Journal Universitas PGRI Semarang
Not a member yet
5833 research outputs found
Sort by
Pengaruh Latihan Double Leg Speed Hop dan Lompat Kijang Terhadap Kecepatan Lari Siswa Pada Jarak 100 Meter Dalam Ekstrakurikuler Atletik Di SMP Negeri 1 Gubug
       Penelitian ini dilatarbelakangi oleh celah penelitian yang ditemukan dalam penelitian sebelumnya. Berdasarkan penelitian yang berjudul “Pengaruh Latihan Lompat Kijang Dan Split Squat jump terhadap Peningkatan Kecepatan Sprint. (Agung Sugiarto, 2019).†dan “Pengaruh Latihan Double Leg Speed Hop Dan Double Leg Box Bound Terhadap Kecepatan Lari 100 Meter. (Sartono, 2018)â€. Pada penelitian ini peneliti tertarik membandingkan latihan double leg speed hop dan lompat kijang. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu. Populasi penelitian berjumlah 23 siswa.       Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan latihan double leg speed hop dan Latihan lompat kijang terhadap kecepatan lari siswa yang mengikuti ektrakurikuler atletik di SMP Negeri 1 Gubug.       Tehnik sampel pada penelitian ini menggunakan tehnik purposive sampling dengan 16 siswa laki-laki yang dibagi menjadi 2 kelompok untuk mengikuti Latihan double leg speed hop dan lompat kijang. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh maka dilakukan pre-test dan posttest.       Hasil penelitian menunjukan bahwa pada hasil uji T test pada latihan lompat kijang didapatkan nilai mean yaitu 0.80750. Lalu pada nilai t untuk latihan lompat kijang adalah 13.931. Pada latihan double leg speed hop pada hasil uji T test didapatkan nilai mean yaitu 0.73000. Lalu untuk nilai t pada double leg speed hop yaitu 9.663. Kesimpulan yang didapatkan bahwa Latihan Lompat Kijang lebih baik dari Latihan Double Leg Speed Hop
EFEKTIVITAS METODE DRILL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN DISPOSISI MATEMATIS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI DATA KELAS 5 SD NEGERI 1 KAWAK
Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan disposisi matematis dan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika materi data kelas 5 SD Negeri 1 Kawak. Hal tersebut disebabkan kurangnya metode pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan disposisi matematis dan hasil belajar siswa. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana efektivitas metode drill dapat meningkatkan kemampuan disposisi matematis dan hasil belajar siswa kelas 5 SDN 1 Kawak pada materi data. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas metode drill dalam meningkatkan kemampuan disposisi matematis dan hasil belajar siswa kelas 5 SDN 1 Kawak pada materi data. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif pre-experimental design dan tipe one-group pretest-posttest design. Untuk populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa SD Negeri 1 Kawak. Dengan sampel yang digunakan yaitu pada kelas V yang berjumlah 19 siswa. Data penelitian diperoleh dari angket, observasi, tes, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data sebelum diberikan perlakuan, diperoleh nilai pre test terendah yaitu 35 dan nilai tertinggi 80 dengan rata-rata 55. Sedangkan setelah diberikan perlakuan, diperoleh nilai post test terendah yaitu 60 dan nilai tertinggi 100 dengan rata-rata 82. berdasarkan analisis uji t paired sample T-Test diperoleh 28.2549. Sedangkan 2.101 dan taraf signifikan 5%. Karena hasil maka ditolak dan diterima maka dapat diartikan metode drill efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika dan disposisi matematis siswa kelas 5 SDN 1 Kawak pada materi data. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah supaya metode drill dapat digunakan sebagai salah satu alternatif guru dalam mengajar
Aktualisasi Program Neuromuscular Warming Up pada Olahraga Futsal di Lingkungan Asosiasi Futsal Kota Batu
Olahraga futsal memiliki tingkat cedera yang tinggi, terutama pada pemain muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanasan neuromuskular yang mencakup pemanasan dan peregangan jika dilakukan bersama dengan berbagai latihan penguatan dapat mengurangi risiko cedera, salah satu contohnya adalah Pemanasan FIVE+. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pemain dan praktisi futsal berdasarkan analisis situasi. Pengabdian masyarakat dilakukan melalui pendekatan pemahaman masalah mitra, yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal dalam menemukan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah. Tes awal dilakukan sebagai langkah pertama dalam menjalankan program. Setelah itu, peserta diajarkan tentang materi melalui seminar dan aktualisasi teori. Terakhir, tes akhir digunakan untuk mengevaluasi tingkat pemahaman peserta tentang materi. Hasil menunjukan bahwa program ini berhasil meningkatkan pemahaman dan penerapan program pemansan FIVE+ dalam mencegah cedera olahraga. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam penerapan program dalam periode latihan serta nilai dari kebermanfaatan program. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan aspek pengetahuan tetapi juga membentuk fondasi yang kuat untuk selalu memperhatikan komponen pemanasan selalu penting untuk dilakukan dalam latihan khususnya program FIVE+ yang telah disebar dan dipraktikan dalam kegiatan. Selanjunya, kegiatan aktualisasi akan terus diupayakan berkelanjutan dengan tema lain guna memberikan pengetahuan dan pemahaman bagi praktisi maupun atlet di masa mendatang
Do Socio-Cultural Factors Affect Speaking Anxiety? A Case Study of Non-English Major Students in West Java
Anxiety in foreign language speaking is a widely studied aspect in EFL contexts. Identifying the factors contributing to students' speaking anxiety is essential for understanding and addressing this issue. A few anxiety students have indicated certain sociocultural factors, among other factors, could be responsible for students' foreign language speaking anxiety. Therefore, this study aims to investigate the social-cultural factors causing English-speaking anxiety in non-English primary undergraduate students. This study used a case study qualitative approach. The data collection used are in-depth semi-structured interviews. The data was collected from four undergraduate non-English majors in West Java. The data was analyzed using an open coding method to examine participants' opinions on the socio-cultural elements that impact English speaking anxiety. The data revealed several social-cultural related sources of speaking anxiety, including social and cultural environment, communicative apprehension, formal classroom environment, social status and self-identity, gender, and dialect. Collectively, these factors increase students' anxiety during speaking activities. Moreover, these sociocultural factors not only undermine students' confidence and willingness to take part in speaking tasks, but also hinder their overall progress in language learning. The results of this research are expected to offer helpful recommendations to enable English teachers or lecturers to react to their students' speaking anxiety and to assist teachers of lecturers in arranging their classes in a way that may reduce their students' speaking anxiety and promote students' speaking skills.Â
ANALISIS NILAI-NILAI DIMENSI PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM ANIMASI ADIT DAN SOPO JARWO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai kehidupan yang erat kaitannya dengan Profil Pelajar Pancasila, yang terkandung dalam animasi Adit dan Sopo Jarwo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dibahas menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam peyajian data, data dikumpulkan melalui observasi adegan animasi, dokumentasi transkrip data, dan kajian pustaka dari artikel serta panduan BSKAP 2022. Uji kredibilitas dilakukan dengan observasi berulang, pemeriksaan referensi, dan dokumentasi pendukung. Analisis isi dilakukan melalui deskripsi, reduksi, dan seleksi untuk menemukan elemen Profil Pelajar Pancasila dalam animasi. Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil bahwa animasi ini berhasil menyisipkan nilai-nilai Pancasila dalam alur cerita, memberikan contoh nyata bagi anak-anak untuk mengadopsi perilaku positif diantaranya; gotong royong, indikator yang mencerminkan pemahaman agama sesuai dengan kitab suci dan keyakinan terhadap firman Tuhan yaitu Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, kehadiran dimensi berkebinekaan global dengan menampilkan penghargaan terhadap keberagaman budaya, dan kemandirian
ANALISIS IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 3 GUBUG KECAMATAN GUBUG KABUPATEN GROBOGAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum dan implementasi di SD Negeri 3 Gubug, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang implementasinya. Studi ini menunjukkan bahwa melalui pendekatan berbasis nilai Pancasila dalam kurikulum, Sekolah Dasar Negeri 3 Gubug berhasil mencapai tingkat pencapaian sebesar 88% Yang di kategorikan sangat baik. Kendala yang dihadapi antara lain adalah keterlibatan sumber daya dan dukungan dari pihak luar. Berdasarkan hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa SD Negeri 3 Gubug berhasil mengimplementasikan proyek pembentukan profil pelajar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan pencapaian sebesar 88%. Keberhasilan ini menegaskan efektivitas pendekatan yang diterapkan dalam kurikulum. Peneliti merekomendasikan untuk meningkatkan sumber daya serta evaluasi berkelanjutan untuk memastikan nilai Pancasila dalam pendidikan secara konsisten dan adaptif terhadap tantangan yang ada
Perbandingan Integrasi Numerik Metode Romberg dan Gauss-Legendre menggunakan Matlab R2023b
Penyelesaian integral dengan bentuk persamaan yang kompleks sering kali sulit dilakukan secara analitik, sehingga dibutuhkan pendekatan alternatif seperti metode numerik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat akurasi metode integrasi numerik Romberg dan Gauss-Legendre dalam menyelesaikan integral fungsi trigonometri, eksponensial, dan polinomial berbasis pemrograman Matlab R2023b. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan tahapan meliputi penentuan soal integral, pengolahan data menggunakan script Matlab, dan analisis hasil. Tiga soal integral digunakan sebagai instrumen, masing-masing mewakili satu jenis fungsi. Proses perhitungan mencakup penentuan nilai eksak, nilai aproksimasi, galat absolut, dan galat relatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fungsi trigonometri, metode Gauss-Legendre memberikan akurasi lebih tinggi dibandingkan Romberg. Sebaliknya, metode Romberg lebih unggul dalam mengintegrasikan fungsi eksponensial dan polinomial. Selain itu, dikembangkan pula antarmuka GUI Matlab yang interaktif untuk mempermudah pengguna dalam menerapkan kedua metode secara visual. GUI ini terbukti efektif dalam menyajikan hasil perhitungan integral lengkap dengan informasi nilai eksak dan nilai galat. Secara keseluruhan, baik metode Romberg maupun Gauss-Legendre mampu memberikan hasil integrasi yang akurat, namun tingkat akurasi dipengaruhi oleh karakteristik fungsi dan parameter integrasi. Oleh karena itu, pemilihan metode yang tepat sangat bergantung pada jenis fungsi yang diintegrasikan
Pengaruh Media Pembelajaran dan Minat Belajar terhadap Keaktifan Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X di SMA Negeri 1 Kaliwungu
Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian iniberkaitan dengan rendahnya tingkat keaktifan belajar pesertadidik yang ditandai dengan kurangnya partisipasi dalam diskusi, sikap pasif saat sesi tanya jawab serta prestasi belajar yang belum optimal. Kajian ini dikerjakan untuk mengamati media pembelajaran dan minat belajar secara parsial maupun simultanmemberikan dampak dalam meningkatkan keaktifan belajarpeserta didik pada mata pelajaran Ekonomi kelas X di SMA Negeri 1 Kaliwungu. Pendekatan yang digunakan merupakanpenelitian kuantitatif. Teknik survei diterapkan denganmemberikan kuesioner kepada peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Kaliwungu. Teknik regresi linear berganda diterapkandalam proses pengolahan data. Berdasarkan hasil pengolahantersebut didapatkan temuan bahwa media pembelajaran terbuktimemberikan pengaruh dalam meningkatkan keaktifan belajarpeserta didik demikian pula minat belajar turut memberikandampak terhadap keaktifan belajar, serta media pembelajarandan minat belajar secara simultan memberikan dampak dalammeningkatkan keaktifan belajar. Dengan kata lain penerapanmedia pembelajaran yang menarik serta peningkatan minatbelajar peserta didik, keaktifan belajar dapat ditingkatkan
KEEFEKTIFAN MEDIA PEMBELAJARAN YOUTUBE GUNA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS KELAS IV DI SD NEGERI GAYAMSARI 02 SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan media pembelajaran YouTube guna meningkatkan minat belajar siswa dalam mata pelajaran Bahasa Inggris kelas IV di SD Negeri Gayamsari 02 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental) dengan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelas yang akan menggunakan media YouTube akan menjadi kelompok eksperimen, sedangkan kelompok kontrol akan menerima pembelajaran tanpa media YouTube. Metode eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari keefektifan perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Peneliti menggunakan metode ini, karena peneliti ingin mengadakan eksperimen atau percobaan untuk mengetahui keefektifan media pembelajaran YouTube guna meningkatkan minat belajar siswa dalam mata pelajaran Bahasa Inggris kelas IV di SD Negeri Gayamsari 02 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran YouTube efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa, hal ini dilihat melalui peningkatan perhatian, partisipasi aktif, semangat belajar selama proses pembelajaran Bahasa Inggris berlangsung dan diperkuat dengan adanya peningkatan hasil nilai rata-rata dari pretest ke posttest pada kelas eksperimen (IV A). Diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 42,8 dan nilai rata-rata posttest sebesar 65,2. Berdasarkan temuan ini, penggunaan YouTube dapat direkomendasikan menjadi salah satu strategi pembelajaran yang menarik dan efektif
Analisis Pola Curah Hujan Di Kota Bengkulu Menggunakan Model Rantai Markov
Curah hujan merupakan komponen penting dalam sistem iklim tropis yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta mendukung sektor pertanian, perikanan, transportasi, dan mitigasi bencana hidrometeorologi. Kota Bengkulu sebagai wilayah pesisir di barat Pulau Sumatera memiliki karakteristik curah hujan yang fluktuatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola transisi curah hujan harian di Kota Bengkulu tahun 2023 menggunakan model rantai Markov. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif menggunakan data curah hujan harian dari Stasiun Meteorologi Fatmawati Soekarno Bengkulu selama periode 1 Januari hingga 31 Desember 2023. Tahapan analisis meliputi analisis deskriptif, kategorisasi data berdasarkan intensitas hujan, penyusunan tabel frekuensi dan peluang transisi, pembentukan matriks transisi, perhitungan peluang transisi n-step, serta penentuan kondisi steady state. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hujan ringan merupakan kondisi yang paling dominan dengan peluang stabil sebesar 89,33%, disusul oleh hujan sedang (8,33%) dan hujan lebat (2,34%). Peluang transisi terbesar terjadi pada hujan ringan yang tetap hujan ringan sebesar 90,2%, sedangkan transisi ke hujan sedang dan lebat masing-masing sebesar 7,5% dan 2,3%. Temuan ini mengindikasikan bahwa Kota Bengkulu cenderung mengalami hujan ringan secara konsisten, sementara intensitas hujan yang lebih tinggi terjadi secara sporadis. Hasil ini bermanfaat dalam mendukung pengelolaan sumber daya air, mitigasi risiko bencana, serta perencanaan adaptasi perubahan iklim di wilayah pesisir