8 research outputs found

    ANALISA BIAYA PELAKSANAAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN TIPE 45/100 DI JALAN RAYA SAMU SINGAPADU KALER SUKAWATI GIANYAR

    Get PDF
    Banjar Samu yang letaknya berada dalam cakupan wilayah Ubud diprediksi akan terkena dampak dari pertumbuhan industri pariwisata yang sangat pesat, dimana akan terjadi ketidakseimbangan antara jumlah penduduk dengan tempat tinggal. Oleh karena itu, perlu kiranya untuk menghindari terciptanya kawasan kumuh dengan cara penataan wilayah di Banjar Samu dalam hal ini yang ditekankan adalah penataan rumah huni penduduk. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil analisis pelaksanaan pembangunan perumahan dengan rencana luas tanah yang akan dibangun perumahan adalah 38 are, dengan tipe rumah 45/100 dan jumlah rumah sebanyak 32 unit. Pada penelitian ini, metode yang diterapkan adalah metode pengujian analisis deskriptif kuantitatif. Analisis yang akan dilakukan meliputi analisa biaya/ modal, estimasi nilai jual dan penjualan unit rumah, arus kas (cash flow), dan analisa finansial dengan 2 periode yaitu metode Payback Period (PP) dan dengan metode Internal Rate of Return (IRR). Diharapkan pada penelitian ini rencana pembangunan perumahan di Banjar Samu yang direncanakan sebanyak 32 unit dengan luas bangunan  45 m2 dan luas tanah 100 m2 dapat menjadi solusi penataan  rumah huni penduduk dan layak secara finansial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal biaya awal (tahun ke-0) pelaksanaan pembangunan perumahan menghabiskan biaya Rp. 10.335.986.000, dengan menggunakan rumus Pay Back Periode waktu pengembalian modal dicapai selama 4,99 tahun < 5 tahun (waktu investasi) dan untuk perhitungan hasil olah data kelayakan investasi dengan metode IRR, didapat nilai IRR = 45,53 % > MARR = 10,21 % (bunga bank). Dari hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa investasi pada perumahan di Jalan Raya Samu, Singapadu, Gianyar ini layak dilaksanakan

    PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP KINERJA PEKERJA PROYEK KONSTRUKSI PADA PT. JAYA KUSUMA SARANA

    Get PDF
    PT. Jaya Kusuma Sarana telah menerapkan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan baik pada proyek konstruksi pembangunan Hotel Greenhill Jimbaran yang berlokasi di Jalan Batu Meguwung, Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Dengan menerapkan program K3 pihak manajemen mengharapkan akan terjadinya peningkatan kinerja karyawan. Peningkatan kinerja karyawan dapat mendukung keberhasilan proyek konstruksi yang sedang dikerjakan perusahaan. Dari hasil studi pustaka diperoleh 6 faktor kebijakan K3 yang mempengaruhi kinerja karyawan yaitu: pekerja konstruksi, peraturan dan prosedur K3, komunikasi pekerja,  kompetensi  pekerja,  keterlibatan  pekerja  dan  lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ke enam faktor kebijakan K3 tersebut terhadap kinerja pekerja konstruksi PT. Jaya Kusuma Sarana pada proyek konstruksi pembangunan Hotel Greenhill Jimbaran yang berlokasi di Jalan Batu Meguwung, Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Pengumpulan data dilakukan melalui survey menggunakan kuesioner. Jumlah sampel penelitian 69 responden. Metode analisis data dilakukan dengan metode regresi berganda yaitu : Melakukan analisis variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) , untuk mengetahui tingkat hubungan dari faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja proyek (Y). Faktor-faktor K3 berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pekerja konstruksi sebesar 85,3%, sedangkan faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang paling berpengaruh terhadap kinerja pekerja proyek konstruksi adalah faktor X1.2 tentang kesiapan diri pekerja sebelum memulai pekerjaan baik jasmani maupun rohani dengan skala nilai seberar 4,1159

    ANALISA CASH FLOW KONTRAKTOR BERDASARKAN TIME SCHEDULE PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LANTAI III (6 RKB, TANGGA) SDN 2 PANJER, DENPASAR

    Get PDF
    Perencanaan anggaran biaya suatu proyek konstruksi sangat penting untuk dilaksanakan. Hal ini berkaitan dengan aliran dana dari owner ke kontraktor, dan dari kontraktor ke pihak-pihak ketiga seperti supplier dan tenaga kerja. Kelancaran dari aliran dana ini tentunya berpengaruh besar terhadap proses proyek di lapangan. kadangkala aliran tunai yang masuk tidak sesuai dengan rencana yang telah disusun. Hal ini tentunya mengganggu cash flow dari kontraktor dalam menyelesaikan rencana sesuai time schedule. metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, melalui pengumpulan data primer dan data sekunder. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran biaya upah tenaga kerja yang dibayarkan setiap 2 minggu sekali dan biaya material yang dibayarkan setiap 1 bulan sekali. Kebutuhan biaya untuk pembayaran upah tenaga kerja setiap 2 minngu sekali, dengan biaya minimal sebesar Rp. 22.100.000,-, biaya maksimal sebesar Rp. 99.300.000,-, dan total kebutuhan biaya upah tenaga kerja secara keseluruhan adalah sebesar Rp. 541.300.000,-. Kebutuhan biaya untuk pembayaran material setiap 1 bulan sekali, dengan biaya minimal sebesar Rp. 66.700.000,-, biaya maksimal sebesar Rp. 418.200.000,-, dan total kebutuhan biaya material secara keseluruhan adalah sebesar Rp. 1.263.400.000,-

    PENGARUH PERCEPATAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG TERHADAP BIAYA PELAKSANAAN

    Get PDF
    Suatu proyek dikatakan berhasil jika dapat diselesaikan sesuai biaya, mutu dan waktu yang telah ditetapkan. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan pengelolaan proyek yang baik sehingga segala hambatan yang timbul dalam pelaksanaan proyek segera dapat diantisipasi.  Pekerjaan pembangunan proyek gedung Lt. III SDN 7 Sesetan mengalami beberapa kendala yang menyebabkan terjadinya keterlambatan progress sebesar –4,65% pada minggu ke-15. Angka tersebut sudah mendekati -5% yang merupakan batas maksimum keterlambatan proyek yang tertera pada kontrak kerja. Melihat hal tersebut, perlu dilaksanakan pengelolaan proyek untuk mengantisipasi keterlambatan progress pekerjaan yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh crash program terhadap biaya total pelaksanaan, serta selisih biaya yang diakibatkannya Penelitian ini menggunakan metode crash program untuk mempercepat progress proyek. progress proyek dipercepat melalui paenamban jam kerja lembur pada kegiatan-kegiatan yang bersifat kritis serta kegiatan-kegiatan yang memiliki slope yang terkecil agar biaya crash program tidak menambah biaya proyek secara signifikan.  Hasil analisa pada proyek kasus menunjukkan bahwa pelaksanaan crash program dapat berpengaruh terhadap biaya total penyelesaian proyek. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan biaya total proyek sebesar Rp.22.347.485,32, dari total biaya Rp.2.370.528.391,01 menjadi Rp. 2.392.875.876,33. Hasil ini juga memperlihatkan bahwa kontraktor harus mengeluarkan tambahan biaya proyek sebesar Rp.22.347.485,32. Sedangkan apabila tidak melaksanakan crash program, maka proyek akan mengalami peningkatan biaya sebesar Rp. 25.889.690,86, dari biaya total Rp.2.370.528.391,01 menjadi Rp.2.396.418.081,87. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan crash program pada proyek kasus membutuhkan biaya lebih sedikit dari pada tidak melaksanakan crash program. Hal ini juga menunjukkan bahwa crash program dapat dilaksanakan untuk menghindari kerugian biaya yang lebih besar dan menghindari track record yang kurang baik bagi kontraktor akibat penyelesaian proyek yang  terlambat

    IDENTIFIKASI PENILAIAN DAN MITIGASI RISIKO PADA PROYEK VILLA NINI ELLY

    Get PDF
    Analisis manajemen risiko pada proyek Villa Nini Elly yang dikerjakan oleh  PT. Upadana Semesta Bali dengan nilai proyek sebesar Rp10.627.334.610.00 yang terletak di Jalan Tegal Asri No 13, Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Yang dianalisis menggunakaan metode kualitatif pada identifikasi risiko, penilaian risiko dan mitigasi risiko yang diklasifikasikan sesuai dengan skala penilaian risiko untuk tingkat frekuensi dan kriteria dampak. Dari hasi penelitian didapatkan risiko yang teridentifikasi sebanyak 20 risiko. Dari 20 risiko yang teridentifikasi terdapat 10 risiko yang memiliki katagori dominan (major risk) pada pekerjaan persiapan dan pengukuran lapangan nilai risiko sebesar :12, Pelaksanaan Penggalian Untuk Lantai Basement memiliki nilai risiko sebesar: 09, Pelaksanaaan Pekerjaan Struktur Utama Bangunan Dan Pekerjaan Arsitektural memiliki nilai risiko sebesar : 06, Sumber Daya Manusia memiliki nilai risiko sebesar: 09 dan Keselamatan kerja memiliki nilai risiko sebesar: 09 Tindakan mitigasi yang dilakukan adalah: kontraktor harus mempersiapkan metode pelaksanaan cadangan, apabila pelaksanaan tidak berjalan sesuai dengan rencana awal, melakukan survei bersama konsultan, kontraktor dan owner terkait permasalahan yang terjadi dilapangan, melakukan rapat koordinasi setiap minngunya untuk membahas kendala yang terjadi, mengecek BQ mengenai spesifikasi yang diajukan ke owner, menambah truck untuk mengangkut tanah galian, menyediakan alat P3K, penempatan rambu- rambu pada area yang berbahaya

    ANALISIS KINERJA KONSULTAN PENGAWAS KONSTRUKSI DALAM PELAKSANAAN PROYEK GEDUNG PUSKESMAS DI KABUPATEN TABANAN

    Get PDF
    Konsultan pengawas merupakan badan usaha yang bergerak di bidang pengawasan pelaksana konstruksi yang berfungsi sebagai wakil atau mediator dari pemilik proyek. Konsultan pengawas bertugas dalam menjalankan komunikasi, konsultasi, kontrol dan pengendalian dengan pihak kontraktor. Dengan adanya konsultan pengawas pada pelaksanaan proyek diharapkan mampu memberikan pengawasan dan kontrol terhadap pelaksanaan SDM, alat, material, biaya, waktu, mutu, dan K3. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang analisis kinerja konsultan pengawas konstruksi dalam pelaksanaan proyek gedung Puskesmas di Kabupaten Tabanan. Metode analisis dilakukan terhadap jawaban dari kuesioner yang telah dilakukan tabulasi dengan tahapan check list, rating scale, dan deskripsi kualitatif. Dalam hasil pembahasan, bahwa konsultan pengawas sudah memiliki kinerja konsultan pengawas yang sangat baik, karena memperoleh nilai persentase sebesar 91,26%. Hasil analisis menunjukkan, kriteria utama dari kinerja Konsultan Pengawas pada kegiatan proyek gedung Puskesmas di Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan adalah faktor mutu, dengan skor nilai tertinggi sebesar 4.33. Nilai 4.33 bermakna, bahwa tingkat kinerja konsultan pengawas dalam pengawasan dan pengendalian mutu sangat baik khususnya dari segi pengawasan dan pengendalian material dan metode kerja. Dari segi pengawasan dan pengendalian material, konsulan pengawas melakukan pengecekan mutu material sesuai sepesifikasi yang telah ditentukan, dan dari segi metode pelaksanaan pekerjaan konsultan pengawas melakukan pemeriksaan terhadap shop drawing/gambar kerja serta pelaksanaan dilapangan yang sudah memenuhi spesifikasi teknis yang diterapkan. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Konsultan Pengawas pada proyek Puskesmas di Kabupaten Tabanan memiliki kinerja sangat baik pada pengawasan dan pengendalian mutu material dan metode pelaksanaan pada kegiatan kontraktor, oleh karena itu dapat disarankan bahwa Konsultan Pengawas harus meningkatkan kinerja pada pengawasan dan pengendalian sumber daya yang lain dalam kegiatan konstruksi gedung

    ANALISIS ZONA SELAMAT SEKOLAH (ZoSS) DI KECAMATAN DENPASAR SELATAN (STUDI KASUS: SDN 5 PEDUNGAN DAN SEKOLAH HARAPAN)

    No full text
    SDN 5 Pedungan and Harapan School are schools in South Denpasar District which already have School Safety Zone (SSZ) facilities. The two schools are traversed by a fairly high traffic volume due to the large number of trip generation centers located along the road such as traders, education, and industry. This study aims to analyze the level of effectiveness of SSZ in both schools through which the traffic volume is quite high compared to other schools. The field survey was carried out by recording the vehicle travel time when crossing ZoSS at a distance of 100 m. The effectiveness level of SSZ was analyzed using Regulation of the Director General of Land Transportation in 2006, 2014, and 2018. The results of the analysis showed that the application of SSZ in South Denpasar District was not effective, the average percentage of vehicles compliant when crossing SSZ for SDN 5 Pedungan was 42.67%, which means that SSZ is quite effective and Hope School is 32.34% which means SSZ is less effective.SDN 5 Pedungan dan Sekolah Harapan merupakan sekolah di Kecamatan Denpasar Selatan yang sudah memiliki fasilitas Zona Selamat Sekolah (ZoSS). Kedua sekolah tersebut dilalui volume lalu lintas yang cukup tinggi karena banyaknya pusat bangkitan pergerakan yang berlokasi disepanjang jalan seperti pedagang, pendidikan dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas ZoSS di kedua sekolah tersebut yang dilalui volume lalu lintas cukup tinggi dibandingkan dengan sekolah lainya. Survey lapangan dilakukan dengan mencatat waktu tempuh kendaraan saat melintasi ZoSS pada jarak 100 m. Tingkat efektivitas ZoSS dianalisa dengan menggunakan Peraturan Direktur Jendral Perhubungan Darat tahun 2006, 2014, dan 2018. Hasil analisis menunjukan bawha penerapan ZoSS di Kecamatan Denpasar Selatan tidak efektif, rata-rata prosentase kendaraan patuh saat melintasi ZoSS untuk SDN 5 Pedungan adalah 42.67% yang artinya ZoSS cukup efektif dan Sekolah Harapan adalah 32.34% yang artinya ZoSS kurang efektif

    PENGARUH FAKTOR PENYEBAB CHANGE ORDER TERHADAP WAKTU PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI KABUPATEN BADUNG

    No full text
    Pada pelaksanaan proyek konstruksi sering terjadi perubahan pekerjaan atau change order. Terjadinya change order pada proyek konstruksi mempengaruhi biaya, waktu dan mutu pekerjaan. Permasalahan yang dikaji pada penelitian ini adalah faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya change order dan berapa besarnya pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap waktu pelaksanaan proyek. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab dominan change order dan seberapa besar pengaruhnya terhadap waktu pelaksanaan. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner terhadap 30 responden yang menjadi sampel penelitian. Analisis dari data yang diperoleh dilakukan dengan analisis pareto, uji statistik, regresi linier sederhana, dan regresi linier berganda. Penyajian hasil analisis dilakukan dengan metode deskripsi, kuantitatif, dan kualitatif. Hasil analisis pareto menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan penyebab change order ialah faktor konstruksi, faktor sumber daya, dan faktor administrasi, dimana faktor konstruksi terdiri dari faktor detail tidak jelas (skor 4,7), faktor ketidaksesuaian gambar dengan keadaan lapangan (skor 4,6), faktor kutipan spesifikasi tidak lengkap (skor 4,4). Untuk faktor sumberdaya terdiri atas faktor keterlambatan pelaksanaan proyek (skor 4,89), dan faktor kurangnya pengalaman kerja (skor 4,8). Sedangkan sub faktor administrasi hanya terdiri atas faktor terhambatnya keuangan kontraktor (skor 4,38). Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa pengaruh faktor penyebab change order pada waktu pelaksanaan konstruksi menghasilkan persamaan  Y = 165,686 + 0,298X1 + 0,881X2 + 0,22X3, dengan faktor korelasi r = 0,694, yang berarti bahwa faktor konstruksi, faktor sumberdaya, dan faktor administrasi memiliki pengaruh signifikan
    corecore