14 research outputs found

    Analisis Kesenjangan Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah Dintinjau Dari Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 Di SMP Negeri Se-kecamatan Marga

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesenjangan perilaku kepemimpinan kepala sekolah ditinjau dari permendiknas nomor 13 tahun 2007 tentang standar kepala sekola SMP Neger se- kecamatan Marga Kabupaten Tabanan pada tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini termasuk penelitian evaluatif dengan menggunakan metode kesenjangan ( Descrepancy Model). Pengukuran efektivitas program dilakukan dengan membandingkan dua hal yang terletak pada ujung program, yaitu permulaan dan akhir pelaksanaan program, yaitu membandingkan kondisi ideal dengan kondisi riil tentang standar kepala sekolah. Variabel diukur dengan instrumen berupa kuesioner. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan standar kepala sekolah ditinjau dari: (1) variabel kompetensi kepribadian kepala sekolah terjadi kesenjangan dengan kategori sangat rendah; (2) variabel kompetensi manajerial kepala sekolah terjadi kesenjangan dengan kategori sangat rendah; (3) variabel kompetensi kewirausahaan kepala sekolah terjadi kesenjangan dengan kategori sedang; (4) variabel kompetensi supervisi kepala sekolah terjadi kesenjangan dengan kategori sedang; (5) variabel kompetensi sosial kepala sekolah terjadi kesenjangan denga kategori sangat rendah. (6) variabel perilaku kepala sekolah terjadi kesenjangan dengan kategori sangat rendah. Secara umum perilaku kepala sekolah ditinjau dari permendiknas nomor 13 tahun 2007 di Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan tahun pelajaran 2013/2014 belum mencapai standar atau kondisi ideal atau belum mencapai tujuan terminal. Terdapat kesenjangan antara kondisi riil dengan kondisi ideal dengan kategori sangat rendah. Kata Kunci : kesenjangan, perilaku kepemimpinan, standar kepala sekolah, kompetensi kepribadian, kompetensi manajerial, kompetensi kewirausahaan, kompetensi supervisi, kompetensi sosial This study was aimed at finding out the discrepancy of leadership behavior of the public junior secondary school principals throughout Tabanan regency in the school year 2013/2014 by referring to the Decree of National Education Minister No 13 in 2007 pertaining to the Standard of Public Junior Secondary School Principals. This study belongs to evaluative research that uses discrepancy model. The measurement of program effectiveness was done by comparing two things in the ends of the program, i.e., the beginning and the end of program implementation. This was done by comparing the ideal condition to the real condition with regard to the standard of school principal. The variables were measured by questionnaires. The results showed that when the the implementation of the school principal's standardwas viewed (1) from the variable of personal competence of the school principals , there was a discrepancy with the very low category; (2) from the variable of school principal's managerial competence, there was a discrepancy with the very low category; (3) from the variable of school principal's entrepreneurship, there was a discrepancy with the medium category; (4) from the variable of school principal's supervision, there was a discrepancy with the very low category and (6) from the variable of school principal's behavior, there was a discrepancy with the very low category. In general, in terms of the school principal's behavior from the point of view of the Decree of the National Education Minister No 13 in 2007, in the district of Marga of Tabanan regency in the school year 2013/2014 the standard or the ideal condition or the terminal objective has not been reached yet. There is a discrepancy between the ideal condition with the very low category. keyword : : discrepancy, leadership behavior, school principal's standard, personal competence, managerial competence, entrepreneurship competence, supervision competence, social competence

    Kontribusi Kompetensi Profesional, Supervisi Pendidikan Dan Iklim Kerja Terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 2 Amlapura

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kontribusi kompetensi profesional terhadap kinerja guru SMPN 2 Amlapura; (2) kontribusi supervisi pendidikan terhadap kinerja guru SMPN 2 Amlapura; (3) kontribusi iklim kerja terhadap kinerja guru SMPN 2 Amlapura; dan (4) kontribusi kompetensi profesional, supervisi pendidikan dan iklim kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru SMPN 2 Amlapura. Penelitian ini termasuk penelitian ex-post facto. Populasi penelitian adalah semua guru SMPN 2 Amlapura. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik studi sensus. Besarnya sampel penelitian adalah 50 orang. Data kompetensi profesional, supervisi pendidikan dan iklim kerja dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner model skala Likert. Data kinerja guru dikumpulkan dengan menggunakan lembar penilaian kinerja guru dan dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat kontribusi yang signifikan kompetensi profesional terhadap kinerja guru SMPN 2 Amlapura; (2) terdapat kontribusi yang signifikan supervisi pendidikan terhadap kinerja guru SMPN 2 Amlapura; (3) terdapat konstribusi yang signifikan iklim kerja terhadap kinerja guru SMPN 2 Amlapura; dan (4) terdapat kontribusi yang signifikan kompetensi profesional, supervisi pendidikan dan iklim kerja sekolah secara bersama-sama terhadap kinerja guru SMPN 2 Amlapura.Kata Kunci : kompetensi profesional, supervisi pendidikan, iklim kerja, kinerja guru. This research aimed at finding out: (1) the contribution of professional competence towards teachers' performance in SMPN 2 Amlapura; (2) the contribution of educational supervision towards teachers' performance in SMPN 2 Amlapura; (3) the contribution of working climate towards teachers' performance in SMPN 2 Amlapura; and (4) the simultaneous contribution of professional competence, educational supervision and working climate towards teachers' performance in SMPN 2 Amlapura. This is an ex post facto research. The population was the teachers in SMPN 2 Amlapura. The sample was chosen through census studies technique. The sample consisted of 50 teachers. The data of professional competence, educational supervision, and working climate were collected through questionnaires while the data of teachers' performance were obtained through teachers working observation. All data were analyzed by using regression analysis. The findings are: (1) there was significant contribution of professional competence towards teachers' performance in SMPN 2 Amlapura; (2) there was significant contribution of educational supervision towards teachers' performance in SMPN 2 Amlapura; (3) there was significant contribution of working climate towards teachers' performance in SMPN 2 Amlapura; and (4) there was simultaneous contribution of professional competence, educational supervision and working climate towards teachers' performance in SMPN 2 Amlapura

    Eksperimentasi Metode Pembelajaran Ekspositori Berbantuan Peta Tematik Terhadap Hasil Belajar Geografi Dengan Kovariabel Motivasi Berprestasi Pada Siswa Kelas XI IPS Sman I Kuta Badung Tahun Pelajaran 2013-2014

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan hasil belajar geografi antara siswa yang mengikuti metode pembelajaran ekspositori berbantuan peta tematik dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, (2) perbedaan hasil belajar geografi antara siswa yang mengikuti metode pembelajaran ekspositori berbantuan peta tematik dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, setelah dikendalikan variabel motivasi berprestasi, (3) besar kontribusi motivasi berprestasi terhadap hasil belajar geografi pada siswa kelas XI IPS SMA N I Kuta. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varians satu jalur dan analisis kovarian (Anakova) 1 jalur dengan uji-F. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen dengan rancangan“ post test only control group design”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas kelas XI IPS SMA Negeri I Kuta yang terdiri dari tiga rombongan belajar. Teknik sampling yang digunakan untuk menentukan sampel adalah teknik random sampling, dari tiga rombongan belajar yang ada diambil secara random satu kelas sebagai sampel, satu kelas diambil sebagai kelompok eksperimen (kelas yang mengikuti pembelajaran metode pembelajaran ekspositori berbantuan peta tematik) dan satu kelas sebagai kelompok kontrol (kelas yang mengikuti model pembelajaran konvensional) dengan teknik undian. Hasilnya menunjukkan bahwa: (1) Ada perbedaan hasil belajar geografi siswa yang mengikuti pelajaran dengan metode pembelajaran ekspositori berbantuan peta tematik dan hasil belajar geografi siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran konvensional dengan FHitung = 20,774 dengan signifikansi = 0,000 (p < 0,05), (2) Ada perbedaan hasil belajar geografi siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran ekspositori berbantuan peta tematik dan hasil belajar geografi siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajar an konvensional setelah diadakan pengendalian pengaruh motivasi berprestasi dengan Fhitung = 30,063 (

    Determinasi Kewirausahaan, Motivasi Berprestasi Dan Motivasi Praktik Kerja Terhadap Minat Siswa (Studi Pada Siswa Kelas XII Jurusan Food and Beverage Division, SMA Dwijendra Bualu Tahun 2012/2013)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui besaran determinasi kewirausahaan, terhadap minat siswa pada industri pariwisata, (2) mengetahui besaran determinasi motivasi berprestasi terhadap minat siswa pada industri pariwisata, (3) mengetahui besaran determinasi motivasi praktek kerja terhadap minat siswa pada industri pariwisata, (4) mengetahui besaran determinasi kewirausahaan, motivasi berprestasi, dan motivasi praktek kerja terhadap minat siswa pada industri pariwisata. Pencapaian tujuan tersebut, dilakukan penelitian kuantitatif dengan pendekatan ex post facto yang berbentuk korelasional, dan pengumpulan data kewirausahaan, motivasi berprestasi, motivasi praktik kerja, dan minat siswa. Data-data tersebut diperoleh melalui pemberian kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis regresi tiga prediktor dan satu kriterium. Hasil penelitian ini adalah: (1) terdapat determinasi yang signifikan kewirausahaan terhadap minat siswa pada industri pariwisata, dengan koefisien determinasi sebesar 0,276 dan sumbangan efektif (SE) sebesar 12,02%; (2) terdapat determinasi yang signifikan motivasi berprestasi terhadap minat siswa pada industri pariwisata dengan koefisien determinasi sebesar 0,355 dan sumbangan efektif (SE) sebesar 19,92%; (3) terdapat determinasi yang signifikan motivasi praktik kerja terhadap minat siswa pada industri pariwisata dengan koefisien determinasi sebesar 0,292 dan sumbangan efektif (SE) sebesar 10,74%; (4) terdapat determinasi yang signifikan secara bersama kewirausahaan, motivasi berprestasi, dan motivasi praktik kerja terhadap minat siswa pada industri pariwisata dengan koefisien determinasi sebesar 0,812 dan sumbangan efektif (SE) sebesar 81,11 %. Berdasarkan hasil temuan tesebut, maka variabel kewirausahaan, motivasi berprestasi, dan motivasi praktik kerja, berpengaruh secara signifikan terhadap minat siswa pada industri pariwisata, artinya ketiga variabel tersebut merupakan prediktor peningkatan minat siswa pada industri pariwisata.Kata Kunci : kewirausahaan, motivasi berprestasi, motivasi praktik kerja, dan minat siswa. This study aims to : (1) determine entrepreneurial determination, against the interests of students in the tourism industry , (2) know the determination of achievement motivation on students' interest in the tourism industry , (3) determine the motivation of works practices on student interest in the tourism industry, (4) determine entrepreneurial determination, achievement motivation , work practices on student interest in the tourism industry. To achieve these objectives, a quantitative research approach carried out in the form of ex post facto correlational , data collection concerning entrepreneurship, achievement motivation, motivation to work practices , and student interest in the tourism industry . These data were obtained through questionnaire administration . The data obtained were analyzed using regression analysis of the three predictors and the criterion. The results of this study are : (1) there is a significant determination of entrepreneurship toward the student's interest in tourism industry, with a determination coefficient of 0.276 and the effective contribution (SE) of 12.02 %, (2) there is a significant determination of achievement motivation toward the student's interest in the tourism industry with a coefficient of determination of 0.355 and effective contribution (SE) 19.92 % , (3) there is a significant influence of the working practice motivation toward student's interest in the tourism industry showed by a determination coefficient of 0.292 and the effective contribution (SE) of 10.74 %, (4) there are a significant determination simultaneusly of the entrepreneurship , achievement motivation , and working practice motivation toward student's interest in the tourism industry with a determination coefficient of 0.812 and the effective contribution (SE) at 81, 11 %. Based on the findings of proficiency level , then the variable entrepreneurship , achievement motivation , and working practice motivation, have a significant impact on student's interest in tourism industry, it means that these three variables are predictor of increase in the student's interest in the tourism industry.keyword : entrepreneurship, achievement motivation , working practice motivation and student's interes

    Kontribusi Gaya Kepemimpinan Transformasional, Motivasi Berprestasi Guru Dan Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya kontribusi gaya kepemimpinan transformasional, motivasi berprestasi guru dan supervise kepala sekolah terhadap kinerja guru SMA di Kabupaten Karangasem. Penelitian ini termasuk penelitian ex-post facto yang berbentuk korelasional dengan populasi seluruh guru SMA di Kabupaten Karangasem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan gaya kepemimpinan transformasional, motivasi berprestasi guru dan supervise kepala sekolah terhadap kinerja guru SMA Kabupaten Karangasem baik secara mandiri ataupun secara simultan. Dengan demikian, ketiga variabel tersebut dapat dijadikan prediktor dalam meningkatkan kinerja guru SMA di Kabupaten Karangasem. Kata Kunci : gaya kepemimpinan trasformasional, motivasi berprestasii, supervise kepala sekolah, kinerja guru The aims of this research is to find out and to analyze the amount of contribution of trasformational leadership style, achievement motivation and head of school supervision, against the involving teacher performance of state senior high school in Karangasem. This research is an ex-post facto in the form of correlation the population of all senior high school teachers in Karangasem regency. The result of the research shows that there is a significant contribution of trasformational leadership style, achievement motivation and head of school supervision,teacher performance. Therefore, those three variables can be used as predictors in improving teacher performance of state senior high school in Karangasem.keyword : trasformational leadership style, achievement motivation, head of school Sspervision, teacher performanc

    Pengaruh Implementasi Lesson Study Terhadap Motivasi Dan Prestasi Belajar Biologi Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Tabanan

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh implementasi lesson study terhadap motivasi dan prestasi belajar biologi siswa kelas XI SMA Negeri 2 Tabanan Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan menggunakan rancangan The Posttest-Only Control Group Design dengan melibatkan sampel sebanyak 80 orang siswa SMA Negeri 2 Tabanan. Sampel penelitian diambil menggunakan random sampling. Instrumen penelitian dalam mengumpulkan data ada dua yaitu kuesioner motivasi belajar biologi dan tes prestasi belajar biologi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan MANOVA. Hasil analisis data sebagai brikut. Pertama, pembelajaran dengan menggunakan lesson study berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar biologi siswa (F hitung 982,987 p < 0,00). Kedua, pembelajaran dengan menggunakan lesson study berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar biologi siswa (F hitung 17,686 p < 0,00). Ketiga, pembelajaran dengan menggunakan lesson study berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa (F hitung 4,929 p < 0,00). Hasil penelitian memberikan indikasi bahwa pembelajaran dengan menggunakan lesson study sangat tepat digunakan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar biologi siswa. Berdasarkan hasil penelitian dianjurkan kepada para guru khususnya Biologi SMA dapat menerapkan lesson study dalam pembelajaran di kelas sehingga motivasi dan prestasi belajar biologi siswa menjadi lebih optimal.Kata Kunci : Lesson study, Motivasi Belajar Biologi, Prestasi Belajar Biologi This study aimed at investigating the effec of implementation of lesson study toward Student\u27s motivation and learning achevement in biology. This study was a Quasi Experiment catagorised as Posttest Only Controll Group Design by involving 80 students of SMA Negeri 2 Tabanan as the respondens. The sampel was selected by random sampling technique. The instruments of this study were learning motivation quesionares and learning achievement test. The data was analyzed by MANOVA. The results show that (1) the implementation of lesson study brought in significant effects towards stdents motivation where the F value was 982,987 and p < 0,00, (2) the implementation of lesson study brought in significant effects towards students learning achievement where the F value was 17,686 and p < 0,00, (3) the implementation of lesson study brought in significant effects towards stdents motivation and learning achievement where the F value was 4,929 and p < 0,00. The results of this study indicates that the implementation of lesson study really improve the students\u27 motivation and learning achievement. It is recomended that teachers, in particular senior high school teachers to implement lesson study in the class room in the seek of gaining optimal motivation and learning achievement in biology.keyword : Lesson Study, Learning Motivation and Learning Achievemen

    Kontribusi Tingkat Inteligensi, Nilai Ujian Nasional Bahasa Inggris SMP, Minat Belajar Bahasa Inggris Terhadap Prestasi Belajar Bahasa Inggris Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Amlapura Tahun Pelajaran 2012/2013

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menemukan besarnya kontribusi beberapa variabel (1) tingkat inteligensi terhadap prestasi belajar bahasa Inggris (2) nilai ujian nasional bahasa Inggris SMP terhadap prestasi belajar bahasa Inggris , (3) minat belajar bahasa Inggris terhadap prestasi belajar bahasa Inggris, dan (4) kontribusi secara bersama-sama dari tingkat inteligensi, nilai Ujian Nasional bahasa Inggris SMP dan minat belajar bahasa Inggris terhadap prestasi belajar bahasa Inggris siswa kelas X SMA Negeri 2 Amlapura tahun pelajaran 2012/2013.Populasi penelitian ini g berjumlah 224 dan sampel 140 orang menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini tergolong penelitian ex-post facto. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner dan dokumentasi. Data dianalisis dengan analisis regresi . Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat inteligensi, nilai Ujian Nasional bahasa Inggris SMP, dan minat belajar bahasa Inggris berkontribusi signifikan terhadap prestasi belajar Inggris siswa kelas X SMA Negeri 2 Amlapura pada tahun pelajaran 2012/2013, baik secara terpisah maupun simultan.Kata Kunci : Inteligensi, Nilai Ujian Nasional, Minat Belajar, Prestasi Belajar This research aims at finding out the contribution of (1) intelligence level, (2) SMP national final English examination score, (3) students' learning interest and (4) intelligence level, SMP national final English examination score, and students' learning interest toward the students'learning acheivement on English both separately and simultaneously. The study was conducted in SMA Negeri 2 Amlapura in academic year 2012/2013. The population consisted of X grade students which made total of 224 students. 140 students were determined as samples of the study by using simple random sampling technique. This study was designed by using ex post facto. The data were collected through documentations and questionnaires. The Data were analyzed by using descriptive statistics and regression analysis The findings showed that : (1) the intelligence level contributes significantly toward the English students' learning achievement with contribution of 74%, (2) the SMP national final English examination contributes significantly toward the English students' learning achievement with contribution of 27,2 %, (3) The students' learning interest contributes significantly toward the English students'learning achievement with contribution of 50,7 %, (4) The intelligence level, national final English examination, and students learning interest contributes both separately and simultaneously toward the English students' learning achievement with contribution of 82%.keyword : Intelligence Level, National Final Examination, Students' Learning Interest, Students' Learning Achievemen

    Analisis Kesenjangan Kompetensi Profesional Guru Bk Berbasis Permendiknas No.27 Tahun 2008 (Studi Pada Para Guru Bk SMA Se- Kabupaten Tabanan)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesenjangan pelaksanaan kompetensi profesional guru BK SMA sesuai dengan Permendiknas No.27 Tahun 2008 se- Kabupaten Tabanan. Penelitian ini termasuk penelitian evaluatif dengan menggunakan model kesenjangan (Descrepancy Model). Pengukuran efektifitas pelaksanaan kompetensi professional guru BK dilakukan dengan membandingkan dua hal yang dikonfirmasikan dengan target sasaran yang merupakan acuan(standar) suatu program. Semua variabel diukur dengan instrumen berupa kuisioner. Responden penelitian berjumlah 50 orang yang berasal dari 14 sekolah di Kabupaten Tabanan yang dipilih secara utuh (studi sensus). Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan prosedur uji tanda jenjang bertanda Wilcoxon kemudian dicari tanda beda dan besar bedanya dengan standar yang telah ditentukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kompetensi pelaksanaan penguasan konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli, kompetensi penguasaan kerangka teoritik dan praksis BK, kompetensi perancangan program BK, kompetensi penilaian proses dan hasil kegiatan BK, serta kompetensi kesadaran dan komitmen terhadap etika profesi pada SMA se-kabupaten Tabanan terdapat kesenjangan sekolah yang terkategori memiliki kesenjangan yang sangat kecil (kurang dari 20%) dan tingkat kesenjangan yang kecil (20% - 40%).Pada kompetensi pengimplementasian program BK SMA se- Kabupaten Tabanan terdapat kesenjangan yang sangat kecil (kurang dari 20%), dan tingkat kesenjangan yang kecil (20% - 40%) sedangkan pada 3 sekolah tidak terdapat kesenjangan. Kemudian pada kompetensi penguasaan konsep dan praksis penelitian SMA se- kabupaten Tabanan memiliki kesenjangan yang sangat kecil (kurang dari 20%), tingkat kesenjangan yang kecil ( 20% - 40% ) dan tingkat kesenjangan cukup besar (40% - 60%). Kata Kunci : Kesenjangan, kompetensi profesional guru Bk This study was aimed at finding out the degree of discrepancy in the implementation of the stipulation on SMA guidance and counseling teachers throughout Tabanan regency as stipulated in Permendiknas No. 27 Tahun 2008. This study belongs to evaluative research that uses Discrepancy Model. The measurement of effectiveness in implementing the stipulation on guidance and counseling teachers\u27 professional competency was done by comparing two things that were confirmed with the programtarget or standard. When there was no discrepancy between the real condition and the target (standard), it was concluded that the implementation of the stipulation on the professional competency of the guidance and counseling teachers was very effective.On the other hand, when there was a high degree of discrepancy between the two, then it would be concluded that the implementation of the stipulation on professional competency of the guidance and counseling teachers was not effective. All the variables were measured with questionnaires. There were 50 respondents involved coming from 14 schools in Tabanan regency and all of them were selected ( census research). This analysis was carried out by Wilcoxon\u27s Matched- Pair Sign Test. The sign of difference and the multitude of the difference were then computed by using the predetermined standard. The results indicated that in the implementation of competency of concepts mastery and praxis of assessment to understand conditions, needs, counselee\u27s problems, competency in mastering guidance and counseling framework and praxis, competency in designing guidance and counseling program, competence in guidance and counseling process and outcome evaluation, and competence in terms of concern and commitment to professional ethics at SMAs throughout Tabanan regency, there was a discrepancy in the schools which fell into very small discrepancy (under 20%) and a low degree of discrepancy (20-40%). In the competence in implementing SMA guidance and counseling program throughout Tabanan regency, there was a very small discrepancy ( under 20%), a low degree of discrepancy (20 -40% ) while in three schools there was no discrepancy. Then in competence in concepts mastery and research praxis at SMAs throughout Tabanan regency, there was a very small discrepancy (under 20%) , a low degree of discrepancy (20 – 40%) and a high enough degree of discrepancy (40 –60%). keyword : Discrepancy, guidance and counseling teacher\u27s professional competence
    corecore