8 research outputs found

    Analisis Eksistensi Perangkap Pendidikan Di Indonesia

    Full text link
    Masalah sumberdaya manusia (SDM) menjadi isu penting dalam pembangunan, di satu sisi menjadi aset pembangunan, d isisi lain menjadi beban pembangunan. Paper ini menganalisis human capital khususnya yang berhubungan dengan pendidikan. Pendidikan menjadi salah satu faktor kunci peningkatan SDM yang berkualitas. Keputusan rumah tangga untuk melakukan investasi di bidang pendidikan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi human capital di Indonesia. Masalah rendahnya tingkat pendidikan secara signifikan mempengaruhi tingkat pendapatannya baik langsung dan tidak langsung. Fenomena income middle trap di antaranya disebabkan oleh rendahnya kualitas SDM. Dengan kata lain, rendahnya tingkat pendidikan akan mempengaruhi eksistensi income middle trap di Indonesia. Penelitian ini juga bertujuan untuk membuktikan eksistensi adanya education traps, yaitu suatu kondisi di mana melingkar kekuatan-kekuatan buruk yang saling beraksi dan bereaksi sedemikian rupa sehingga menempatkan rumah tangga yang rendah kualitas sumber dayanya selang bertahun-tahun. Alternatif pengukuran ada tidaknya trap menggunakan pendekatan aset dinamis. Pendidikan sebagai salah satu aset non-fisik menjadi isu yang diangkat sebagai penyebab adanya income middle trap di tingkat rumah tangga. Kualitas pendidikan dicerminkan oleh lamanya sekolah anggota rumah tangga yang berumur di atas 15 tahun ke atas. Eksistensi adanya trap/perangkap didasarkan pada konsep atau ide multiple equilibria dan local increasing. Pembuktian eksistensi education traps menggunakan analisis ekonometrika aset dinamis dengan metode parametrik dan estimasi parameter local polynomial cubic. Hasil penelitian membuktikan terdapat multiple equilibria dan local increasing pada the dynamic path of education accumulation. Hal ini menunjukkan indikasi adanya perangkap pendidikan di Indonesia. Terdapat threshold edukasi artinya ada minimum lama sekolah yang harus dimiliki oleh anggota rumahtangga agar bisa keluar dari education trap

    Analisis Pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Pertumbuhan Belanja Daerah di Kota Bitung

    Full text link
    ANALISIS PENGARUH DANA ALOKASI UMUM (DAU) DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) TERHADAP PERTUMBUHAN BELANJA DAERAH DI KOTA BITUNG Elce Yuliana Sumangkut, Paulus Kindangen, Een N Walewangko Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Magister Ilmu Ekonomi Universitas Sam Ratulangi, Manado ABSTRAK Pengelolaan keuangan daerah berkaitan erat dengan penyelenggaraan urusan pemerintahan melalui pelaksanaan desentralisasi, fungsi pemerintahaan tertentu dilimpahkan kepada pemerintah daerah dengan tujuan untuk meningkatkan nilai tambah dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pada umumnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) suatu daerah didominasi oleh sumbangan pemerintah dan sumbangan-sumbangan lain, yang diatur dengan peraturan Perundang-undangan. Hal ini menyebabkan daerah sangat tergantung kepada pemerintah pusat. Nilai koefisien sebesar 0.07 akan tetapi tidak signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan belanja daerah Kota Bitung memiliki hubungan yang positif dengan berubahnya PAD. Dengan perkataan lain, selama periode yang diteliti, dengan menjaga agar variabel-variabel lain tetap, 1 persen peningkatan dalam PAD akan mengakibatkan peningkatan rata-rata sekitar 0.07 persen dalam belanja daerah. Nilai koefisien sebesar 1,07 dan signifikan menunjukkan bahwa perkembangan belanja daerah memiliki hubungan yang positif dengan Perubahan dana alokasi umum. Dengan perkataan lain, selama periode penelitian, dengan menjaga agar variabel-variabel lain tetap, 1 persen peningkatan DAU akan mengakibatkan peningkatan rata-rata sekitar 1,07 persen dalam belanja daerah Kota Bitung. Hasil regresi sederhana dan regresi berganda menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan dana alokasi umum (DAU) berpengaruh positif terhadap peningkatan belanja daerah (BD) dan dalam pengelolaan keuangan daerah Kota Bitung Tahun Anggaran 2004-2015 membuktikan terjadinya Flypaper Effect. Kata Kunci : Dana Alokasi Umum, Pendapatan asli Daerah, Belanja Daerah ABSTRACT Financial management is closely related to the implementation of government affairs through decentralization, certain governance functions delegated to local governments with the aim to increase the value added in governance. In general, the Regional Budget (APBD) an area dominated by government contributions and other donations, which is regulated by legislation. This causes the region is highly dependent on the central government. The coefficient value of 0:07 will but not significantly. This suggests that the development of shopping areas Bitung City have a positive correlation with the change in revenue. In other words, during the period under study, by keeping other variables remain, a 1 percent increase in revenue would result in an average increase of 0.07 percent in the shopping area. Values ​​of 1.07 and significant coefficient indicates that the development of shopping areas have a positive correlation with the change in the allocation of public funds. In other words, during the study period, by keeping other variables remain, a 1 percent increase in DAU will result in an average increase of about 1.07 percent in the shopping area of ​​the city of Bitung. The results of simple regression and multiple regression showed that the increase in local revenue (PAD) and the general allocation fund (DAU) positive effect on the increase in shopping areas (BD) and the financial management of Bitung City Fiscal Year 2004-2015 to prove the occurrence of flypaper

    Analisis Kontribusi Kawasan Ekonomi Khusus (Kek) terhadap Struktur Perekonomian Sulawesi Utara

    Full text link
    ANALISIS KONTRIBUSI KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) TERHADAP STRUKTUR PEREKONOMIAN SULAWESI UTARA Victoria Natali Makalew, Vecky A.J. Masinambouw, Een N. WalewangkoEkonomi Pembangunan – Fakultas Ekonomi dan BisnisUniversitas Sam ratulangi ABSTRAKSektor industri dianggap mampu untuk mendongkrak sektor-sektor lainnya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu daerah untuk itulah diperlukan Kawasan Ekonomi Khusus Bitung dengan core business Industri pengolahan perikanan, industri pengolahan kelapa ,industri farmasi dan logistik yang dipercaya dapat menarik investasi serta membuka lapangan pekerjaan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengukur peranan Kawasan Ekonomi Khusus Bitung dalam Kontribusi khususnya Sektor industri pada Perekonomian Sulawesi Utara. Dalam penelitian ini digunakan Metode Deskriptif Proyeksi untuk melakukan perhitungan berapa kontribusi dari nilai tambah yang akan didapat dengan adanya KEK terhadap indutri kecil, menengah dan besar dengan kajian finansial dari fisibility study awal pembentukan KEK dan Metode Analisa Korelasi untuk membahas seberapa kuat hubungan dan apakah terdapat perbedaan antara adanya KEK dengan tidak adanya KEK terhadap sektor industri untuk Perubahan struktur perekonomian provinsi Sulawesi Utara dengan data primer yang diperoleh dari hasil interview dan data sekunder yang diambil dari BPS, dan Kajian Finansial dari Studi Kelayakan Awal pendirian Kawasan Ekonomi Kota Bitung juga metode penelitian pustaka. Dari hasil analisis menunjukkan korelasi industri menengah yang tertinggi untuk ke tiga skenario yang ada (Moderat, Optimis dan Pesimis). Ini berarti bahwa pengembangan industri menengah Kawasan Ekonomi Khusus Bitung memberikan multiplier efek bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Bitung, terutama pada peningkatan penyerapan tenaga kerja, peningkatan kontribusi industri menegah pada Struktur Ekonomi pembentuk PDRB. Kata Kunci : Sektor Industri, Struktur Ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ABSTRACTThe industrial sector is considered able to boost other sectors in c promoting economic growth of a region that is required for Special Economic Zones with core business in Bitung fishery processing industry, oil processing industry, pharmaceutical industry and logistics that are believed to attract investment and create jobs .The purpose of this study was to measure the role of Special Economic Zones Contributions city of Bitung in particular the industrial sector in North Sulawesi\u27s economy. This study used a descriptive method Projections for calculating the contribution of added value to be gained by the KEK to the industries of small, medium and large with a financial review of Visibility study the early formation of KEK and Correlation Analysis Method to discuss how strong the relationship and whether there is a difference among their KEK in the absence of the industrial sector to change the economic structure of North Sulawesi province with primary data obtained from interviews and secondary data drawn from the CPM and Financial Assessment of Feasibility study Preliminary Economic Zones establishment of Bitung also library research methods. The analysis showed that the highest correlation medium industries for the three scenarios exist (Moderate, Optimistic and Pessimistic). This means that the development of secondary industries Special Economic Zone Bitung provide a multiplier effect for economic growth in the province of North Sulawesi and Bitung, especially on increasing employment, increase the industry\u27s contribution to the Economic Structure-forming medium PDRB

    Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Alokasi Umum terhadap Belanja Langsung dan Dampaknya terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kota Bitung

    Full text link
    PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN ALOKASI UMUM TERHADAP BELANJA LANGSUNG DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA BITUNG Feronika, Vekie A. Rumate, Een N. Walewangko Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Magister Ilmu EkonomiUniversitas Sam ratulangi ABSTRAK Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu komponen utama pemerintah daerah dalam menunjang alokasi anggaran pembangunan yang juga ditunjang oleh pemerintah pusat melalui pengalokasian Dana Alokasi Umum guna meningkatkan Belanja Langsung dan tujuan akhirnya adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan akan memberi efek domino dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.Dalam penelitian ini digunakan analisis path atau analisis jalur untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dua variable independen terhadap satu variable ndependent dan pengaruh secara tidak langsung terhadap variable dependen kedua. Dimana didapatkan hasil positif antara pendapatan asli daerah dan dana alokasi umum terhadap belanja langsung dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Bitung.Kata kunci : Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Belanja Langsung, Pertumbuhan Ekonomil ABSTRACT Local Revenue is one of the main components of local government in supporting the development budget allocation is also supported by the central government through the allocation of general allocation funds in order to increase direct expenditure and the final goal is the improvement of the regional economy. With the region\u27s economic growth is expected to be also a positive domino effect and impact on improving people\u27s welfare.This study used path analysis or path analysis to determine how much influence the two variables are independent of one variable independent and indirect influence on both the dependent variable. Where the positive results obtained between the local revenue and general allocation of funds towards direct spending and its impact on economic growth in the city of Bitung

    Analisis Pengaruh Pendapatan Pajak dan Retribusi terhadap Belanja Langsung dan Dampaknya pada Pertumbuhan Ekonomi Kota Bitung 2005-2014

    Full text link
    ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN PAJAK DAN RETRIBUSI TERHADAP BELANJA LANGSUNG DAN DAMPAKNYA PADA PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA BITUNG 2005-2014 Debora Christian Wola, D.P.E Saerang, Een N Walewangko Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Magister Ilmu Ekonomi Universitas Sam Ratulangi, Manado ABSTRAK Otonomi daerah sejatinya merupakan pelimpahan wewenang dari sentralisasi ke desentralisasi, artinya kewenangan dari pusat sudah dilimpahkan ke daerah begitu juga dengan pengelolaan anggaran rumah tangganya sendiri. Kemandirian ekonomi sebuah daerah juga dinilai dari tingkat Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dimiliki dibandingkan dengan dana transfer dari pemerintah pusat. Sumber-sumber PAD terbesar datang dari pajak, retribusi dan PAD lain yang sah. Dalam penelitian ini digunakan metode Ordinary Least Square (OLS) untuk mengetahui seberapa besar sumber-sumber PAD yakni pendapatan pajak, pendapatan retribusi mempengaruhi belanja pembangunan/ belanja langsung kota Bitung. Dalam penelitian didapatkan hasil bahwa, pajak dan retribusi pengaruhnya secara partial terhadap belanja langsung masih amat kecil, hal yang hampir sama juga terjadi pada tingkat pengaruh secara simultan walaupun sedikit mengalami peningkatan namun tidak berpengaruh secara signifikan. Sedangkan untuk pengaruh alokasi belanja langsung terhadap pertumbuhan ekonomi amat signifikan baik secara partial maupun secara simultan. Kata kunci : PAD, Pendapatan Pajak (PP), Retribusi, Belanja Langsung (BL), Pertumbuhan Ekonomi. ABSTRACT Regional autonomy is actually the delegation of authority from centralization to decentralization, meaning that the authority of the center has been delegated to the regions as well as the management of their own household budget. Economic independence of a region are also assessed on the level of revenue (PAD) owned compared to the transfer of funds from the central government. The PAD sources come from taxes, fees and other legitimate PAD. In this study used Ordinary Least Square (OLS) to determine how much revenue sources namely income tax, income levy affects development expenditure / direct expenditure Bitung town. In the study showed that, taxes and charges are partial influence on direct spending is still very small, almost the same thing happened at the level of influence simultaneously, although slightly increased, but not significantly. As for the effect of the allocation of direct spending on economic growth is very significant for both partially and simultaneously

    Pengaruh Alokasi Anggaran Pendidikan dan Kesehatan terhadap Indeks Pembangunan Manusia dan Dampaknya terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Bitung

    Full text link
    PENGARUH ALOKASI ANGGARAN PENDIDIKAN DAN KESEHATAN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA BITUNG Susye Marlen Ketsy Lengkong, Debby Ch. Rotinsulu, Een N. Walewangko Ekonomi Pembangunan – Fakultas Ekonomi dan BisnisUniversitas Sam ratulangi ABSTRAKAnggaran pendidikan maupun anggaran kesehatan merupakan salah satu komponen penting bagi berjalannya pembangunan manusia di sebuah daerah, dikarenakan adanya jaminan terhadap kualitas sumber daya manusia yang ada serta adanya kemampuan untuk menjaga sumber daya manusia yang dimiliki. Dengan terjaminnya kedua hal tersebut maka akan diharapkan akan meningkatkan indeks pembangunan manusia yang dimiliki dan nantinya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.Penelitian ini menggunakan analisis jalur dimana dihitung pengaruh secara langsung baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama pengaruh anggaran pendidikan dan anggaran kesehatan terhadap indeks pembangunan manusia, selain itu juga dihitung pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi kota Bitung dimana didapatkan hasil yang saling berkaitan dan positif antara masing-masing variable yang diteliti. Kata kunci : Anggaran Pendidikan, anggaran Kesehatan,IPM, Pertumbuhan Ekonomi ABSTRACT The education budget and the health budget is one of the important components for the operation of human development in the region, due to the guarantee of the quality of human resources that exist and their ability to maintain its human resources. With the assurance of this it will be expected to improve its human development index and will contribute to economic growth.This study using path analysis which is calculated directly influence either individually or collectively influence the education budget and health budgets towards human development index, but it also calculated the effect of directly or indirectly to economic growth of the city of Bitung in which the obtained results are mutually related and positive between each of the variables studied

    Kajian Tingkat Pengangguran Terbuka Perempuan di Kota Manado

    Full text link
    KAJIAN TINKGAT PENGANGGURAN TERBUKA PEREMPUAN DI KOTA MANADO Sutomo Wim Palar, Een N. Walewangko. Albert T. Londa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Ekonomi Pembangunan Universitas Sam Ratulangi, Manado ABSTRAK Masalah pengangguran merupakan salah satu masalah utama makro ekonomi yang menjadi penghambat pembangunan daerah karena akan meninmbulkan masalah-masalah sosial lainnya. Daya serap pasar kerja selain terbatas yang menyebabkan banyaknya angkatan kerja yang menganggur ternyata masalah permintaan tenaga kerja dengan tingkat keahlian khusus membuat tenaga kerja yang ada tidak terserap oleh pasar kerja. Jika tingkat pengangguran di suatu negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pengangguran perempuan, faktor-faktor dominan yang menyebabkan pengangguran yang ada di Kota Manado, dan menganalisis sektor potensial yang menyerap tenaga kerja perempuan sesuai dengan kualifikasi pencari kerja perempuan yang ditersedia.Pengangguran adalah seseorang yang sudah digolongkan dalam angkatan kerja yang sedang aktif mencari pekerjaan pada suatu tingkat upah tertentu tetapi tidak dapat memperoleh pekerjaan yang diinginkannya. Data yang di gunakan adalah sekunder yaitu data Sakernas dan Sakerda Tahun 2012. Serta data primer yang diperoleh dari informasi rumahtangga, Perusahaan dan kegiatan pemerintah daerah berhubungan dengan aktivitas perempuan di Kota Manado. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif untuk menghasilkan identifikasi berbagai karakteristik pencari kerja perempuan. Dan metode inferensia untuk melihat pola perilaku dan hubungan-hubungan antar variabel yang diduga menjadi faktor yang signifikan mempengaruhi pengangguran perempuan di Kota Manado. Kata Kunci : Ketenagakerjaan, Pengangguran ABSTRACT The problem of unemployment is one of the major macroeconomic problems that become an obstacle for regional development will meninmbulkan other social problems. Labor market absorption in addition to the limited labor force which caused the number of unemployed turned out the problem of labor demand with a specific skill level to make the existing workforce is not absorbed by the labor market. If the unemployment rate is relatively high in a country, it would hinder the achievement of economic development goals that have aspired. This study aims to identify the characteristics of female unemployment, the dominant factors that cause unemployment in the city of Manado, and analyze the potential sectors that absorb women\u27s employment in accordance with the qualifications of women job seekers are often insufficient.Unemployment is someone who has been classified in the workforce who are actively looking for a job at a certain wage level but can not get a job he wanted. Data used was secondary that Sakernas and Sakerda 2012. As well as primary data obtained from the information of households, enterprises and regional activities related to the activities of women in the city of Manado. The method used is descriptive method for the identification of various characteristics of female job seekers. And methods of inference to see patterns of behavior and relationships between variables thought to be a significant factor affecting the female unemployment in the city of Manado

    Analisis Pengaruh Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung terhadap Peningkatan Ekonomi Sektor Keuangan, Real Estate, dan Jasa Perusahaan di Kota Manado (2007-2013)

    Full text link
    ANALISIS PENGARUH BELANJA LANGSUNG DAN BELANJA TIDAK LANGSUNG TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI SEKTOR KEUANGAN, REAL ESTATE, DAN JASA PERUSAHAAN DI KOTA MANADO (2007-2013) Steffi Iksan, Rosalina A.M Koleangan, Een J. Walewangko. Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi [email protected] Abstract Alokasi belanja pemerintah sangat erat kaitannya dengan pembangunan yang terjadi di pusat maupun di daerah salah satunya adalah pembangunan dalam bidang ekonomi, tentu selain baik alokasi anggaran yang dikeluarkan pemerintah melalui belanja langsung dan belanja tidak langsung untuk pembangunan sector ekonomi maka akan semakin baik pula peningkatan atau pertumbuhan yang terjadi pada sector ekonomi tersebut yang secara agregat akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dalam penelitian ini digunakan analisis regresi berganda untuk melihat seberap besar pengaruh belanja langsung dan belanja tidak mempengaruhi peningkatan sector keuangan, real estate dan jasa keuangan. Dan dari hasil penghitungan matematika didapatkan hasil bahwa belanja langsung tidak mempunyai korelasi positif dan signifikan terhadap peningkatan sector yang diteliti, begitu pun dengan alokasi belanja tidak langsung mempunyai korelasi positif namun tingkat signifikansinya masih kurang apabila dilihat secara parsial. Namun pada saat dilakukan penghitungan R square didapatkan angka 88,5 tingkat keterpengaruhan dua variable independent atau variable belanja belanja langsung dan tidak langsung terhadap variable dependent sector keuangan, real estate dan jasa Perusahaan. Kata kunci : Belanja Langsung, belanja tidak langsung, pertumbuhan ekonomi Abstract The allocation of government spending is closely associated with the development that occurs in the central and local levels one of which is the development in the field of economics, of course in addition to better budget allocation by the government through direct expenditures and indirect expenditures for the construction sector of the economy, the better the increase or growth that occurred in the economic sector which in aggregate would increase economic growth. In this study used multiple regression analysis to see the influence seberap direct expenditure and expenditure does not affect the increase in the financial sector, real estate and financial services. And the results of mathematical calculations showed that direct spending does not have a positive and significant correlation to increased sectors studied, as was the allocation of indirect expenditure has positive correlation but still less than the level of significance when seen partially. However, at the time of calculation of figures obtained R square 88.5 percent influence level two independent variables or variable direct expenditure and indirect expenditure the dependent variable financial sector, real estate and business services. Keywords: Direct expenditure, indirect expenditure, economic growt
    corecore