4,787 research outputs found

    Penetapan warisan budaya tak benda Indonesia tahun 2017

    Get PDF
    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya antra lain melakukan pelestarian dan pelindungan karya budaya melalui kegiatan Pencatatan dan Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2017. Buku panduan ini disusun guna memberikan informasi mengenai kegiatan Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2017 yang berisi : Daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang telah ditetapkan tahun 2017; Biodata Tim Ahli Warisan Budaya Takbenda Indonesia dan Narasumber yang terlibat dalam Penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Rundown Acara, Ucapan Terimakasih, dan Susunan Panitia serta hal-hal yang terkait pelaksanaan kegiatan Perayaan dan Penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Takbenda Indonesia Tahun 2017

    ANALISIS PERKEMBANGAN NILAI DAN FUNGSI TARI GELANG DADAS DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT SUKU DAYAK MA’ANYAN

    Get PDF
    Tari Gelang Dadas berangkat dari ritual adat Suku Dayak Ma’anyan dengan tokoh Wadian Dadas. Masyarakat Dayak Ma’anyan mengenal Wadian sebagai seorang pemimpin ritual atau keagamaan, bisa juga diartikan sebagai upacara ritual itu sendiri. Biasanya Wadian Dadas memimpin atau melaksanakan ritual adat Urusan Welum. Ritual dalam siklus kehidupan masyarakat suku Dayak Ma’anyan meliputi, Miempu Numang Wadian, Miempu Nahur Hajat, dan Miempu Buyuk. Miempu Buyuk merupakan upacara ritual pengobatan untuk mengobati penyakit yang bersifat non medis. Seiring berjalannya waktu sekitar tahun 90an, perkembangan Tari Gelang Dadas yang diangkat adalah nilai pada saat berkembang menjadi seni tetapi bukan ritual. Dadas ada dua yang berupa Tanya dan Hiyang. Dan baru-baru ini sekitar tahun 200an keatas ada perkembangan lagi, justru masuk kedalam ranah nada (hiyang) tetapi dimodifikasi yang awalnya sebagai mantra dan dimodifikasi menjadi pesan seperti Riak. Dengan adanya seni pertunjukan atau sanggar-sanggar seni yang berkembang di Barito Timur khususnya, tari Gelang Dadas tidak mengurangi nilai seni didalamnya. Justru itu adalah cara pelestarian untuk tetap mempertahankan nilai budaya yang ada. Fungsi sosial Gelang Dadas adalah identitas. Kenapa identitas sebagai fungsi sosial? Karena pada saat menggunakan Gelang Dadas pada tangan kiri dan kanan maka sudah bisa ditebak jika dia penari Dadas dan akhirnya berdampak pada pandangan sosial. Pada akhirnya Dadas tidak lagi dilihat sebagai Ritual atau orang gaib bahkan seorang tabib, pandangan sosial sekarang melihat Dadas sebagai seni budaya

    PROSES KREATIF TRANSFORMASI WADIAN DADAS PADA RITUAL PENYEMBUHAN DAYAK MA'ANYAN KE BENTUK KARYA TARI HYANG DADAS

    Get PDF
    Dayak merupakan sebuah julukan kolektif yang diberikan oleh orang barat terhadap suku bangsa pribumi yang menghuni pulau Kalimantan (Borneo). Julukan tersebut terbentuk akibat adanya kesamaan tatanan sosial, aturan norma, adat istiadat, hingga pemukiman yang berbentuk rumah panjang. Dayak Ma'anyan merupakan salah satu sub suku Dayak ot danum tertua yang persebarannya di wilayah tengah dan selatan pulau kalimantan. Sama dengan suku bangsa lainnya, Dayak Ma'anyan juga mempunyai tatanan hidup bermasyarakat, kaidah norma adat, serta kebiasaan mereka sendiri yang sudah terikat dari zaman nenek moyang mereka. Masyarakat suku Dayak Ma'anyan tergolong sebagai masyarakat tradisi lisan, yang mana tradisi lisan pada masyarakat ini menjadi poros utama serta center dalam berkehidupan sosial. Upacara Ritus Balian Dadas merupakan sebuah ritual penyembuhan yang menjadi kebiasaan serta adat yang berkembang di lingkup Dayak Ma'anyan. Sebuah upacara yang mengkaitkan hubungan alam sadar dan alam ghaib menjadikan Ritual Balian Dadas sebagai salah satu cara untuk penyembuhan orang yang sedang sakit.Metode yang dilakukan pada penilitian ini ialah deskriptif kualitatif. Sebuah penelitian yang bersifat naturalistik untuk menangkat fenomena yang terjadi di lingkup sosial bermasyakat. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini ialah peneliti sendiri. adapun sumber data pada penelitian ini ialah seorang kereografer karya tari hyang dadas, dan beberapa penari karya tari sersebut untuk melihat berbagai perspektif yang dapat ditarik simpulannya. Teknik yang digunakan pada penilitian ini ialah observasi, wawancara, serta dokumentasi.Seiring perubahan zaman ritual Balian Dadas dikembang menjadi sebuah karya seni pertunjukan sebagai salah satu bagian promosi parawisata daerah. Hyang Dadas merupakan salah satu contoh bentuk karya tari bersifat pertunjukan yang bercermin dan berimplementasi pada ritual Balian Dadas. Menggunakan penari laki-laki yang bertranformasi memiliki unsur feminisme dalam penyajian karya tari ini, membuat berbagai pandangan/persfektif berbeda, dan mempunyai eksistensi atau fenomenal bagi masyarakat Kalimantan tengah serta beberapa seniman di Indonesia.  Kata Kunci: Ritual Penyembuhan, Dayak Ma'anyan, Hyang Dadas

    Intertekstualitas Dalam Tari Gelang Dadas Suku Dayak Ma'anyan Provinsi Kalimantan Tengah

    Get PDF
    Tari Gelang Dadas merupakan tari kreasi yang berasal dari Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Tarian ini terinspirasi dari Ritual Wadian Dadas lebih tepatnya ritual yang dilaksanakan oleh Suku Dayak Ma’anyan dan Lawangan. Dalam proses penggarapan, tarian ini telah mengalami proses transposisi bentuk, nilai sosial dan menghasilkan makna yang baru. Proses ini menciptakan dialog antara teks hipogram Ritual Wadian Dadas, sistem sosial, kepercayaan, cerita rakyat, bahasa dan filosofi Masyarakat Dayak Ma’anyan. Sehingga tarian ini menarik untuk dikaji keberagaman teks yang terjalin di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori intertekstual Julia Kristeva. Pendekatan intertekstual adalah cara melihat suatu teks sebagai mosaik kutipan dari berbagai teks yang melingkupinya. Pendekatan ini diterapkan untuk melihat suatu tarian secara keseluruhan dari unsur intrinsik, hipogram dan unsur ekstrinsik. Melalui proses pemaknaan dengan konsep yang meliputi transposisi, transformasi dan oposisi, serta analisis suprasegmental dan analisis intertekstual. Penggunaan pendekatan ini diharapkan dapat membantu menganalisis intertekstualitas dalam Tari Gelang Dadas. Hasil analisis intertekstualitas menunjukkan bahwa dalam tarian ini terdapat jalinan teks yang saling berdialog dan membentuk makna baru. Teks-teks tersebut merupakan hipogram Ritual Wadian Dadas, nilai sosial, kepercayaan, cerita rakyat, bahasa dan filosofi Masyarakat Dayak Ma’anyan yang berinteraksi dengan teks Tari Gelang Dadas. Seperti pada proses transposisi bentuk dan makna pada Ritual Wadian Dadas menjadi Tari Gelang Dadas, proses transposisi pada peran Wadian Dadas yang direpresentasikan penari dalam Tari Gelang Dadas dan proses transformasi pada politik tubuh Wadian Dadas Upu yang juga memiliki peran sebagai koreografer Tari Gelang. Proses ini menghasilkan ideologeme bahwa tari ini menjadi cerminan semangat seniman lokal di Provinsi Kalimantan Tengah dalam melestarikan dan mempertahankan identitas budaya mereka

    Modelo teórico de relaciones entre el sistema de gestión de la calidad y el desempeño organizacional. Efecto dinamizador de la gestión del conocimiento, la satisfacción del cliente y caso industria petrolera venezolana

    Get PDF
    El sistema de gestión de la calidad (SGC) ha alcanzado una posición relevante sobre el desempeño organizacional (DO). Esta relación podría ser dinamizada a través de la acción coadyuvante de la gestión del conocimiento (GC) y la satisfacción del cliente interno (SCI) en la Industria Petrolera Venezolana (IPV). El presente estudio analiza la integración entre los SGC con las dimensiones establecidas en la Norma ISO 9001: 2008. Requisitos y el DO presentado por el compromiso social, cultura y clima organizacional vertientes de la planificación estratégica de la IPV, así como los efectos potenciadores de las dimensiones que componen el constructo GC: aprendizaje organizacional, organización de aprendizaje y conocimiento de la organización junto con la SCI basado en la Calidad del servicio ejercen sobre la misma. La revisión teórica indica que el SGC, la GC y SCI, son elementos fundamentales, que aseguran una mejora de los resultados organizacionales en la industria petrolera venezolana

    CONSTRANGIMENTOS NO DESENVOLVIMENTO DA AGRICULTURA NO CORREDOR DO RIO DANDE: O CASO DE SANTA BOLEA-TARI , BENGO, ANGOLA

    Get PDF
    A região do corredor do rio Dande, na província do Bengo, apresenta problemas de vária ordem nas suas áreas rurais, que vão desde as infraestruturas, transportes, saúde, educação, até ao problema de existência de uma agricultura rudimentar. A melhoria das condições de vida das populações rurais passa por uma intervenção integrada de promoção do desenvolvimento rural. O presente trabalho teve como objectivo identificar os principais constrangimentos no desenvolvimento da agricultura no corredor do rio Dande, caso do município com o mesmo nome, e propor estratégias para ultrapassar os constrangimentos, contribuindo para a redução da pobreza e aumento do desenvolvimento económico e bem-estar das populações. O trabalho foi desenvolvido utilizando a recolha de dados primários através de inquéritos por questionário e também a recolha de dados secundários. Os resultados permitiram caracterizar os agricultores e a família, os recursos agrícolas e a agricultura, o rendimento, as ligações ao mercado e ainda os apoios à produção agrícola. Da análise dos resultados, concluiu-se que as dificuldades no desenvolvimento da agricultura na região são sobretudo da responsabilidade do fraco investimento tecnológico e da inexistência de infraestruturas capazes de fazer face a esse desiderato

    Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan: seni budaya seni tari SMA kelompok kompetensi A

    Get PDF
    Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Seni Budaya Seni Tari SMA yang telah terintegrasi penguatan pendidikan karakter Kelompok Kompetensi A ini terdapat dua kompetensi, yaitu pedagogi dan profesional. Kompetensi pedagogi berisikan materi tentang karakteristik peserta didik, yang meliputi penjelasan tentang berbagai karakteristik belajar peserta didik, jenis kecerdasan peserta didik, permasalahan kesulitan belajar peserta didik, dan mengelola alur pembelajaran saintifik. Kompetensi profesional berisikan materi tentang pengetahuan seni tari, yang meliputi penjelasan tentang pengertian seni tari (pengertian kebudayaan, kesenian dan tari, serta definisi tari); seni tari berdasarkan unsur gerak, fungsi, bentuk, dan cara penyajiannya; dan seni tari berdasarkan konsep garapan (tari berdasarkan konsep garapan, tema, dan jenisnya)

    O Que Atrai Alunos para Cursos de Graduação em Administração?

    Get PDF
    Este estudo faz parte de um projeto de dissertação que está sendo desenvolvido por um dos autores desta pesquisa. O tema central deste trabalho é a atração de alunos para cursos de graduação em administração. Em virtude da abertura do mercado educacional, proporcionada pela LDB de 1996, este mercado tem se tornado cada vez mais competitivo. Cada vez mais estratégias de marketing tem sido usadas para atrair, satisfazer e manter estudantes nas instituições de ensino superior (IES) que oferecem a graduação em administração, pois este curso vem apresentando crescimento superior a sua demanda após a citada LDB. Esta pesquisa visou identificar os fatores que atraíram estudantes para cursos de graduação em administração em duas IES, uma de Joinville/SC e outra de Blumenau/SC, realizando-se uma pesquisa descritiva quantitativa transversal com alunos recém entrantes nestas IES (estudantes de primeiro ano ou semestre). Para a coleta dos dados junto a população-alvo identificada, utilizou-se um questionário com sete perguntas predominantemente fechadas e 42 afirmações baseadas no escalograma de Likert. Foi calculada a amostra, que mostrou serem necessárias 268 pesquisas. Com a aplicação da pesquisa, chegou-se a diversos resultados. Entre eles, pode-se caracterizar os alunos entrantes na graduação em administração das IES pesquisadas, bem como pode-se classificar os fatores de atração de alunos para os cursos de administração destas IES. Conclui-se então que o caminho para atrair estudantes passa pela análise dos fatores identificados com chaves para trazer alunos para as instituições em questão

    Resultados a corto y largo plazo de la técnica de evisceración de los cuatro pétalos: de 1 mes a 1 año de seguimiento

    Get PDF
    La pérdida del globo ocular por trauma, enfermedad o secuelas de cirugías previas es frecuente, la técnica quirúrgica utilizada y la colocación del implante, tienen como objetivo la mejoría cosmética de los pacientes. La evisceración es una técnica en la que se realiza el legrado minucioso del contenido ocular, preservando la esclera y los músculos extraoculares, con mínima manipulación del contenido orbitario, lo que a largo plazo permite una mejor movilidad del muñón y menor atrofia de los tejidos perioculares. La evisceración fue introducida en 1817 por Bear,1 Mules en 1885, mejoró el resultado cosmético post evisceración colocando una esfera de vidrio dentro de la esclera para adicionar volumen y soporte. En 1887, Frost reportó una serie de pacientes que desarrollaron oftalmía simpática post evisceración y el temor por esta complicación hizo que la técnica casi fuera abandonada. Se ha debatido ampliamente sobre los beneficios de la evisceración sobre la enucleación entre ellos se incluyen, mayor facilidad de la cirugía, mejor estabilidad, así como ventajas cosméticas y de motilidad. En este estudio, se describe la experiencia con 30 pacientes a quienes se les realizó la técnica de evisceración de los cuatro pétalos, con la colocación de un implante de metacrilato de metilo en la cavidad escleral, con buenos resultados cosméticos y funcionales así como mínimas complicaciones a corto y largo plaz
    corecore