21,209 research outputs found

    Analisis Wacana Lha.... Dalah! Dalam Surat Kabar Joglo Semar Sebagai Materi Ajar Di Smp: Tinjauan Mikrostruktural Dan Makrostruktural

    Get PDF
    Penelitian ini bersifat analisis dengan mengambil materi wacana Lha...Dalah! dalam surat kabar harian Joglo Semar. Tujuan penelitian ini, yaitu (1) Menganalisis aspek mikrostruktural dan makrostruktural yang terdapat pada wacana Lha...Dalah! dalam surat kabar harian Joglo Semar edisi 28 Maret-2 April 2011 dan tanggal 6 Juni-18 Juni 2011. (2) Mengetahui kesesuaian wacana Lha...Dalah! sebagai materi ajar MPBI di SMP. Bentuk penelitian ini yaitu penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wacana Lha...Dalah! yang terdapat dalam surat kabar harian Joglo Semar edisi 28 maret-2 April dan tanggal 6 Juni-18 Juni 2011. Sumber data pada penelitian ini yaitu surat kabar harian Joglo Semar. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode padan intralingual. Hasil penelitian ini, yaitu (1) menemukan kajian mikrostruktural dan Makrostruktural yang membangun wacana Lha...Dalah!, serta menemukan relevansi antara wacana Lha...Dalah! sebagai materi ajar yang sesuai dengan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) di SMP. (2) kajian Mikrostruktural meliputi aspek gramatikal (pengacuan, penyulihan, pelesapan, dan perangkaian) dan aspek leksikal (repetisi, sinonimi, kolokasi, hiponimi, dan ekuivalensi). (3) Menemukan kajian makrostruktural yang membangun wacana Lha...Dalah!, meliputi konteks situasi dan konteks sosial

    TAJAHUL AL-ARIF DALAM AL-QURAN (Studi Terhadap Kalimat-Kalimat Yang Mengandung Uslub Tajahul al-Arif dalam Surah Yasin dan Al-Muluk)

    Get PDF
    Abstrak???? ????? ?? ????? ?????? ?? ?????? (????? ?? ????? ???? ???? ????? ????? ?????? ?? ???? ?? ??????).??????? ???? ????? ?? ?? ???? ???? ????? ????? ?????? ?? ???? ?? ??????? ??? ????? ??????? ????? ????? ?????? ?? ????? ????????? ???? ????? ????? ??? ?????? ???? ???? ????? ????? ?????? ?? ???? ?? ?????? ??????? ????? ??????? ????? ????? ?????? ?? ????? ????????.???? ????? ?? ??? ????? ??? ??? ???? ????? ??????????? ???? ???????? ????? ????? ??????.?????? ????? ?? ?? ?? ???? ?? ???? 16 ?????? ????? ??????? ??? ???? ????? ???? 12 ?????? ????? ??????. ???? ????? ??????? ????? ????? ?????? ?? ????? ???????? ??? ???????? ????????? ???????? ?????????? ????????? ????????? ??????????? ??????????? ????????? ???????? ??????? ???????? ????????? ????????? ????????.??????? ????????: ??????? ???????? ????? ?????? ?????

    Perkembangan Metode-Pendekatan dalam Penelitian Agama

    Get PDF
    Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis perkembangan metode-pendekatan dalam penelitian secara umum, baik metode-pendekatan teologis-normatif, ilmiah maupun fenomenologi. Metode pelaksanaan kajian ini adalah metode historis dengan menggunakan data kwalitatif. Data diperoleh melalui studi pustaka. Hasil kajian ini menunjukan bahwa metode-pendekatan yang paling awal dikenal adalah metode-pendekatan teologis yang bersifat normatif sejak jaman Yunani, Romawi kuno dan berlanjut hingga abad pertengahan. Pendekatan ini mengalami perkembangan secara pesat dengan munculnya sederetan peneliti dengan karya-karyanya pada abad-7 sampai abad ke-9 M. Sebagai kelanjutan metode-pendekatan normatif adalah metode-pendekatan ilmiah. Metode-pendekatan ini mulai mengalami perkembangan pada abad ke-19 M. ditandai dengan munculnya sederatan peneliti dengan menggunakan pendekatan ilmu-ilmu sosial. Metode-pendekatan selanjut yang banyak digunakan peneliti agama  adalah metode-pendekatan fenomenologi. Pendekatan ini mengalami perkembangan sejak abad ke-20 M. hingga dewasa ini. Sebagai indikasi perkembangan metode-pendekatan ini ditandai munculya sederetan fenomenolog dan karya-karyanya

    Diskualifikasi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan Madura Perspektif Fikih Siyâsah

    Get PDF
    Abstract: This article discusses about the disqualification of the candidate of regent and vice regent in Bangkalan-Madura within the Islamic political jurisprudence perspective. In a decision No. 136/G/2012/PTUN.Sby, the Surabaya State Administrative Court decided that regent and vice regent in Bangkalan-Madura, which is signed by the leader of the National Unity Party (PPN), is legally flawed on the basis of article 1, paragraph 12, article 57 paragraph 3 of Regulation of KPU No. 6 year 2011. The decision is by the consideration that the National Unity Party is not a new party. It is just changing the name of the Regional Unity Party that should remain as chairman and secretary of the DPC PPN of Bangkalan-Madura. The judge of the Surabaya State Administrative Court within his legal decision No. 136/G/2012/PTUN.Sby set the proposal of the regent and vice regent in Bangkalan-Madura. &nbsp

    KETIDAKEFEKTIFAN RAGAM BAHASA JURNALISTIK MAJALAH MAKASSAR TERKINI

    Get PDF
    Penelitian   ini   bertujuan   mendeskrifsikan   aspek-aspek   ketidakefektifan   ragam   bahasa jurnalistik pada majalah Makassar Terkini. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah kalimat-kalimat dalam majalah Makassar Terkini yang terbit bulan Januari dan Februari 2017. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan teknik dokumentasi, teknik baca simak,  teknik  pencatatan.  Data  penelitian  dianalisis  dan  diperbaiki  dengan  menggunakan  teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa aspek-aspek ketidakefektifan ragam bahasa jurnalistik majalah Makassar Terkini adalah kesalahan struktur kalimat disebabkan oleh ketiadaan subjek dan predikat, ketiadaan subjek diakibatkan penggunaan konjungsi di awal kalimat majemuk koordinatif, penggunaan konjungsi yang tidak tepat pada kalimat majemuk subordinatif, serta ketiadaan predikat akibat kesalahan penempatan kata dan kesalahan ejaan terutama pada penggunaan tanda koma. Tanda koma digunakan tidak sesuai dengan ketentuan PUEBI seperti pemisahan antara subjek dengan predikat, tanda koma digunakan pada kalimat majemuk subordinatif yang didahului induk kalimat, tanda koma tidak digunakan pada frase aposisi, tanda koma tidak digunakan pada konjungsi antarkalimat. Hasil penelitian tersebut penulis menyarankan (1) sebaiknya wartawan majalah Makassar Terkini  memperhatikan  penggunaan  tanda  baca;  struktur  kalimat  terutama  pada  kejelasan  subjek dengan  predikat,  penempatan  konjungsi  yang  sesuai  dengan  posisinya;  (2)  sebaiknya,  wartawan majalah  Makassar  Terkini  memperhatikan  ciri  kalimat  jurnalistik  yang  efektif;  (3)  sebaiknya, wartawan majalah Makassar Terkini dalam menulis berita menggunakan kalimat yang tidak terlalu panjang (sesuai dengan ciri-ciri kalimat jurnalistik efektif); (4) sebaiknya, wartawan majalah Makassar Terkini memperhatikan Kamus Besar Bahasa Indonesia dan tata bahasa Indonesia agar berita yang dibuat dapat lebih efektif

    PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ABAD 21 PRESPEKTIF KITAB AL ARBA’IN AN NAWAWIYAH

    Get PDF
    Learning is a central activity in educational practice. In its implementation, learning must be carried out with correct implementation managerial steps such as having to go through planning, implementation to evaluation. In the 21st century, Islamic learning is required to be able to innovate in explaining learning terms and especially these activities in starting through a study of the turots books (books of inheritance) of previous scholars so that learning can continue to be developed while at the same time preserving the heritage of the scholars. This study applies a type of qualitative research with a literature review approach, which then from the results of the study of 12 hadiths in the book of Al-Arba'in An-Nawawiyah found learning procedures that are very relevant to be applied in 21st century Islamic learning in which the twelve hadiths contain affirm and strengthen learning procedures such as, 1) Learning strategies, 2) Models, 3) Approaches, 4) Materials, 5) Methods, 6) Techniques, 7) Media, 8) Evaluation, and 9) Remedial.Keywords: learning, Islamic education, 21st Century, Al-Arba'in An-Nawawiyah Abstrak  Pembelajaran merupakan aktivitas sentral dalam praktik pendidikan. Secara implementasinya, pembelajaran haruslah dilaksanakan dengan langkah-langkah manajerial pelaksanaan yang benar seperti harus melalui perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Pada abad 21 ini, pembelajaran Islam dituntut untuk dapat berinovasi dalam menjelaskan istilah-istilah pembelajaran dan terutama kegiatan tersebut dalam dimulai melalui telaah kitab-kitab turots (kitab warisan) para ulama terdahulu agar pembelajaran dapat terus diupayakan pengembangannya sekaligus dapat melestarikan kitab warisan ulama tersebut. Penelitian ini menerapkan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian kepustakaan, yang kemudian dari hasil telaah 12 hadis dalam kitab Al-Arba’in An-Nawawiyah ditemukan prosedur pembelajaran yang sangat relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran Islam abad 21 yang mana keduabelas hadis tersebut kandungannya mempertegas dan menguatkan prosedur pembelajaran seperti, 1) Strategi pembelajaran, 2) Model, 3) Pendekatan, 4) Materi, 5) Metode, 6) Teknik, 7) Media, 8) Evaluasi, dan 9) Remidial.Kata Kunci: pembelajaran, pendidikan agama Islam, Abad 21, Al-Arba'in An-Nawawiya

    Aswaja Perspektif Maqashid Al-Syari’ah

    Get PDF
    Pemahaman Aswaja atau disebut juga dengan pemahaman Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah merupakan paham yang sangat digandrungi hingga dewasa ini dikarenakan paham Aswaja diklaim sebagai suatu pemahaman keagamaan yang selamat dan menyelamatkan. Banyak sekali kelompok atau organisasi yang menamakan golongannya berpahamkan Aswaja akan tetapi tidak mencerminkan sikap keaswajaan yang sejati. Alasannya adalah semestinya sebuah organisasi dinamakan berpaham Aswaja manakala dapat mencerminkan sikap mengayomi bukan menyantrongi serta berperilaku ramah dengan sesama bukan marah-marah. Sering sekali kita menyaksikan perbuatan oknum perorangan atau beberapa orang menyatakan komunitasnya berpegangteguh dengan azas Ahlu Sunnah wa al-Jama’ah akan tetapi hanya terucap dalam lisan tidak tertancap dalam hati bahkan apa yang dikata dan dilakukan bertentangan dengan norma sosial serta berpaling dari tuntunan dakwah Nabi Muhammad Saw yang rahmatan lil ‘alamamin. Dengan demikian, mensyi’arkan Aswaja yang rahmatan lil ‘alamin dirasa sangat penting agar dapat menjadi penjelas dan menjadi panduan bagi generasi bangsa dan yang terpenting paham keaswajaan harus dapat menjaga keutuhan bangsa itu sendiri. Namun, anak bangsa muslim belum menyeluruh memahami betapa urgennya berpaham Aswaja. Sehingga tulisan ini diharapkan dapat memberikan pencerahan dan penyuluhan bagi penerus bangsa khususnya yang beraga Islam untuk dapat mempelajari konsep Aswaja dan mengamalkannya dalam berkehidupan yang mana dalam konteks ini penulis menyodorkan konsep Aswaja Al-Nahdliyah alias Ahlus Sunnah wa al-Jama’ah menurut organisasi Islam terbesar dunia yakni Nahdlatul Ulama. Serta agar dapat menyadarkan dan membuat anak bangsa ini mempelajari dan mengamalkan Aswaja Al-Nahdliyah maka perlu Aswaja tersebut dipandang dari perspektif maqashid al-Syari’ah. Adapun maqashid al-Syari’ah itu sendiri merupakan pandangan secara syari’at seberapa urgen Aswaja Al-Nahdliyah itu bagi generasi bangsa dan keutuhan suatu bangsa dengan mempertimbangkan 5 hal yaitu, 1) Hifdzu al-Diin, 2) Hifdzu Al-Nafs, 3) Hifzdu al-Nasl, 4) Hifdzu al-‘Aql, dan 5) Hifdzu al-Maal/al-‘Irdh. Dengan demikian untuk memudahkan penulis menghadirkan kajian yang tepat terkait Aswaja perspektif mawashid al-Syari’ah maka artikel ini ditulis dengan metode penelitian jenis kualitatif deskriptis dengan pendekatan studi kepustakaan yang pada pelaksanaannya artikel ditulis dengan mengkaji, membandingkan teori-teori terdahulu baik dari dalam jurnal ilmiah, karya tugas akhir dan buku-buku referensi yang relevan dan kemudian dapat menghasilkan konklusi yang solutif.  Sedangkan hasil dari penelitian ini yaitu Aswaja perspektif maqashid al-Syari’ah dapat diasumsikan mampu memberikan penyadaran dan motivasi bagi muslim bangsa untuk kemudian mempelajari dan mengamalkan paham ahlus sunnah wa al-jama’ah al-nahdliyah dikarenakan hal tersebut setidaknya dapat menjaga kemurnian dan sikap beragama (Hifdzu al-Din) sebagai pokok primer dalam maqashid al-syari’ah

    Analisis Konflik Dalam Pemerintahan Gampong

    Full text link
    Desentralisasi pemerintahan merupakan satu sisi pengembangan daerah yang memiliki nilai yang positif bagi rakyat untuk mengatur daerah atau wilayahhnya masing-masing. Disisi lain desentralisasi tersebut mewujudkan pemerintahan yang otoriter demi mempertahankan kekuasaan atau jabatan yang telah diraih. Pemerintahan Gampong atau desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah telah ditentukan. Desentralisasi kekuasaan melahirkan phenomena yang tersendiri di Indonesia khususnya di Provinsi Aceh. Hal tersebut bisa dilihat dari kinerja yang saling tumpang tindih bahkan menciptakan konflik dikalangan masyarakat. Konflik yang terjadi mengarahkan masyarakat secara tidak langsung untuk membentuk kelompok-kelompok yang melintasi jalan perpecahan, semua itu terselenggara dengan baik dengan ujung tombak praktik kekuasaan yang sangat politis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan menyelesaikan konflik dalam pemerintahan gampong atau desa yang berlokasi di kecamatan dewantara kabupaten Aceh utara, dimana konflik tersebut terjadi antara aparatur gampong atau desa dalam menjalankan roda pemerintahan dengan damai dan teratur. Analisa target dalam penelitian ini sebagai bagian untuk menghindari kesembrawutan roda pemerintahan gampong dalam mengatur, mengelola,mengawasi dan menertibkan masyarakat, disisi lain pula tujuan analisa ini sebagai wadah menyelaraskan ideologi dan persepsi aparatur desa dan masyarakat untuk mewujudkan praktik dari teori demokrasi yang benar dan adil.Kata Kunci: Desentralisasi, Analisa, Konflik, Pemerintahan, Desa PENDAHULUANUndang-undang tentang pemerintahan daerah Nomor 12 Tahun 2008 dan Undang-undang tersebut menjadi referensi secara khusus bagi Aceh mewujudkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 pemerintahan Aceh atau lebih dikenal dengan Undang-Undang Pemerintahan Aceh atau UUPA. Di sisi lain untuk memperkuat keseragaman dalam menjalankan roda pemerintahan di desa pemerintah kabupaten Aceh utara melahirkan Qanun Nomor 4 Tahun 2009 tentang pemerintahan gampong atau desa. Qanun tersebut menjadi landasan dan acuan bagi pemerintah gampong dalam menjalankan roda pemerintahan dengan leluasa dan terarah. Pemerintah gampong atau desa dijalankan oleh seorang Geusyik dan di dampingi oleh tuha Peut selaku dewan gampong. Pemerintah gampong merupakan ujung tombak kecamatan dalam menjalankan program pemerintah kepada masyarakat diseluruh pelosok desa. Program–progam politik, pemerintahan, Pendidikan, batas desa, ekonomi dan adat istiadat serta hak dan kewenangan gampong lainnya menjadi tanggung jawab Kepala desa atau Geusyik untuk mewujudkannya. Adanya qanun Nomor 4 Tahun 2014 bermaksud bahwa qanun ini menjadi kompas agar aparatur desa bisa memimpin masyarakat dengan adil, bijaksana dan sejahtera
    • …
    corecore