi) pada materi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Berdasarkan hasil observasi peneliti akan menindaklanjuti permasalahan kelas kurang aktif dan sedikit siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran pada kelas XI-9. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pra siklus dan dua siklus yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini berjumlah 40 orang. Penelitian tindakan kelas ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data secara kuantitatif untuk menganalisis keaktifan siswa dengan hasil lembar observasi kegiatan pembelajaran setelah memakai model pembelajaran kooperatif Team Game Tournament (TGT) berbantuan PAKSI (Papan Kreasi). Hasil penelitian pada pra siklus, mayoritas siswa (90%) tergolong kurang baik dalam keaktifan belajar. Setelah penerapan model TGT, terjadi peningkatan pada siklus 1 dengan 5% siswa masuk kategori sangat baik dan 27,5% kategori baik. Peningkatan signifikan terjadi di siklus 2, dengan 42,5% siswa tergolong sangat baik dan 52,5% baik, sementara hanya 5% yang masih kurang baik. Hasil ini menunjukkan bahwa model TGT berbantuan PAKSI efektif meningkatkan keaktifan belajar siswa.
Kata Kunci: Teams Games Tournamen, PAKSI, Keaktifan Belajar, Pembelajaran Sejara
Penerapan Nilai-Nilai Ajaran Sunan Gunung Jati Dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Untuk Mewujudkan Pendidikan Inklusif
The purpose of this article is to explore the application of the values taught by Sunan Gunung Jati in differentiated learning as an effort to realize inclusive education in Indonesia. Inclusive education emphasizes the importance of providing equal access to education for all students, icluding those with special needs, while differentiated learning is a pedagogical strategy designed to accommodate differences in learning styles, interests, and abilities of students. The values taught by Sunan Gunung Jati, such as respect for diversity, social concern, justice, and moral-based education, align with the principles of inclusive education and can serve as a strong philosophical foundation in learning practices. Using a descriptive qualitative approach, data was collected through interviews with teachers, students and parents, as well as observations and documentation in several high schools in Cirebon that have inplemented differentiated learning. The research findings indicate that the integration of the values of Sunan Gunung Jati in differentiated learning not only strengthens students’ character but also creates a more inclusive and meaningful learning atmosphere. Despite facing challenges such as resource limitations, lack of teacher understanding, and rigid curriculum, support from the school community and teacher training have proven to be important factors in the successful implementation. This study recommends enhancing educators’ understanding of local values and implementing differentiation strategies to strengthen fair and socially just education in Indonesia.
Keywords : Inclusive Education, Differentiated Learning, Diversity, Sunan Gunung JatiPenulisan artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan nilai-nilai ajaran Sunan Gunung Jati dalam pembelajaran berdiferensiasi sebagai upaya mewujudkan pendidikan yang inklusif di Indonesia. Pendidikan inklusif menekankan pentingnya menyediakan akses pendidikan yang setara bagi semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, sedangkan pembelajaran berdiferensiasi merupakan strategi pedagogis yang dirancang untuk mengakomodasi perbedaan gaya belajar, minat, dan kemampuan siswa. Nilai-nilai yang diajarkan oleh Sunan Gunung Jati, seperti penghargaan terhadap keberagaman, kepedulian sosial, keadilan, dan pendidikan berbasis moral, selaras dengan prinsip-prinsip pendidikan inklusif dan dapat menjadi landasan filosofis yang kuat dalam praktik pembelajaran. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru, siswa dan orang tua siswa, serta observasi, dan dokumentasi di beberapa sekolah menengah di Cirebon yang telah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai ajaran Sunan Gunung Jati dalam pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya memperkuat karakter siswa tetapi juga menciptakan suasana belajar yang lebih inklusif dan bermakna. Kendati menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya pemahaman guru, dan kurikulum yang kaku, dukungan dari komunitas sekolah dan pelatihan guru terbukti menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasinya. Studi ini merekomendasikan peningkatan pemahaman pendidik terhadap nilai-nilai lokal dan implementasi strategi diferensiasi untuk memperkuat pendidikan yang adil dan berkeadilan sosial di Indonesia.
Kata Kunci: Pendidikan Inklusif, Pembelajaran Berdiferensiasi, Keberagaman, Sunan Gunung Jat
Rumah Limas Di Museum Balaputera Dewa : Tinjauan Sejarah Dan Peranannya Dalam Pelestarian Budaya
Rumah Limas is a traditional house from South Sumatra that holds not only architectural value but also historical and philosophical significance reflecting the cultural identity of the Palembang community. This study aims to examine the historical journey of Rumah Limas, particularly the one preserved as a collection at the Balaputera Dewa State Museum of South Sumatra, and to analyze its role in cultural preservation. This research employs a qualitative approach with data collected through literature review, observation, and documentation. The findings show that Rumah Limas underwent several relocations due to political and developmental changes before being reconstructed and permanently housed in the museum. Its presence serves as an important medium for cultural education, preservation of traditional values, and reinforcement of local identity. By preserving both the physical structure and its underlying philosophical meaning, Rumah Limas stands not only as a symbol of cultural heritage but also as a means of transmitting cultural knowledge to present and future generations.Rumah Limas merupakan salah satu rumah adat khas Sumatera Selatan yang tidak hanya memiliki nilai arsitektural, tetapi juga mengandung nilai historis dan filosofis yang mencerminkan budaya masyarakat Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau perjalanan sejarah Rumah Limas, khususnya yang kini menjadi koleksi di Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputera Dewa, serta menganalisis peranannya dalam pelestarian budaya lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Limas telah mengalami berbagai fase perpindahan akibat dinamika politik dan pembangunan, sebelum akhirnya direkonstruksi dan dijadikan koleksi tetap museum. Keberadaan Rumah Limas di museum berperan penting sebagai media edukasi budaya, pelestarian nilai-nilai tradisional, dan penguat identitas lokal. Melalui pelestarian fisik dan pemaknaan ulang terhadap nilai filosofisnya, Rumah Limas tidak hanya menjadi simbol warisan budaya, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pewarisan budaya kepada generasi masa kini dan mendatang
PENGGUNAAN METODE DISKUSI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 22 KOTA BENGKULU
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode diskusi dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia terhadap peningkatan kemampuan berbicara siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Kota Bengkulu. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan berbicara siswa yang dipengaruhi oleh kurangnya penerapan metode pembelajaran yang interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan pre-eksperimental dengan desain one-group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes lisan sebelum dan sesudah pemberian perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-Test. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest. Rata-rata nilai pretest sebesar 71,94 meningkat menjadi 87,71 setelah perlakuan. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05) mengindikasikan bahwa metode diskusi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan berbicara siswa. Oleh karena itu, metode diskusi dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran bahasa Indonesia yang bersifat interaktif dan partisipatif
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Produk Berdasarkan Gaya Belajar Untuk Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik Mata Pelajaran Sejarah di SMA Negeri 2 Palembang
Education is a humanizing proses that shapes individual character and skills, contributing to society. In the 21st century education era, the main focus is on cognitive, affective and psychomotor abilities. Adaptive learning approaches, such as differentiated learning, are important to meet the needs of each learner’s unique learning style, including visual, auditory, and kinesthetic. This research uses the PTK (Classroom Action Research) method to evaluate product differentiated learning in class XI SMA Negeri 2 Palembang, especially on the material of the VOC Triumph Period. The results showed that the application of the Project Based Learning model adapted to the learning style of students significantly increased the creativity of students from 23% initially to 91% in the second cycle. This shows that PjBL based on product differentiation is effective in increasing the creativity of students.Pendidikan merupakan sebuah proses humanisasi yang yang membentuk karakter dan keterampilan individu, berkontribusi pada masyarakat. Di era pendidikan abad 21, fokus utama adalah kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik. Pendekatan pembelajaran yang adaptif, seperti pembelajaran berdiferensiasi, penting untuk memenuhi kebutuhan gaya belajar unik tiap peserta didik, termasuk visul, auditori dan kinestetik. Penelitian ini menggunakan metode PTK (Penelitian Tindakan Kelas) untuk mengevaluasi pembelajaran berdiferensiasi produk di kelas XI SMA Negeri 2 Palembang, khususnya pada materi Masa Kejayaan VOC. Hasil menunjukan bahwa dengan penerapan model Project Based Learning yang disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik secara signifikan meningkatkan kreativitas peserta didik dari 23% pada awalnya menjadi 91% pada siklus ke dua. Hal ini menunjukan bahwa PjBL berbasis diferensiasi produk efektik dalam meningkatkan kreativitas peserta didik
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI TEMA PUISI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DI SISWA KELAS X SMA KARANG JAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengidentifikasi tema puisi melalui model pembelajaran make a match di siswa kelas X SMA Karang Jaya. Subjek penelitian berjumlah 27 siswa. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan model pembelajaran Make a Match. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMA Negeri Karang Jaya. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus dilaksanakan dua kali pertemuan dan setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan (Planning), pelaksanaan tindakan (Acting), pengamatan (Observasi), dan refleksi (Reflecting). Teknik dalam pengumpulan data ini dilakukan dengan teknik tes dan non tes. Terlihat 92,59 % siswa dapat mencapai ketuntasan belajar pada siklus kedua, sedangkan pada siklus pertama sebanyak 70,37 %. Rata-rata hasil belajar siswa siklus pertama sebesar 67,59 dan pada siklus kedua sebesar 78,33. Jika dibandingkan antara pratindakan dan akhir siklus kedua terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 21,22 %
Model Pembelajaran Abad 21 Berbasis Digital-Kultur Pada Pembelajaran Sejarah Lokal
Pembelajaran sejarah lokal memegang peran penting dalam membangun kesadaran identitas, pemahaman konteks sosial-budaya, serta kemampuan peserta didik dalam menafsirkan peristiwa sejarah di lingkungan terdekat mereka. Namun, praktik pembelajaran di sekolah masih sering bersifat konvensional dan kurang memanfaatkan potensi teknologi digital yang relevan dengan tuntutan kompetensi abad 21. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam penerapan Model Pembelajaran Abad 21 Berbasis Digital-Kultur pada pembelajaran sejarah lokal, serta menggali pengalaman guru dan siswa dalam mengintegrasikan teknologi digital dengan materi budaya dan sejarah setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi di salah satu sekolah menengah di Kota Lubuklinggau. Informan penelitian meliputi guru sejarah, siswa kelas X–XI, dan kepala sekolah sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sesuai model Miles, Huberman & Saldaña. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis digital-kultur mampu menciptakan pembelajaran sejarah lokal yang lebih interaktif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik abad 21. Guru memanfaatkan beragam sumber digital seperti arsip daring, video dokumenter, peta digital, serta platform pembelajaran untuk menghubungkan nilai-nilai budaya lokal dengan kemampuan literasi digital siswa. Siswa menunjukkan peningkatan minat belajar, partisipasi aktif, serta kemampuan berpikir kritis melalui aktivitas seperti pembuatan infografis sejarah, vlog budaya, dan portofolio digital. Temuan tersebut menegaskan bahwa integrasi digital-kultur memberikan ruang reflektif dan kreatif bagi peserta didik dalam memahami sejarah lokal secara lebih bermakna. Dengan demikian, model ini dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah lokal di sekolah menengah
ANALISIS NILAI PSIKOLOGIS DALAM NOVEL “BUYA HAMKA” KARYA AHMAD FUADI DAN IMPLEMENTASI DALAM PEMBELAJRAN SASTRA DI SMA CERDAS MURNI DELI SERDANG
Literature is a medium that can be used for personal development. The psychological relevance of literature is crucial in today's world. As civilization progresses, humans often lose psychological control. This study aims to: (1) analyze and explain the characterization of the main character in Ahmad Fuadi's novel Buya Hamka; (2) examine the psychological aspects of the id in Ahmad Fuadi's novel Buya Hamka; (3) examine the psychological aspects of the ego in Ahmad Fuadi's novel Buya Hamka; (4) examine the psychological aspects of the superego in Ahmad Fuadi's novel Buya Hamka; and (5) analyze psychological values in Buya Hamka and implement literature learning at SMA Cerdas Murni Deli Serdang. This research is a qualitative descriptive study using a literary psychology approach using Sigmund Freud's theory. The data in this study consist of paragraphs from Ahmad Fuadi's novel Buya Hamka, as well as data sources from Ahmad Fuadi's novel Buya Hamka, and reference books related to the research. The sampling technique used was purposive sampling, data collection techniques with 3 techniques, namely reading techniques, note- taking techniques, and interview techniques. Research results (1) The characterization of the main character has its own characteristics (2) The aspects of Id, Ego, and Superego in the novel Buya Hamka by Ahmad Fuadi are very clear from several story fragments in this novel (3) In the context of the implementation of Indonesian language and literature learning at SMA Cerdas Murni Deli Serdang, the novel Buya Hamka by Ahmad Fuadi can be used as teaching material for novel material by discussing the content, structure, and language in the novel
Konflik Batin Tokoh Utama dalam Kumpulan Cerpen Perempuan Berlipstik Kapur Kajian Psikologi Sastra
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk konflik batin yang dialami tokoh utama dalam kumpulan cerpen Perempuan Berlipstik Kapur karya Esti Nuryanti Kasam, melalui pendekatan psikologi sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa teks cerpen yang terdapat dalam kumpulan cerpen tersebut untuk dianalisis . Data dikumpulkan melalui teknik baca, catat, dan analisis isi, kemudian dianalisis menggunakan teori konflik batin dari Alex Sobur yang mencakup berbagai bentuk konflik batin seperti kecewa, sedih, khawatir, takut, kesal, tertekan, berharap, perasaan bersalah, perasaan cemburu, marah dan cemas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama mengalami beberapa bentuk konflik batin yang dipengaruhi oleh tekanan sosial, budaya patriaki dan kemiskinan. Analisis memberikan pemahaman lebih dalam mengenai dinamika psikologi tokoh fiksi, sekaligus memperkaya kajian psikologi sastra
The Model Media Audiovisual Sebagai Media Pembelajaran BIPA Untuk Mengenalkan Kosakata Bahasa Batak Pakpak Melalui Cerita Rakyat
This research aims to develop and analyze the use of audiovisual media as a medium for learning Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) in introducing Batak Pakpak language vocabulary through the folklore "The Origin of Rice Pulut". Audiovisual media was chosen because of its ability to present information in a more interesting and interactive way, which can make it easier for students to understand new things. The folklore "The Origin of Rice Pulut" is used as the main material because it has cultural and linguistic richness that can be used as a context to introduce a contextual understanding of the Batak Pakpak language. This research uses literature study as the main research method to collect, analyze and formulate theories and findings relevant to the topic "Audiovisual Media Model as a BIPA Learning Media to Introduce Batak Pakpak Language Vocabulary Through Origin Folklore Ushul Padi Pulut'". In this literature study, the author reviews various sources such as books, journals, articles, research reports, and online sources related to language learning, especially Indonesian for Foreign Speakers (BIPA), the use of audiovisual media in education, and the application of folklore as a means of language and culture learning. The results of the research show that the audiovisual media developed can help BIPA learners understand the Batak Pakpak language in a more enjoyable and effective way. Using folklore as context also increases cultural understanding while enriching learner understanding. It is hoped that this media can be used as a reference in learning regional languages for foreign speakers learning Indonesian.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis pemanfaatan media audiovisual sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) dalam mengenalkan kosakata bahasa Batak Pakpak melalui cerita rakyat “Asal Usul Nasi Pulut”. Media audiovisual dipilih karena kemampuannya dalam menyajikan informasi secara lebih menarik dan interaktif, sehingga dapat memudahkan siswa dalam memahami hal-hal baru. Cerita rakyat “Asal Usul Nasi Pulut” dijadikan bahan utama karena mempunyai kekayaan budaya dan bahasa yang dapat dijadikan konteks untuk mengenalkan pemahaman kontekstual bahasa Batak Pakpak. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan sebagai metode penelitian utama untuk mengumpulkan, menganalisis dan merumuskan teori dan temuan yang relevan dengan topik “Model Media Audiovisual Sebagai Media Pembelajaran BIPA Untuk Mengenalkan Kosakata Bahasa Batak Pakpak Melalui Cerita Rakyat Asal Usul Padi Pulut’”. Dalam studi literatur ini, penulis mengulas berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel, laporan penelitian, dan sumber online terkait pembelajaran bahasa khususnya Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA), pemanfaatan media audiovisual dalam pendidikan, dan penerapannya. cerita rakyat sebagai sarana pembelajaran bahasa dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audiovisual yang dikembangkan dapat membantu pembelajar BIPA memahami bahasa Batak Pakpak dengan lebih menyenangkan dan efektif. Penggunaan cerita rakyat sebagai konteks juga meningkatkan pemahaman budaya sekaligus memperkaya pemahaman peserta didik. Diharapkan media ini dapat dijadikan referensi dalam pembelajaran bahasa daerah bagi penutur asing yang mempelajari bahasa Indonesia