121,045 research outputs found

    Otomatisasi Sistem Kontrol Ph Dan Informasi Suhu Pada Akuarium Menggunakan Arduino Uno Dan Raspberry Pi 3

    Get PDF
    Telah dirancang sebuah sistem otomatisasi kontrol kadar pH dan informasi suhu. Kadar pH di ukur dengan menggunakan sensor pH E-201-C dan suhu di ukur dengan sensor DS18B20. Proses kontrol pH di lakukan dengan menambahkan cairan pH up dan pH down dan direalisasikan dengan katup solenoid. Tujuan pembuatan sistem ini adalah untuk mengontrol nilai pH air dalam akuarium dan memberi informasi tentang suhu air. Ke dalam sistem ini telah diinput nilai standar pH dan suhu pada masing-masing jenis ikan. Sistem ini akan bekerja secara otomatis untuk menyesuaikan lingkungan hidup ikan hias sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Sistem pengontrolan pH dapat bekerja apabila nilai pengukuran pH menyatakan kondisi pH tinggi atau pH rendah dan pada kondisi tersebut air akan mengalir ke tabung penyesuaian pH untuk melakukan kontrol. Apabila nilai pengukuran pH menyatakan bahwa pH tinggi maka cairan Kontrol pH down akan mengalir dan apabila nilai pengukuran pH menyatakan bahwa pH rendah maka cairan kontrol pH up akan mengalir. Sistem ini telah teruji mampu mempertahankan kondisi lingkungan hidup ikan hias dengan hasil pengukuran pH dan suhu adalah 7.48 -7.8 dan 28.87 – 29.55 0C. Kata kunci: Sensor pH E-201-C, Sensor DS18B20, pH down, pH up&nbsp

    Studi Pengaruh Kandungan Air Tanah Terhadap Tahanan Jenis Tanah Lempung (Clay)

    Get PDF
    Nilai tahanan jenis tanah sangat bergantung pada jenis tanah tersebut. Dalam menentukan sistem pentanahan kita perlu mengetahui nilai tahanan jenis tanah. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran tahanan jenis tanah pada tanah lempung (clay). Pengukuran dilakukan dengan metode tiga titik berdasarkan musim yaitu musim hujan dan musim kemarau dengan variabel kandungan air tanah, suhu dan pH tanah lempung. Alat ukur yang digunakan yaitu earth tester dengan bantuan elektroda uji (E) elektroda bantu arus (C) dan elektroda bantu tegangan (P) dengan jarak terjauh antara elektroda uji dan elektroda bantu tegangan adalah 40 meter dan memindahkan elektroda bantu tegangan (P) setiap lima meter. Hasil pengukuran menunjukan pada musim kemarau nilai tanahan jenis tanah sebesar 1472,58 Ω.m, kandungan air 8,85%, pH 5-6,7, dan suhu tanah sebesar 310C. Tahanan jenis tanah pada musim hujan 530,13 Ω.m, kandungan air 22.26%, nilai pH 6,7-6,8, dan suhu sebesar 27,50C. Kesimpulan yang dapat diambil dari data-data diatas adalah semakin rendah nilai kandungan air maka nilai tahanan jenis tanah akan semakin tinggi, semakin meningkatnya suhu tanah nilai tahanan tanah juga akan semakin meningkat, nilai pH tanah lempung tidak berpengaruh besar pada nilai tahanan jenis tanah tersebut

    Rancang Bangun Auto Switch PID Pada Sistem ILFM (in Line Flash Mixing) Untuk Proses Netralisasi PH

    Get PDF
    Perubahan nilai pH larutan asam terhadap penambahan larutan basa memiliki sifat nonlinier. Pada umumnya pengendalian PID digunakan pada proses yang linier. Namun demikian, pada pengendalian pH yang merupakan proses nonlinier ini akan diterapkan auto switch PID sebagai solusinya. Sistem ILFM merupakan pengembangan dari sistem CSTR (Continous Stirred Tank Reactor) yang mengasumsikan reaksi asam-basa terjadi secara cepat. Pada sistem ILFM laju aliran asam dibuat konstan sedangkan laju aliran basa dapat dikontrol. Pompa DC 12V digunakan untuk mengalirkan larutan asam dan basa. Alat ukur pH yang digunakan adalah pH meter YK-2001PH. Software LabVIEW digunakan sebagai penanaman algoritma autoswitch PID dan HMI pada tugas akhir ini. Auto switch PID akan bekerja sesuai dengan daerah linier yang telah dibagi. Daerah linier tersebut didapatkan berdasarkan hasil kurva eksperimen titrasi larutan CH3COOH 0,1M, 16,25ml dengan NaOH 0,1M, 20 ml. Terdapat tiga daerah linier pada kurva titrasi, yaitu 3,5≤pH≤6,21, 6,22≤pH≤10,73 dan 10,74≤pH≤11,9. Pada uji closed loop,untuk setpoint pH5 didapatkan nilai karateristik respon maximum overshoot sebesar 19,6 %,Ess (error steady state) sebesar 0,04% dan Ts (Time Settling) sebesar 6s. Pada uji setpoint 6 didapatkan maximum overshoot 3,3%, Ess 3% dan Ts 13s. Pada uji nilai setpoint pH 11 didapatkan maximum overshoot sebesar 6 %,Ess sebesar 2,7% dan Ts sebesar 20s. Pada tracking turun nilai setpoint pH 11-5 didapatkan maximum overshoot 1,6%,Ess sebesar 1% dan Ts sebesar 8s. Pada daerah linier 2 tidak dapat tercapainya SP yang diinginkan. Hal ini dikarenakan daerah linier 2 adalah daerah kritis dengan penambahan 1ml/s akan mengubah nilai pH menjadi 2 kali semula sedangkan resolusi pompa melibihi dari 1mL/s

    EFEKTIFITAS EKSTRAK WHOLE CELL STREPTOCOCCUS MUTANS ATCC 31987 DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS MUTANS ISOLAT DARAH BERDASARKAN SUHU DAN PH

    Get PDF
    Streptococcus mutans (S. mutans) dilaporkan sebagai agen utama karies gigi yang bersifat asidurik dan asidogenik. Bakteri tersebut bersifat bakteremia serta sebagai faktor risiko penyakit sistemik seperti endokarditis, strok hemoragik, Penyakit Jantung Koroner (PJK), pneumonia, dan diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak whole cell S. mutans dalam menghambat pertumbuhan S. mutans isolat darah pada suhu dan pH. Penelitian ini menggunakan metode kultur bakteri setelah diberikan ekstrak whole cell S. mutans pada suhu 37 0C dan 40 0C serta pH 5, 6 dan 8, penghitungan jumlah koloni yang tumbuh setelah perlakuan dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer. Hasil pengukuran nilai absorbansi pada perlakuan suhu 37 0C dan 40 0C menunjukkan bahwa terjadi penurunan nilai absorbansi masing-masing pada minggu pertama dan kedua. Sedangkan pada perlakuan pH, kelompok dengan pH 6 tidak mengalami penurunan nilai absorbansi pada minggu pertama sedangkan pada minggu kedua menurun, namun pH 5 dan 8 mengalami penurunan nilai pada setiap minggunya. Hasil uji statistik One-way ANOVA menunjukkan bahwa pH tidak berpengaruh secara signifikan (p>0,05) terhadap kelompok perlakuan, namun sebaliknya suhu berpengaruh secara signifikan pada suhu 40 0C (p0,05), meanwhile the temperature influenced significantly on temperature 40 0C (

    PENGARUH PEMANFAATAN GETAH BIDURI (Calotropis gigantea) TERHADAP KUALITAS FISIK DAN KIMIA DAGING AYAM PETELUR AFKIR

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan getah biduri terhadap kualitas fisik dan kimia daging ayam petelur afkir. Materi yang digunakan adalah daging ayam petelur afkir dan getah biduri. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola searah dengan aras konsentrasi getah biduri 0, 3, 6, dan 9% dengan 5 ulangan. Susut masak dengan metode perebusan, pH dengan pH meter, keempukan dengan metode Warner Bratzler, daya ikat air dengan metode tekanan beban, kadar protein terlarut dengan Larutan Biuret, dan struktur mikroskopis daging dengan metode paraffin. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan aras konsentrasi getah biduri berbeda sangat nyata (P<0,01) pada susut masak, daya ikat air, keempukan, kadar protein terlarut dan berbeda nyata (P<0,05) pada nilai pH. Struktur mikroskopis dengan penambahan getah biduri menunjukan perbedaan struktur pada penampang melintang. Pemberian getah biduri dapat meningkatkan kualitas fisik dan kimia daging ayam petelur afkir pada nilai susut masak, nilai DIA, keempukan daging, kadar protein terlarut dan struktur mikroskopis daging. Pelumuran getah biduri sampai aras konsentrasi 3% meningkatkan nilai susut masak, kadar protein terlarut, nilai keempukan, daya ikat air, dan menurunkan nilai pH. Aras konsentrasi getah biduri sampai 9% mampu meningkatkan nilai susut masak, keempukan, daya ikat air dan menurunkan nilai pH dalam daging. Struktur mikro daging semakin terhidrolisis dengan semakin meningkatnya konsentrasi getah biduri. Pelumuran getah biduri sampai aras konsentrasi 3% sudah mampu mengempukan daging ayam petelur afkir, hanya perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk kelayakan nya di konsumsi oleh manusia. Kata kunci : Getah biduri, Calotropis gigantean, daging ayam petelur afkir, sifat fisik dan kimia dagin

    Pengaruh PH, Suhu dan Waktu pada Sintesis LiFePO4/C dengan Metode Sol-Gel sebagai Material Katoda untuk Baterai Sekunder Lithium

    Full text link
    Sintesis LiFePO4/C dengan metode sol-gel sebagai material katoda baterai sekunder litium telah dilakukan. Bahan pembentuk LiFePO4 adalah serbuk Li2CO3, FeC2O4.2H2O dan NH4H2PO4. Asam sitrat digunakan sebagai sumber karbon pada material katoda LiFePO4. Parameter sintesis yang telah diteliti adalah nilai keasaman (pH), suhu dan waktu sinter. Pengaruh parameter sintesis terhadap morfologi serbuk material katoda LiFePO4/C terkait dengan nilai konduktivitas dan performa elektrokimia telah dianalisis. Nilai keasaman (pH) prekursor divariasi dari 5; 5,4, dan 5,8. Suhu dan waktu pada proses sintesis divariasikan yaitu 600, 700 dan 800ºC serta 6, 8 dan 10 jam. Komposisi fasa dari material katoda hasil sintesis dianalisis dengan X-Ray Diffractometer (XRD). Hasil analisis menunjukkan bahwa fasa dominan yang terbentuk adalah LiFePO4. Morfologi material katoda dianalisis dengan Scanning Electron Microscopy (SEM). Kenaikan nilai pH akan memperkecil diameter butir. Selain itu, aglomerasi butir terjadi seiring meningkatnya suhu dan waktu sinter. Luas permukaan spesifik material katoda diperoleh dari uji Brunauer Emmett and Teller (BET) dengan nilai 7,743 m2/gr dihasilkan oleh sampel dengan pH 5,8 yang disinter pada suhu 700°C selama 10 jam. Hasil uji Electrochemichal Impedance Spectroscopy (EIS) menunjukkan bahwa konduktivitas listrik LiFePO4/C tertinggi diperoleh pada sampel ber-pH 5,8 dengan suhu sinter 700°C delama 6 jam yaitu 1,842x10-3 S/cm. Kurva Cyclic Voltammetry (CV) yang menunjukkan reaksi redoks paling stabil berdasarkan rentang pH 5, suhu sinter 600 sampai 800°C selama 6 sampai 10 jam diperoleh dari sampel dengan pH 5,8 yang disinter pada suhu 700°C selama 6 jam

    Kadar Protein, Gula Total, Total Padatan, Viskositas Dan Nilai Ph Es Krim Yang Disubstitusi Inulin Umbi Gembili (Dioscorea Esculenta)

    Get PDF
    Latar Belakang : Diare merupakan salah satu penyakit infeksi penyebab kematian terbesar pada anak. Diare dapat disebabkan oleh ketidakstabilan mikroflora usus terutama pada anak. Ketidakstabilan mikroflora dapat diperbaiki dengan pemberian prebiotik berupa inulin. Inulin hasil ekstraksi dari umbi gembili dapat disubstitusi pada produk es krim sebagai alternatif makanan untuk meningkatkan sistem imun anak.Tujuan : Menganalisis perbedaan kadar protein, gula total, total padatan, viskositas dan nilai pH es krim dengan substitusi inulin.Metode: Merupakan penelitian eksperimental dengan satu faktor yaitu konsentrasi inulin (2%, 3%, dan 4%). Analisis yang dilakukan adalah kadar protein, kadar gula total, total padatan, viskositas dan nilai pH. Kadar protein, kadar gula total, viskositas dan nilai pH diuji menggunakan One Way Anova dilanjutkan uji LSD (Least Significance Different). Hasil : Es krim dengan substitusi inulin 4% dapat menurunkan kadar protein sampai 6,86%. Es krim dengan substitusi inulin 4% dapat menurunkan kadar gula total sampai 16,4%. Tidak ada perbedaan antar kelompok perlakuan pada total padatan es krim (p=0,198). Es krim dengan substitusi inulin 4% dapat meningkatkan viskositas sampai 7,28 dPas. Es krim dengan substitusi inulin 4% dapat menurunkan nilai pH sampai 6,4.Simpulan : Substitusi inulin berpengaruh terhadap penurunan kadar protein, kadar gula total, nilai pH, peningkatan viskositas es krim, dan tidak berpengaruh terhadap total padatan es krim

    Pemanfaatan Daun Jati Muda Untuk Pewarnaan Kain Kapas Pada Suhu Kamar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ekstrak daun jati muda sebagai zat pewarna pada kain kapas dengan metode suhu kamar, sehingga mengurangi energi panas, namun menghasilkan celupan optimum. Proses pencelupan dilakukan dengan variasi pH dan zat fiksator tawas dan ferro sulfat. Dari hasil penelitian diketahui bahwa daun jati muda dapat digunakan untuk mewarnai kain kapas dengan arah warna bervariasi yaitu ungu, ungu kemerahan dan abu-abu. Warna yang dihasilkan tergantung dari jenis fiksator yang digunakan sedangkan ketuaan dan arah warna ditentukan oleh pH larutan yang digunakan dalam pencelupan. Metode pewarnaan terbukti dapat diperoleh hasil yang baik, karena diperoleh warna yang merata dan permanen. Hasil uji ketuaan warna menunjukkan bahwa pada pencelupan dengan fiksator tawas diperoleh warna ungu dengan nilai ketuaan warna yang paling tinggi pada pH 10, sedangkan pada pencelupan dengan ferro sulfat diperoleh warna abu-abu dengan nilai ketuaan warna paling tinggi pada pH 5. Ketahanan luntur warna terhadap pencucian diperoleh nilai Perubahan warna yang cukup baik dengan nilai 3-4 sesuai standar Grey Scale dan untuk penodaan warna diperoleh nilai 4 sesuai standar Staining Scale. Uji ketahanan gosokan kering diperoleh nilai Perubahan warna yang baik yaitu 4-5 dan pada gosokan basah dengan nilai 4 masing-masing terhadap standar Grey Scale. Hasil analisis gugus fungsi molekul zat warna daun jati muda dengan kurva FTIR (Fourier Transform Infra Red) terdapat gugus hidroksil (-OH), gugus karbonil (C = O) dan gugus metil (-CH3) yang menunjukkan adanya gugus auksokrom dan kromofor
    corecore