73,476 research outputs found
Efektivitas Kebijakan Kartu Nelayan Kota Ambon
Kartu Nelayan adalah Kartu Identitas Nelayan yang dapat membuktikan identitas diri sebagai nelayan. Kartu Nelayan merupakan syarat utama untuk nelayan dapat mengakses program yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk nelayan. Program pemerintah tersebut antara lain Program Asuransi Nelayan, Program SeHAT Nelayan, Pemberian Sarana dan Prasarana Penangkapan Ikan, Pemberian BBM bersubsidi dan Permodalan yang bekerjasama dengan pihak perbankkan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektifitas, dampak dan manfaat serta kebijakan pemberian program Kartu Nelayan. Penelitian dilakukan di Desa Latuhalat, Desa Eri dan Desa Galala, Kota Ambon. Metode analisa data yang digunakan adalah (1) Metode Analisis Trend, (2) Analisis Content/Analisis Isi, (3) Analisis Statistik Deskriptif, dan (4) Analisis Jalur. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kartu nelayan untuk Kota Ambon tahun 2011-2018 berjumlah 1.176 orang atau 19,52% dari jumlah nelayan di Kota Ambon. Manfaat kartu nelayan di Kota Ambon antara lain telah diserahkan bantuan sarana prasarana tahun 2015-2017 berjumlah 55 buah, nelayan telah memiliki asuransi nelayan yang berjumlah 1.002 jiwa, Sertifikat Hak Atas Tanah Nelayan berjumlah 140 bidang tanah. Selain itu, alokasi subsidi BBM dari Pertamina melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku sebanyak 70 ton setiap bulan dalam setahun. Rumusan kebijakan untuk meningkatkan efektifitas kebijakan kartu nelayan di kota Ambon diperoleh hubungan kausalitas dan koefisien parameter antara Nelayan dengan Efektifitas Kebijakan sebesar 63%, Pemerintah dengan Efektifitas kebijakan sebesar 72%, Pemerintah dengan Nelayan sebesar 75%, Pemerintah dengan Stakeholders sebesar 84%, dan Stakeholders dengan Efektifitas Kebijakan sebesar 51 %.
Kata Kunci : efektivitas, kartu nelayan, kebijakan, Kota Ambon, program nelaya
Sikap dan Perilaku Nelayan terhadap Kinerja Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (Hnsi) (Kasus: Desa Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang)
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kinerja Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Deli Serdang dari penilaian oleh pengurus HNSI dan dari penilaian oleh nelayan. Yang kedua, untuk menganalisis perbedaan antara penilaian oleh pengurus HNSI dan dari penilaian oleh nelayan terhadap kinerja HNSI Deli Serdang. Yang ketiga, untuk menganalisis sikap nelayan terhadap kinerja HNSI Deli Serdang. Yang keempat, untuk menganalisis hubungan karakteristik sosial ekonomi nelayan (umur, pendidikan, pengalaman melaut, jumlah tanggungan keluarga dan tingkat pendapatan) dengan sikap nelayan terhadap kinerja HNSI Deli Serdang. Yang kelima, untuk menganalisis perilaku nelayan terhadap kinerja HNSI Deli Serdang. Yang keenam, untuk menganalisis hubungan karakteristik sosial ekonomi nelayan (umur, pendidikan, pengalaman melaut, jumlah tanggungan keluarga dan tingkat pendapatan) dengan perilaku nelayan terhadap kinerja HNSI Deli Serdang. Metode dalam penarikan sampel menggunakan Simple Random Sampling, yaitu sampel diambil secara acak sebanyak 37 sampel dari populasi nelayan sebesar 213 orang dengan menggunakan Metode Slovin dalam penentuan jumlah sampel. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) berdasarkan pertimbangan tertentu. Metode analisis yang digunakan adalah Metode CIPP (context, input, process, product), Uji t 2 Sampel tidak Berpasangan, Skala Likert, Skala Diferensi Semantik, dan Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan kinerja HNSI Deli Serdang dari penilaian oleh pengurus HNSI berjalan baik dan dari penilaian oleh nelayan berjalan tidak baik. Terdapat perbedaan antara penilaian kinerja HNSI Deli Serdang oleh pengurus HNSI dengan penilaian kinerja HNSI Deli Serdang oleh nelayan. Sikap nelayan terhadap kinerja HNSI adalah negatif. Diantara karakteristik sosial ekonomi nelayan (umur, tingkat pendidikan, pengalaman melaut, jumlah tanggungan keluarga, dan tingkat pendapatan), hanya karakterisitk tingkat pendapatan nelayan yang berhubungan dengan sikap nelayan terhadap kinerja HNSI. Perilaku nelayan terhadap kinerja HNSI adalah tidak mendukung. Diantara karakteristik sosial ekonomi nelayan (umur, tingkat pendidikan, pengalaman melaut, jumlah tanggungan keluarga, dan tingkat pendapatan), tidak ada yang berhubungan dengan perilaku nelayan terhadap kinerja HNSI
STRATEGI NELAYAN DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN RUMAH TANGGA (STUDI KASUS NELAYAN DESA LAMPULO KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH)
STRATEGI NELAYAN DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN RUMAH TANGGA(Studi Kasus Nelayan Desa Lampulo Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh)Ainul Mardhiah/Agribisnis Universitas Syiah KualaABSTRAKPendapatan yang tidak menentu dan berfluktuasi dengan musim, menimbulkan masalah dalam keluarga. Mengingat kebutuhan dan keinginan keluarga selalu berkembang dan tidak pernah puas, serta pendapatan nelayan yang rendah. Maka dibutuhkan strategi untuk memenuhi kebutuhan ketika terjadi penurunan pendapatan. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kebutuhan rumah tangga nelayan, dan strategi nelayan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga. Serta mengetahui faktor-faktor yang mendorong nelayan melakukan strategi dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga di Desa Lampulo. Penelitian dilakukan di Desa Lampulo Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik penelitian deskriptif. Kebutuhan rumah tangga nelayan dilihat dari pendapatan dan pengeluaran keluarga nelayan. Rata-rata total pendapatan rumah tangga nelayan sebesar Rp 2.016.944 per bulan sedangkan rata-rata total pengeluaran rumah tangga nelayan adalah sebesar Rp 1.928.611 per bulan. Pendapatan rumah tangga nelayan selain berasal dari kepala keluarga, juga dari hasil upah istri dan anak nelayan yang telah bekerja. Strategi yang dilakukan oleh rumah tangga nelayan yaitu memanfaatkan sistem jaringan sosial, dan diversifikasi kerja anggota keluarga. Faktor-faktor yang mendorong nelayan dalam melakukan strategi dipengaruhi oleh faktor internal yaitu fluktuasi musim tangkapan, rendahnya pendapatan nelayan dan pengeluaran untuk kebutuhan. Sedangkan faktor eksternal yaitu dukungan keluarga dan dukungan pemilik kapal. Kunci: Pendapatan, Pengeluaran, Strategi Nelayan, Faktor yang Mempengaruhi Strategi Nelaya
ESTIMASI KEPUTUSAN NELAYAN DALAM MEMILIH ALAT TANGKAP
Penelitian yang dilakukan di Wilayah Pesisir pantai Barat Kabuparen Barru bertujuan mengestimasi keputusan nelayan tradisional dalam memilih teknologi alat tangkap dengan menggunakan model estimasi persamaan logit model. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah metode eksplanatori. Lokasi penelitian di wilayah pesisir pantai barat Kabupaten Barru Sulawesi Selatan yang ditentukan secara purpossive dengan pertimbangan mempunyai nelayan tradisional. Sampel responden sebanyak 124 sampel nelayan tradisional dipilih secara acak yang terdiri dari nelayan perahu motor tempel sebanyak 94 dan 30 nelayan perahu tanpa motor. Hasil temuan menunjukkan Keputusan nelayan tradisional dalam memilih Teknologi alat tangkap dipengaruhi secara positif oleh pendapatan usaha tangkap dan jumlah anggota yang ditanggung serta secara negatif oleh perbedaan wilayah, sedangkan umur nelayan, pendidikan, pekerjaan sampingan, dan perbedaan wilayah tidak signifika
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN NELAYAN DI KABUPATEN ACEH BESAR
ABSTRAKTujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan data primer berupa data yang diperoleh dari pembagian kuisioner kepada 95 responden. Data diuji dan dianalisis dengan menggunakan Model Regresi Linier Berganda (Multiple Linear Regressian Model) dengan teknik regresi kuadrat terkecil (Ordinary Least Square/OLS). Hasil analisis pada nelayan tradisional menunjukkan bahwa Modal (M), Jumlah Tenaga Kerja (L) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan di Kabupaten Aceh Besar, hasil analisis pada nelayan modern menunjukkan Modal kerja (M) dan Jumlah hari melaut (J) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nelayan. Dari hasil analisis yang telah dilakukan terhadap beberapa kriteria modal yang digunakan seharusnya dengan adanya peningkatan modal kerja, sudah tentu hasil yang diperoleh harus lebih besar, Peningkatan efisiensi penggunaan modal kerja dapat dilakukan dengan melakukan perhitungan kebutuhan biaya operasional secara lebih baik. Keterbatasan modal usaha atau investasi juga dapat menyulitkan nelayan meningkatkan kegiatan ekonomi perikanannya. Karena itu pemerintah dapat membantu para nelayan dengan cara mengembangkan fungsi lembaga keuangan mikro dan koperasi yang memihak nelayan dan membangun Kelompok Usaha Bersama (KUB) bagi nelayan, seperti melalui pemilikan sarana-sarana penangkapan secara kolektif.Kata Kunci : Pendapatan Nelayan, Modal kerja, Jumlah Tenaga kerja, Jumlah hari melaut,Teknolog
SISTEM BAGI HASIL TANGKAPAN IKAN MENURUT EKONOMI ISLAM DI MASYARAKAT NELAYAN DESA GEBANGMEKAR KECAMATAN GEBANG KABUPATEN CIREBON
HANIF APRILIA: “SISTEM BAGI HASIL TANGKAPAN IKAN MENURUT
(14122210975) EKONOMI ISLAM DI MASYARAKAT NELAYAN DESA
GEBANGMEKAR KECAMATAN GEBANG KABUPATEN
CIREBON”, Skripsi 2016.
Desa Gebang Mekar Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon, merupakan daerah
yang penduduknya sebagian besar sebagai nelayan dan pertambakan. Adapun nelayan di
Desa Gebangmekar Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon terdapat tiga bentuk yaitu:
Pertama, Nelayan Juragan adalah: nelayan pemilik perahu dan alat penangkap ikan yang
mampu mengupah para nelayan pekerja sebagai pembantu dalam usahanya menangkap
ikan di laut. Kedua, Nelayan Pekerja adalah: nelayan yang tidak mempunyai alat produksi,
tetapi hanya mempunyai tenaga yang dijual kepada nelayan juragan untuk membantu
menjalankan usaha penangkapan ikan dilaut. Ketiga, Nelayan Pemilik adalah: nelayan
yang kurang mampu yang hanya mempunyai perahu kecil untuk dirinya sendiri dan alat
penangkap ikan yang sederhana. Adapun kerjasama penangkapan ikan yang masyarakat
Desa Gebangmekar lakukan menggunakan konsep kerjasama syirkah untuk melakukan
kerjasama penangkapan ikan. Dalam usaha bersama ini timbul beberapa persoalan yang
menjadi bagian dari syarat, rukun serta pelaksanaan kerjasama. Persoalan yang timbul
diakibatkan karena perjanjian yang tidak tertulis, disebabkan terjadinya masing-masing
pihak. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang Bagaimana akad
perjanjian bagi hasil penangkapan ikan menurut Hukum Islam dan Bagaimana pelaksanaan
bagi hasil penangkapan ikan di Desa Gebangmekar Kecamatan Gebang Kabupaten
Cirebon.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
kualitatif deskriptif, adapun dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer
dengan sumber data teorik dan sumber data empirik. Teknik pengumpulan data dalam
penelitian ini menggunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.
Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa, akad perjanjian bagi hasil
penangkapan ikan yang dilakukan oleh juragan dan nelayan di Desa Gebangmekar
Kecamatan Gebang adalah sah menurut hukum Islam karena telah memenuhi syarat-syarat
dan rukunnya, akan tetapi masih kurang berkembang karena nelayan masih terlibat utang
piutang/ merangkap kepada seorang penguasa ekonomi nelayan/bakul, sehingga hasil
tangkapan harus dijual kepada seorang penguasa ekonomi nelayan/bakul tidak boleh
menjual ketempat lain seperti TPI, dan disini harga jual hasil tangkapan nelayan dihargai
lebih murah dibanding di TPI. Dan masyarakat desa gebangmekar melakukan pelaksanaan
sistem bagi hasil menurut adat istiadat kebiasaan yang telah terjadi di Desa gebangmekar.
Kata Kunci: Sistem, Bagi Hasil, Ekonomi Islam
- …
