2 research outputs found

    Identifikasi Potensi Komoditas Unggulan Pada Koridor Jalan Lintas Selatan Jatim Di Kabupaten Tulungagung-Trenggalek

    Full text link
    Permasalahan disparitas antarwilayah di Pulau Jawa menunjukkan bahwa ssecara fisik kawasan utara lebih berkembang dibanding dengan kawasan selatan yang terbukti dengan persentase perbandingan nilai PDRB per kapita. Dalam mengatasi disparitas tersebut, maka disusun Penataan Ruang Wilayah untuk Percepatan Pembangunan Koridor Pansela Jawa yang mengandung strategi pengembangan ekonomi/SDA dan SDM serta pengembangan prasarana dan pengelolaan pembangunan. Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek yang termasuk dalam WP Kediri dan sekitarnya memiliki keeratan hubungan geografis yang diperkuat dengan adanya rencana Jalan Lintas Selatan Jawa. Tujuan penelitian adalah mendapatkan pemetaan komoditas unggulan dari kecamatan-kecamatan yang dilalui Jalan Lintas Selatan (JLS) Jatim di Kabupaten Tulungagung-Trenggalek dengan 1 tahapan analisi yaitu mencari komoditas basis dari masing-masing subsektor yang memiliki daya saing tinggi dengan tingkat pertumbuhan yang baik serta tergolong komoditas progresif/maju pada tiap kecamatan. Dalam melakukan analisis ini, hasil dapat dicapai dengan menggunakan perhitungan LQ (Location Quotient) dan SSA (Shift Share Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi dan dominasi komoditas unggulan dari kedua kabupaten yang terdapat pada tujuh kecamatan yang dilalui oleh JLS Jatim tidak mencakup semua komoditas, yaitu padi sawah, padi gogo, jagung, kacang tanah, kedelai, jambu mente, kelapa, kapuk randu, cengkeh, sengon, acasia, perikanan tangkap, sapi potong, kambing, pasir besi dan marmer

    Tingkat Produktivitas Primer dan Kelimpahan Fitoplankton Berdasarkan Waktu yang Berbeda di Perairan Pulau Panjang, Jepara

    Full text link
    Wilayah pantai merupakan wilayah yang kompleks dimana di dalamnya terjadi interaksi dari beberapa ekosistem. Dalam hal ini terdapat komponen ekosistem biotik dan abiotik. Salah satu komponen biotik yang sangat berperan dalam ekosistem adalah fitoplankton. Selain sebagai produsen primer, fitoplankton juga dijadikan sebagai bioindikator kualitas air yang memiliki sifat kosmopolit yakni dapat hidup di beragam jenis perairan atau dengan kata lain pola penyebarannya sangat luas, yang berarti penyebaran plankton bervariasi dari satu tempat ke tempat lain karena kualitas airnya berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas primer, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominasi fitoplankton pada waktu yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2013 di perairan Pulau Panjang, Jepara. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan pada dua ekosistem yang berbeda. Stasiun Pertama didominasi oleh biota karang, sedangkan pada stasiun B didominasi oleh biota Lamun. Metode yang digunakan untuk menentukan Produktivitas perairan adalah dengan menggunakan metode botol gelap terang Winkler, sedangkan untuk kelimpahan digunakan sampling pasif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat produktivitas primer di perairan Pulau Panjang berkisar antara 25 – 75 mgC/m3/jam, dengan nilai produktivitas tertinggi sebesar 75 mgC/m3/jam yang didapatkan pada pukul 10.00 WIB. Nilai Produktivitas terendah didapat pada pukul 06.00 WIB sebesar 25 mgC/m3/jam. Kelimpahan Fitoplankton terendah sebanyak 13053 ind/l didapatkan pada pukul 06.00 WIB, sedangkan kelimpahan tertinggi didapatkan sebanyak 23040 ind/l pada pukul 10.00 WIB. Nilai indeks keanekaragaman pada penelitian yaitu berkisar antara 1,53 – 1.84. Nilai indeks keseragaman yaitu berkisar antara 0,48 – 0,55 dan nilai indeks dominansi 0 < D < 0,5. Maka dapat disimpulkan perairan tersebut memiliki nilai indeks keanekaragaman yang rendah, tingkat keseragaman sedang dan tidak terjadi dominansi spesies. Coastal region is a complex zone where there are interactions occur between some ecosystems, between biotic and abiotic ecosystems component. One of the most important component that take role in those ecosytems is Phytoplankton. Phytoplankton, not only as a primary producer, it also has different use as bioindicator for water quality that have cosmopolite characteristic. It means that phytoplankton distribute with many different variations based on the water quality in each area. The main purpose of this research was to know primary productivity, index of diversity, index of similarity, and index of phytoplankton domination at different time. This research was held in June, 2013 in Panjang Island, Jepara. Descriptive methodology was used during the sampling of this research. For collecting sample did on two different station. First station was dominated by coral and second station was dominated by seagrass. The method that used for primary productivity measurement was Winkler method, while for phytoplankton diversity use passive sampling measurement. The results show that primary productivity in Panjang Island was about 25 – 75 mgC/m3/hour, with 75 mgC/m3/hour as the highest productivity value, and the peak time was at 10.00. The lowest productivity value was 25 mgC/m3/ at 06.00. The lowest Phytoplankton diversity was 23.040 ind/l at 10.00. Diversity index value approximately 1,53 - 1,84. Similarity index value approximately 0,48 - 0,55 and domination index value is 0 < D < 0,5. Based on those data, it is concluded that Panjang Island has low diversity index value, average similarity index value and no species was dominating this area
    corecore