Jurnal Pengembangan Kota
Not a member yet
169 research outputs found
Sort by
TINGKAT ASET PENGHIDUPAN RUMAH TANGGA TERDAMPAK BANJIR ROB DI BANDENGAN, PEKALONGAN
Bandengan adalah salah satu kelurahan di pesisir Kota Pekalongan yang rawan banjir rob akibat perubahan iklim dan penurunan muka tanah. Dalam menghadapi rob, rumah tangga terdampak dapat mengupayakan seluruh aset penghidupan yaitu modal manusia, modal alam, modal finansial, modal sosial, dan modal fisik untuk bertahan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kondisi aset penghidupan rumah tangga terdampak rob di Bandengan, Kota Pekalongan. Riset ini penting untuk melihat bagaimana rumah tangga di Bandengan mengelola dan memanfaatkan lima aset penghidupan dalam menghadapi resiko banjir rob. Populasi adalah rumah tangga terdampak banjir rob sebanyak 100 sampel melalui survei kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan modal alam berada pada kategori rendah sebanyak 92% dikarenakan kurangnya lahan produktif. Modal manusia berada pada kategori sedang sebanyak 66%, dikarenakan jenjang pendidikan yang masih sebatas lulusan SD. Modal sosial berada pada kategori rendah dengan persentase 48%, dikarenakan kurangnya partisipasi masyarakat dalam komunitas sosial seperti karang taruna, PKK, arisan RT/RW, serta kurangnya akses informasi peringatan dini. Adapun kondisi modal finansial berada pada kategori rendah sebanyak 72%, dikarenakan pendapatan keluarga yang mayoritas kurang dari Rp2.500.000,00. Penilaian modal fisik kategori tinggi sebesar 64% mengindikasikan mayoritas rumah tangga telah melakukan renovasi tempat tinggal melalui pengurugan, peninggian pintu, peninggian jendela. Dapat disimpulkan bahwa modal penghidupan di Kelurahan Bandengan didominasi oleh modal fisik dan modal manusia. Penelitian menjadi masukan pemerintah untuk merancang manajemen resiko bencana rob berdasarkan potensi lokal masyarakat sebagai people centered seperti penguatan peringatan dini, edukasi pelatihan kerja, membentuk komunitas arisan penanganan bencana rob, dan membentuk komunitas peduli lingkungan tingkat kelurahan.
ANALISIS DAMPAK STUDENTIFIKASI PADA KAWASAN PENDIDIKAN SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK
Studentifikasi di kawasan pendidikan khususnya di Kota Depok telah menjadi fenomena yang signifikan akibat pertumbuhan kampus-kampus seperti Universitas Indonesia, Universitas Gunadarma Depok, dan sekitarnya. Penelitian ini menganalisis dampak studentifikasi pada kawasan pendidikan sekitar kampus Universitas Indonesia Depok, seperti apa dampak yang dirasakan serta bagaimana tingkatan dampak dari aspek fisik, lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak seperti apa yang dirasakan dan kawasan mana yang paling terdampak dengan adanya studentifikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis delphi dengan melibatkan pakar dan pemangku kepentingan dalam rangka mendapatkan pandangan komprehensif tentang dampak yang mungkin terjadi, dan analisis kuantitatif dengan skoring menggunakan kuesioner, kemudian mengetahui tingkatan dampak yang dirasakan oleh masyarakat setempat. Adapun dampak fenomena studentifikasi yang paling tinggi berdasarkan analisis delphi dan skoring adalah munculnya bangunan tertentu identik dengan kegiatan mahasiswa, penyediaan hunian kos secara khusus hanya untuk mahasiswa dan peningkatan nilai lahan/ harga tanah. Kawasan yang paling terkena dampak dari Studentifikasi kawasan pendidikan sekitar Universitas Indonesia adalah Kelurahan Kemiri Muka. Dampaknya mencakup peningkatan nilai lahan/harga tanah menyebabkan banyak alih fungsi bangunan hunian menjadi bangunan kos yang menyesuaikan kebutuhan mahasiswa untuk menunjang kegiatan sehari-hari
FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL PERILAKU KESELAMATAN BERKENDARA PEKERJA KANTORAN PENGGUNA SEPEDA MOTOR (Wilayah Studi: Kota Tangerang Selatan)
Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kawasan perkotaan terus meningkat, seiring dengan terus meningkatnya jumlah kendaraan di jalanan. Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia, sebagian besar disebabkan oleh faktor manusia. Salah satu upaya untuk mengatasi kecelakaan lalu lintas berdasarkan faktor manusia, dapat dilakukan dengan menganalisis perilaku pengguna jalan. Penelitian ini menggunakan metode structural equation modelling (SEM) untuk mengidentifikasi seberapa besar pengaruh faktor eksternal dan internal terhadap perilaku keselamatan berkendara pada pekerja kantoran pengguna sepeda motor di Kota Tangerang Selatan. Faktor Eksternal dilihat dari Theory of Planned Behavior, jarak tempuh, dan waktu tempuh perjalanan. Faktor internal dilihat dari trait kepribadian ekstraversi, kooperatif, neurotisme, dan kesadaran. Analisis dilakukan terhadap masing-masing golongan darah, sehingga dapat melihat faktor yang dominan. Berdasarkan hasil analisis perilaku keselamatan berkendara golongan darah A, B, dan AB lebih dipengaruhi oleh variabel dari faktor eksternal, sedangkan golongan darah O lebih dipengaruhi oleh variabel dari faktor internal
MODEL POTENSI PENDUDUK KOTA METROPOLITAN SEMARANG
Saat ini di Kota Semarang belum tersedia informasi potensi penduduk yang mempertimbangkan interaksi spasial. Model Potensi penduduk adalah model spasial yang mencerminkan pemusatan penduduk berdasarkan interaksi antar wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model dan persebaran potensi penduduk di Kota Semarang. Menggunakan metode deskripif kuantitatif serta pendekatan spasial dengan memanfatkan citra pengginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis. Potensi penduduk ditentukan berdasarkan model gravitasi yang mendasarkan pada jumlah penduduk dan jarak antara masing-masing kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi penduduk paling tinggi terdapat di Kecamatan Gayamsari sedangkan potensi penduduk paling rendah terdapat di Kecamatan Mijen. Kawasan yang mempunyai potensi penduduk rendah perlu didorong perkembangannya dengan penambahan fasilitas sehingga dapat meningkatkan mobilitas yang mencerminkan adanya aktivitas. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai pertimbangan pemerintah dalam menentukan kebijakan terkait pemenuhan kebutuhan penduduk secara rasional yang mengarah pada pembangunan yang berkelanjutan
PENILAIAN KEBERLANJUTAN KAMPUNG JAWI SEBAGAI KAMPUNG TEMATIK WISATA DI KOTA SEMARANG
Kota Semarang memiliki beragam kearifan lokal yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pariwisata. Sebagaimana yang diamanatkan di dalam Sustainable Development Goals bahwa pembangunan diarahkan untuk memenuhi tujuan-tujuan berkelanjutan, salah satunya adalah pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi. Salah satu bentuk pariwisata, yakni pariwisata kampung dapat ditemukan pada kampung-kampung tematik. Salah satu kampung tematik di Kota Semarang yang cukup potensial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah Kampung Jawi yang terletak di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati. Terdapat indikasi bahwa kualitas atraksi yang diperoleh dari pengelolaan Kampung Jawi belum maksimal sehingga mengakibatkan penurunan jumlah pengunjung. Sehingga dikhawatirkan Kampung Jawi tidak berkelanjutan di masa depan. Untuk itu, penting untuk mengetahui keberlanjutan dan hal-hal yang mempengaruhi keberlanjutan Kampung Jawi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keberlanjutan Kampung Jawi sebagai kampung Tematik wisata dilihat dari empat dimensi, yakni Pemanfaatan Lingkungan Fisik, Manfaat Ekonomi, Tata Kelola Kampung Tematik, dan Interaksi Sosial dan Budaya Masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif menggunakan MDS (Multidimensional Scaling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan tingkat keberlanjutan Kampung Jawi sebagai Kampung Tematik Wisata termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Keberlanjutan dimensi pemanfaatan lingkungan fisik dikategorikan sebagai dimensi yang berkelanjutan, sedangkan dimensi manfaat ekonomi, tata kelola kampung tematik dan interaksi sosial dan budaya dikategorikan cukup berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan pada atribut aksesibilitas, pendapatan masyarakat, kerjasama dengan pihak luar, dan keterlibatan masyarakat dalam pariwisata Kampung Jawi
EXPLORING THE RELATIONSHIP BETWEEN GREEN VIEW INDEX AND RUNNING ACTIVITY: A CASE STUDY OF YOGYAKARTA AND SINGAPORE USING STRAVA AND GOOGLE STREET VIEW DATA
The Development of Geospatial Data and Volunteered Geographic Information (VGI) has been significant and can be utilized in urban and regional planning. One of the notable data sources includes Google Street View and Strava running activity data. This research investigates the potential correlation between the presence of green spaces, measured by the Green View Index (GVI) using Google Street View data, and the level of running activity recorded by Strava, a popular running application. The novelty of this study lies in the integration of GVI analysis with Google Street View and Strava data, providing a comprehensive understanding of the relationship between green environments and physical activity by leveraging Big Data. In this research, two locations are compared: Yogyakarta, identified to have a low GVI category, and Singapore, identified to have a high GVI category. The findings reveal a moderate negative correlation between GVI and the Strava running index in Yogyakarta, while a moderate positive correlation is observed in Singapore. These results contribute to the growing research on urban vitality and emphasize the importance of integrating green spaces into urban planning and development using big data. This study serves as a foundation for further research on the relationship between green environments and various forms of physical activity, contributing to the development of healthier and more sustainable cities in the future
THE FUTURE OF KUDUS AS A RELIGIOUS CITY IN CENTRAL JAVA
Urban planning is needed to manage changes within a spatial approach. It helps in planning activities where the economic, environmental, and social goals are holistically managed. The planning process involves studying past trends, learning from past and present, and preparing for the future. The fast development and adoption of new cultures lead to significant changes in socio-cultural and economic growth. Some Industry activities, especially religious ones in this decade, brought many changes in Kudus, Central Java, and Indonesia. It diversifies the city's social and cultural identity and generates tremendous economic development opportunities. Therefore, the town has several potentials facing urban planning problems. Exploring these issues and the reasons behind them will help minimize their impact. Kudus has tremendous potential for research in this direction. The need of the decade for urban planners and designers is to be prepared for the changes in a Kudus city. This study identifies the growth of Kudus as a religious city along with changes in regional spatial plans using descriptive qualitative analysis from secondary data such as planning documents and primary data from in-depth interviews with relevant stakeholders. This study shows Kudus as a religious city having challenges of spatial changes and growth patterns of religious tourism growth in the Kudus area.
PRIORITAS ALTERNATIF PENGEMBANGAN KONSEP OMOTENASHI DI KORIDOR JL. ZAINUL ARIFIN, KOTA MALANG
Koridor Jalan Zainul Arifin merupakan salah satu koridor yang menghubungkan Kawasan Alun-Alun sebagai pusat kota dengan Pasar Besar Kota Malang. Pasar Besar sebagai pusat perdagangan dan jasa, kuliner, pertokoan, dan wisata memiliki ciri khas dan daya Tarik tersendiri. Karakteristik tersebut mampu menarik aktivitas yang masif sehingga diperlukan pengendalian arus lalu lintas dan fasilitas penunjang aktifitas di koridor tersebut. Omotenashi memiliki makna keramahan, kehangatan, dan kekeluargaan. Keramahan yang dimaksud ialah ramah dalam hal desain jalan, jalur pejalan kaki dan layanan angkutan umum bagi para penggunanya, adapun kekeluargaan memiliki makna yang berlawanan dengan individualis. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat keramahan dalam konsep omotenashi dan merumuskan prioritas alternatif pengembangan keramahan. Penelitian ini menggunakan analisis aspek keramahan omotenashi, analisis parkir on-street berdasarkan aspek kekeluargaan, dan Quantitative Descriptive Analysis (QDA) berupa spiderweb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keramahan omotenashi pada Koridor Jalan Zainul Arifin memiliki nilai 10,64 yang masuk dalam klasifikasi ramah dan prioritas pengembangan berdasarkan hasil spiderweb meliputi pengembangan aspek geometri jalur pejalan kaki, geometri jalan, dan parkir on-street
SKEMA KONSOLIDASI TANAH DALAM PENERAPAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN DI INDONESIA
Munculnya kawasan kumuh merupakan salah satu dampak dari perwujudan upaya masyarakat kurang mampu secara swadaya memenuhi kebutuhan huniannya. Terdapat satu pendekatan untuk merespon permasalahan kekumuhan yaitu Konsolidasi Tanah (KT). Akan tetapi penerapan konsolidasi tanah ini secara teknis tidaklah mudah karena terdapat beragam kondisi di lapangan yang dinamis dan kontekstual. Artikel ini menguraikan seperti apa keberagaman kondisi tersebut dilihat dari aspek subjek konsolidasi tanah, objek konsolidasi tanah, jumlah bidang tanah, serta luas bidang tanah. Untuk menguraikan keberagaman ini secara empirik dilakukan pendekatan penelitan kualitatif dengan metode studi kasus di tiga Kabupaten di Jawa Tengah. Melalui penelitian ini ditemukan satu hal menarik terkait skema konsolidasi tanah yaitu konsolidasi tanah dapat dilakukan pada satu bidang tanah akan tetapi bidang tanah tersebut dikuasai lebih dari satu orang yang merupakan peserta dari kegiatan konsolidasi tanah tersebut
KONSEP DIRI PADA MASYARAKAT PEMILIK RUMAH STIKER WARGA MISKIN DI BUMIARJO, SURABAYA
Kemiskinan menjadi persoalan krusial di perkotaan. Bantuan dari pemerintah hadir agar masyarakat miskin kota tidak termarjinalkan. Peraturan dibuat sedemikian rupa agar bantuan tepat sasaran salah satunya melalui penempelan stiker Keluarga miskin di rumah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep diri masyarakat pemilik rumah stiker keluarga miskin di Bumiarjo, Surabaya dengan menggunakan teori interaksionisme simbolik george herbert mead. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan kepada tiga informan. Penentuan subjek penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria khusus masyarakat pemilik rumah berstiker keluarga miskin di Bumiarjo, Surabaya. Hasil penelitian menyatakan penerima stiker keluarga miskin tidak mempermasalahkan persoalan kebijakan pelabelan tersebut. Hal ini membuat terbentuknya konsep diri dalam masyarakat tersebut sebagai masyarakat miskin yang biasa saja dan layak untuk menerima bantuan dari pemerintah. Hasil penelitian ini tentunya terdapat perbedaan dengan penelitian terdahulu dalam hal konsep diri masyarakat Kota Surabaya yang tergambar pada hasil penelitian.