8 research outputs found

    Uji Efikasi Repelen “X” terhadap Nyamuk Aedes Aegypti, Culex Quinquefasciatus dan Anopheles Aconitus di Laboratorium

    Full text link
    ENGLISHA single dose of repellent (1.5 gram/600 cm2) was tested against mosquitoes of Aedes aegypti, Culex quinquefasciatus and Anopheles aconitus in the laboratory. After 6 hours, the protective rates of the repellent less than 90% (efficacy criterion) against the three mosquitoes species above. This results indicated that the repellent on the dosage of 1,5 grams/600 cm2 ineffective so that repetition test should be considered by using different formula as well as doses and applications.INDONESIASuatu repelen dosis tunggal (1,5 gram/600 cm2) telah diuji daya proteksinya terhadap nyamuk Ae. aegypti, Cx. quinquefasciatus dan An. aconitus di laboratorium. Pada pengamatan setelah 6 jam, daya proteksi repelen terhadap ketiga spesies nyamuk tersebut berturut-turut sebesar 63,8%; 73% dan 69% atau kurang dari 90% (kriteria efikasi). Hal itu berarti bahwa pada dosis/konsentrasi 1,5 gram per 600 cm2, repelen tidak efektif sehingga perlu dipertimbangkan untuk dilakukan uji ulang menggunakan repelen dengan formulasi berbeda pada berbagai dosis dan aplikasi

    Kadar Hematrokrit, Glukosa dan Urea Darah Sapi Jawa yang Diberi Pakan Konsentrat dengan Tingkat yang Berbeda

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pemberian konsentrat yang berbeda terhadap pemanfaatan pakan oleh ternak melalui kadar hematokrit, glukosa dan urea darah. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor sapi Jawa jantan umur 1,5-2 tahun dengan kisaran bobot badan 200-325 kg (rata-rata 262,5 kg). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 3 perlakuan dan 4 kelompok. Perlakuan yang diberikan adalah dengan pemberian pakan 30, 50, dan 70% dari kebutuhan. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji F dan apabila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji wilayah-berganda Duncan. Hasil penelitian menyatakan bahwa kadar glukosa darah pada sapi Jawa antar perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,05), dengan rata-rata kadar glukosa pada 0 jam (sebelum makan) adalah 53,54 mg/dl, sedangkan pada 3, 6 dan 9 jam setelah pemberian pakan masing-masing adalah 51,11; 63,61; dan 54,93 mg/dl. Hasil yang sama diperoleh juga pada kadar urea darah (P>0,05%), dengan rata-rata pada 0 jam (sebelum makan) adalah 29,92 mg/dl, darah pada sapi Jawa yang diberi pakan konsentrat dengan tingkat yang berbeda pada 3, 6 dan 9 jam setelah pemberian pakan masing-masing adalah 26,49; 26,25 dan 48,51 mg/dl. Konsentrat juga tidak membedakan kandungan hematokrit darah antar perlakuan (P>0,05%), dengan rata-rata pada awal perlakuan adalah 36,83%, sama persis dengan nilai pada akhir perlakuan, yaitu 36,83%. Disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh tingkat pemberian konsentrat yang berbeda terhadap kadar hematokrit, glukosa dan urea darah pada sapi Jawa

    The influence of problem based learning on critical thinking ability for students in optical instrument topic

    Get PDF
    The research aims to reveal the influence of the Problem Based Learning (PBL) model on students' critical thinking ability in optical instrument material. This research is a quasi-experimental research with Pre-test and Post-test Design. The subjects of this study were class X MAN 3 Malang. The experimental and control classes received PBL models and conventional learning models respectively. The instrument of this study was the Optical Instrument Critical Thinking Ability Test in the form of 14 essay questions with Cronbach’s alpha reliability 0.78. The research data were analyzed using several tests including t-test, N-gain, and size effect tests. Based on the results of the analysis, it was shown that the implementation of the PBL model succeeded in increasing students' critical thinking ability higher than that of conventional learning. The experimental class was able to reach the high N-gain score category, while the control class was in the medium category. The research has a “large” size effect category. This means that the PBL model implemented has a stronger influence than that of conventional learning in improving students' critical thinking ability. Thus, the PBL model can be recommended as an alternative learning model in improving students' critical thinking ability in physics learning on the topic of optical instruments

    Review Malaria di Wilayah Puskesmas Samigaluh II, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa YOGYAKARTA Tahun 1998

    Full text link
    There are four subdistricts (kecamatan) surrounding Menoreh mountain in Kulonprogo regency province of Daerah Istimewa Yogyakarta which are malarious endemic areas. Few research and control measures have been carried out to cope with the malaria problem and it remains a public health problem. In 1998, the incidence of malaria obviously increased in comparison with the last 3 years. A comprehensive review on malaria therefore was undertaken at five community health center (puskesmas) or endemic areas. Several aspects such as malariological/parasitological, entomological, human behavioural and epidemio-logical are as part of review. The entomological aspect in one of the puskesmas -reviewed Samigaluh II is reported in this paper. Anopheles balabacensis is the predominant suspected vector althought further confirmation is be needed. Other species to be known as malaria vectors in Java are An. aconitus and An. maculatus

    Fermentasi Terinduksi Acetobacter Aceti dan Saccharomyces Cerevisiae untuk Industri Kakao di Kalimantan Timur

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk melakukan observasi fermentasi kakao di skala petani menggunakan inokulan S. cerevisiae (Sc), A. aceti (Aa), dan kombinasi keduanya yang dilihat dari pengamatan harian angka lempeng total (ALT), populasi total bakteri asam laktat (BAL), populasi total kapang-khamir (Total Yeast-Mold, TYM), pH, total asam, aktivitas antioksidan dan spektrum FTIR. Pengamatan harian dilakukan selama empat hari periode fermentasi. Pengukuran FTIR dilakukan pada hari pertama dan hari terakhir fermentasi. Aktivitas antioksidan berdasarkan reduksi DPPH diukur setelah proses fermentasi berakhir. Penelitian ini dilakukan selama delapan bulan dengan dua kali pengulangan. Hasil menunjukkan idak terdapat perbedaan signifikan terhadap total bakteri, total BAL, dan total Kapang-Khamir selama hari pengamatan fermentasi. Total asam hasil akhir fermentasi tidak kurang dari 0,08±0,01% dengan pH biji kakao berkisar pada 4,31 hingga 5,92. Aktivitas antioksidan hasil fermentasi kakao yang cukup baik diperoleh dengan inokulan kombinasi S. cerevisiae (1% v/b) dan A. aceti (1% v/b). Berdasarkan observasi spektrum FTIR pada zona identifikasi, penggunaan kombinasi inokulan menunjukkan hasil yang konsisten mendekati kualitas kakao komersial. Penggunaan gabungan inokulan Sc dan Aa direkomendasikan untuk digunakan dalam upaya meningkatkan kualitas fermentasi kakao oleh petani skala kecil

    Pelatihan dan Pendampingan Pembelajaran Daring Berbasis Moodle untuk Guru Fisika SMA di Kabupaten Malang Selama Masa Pandemi Covid-19

    Full text link
    Dampak dari pendemi covid-19 memaksa setiap sekolah mewajibkan guru dan siswanya melakukan pembelajaran secara daring dari rumah. Hal tersebut membuat guru dan siswa dalam waktu yang singkat harus mempersiapkan seluruh vasilitas pendukung pembelajaran. Sedangkan di Kabupaten Malang, para guru fisika masih belum begitu akrab dengan pembelajaran daring, maka pendampingan dan pelatihan pembelajaran daring dengan memanfaatkan moodle sangat dibutuhkan. Kegiatan diawali dengan studi literatur dan lapangan, perencanaan, pemberian materi, demosntrasi dan praktek dan diakhiri dengan kegiatan evaluasi. Untuk mengetahui keberhasilan program, kami menyebarkan kueisioner (n = 13 item) kepada seluruh peserta tentang persepsi terhadap pembelajaran menggunakan moodle dan memantau perkembangan pemahaman guru melalui moodle yang telah dikembangkan. Guru fisika didampingi dan dilatih untuk membuat pembelajaran daring melalui moodle dan variasi model moodle yang sudah pernah diperoleh. Peserta pelatihan dan pendampingan yang diselenggarakan secara daring berjumlah 40 guru fisika di wilayah Kabupaten Malang yang meliputi 34 orang guru fisika SMA dan 6 orang guru fisika MA. Walaupun kehadiran guru tidak bersamaan masuk room meet, tetapi setiap guru selalu masuk setiap hari. Namun, yang aktif mengerjakan pembuatan moodle hanya 25 orang guru yaitu 24 orang guru SMA dan 1 orang guru MA. Peserta yang membuat moodle tersebut bervariasi ada yang hanya membuat Assignment untuk materi dinamika, sampai ada yang lengkap membuat assignment, quiz, dan file untuk materi mekanika, dinamika, usaha dan energi, serta impuls dan momentum. Berdasarkan respon peserta pada angket terkait pelatihan dan pendampingan penyusunan moodle didapatkan 75,19% peserta merespon baik pembelajaran dengan moodle
    corecore