e-Jurnal Ilmiah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Malang (UNISMA)
Not a member yet
    257 research outputs found

    Tingkat Konsentrasi Desinfektan Sodium Hipoklorit Untuk Coliform dan E. coli Pada Air Sungai Sumberawan Singosari Kabupaten Malang

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui berapa tingkat konsentrasi zat Sodium Hipoklorit yang dapat mengurangi jumlah bakteri Coliform dan Ecoli serta mengetahui konsentrasi dapat mempengaruhi kualitas desinfektan. Metode dilakukan secara eksperimen dilaboratorium. Menggunakan 4 perlakuan, masing- masing konsentrasi yaitu : Kontrol ; 1% ;2% ;dan 3%. dengan 6x ulangan. Pengambilan sampel dilakukan RAL, terdiri dari 4 Perlakuan dan 6 Ulangan, sehingga terdapat 24 Sampel Air sungai. Percobaan dengan 4 macam perlakuan (P) yaitu: P0 : Air sungai + Medium Lauryl Triptose Broth, P1 : Air sungai + Sodium Hipoklorit 1 %/100 ml + Medium Lauryl Triptose Broth, P2 : Air sungai + Sodium Hipoklorit 2 %/100 ml + Medium Lauryl Triptose Broth, P3 : Air sungai + Sodium Hipoklorit 3 %/100 ml + Medium Lauryl Triptose Broth. Data dianalisis dengan Anova satu arah (One Way).  Bakteri Coliform terutama E.coli menjadi indikasi dari kontaminasi fekal pada air minum dan makanan. Desinfektan didefinisikan sebagai bahan kimia atau pengaruh fisika yang digunakan untuk untuk membunuh atau menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. Sodium hipoklorit adalah senyawa kimia dengan rumus NaOCl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sodium hipoklorit terbukti efektif dalam mengurangi bakteri yang terkandung dalam sungai sumberawan, tingkat konsentrasi yang tersedia pada perlakuan 1 berkurang cukup banyak dari pada perlakuan 0 yang tidak diberi sodium hipoklorit , sedangkan pada perlakuan 3 sodium hipoklorit mampu bekerja dengan baik ,sehingga dengan tingginya konsentrasi yang diberikan dapat mengurangi banyak bakteri dan sudah dibuktikan dengan perhitungan regresi dan hasil yang nyata pada Petrifilm

    Pemanfaatan Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas (L) Lam.) Terhadap Aktivitas Staphylococcus aureus Dalam Gel Infusa

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi efektivitas sediaan gel infusa umbi ubi jalar ungu (Ipomoea batatas (L.) Lam.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus sebagai agen antibakteri penyebab bisul. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode infusa dengan suhu 90°C selama 15 menit untuk memperoleh senyawa aktif. Sediaan gel diformulasikan dengan berbagai konsentrasi ekstrak (0,5%, 1% dan 2%) menggunakan HPMC sebagai gelling agent. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, pH, daya sebar, viskositas, daya lekat, homogenitas, stabilitas, dan uji antibakteri dengan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukan bahwa formula memenuhi standar uji fisik sediaan gel, dengan Ph berkisar antara 7, viskositas yang sesuai dengan standar SNI, kecuali daya sebar yang tidak sesuai karena konsentrasi gelling agent yang digunakan kecil yang menyebabkan penurunan nilai daya sebar serta daya hambat terbesar terhadap Staphylococcus aureus terdapat pada formula dengan konsentrasi 2%, dengan zona hambat 13,5 mm. Analisis data yang digunakan yaitu one way anova didapatkan hasil uji anova dengan nilai signifikan 0,004<0,05 yang dapat disimpulkan adanya perbedaan secara signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa gel infusa umbi ubi jalar ungu memiliki potensi sebagai alternatif pengobatan bisul berbasis herbal

    Kajian Etnobotani dan distribusi familia zingiberaceae di beberapa desa di Wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang

    Get PDF
    Kajian etnobotani merupakan penggunaan tanaman yang berhubungan dengan budaya yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Tumbuhan familia zingiberaceae adalah tumbuhan yang memiliki bau khas yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan terutama sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengetahuan masyarakat dalam aspek pemanfaatan tumbuhan anggota familia zingiberaceae yang tumbuh di wilayah kabupaten Malang. Berdasarkan hasil yang diamati, pada kajian etnobotani menunjukan Masyarakat wilayah sumbermanjing wetan memanfaatkan tumbuhan ini berdasarkan pengetahuan lokal yaitu untuk berbagai keperluan, diantaranya untuk obat 38%, bumbu masakan 38%, bahan kecantikan 10% dan untuk pewarna alami 14%. Tumbuhan zingiberaceae yang dimanfaatkan di wilayah sumbermanjing wetan kabupaten malang Terdapat 9 Spesies dari familia zingiberaceae yang dimanfaatkan sebagai obat. Jenis-jenis Tumbuhan dari familia zingiberaceae yaitu Jahe putih (Zingiber officinal), Kencur (Kaempferia galanga), Kunir/Kunyit (Curcuma domestika), Temulawak (Curcuma xanthorizha), Temu ireng (Curcuma aeruginosa), Kunci (Boesenbergia pandurata), Lempuyang (Zingiber americanus), kapulaga (Amomum compactum), Lengkuas (Alpinia galangal). Cara pengolahannya dengan berbagai cara yaitu direbus, ditumbuk, diparut, dan digosok.Kajian etnobotani merupakan penggunaan tanaman yang berhubungan dengan budaya yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Tumbuhan familia zingiberaceae adalah tumbuhan yang memiliki bau khas yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat pada umumnya namun secara khusus digunakan sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengetahuan masyarakat dalam aspek pemanfaatan tumbuhan anggota familia zingiberaceae yang tumbuh di wilayah kabupaten Malang. Berdasarkan hasil yang diamati, pada kajian etnobotani menunjukan Masyarakat  wilayah sumbermanjing wetan memanfaatkan tumbuhan ini berdasarkan pengetahuan lokal yaitu untuk  berbagai  keperluan,  diantaranya  untuk  obat 38%,  bumbu masakan 38%,  bahan kecantikan 10% dan untuk pewarna alami 14%.  Tumbuhan zingiberaceae yang dimanfaatkan di wilayah sumbermanjing wetan kabupaten malang  Terdapat 9 Spesies dari familia zingiberaceae yang dimanfaatkan sebagai obat. Jenis-jenis Tumbuhan dari familia zingiberaceae yaitu Jahe putih (Zingiber officinal ), Kencur (Kaempferia galanga), Kunir/Kunyit (Curcuma domestika), Temulawak (Curcuma xanthorizha), Temu ireng (Curcuma aeruginosa), Kunci (Boesenbergia pandurata), Lempuyang (Zingiber americanus), kapulaga (Amomum compactum), Lengkuas (Alpinia galangal). Cara pengolahannya dengan berbagai cara yaitu direbus, ditumbuk, diparut, dan digosok. Kata Kunci : Kec. Sumbermanjing wetan Kab Malang, Familia zingiberaceae, kajian Etnobotan

    Strategi Pengolahan Limbah Sawit dengan Pemanfaatan Agen Hayati Maggot (Black Soldier Fly)

    Get PDF
    Indonesia merupakan penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, namun produksi ini menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar yang dapat mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly/BSF) dalam mendegradasi limbah kelapa sawit dan menghasilkan biomassa bernilai ekonomi tinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pendekatan faktorial yang meliputi variasi komposisi pelepah kelapa sawit dan tandan kosong kelapa sawit sebagai media pertumbuhan larva lalat tentara hitam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pelepah kelapa sawit dengan komposisi 150 gram menghasilkan berat larva lalat tentara hitam tertinggi secara nyata pada hari ke-21 yaitu dengan nilai optimal sebesar 7,11 gram. Larva lalat tentara hitam (BSF) terbukti mampu menguraikan limbah organik secara efisien, menghasilkan produk samping berupa kompos yang kaya nutrisi, serta berpotensi mengurangi limbah hingga 80%. Kesimpulannya, penggunaan larva lalat tentara hitam (BSF) merupakan solusi pengelolaan limbah kelapa sawit berkelanjutan yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.   Kata Kunci: Dekomposisi, Organik, Limbah, Pengelolaan, Berkelanjuta

    Studi Perilaku Harian Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) Jantan Pada kandang Sosialisasi Di Javan Langur Center Kota Batu

    No full text
    Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) merupakan salah satu primate Indonesia yang banyak dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan, riset, teknologi dan berstatus rentan, masuk salah satu jenis satwa dalam daftar Aplikasinya II dokumen CITES (tidak boleh diperdagangkan). Maraknya jual beli Lutung perlu adanya usaha merehabilitasi Lutung dengan melatih pada perilaku alaminya di penangkaran, sehingga diperlukan studi perilaku Lutung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola perilaku Lutung Jawa Jantan serta mencatat perilaku apa yang paling sering dilakukan oleh Lutung Jawa Jantan. Pengamatan ini dilakukan di Javan Langur Center (JLC) pada bulan November- Desember menggunakan Metode Focal Animal Sampling dengan teknik pencatatan One Zero Sampling. Hasil yang didapat akan diolah dalam bentuk deskriptif kualitatif. Dari penelitian yang dilakukan didapati hasil terdapat 8 pola perilaku harian Lutung Jawa Jantan dengan masing- masing presentase; Perilaku bergerak (25,44%), Perilaku Istirahat (40,22), Perilaku Sosial (5,01 %), Perilaku Grooming (7,60 %), Perilaku Seksual (1,00), Perilaku Makan (18,99 %), Perilaku Minum (0,64 %), dan Perilaku Defekasi dan Urinasi (1,08 %). Dari keseluruhan data yang diperoleh perilaku yang paling tinggi atau yang paling sering dilakukan oleh individu Lutung Jawa Jantan adalah Perilaku Istirahat hal ini dikarenakan Lutung yang diamati berada dalam Kandang sehingga mempunyai keterbatasan tempat untuk bergerak

    Pemeriksaan Kadar C-Reactive Protein (CRP) Penderita Hipertensi Pada Ibu-Ibu PKK Dusun Semanding, Malang

    No full text
    Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular “the silent killer” tanpa gejala, menyebabkan  komplikasi inflamasi kronis. C-Reactive Protein (CRP)  adalah penanda inflamasi, diproduksi hati saat terjadi inflamasi. Tujuan penelitian mengetahui kadar CRP penderita hipertensi ibu-ibu PKK Dusun Semanding, Malang. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan teknik purposive sampling. Sampel 30 responden, 20 teridentifikasi mengalami hipertensi. Hasil penelitian separuh responden 10 (50%) menderita hipertensi tingkat 1 (140-159 atau 90-99 mmHg). Sebagian besar responden berusia pertengahan (46-59 tahun) sebanyak 12(60%) responden. Hasil tes untuk kadar C-Reactive Protein (CRP) metode lateks aglutinasi menunjukkan bahwa hampir keseluruhan responden 17 (85%) memiliki kadar CRP normal (<6 mg/L) pada rentang usia dewasa akhir – usia pertengahan (36 -59 tahun). sementara sebagian kecil 3 (15%) responden  kadar CRP positif; 2 responden (10%) dengan titer 1/2 (12 mg/L), dan satu responden (5%) dengan titer 1/8 (48 mg/L) semuanya berusia lanjut (60-90 tahun). Hasil korelasi pearson tidak ada hubungan antara tingkat keparahan hipertensi dengan kadar C-Reactive Protein (CRP) pada ibu-ibu PKK (p=0,064). Hasil kuesioner sejalan dengan penelitian disebabkan sebagian besar penderita hipertensi melakukan aktivitas fisik seperti jalan kaki, jogging, bulu tangkis 11 (55%) responden dan rutin mengonsumsi obat antihipertensi 8 (40%) responden. Kedua faktor ini berperan penting dalam menstabilkan tekanan darah dan mengurangi resiko inflamasi

    Kandungan Senyawa Ekstrak Daun Jarak Merah (Jatropha gossypifolia L.) dan Potensinya sebagai Antibakteri

    Get PDF
    Tanaman jarak merah (Jatropha gossypifolia L) sejak dahulu dikenal sebagai tanaman obat-obatan. Beberapa penelitian telah melaporkan bahwa daun tanaman jarak merah dapat digunakan sebagai antibakteri. Aktivitas antibakteri dapat dihasilkan karena adanya kandungan senyawa fitokimia yang dihasilkan oleh daun tanaman tersebut. Tujuan penelitian ini mengetahui kandungan senyawa fitokimia daun ekstrak daun jarak merah dan mengkaji potensinya sebagai antibakteri. Metode penelitian ini adalah eksperimen yang menjelaskan proses ekstraksi, kandungan senyawa fitokimia dan potensi kandungan fitokimia tersebut sebagai antibakteri. Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Senyawa fitokimia diuji secara kualitatif terhadap kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid atau terpenoid. Potensi senyawa fitokomia sebagai antibakteri dikaji melalui berbagai sumber literatur. Analisis data menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak daun jarak merah adalah sebesar 6,73%. Ekstrak daun jarak merah tersebut positif mengandung fitokimia alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Berdasarkan kajian literatur diketahui bahwa 1) alkaloid memiliki aktivitas antibakteri dengan menghambat sintesis peptidoglikan sel bakteri, 2) flavonoid sebagai antibakteri yang dapat mempengaruhi fungsi membran sel bakteri, 3) tanin sebagai antibakteri dengan cara menghambat enzim DNA transkriptase dan topoisomerase, dan 4) saponin sebagai antibakteri dengan merusak dinding sel bakteri

    Klasifikasi Tanah Di Kapanewon Kasihan Kabupaten Bantul Berdasarkan Metode MASW

    No full text
    Kapanewon Kasihan merupakan daerah berisiko tinggi terhadap gempa bumi karena dekat dengan dua sumber gempa utama ayitu zona subduksi Jawa dan Sesar Opak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan klasifikasi jenis tanah di Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, menggunakan metode Multi-channel Analysis of Surface Waves (MASW). Penelitian ini melibatkan pengukuran kecepatan gelombang geser (Vs) untuk memperkirakan Vs30 dan mengklasifikasikan jenis tanah berdasarkan SNI 1726:2019. Hasil menunjukkan nilai Vs30 berkisar antara 260-440 m/s, dengan dominasi tanah sedang (SD) di sebagian besar wilayah, terutama di Kalurahan Ngestiharjo, Tamantirto, Tirtonirmolo, dan wilayah timur Kalurahan Bangunjiwo. Tanah keras (SC) ditemukan di bagian barat dan utara Kalurahan Bangunjiwo. Pemahaman karakteristik tanah ini penting untuk perencanaan fondasi bangunan yang aman, desain infrastruktur, dan manajemen risiko bencana gempa bumi. Metode MASW terbukti efektif dalam menganalisis sifat mekanik tanah, berkontribusi pada mitigasi bencana dan peningkatan kesiapsiagaan terhadap gempa di wilayah seismik aktif seperti Indonesia

    Hubungan Malnutrisi Jumlah Total Albumin dan Protein Serum Terhadap Aktivitas Siswa

    Get PDF
    Albumin dan Protein merupakan salah satu tolak ukur terhadap penentuan malnutrisi terhadap status gizi manusia. Keduanya dapat mengidentifikasi apakah ada korelasi terhadap aktivitas siswa yang rutin sarapan pagi dan yang tidak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat konsentrasi siswa selama menempuh pendidikan dalam kelas yang diukur menggunakan observasional analitik desain cross-sectional dan kadar albumin dan protein serum siswa. Sebanyak 22 siswa skrining risiko malnutrisi menggunakan Subjective Global Assessment (SGA) dilanjutkan dengan wawancara. Kadar diambil dari serum siswa dan Analisis statistik menggunakan uji korelasi nonparametric test menggunakan SPSS 26. Terdapat perbedaan signifikan perubahan kadar albumin p=0.001 dan protein p=0.002 antara siswa yang sarapan pagi dan yang tidak (p<0.05). SGA mampu mendeteksi risiko malnutrisi pada 6 orang (27,3%) dan tidak berisiko manlutrisi pada 16 orang (48,4%), secara statistik albumin dan protein tidak signifikan berisiko malnutrisi dengan p-value 0.65 dan 0.70. Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara siswa yang sering sarapan pagi dan tidak dengan kadar total protein dan albumin (p > 0.05), hanya saja ada penurunan konsentrasi pada saat kegiatan belajar mengajar terutama menjelang siang sekola

    Faktor Penyebab Terjadinya Gastritis pada Remaja Di Puskesmas Deket Kabupaten Lamongan

    Get PDF
    Banyaknya masyarakat yang menganggap gastritis adalah penyakit ringan tidak berbahaya, sehingga jika tidak segera ditangani dapat bertambah parah dan dapat menurunkan kualitas hidup serta menjadikan hidup kurang produktif. Mencegah penyakit gastritis sebaiknya dengan cara memahami faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya gastritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya gastritis pada remaja di Puskesmas Deket Kabupaten Lamongan. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan cross sectional menggunakan simple random sampling di dapatkan 96 responden. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan lembar kuesioner. Setelah ditabulasi data akan dianalisis dengan menggunakan uji Spearman Rank (Rho) dengan tingkat kemaknaan p=<0,05. Hasil penelitian menununjukkan 62 responden (64,6%) mengalami gastritis akut, pola makan kurang 71 responden (74%), sering mengkonsumsi kopi 66 responden (68,8%), merokok ringan 60 responden (62,55%), stress normal 67 responden (59,8%). Sedangkan dari hasil uji analisis diperoleh hasil ada hubungan antara pola makan dengan frekuensi kejadian gastritis sebesar (P=0,000), konsumsi kopi (P=0,027), konsumsi rokok (P=0,022),  tingkat stress (P=0,045), yang memiliki kekuatan korelasi hubungan cukup kuat yaitu pada faktor pola makan. pola makan merupakan faktor utama dalam terjadinya kekambuhan penyakit gastritis. Karen secara alami lambung akan terus memproduksi asam lambung setiap waktu dalam jumlah yang kecil setelah 4-6 jam bila seseorang telat makan sampai 2-3 jam, maka asam lambung yang diproduksi dan berlebih dapat mengiritasi mukosa lambung serta menimbulkan rasa nyeri di sekitar epigastrium semakin banyak.Banyaknya masyarakat yang menganggap gastritis adalah penyakit ringan tidak berbahaya, sehingga jika tidak segera ditangani dapat bertambah parah dan dapat menurunkan kualitas hidup serta menjadikan hidup kurang produktif. Mencegah penyakit gastritis sebaiknya dengan cara memahami faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya gastritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya gastritis pada remaja di Puskesmas Deket Kabupaten Lamongan. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan cross sectional menggunakan simple random sampling di dapatkan 96 responden. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan lembar kuesioner. Setelah ditabulasi data akan dianalisis dengan menggunakan uji Spearman Rank (Rho) dengan tingkat kemaknaan p=<0,05. Hasil penelitian menununjukkan 62 responden (64,6%) mengalami gastritis akut, pola makan kurang 71 responden (74%), sering mengkonsumsi kopi 66 responden (68,8%), merokok ringan 60 responden (62,55%), stress normal 67 responden (59,8%). Sedangkan dari hasil uji analisis diperoleh hasil ada hubungan antara pola makan dengan frekuensi kejadian gastritis sebesar (P=0,000), konsumsi kopi (P=0,027), konsumsi rokok (P=0,022),  tingkat stress (P=0,045), yang memiliki kekuatan korelasi hubungan cukup kuat yaitu pada faktor pola makan. pola makan merupakan faktor utama dalam terjadinya kekambuhan penyakit gastritis. Karen secara alami lambung akan terus memproduksi asam lambung setiap waktu dalam jumlah yang kecil setelah 4-6 jam bila seseorang telat makan sampai 2-3 jam, maka asam lambung yang diproduksi dan berlebih dapat mengiritasi mukosa lambung serta menimbulkan rasa nyeri di sekitar epigastrium semakin banyak

    213

    full texts

    257

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal Ilmiah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Malang (UNISMA) is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇