2,157 research outputs found
Penerapan Metode Hot Fit Dalam Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Di RSUD Jombang
Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS) merupakan aplikasi berbasis komputerisasi yang dikembangkan untuk manajemen data rekam medis. Penerapan SIMRS di RSUD Kabupaten Jombang masih ditemukan kendala antara lain terdapat user yang kesulitan menggunakan SIMRS, pemahaman yang kurang tentang SIMRS, sumber daya yang terbatas, kurangnya dukungan pimpinan, serta penggunaan SIMRS yang belum memanfaatkan data terpusat.Tujuan penelitian ini untuk menggamba kan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efektivitas penerapan SIMRS dengan menggunakan model evaluasi Human-Organization-Technology (HOT) Fit. Jenis penelitian yng digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah pengguna (user) aplikasi SIMRS di RSUD kabupaten Jombang, dengan sampel yaitu total populasi sebanyak 64 orang. Hasil penelitian dengan korelasi menunjukkan ada hubungan ketersediaan fasilitas dan kualitas informasi dengan efektivitas penerapan SIMRS dan tidak ada hubungan kapabilitas personal, efektivitas pelatihan, dukungan manajemen puncak, dukungan rekan kerja, dan kualitas sistem dengan efektivitas penerapan SIMRS.Hasil penelitian dengan analisis regresi linier sederhana menunjukkan ada pengaruh ketersediaan fasilitas terhadap efektivitas penerapan SIMRS sebesar 33,5%. Saran yang diberikan yaitu pengkajian ulang terhadap rancangan aplikasi SIMRS, monitoring dan evaluasi terkait ketersediaan sumber daya manusia dan fasilitas di RSUD Jombang, feedback dari user terkait dengan aplikasi SIMRS, dan pengoptimalan dukungan manajemen puncak dalam evaluasi penerapan SIMRS
Perencanaan Information Technology Problem Management Berdasarkan Itil V3 Pada RSU Haji Surabaya
RSU Haji Surabaya is a public hospital located in Manyar Kertoadi Street Surabaya of East Java Province Goverment. In the process of defining and grouping there are a lack in doing the steps of definition and grouping. The process of observing and diagnosing problems, inaccuracies in reducing or eliminating the impact of an error problem. The process of resolving the problem is not there is a solution that do if there damage over and over. The process of making management of the problem after done repair did prevention what can be done in order to avoid a similiar problem. So that the impact there is no clarity in doing management of the problem.In the process of repair the document planning, used the standart or best practice Infromation Technology Infrastructure Library (ITIL) Version 3 (V3) about Service Operation, especially related to the process of the Problem Management. The main focus on the problem management was chosen because it is an activity that is conducted to find out the cause of the problem, problem complete, reduce the risk, and avoid a recurrence of the same problem back on the installation SIMRS.The result of this research were obtained planning document IT problem management 8 Standart Operational Procedure (SOP), 9 (IK) Work Instructions and Work Record 22 (RK)
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
Rumah sakit sebagai suatu lembaga yang menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat, dalam pengelolaannya terdapat banyak data dan informasi yang mengalir selama proses pelayanannya. Untuk memastikan bahwa data dapat diolah dengan baik sehingga menghasilkan informasi yang berguna, tepat dan akurat serta dapat diakses oleh semua pihak yang terlibat dalam penyediaan layanan kesehatan yang baik, dibutuhkan bantuan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang dikenal dengan sistem informasi rumah sakit. Paper ini membahas tentang apa manfaat serta peran sistem informasi rumah sakit dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Paper ini diharapkan juga dapat memberikan masukan bagi semua pemangku kepentingan (stake holder) rumah sakit seperti: pengelola rumah sakit, dokter, para medis, pasien pencari jasa rumah sakit, serta pemerintah tentang pentingnya pembangunan sistem informasi untuk membantu peningkatan kualitas layanan kesehatan
Perancangan Enterprise Architecture dengan Framework TOGAF ADM pada Rumah Sakit Umum di Cimahi
RSU di Cimahi telah menggunakan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang dapat mendukung otomasi dan integrasi proses bisnis rumah sakit seperti administrasi, logistik dan farmasi, kasir, rekam medis, dan penunjang medis. Terdapat beberapa fungsi sistem informasi yang sering mengalami gangguan dan beberapa fungsi yang ada tidak sesuai dengan kebutuhan user sehingga mengakibatkan proses bisnis tersebut terganggu. Tidak adanya perencanaan pengembangan sistem informasi yang matang menjadi faktor utama penyebab munculnya permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merancang arsitektur bisnis, arsitektur data, arsitektur aplikasi, dan arsitektur teknologi dengan menggunakan metode TOGAF ADM sehingga akan menghasilkan dokumen cetak biru arsitektur sistem informasi dalam mengembangkan sistem informasi untuk mendukung kebutuhan organisasi di RSU tersebut
Analisis Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik Menggunakan DOQ-IT di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung
Latar Belakang: Penilaian kesiapan sebelum penerapan rekam medis elektronik (RME) penting dilakukan, untuk optimalisasi penerapan RME. RSUD Dr.H. Abdul Moeloek sudah menerapkan SIMRS. Hal ini membuka kesempatan untuk pengembangan sistem informasinya dengan implementasi RME. Untuk itu diperlukan analisa kesiapan penerapan RME secara menyeluruh.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam kepada pengambil keputusan dan pengguna RME di instalasi rawat jalan, observasi, dan telaah dokumen. Analisa kesiapan menggunakan EHR Readiness Starter Assessment dari DOQ-IT.Hasil: Kesiapan sumber daya manusia untuk penerapan RME di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek berada pada range I, mengindikasikan belum ada pemahaman yang kuat tentang RME dan manfaatnya. Sumber daya manusia dibidang teknologi informasi masih sangat kurang, dan sebagian besar petugas belum memiliki pengetahuan mengenai RME. Budaya kerja organisasi berada pada range II, mengindikasikan bahwa telah ada pemahaman akan adanya Perubahan budaya kerja organisasi bila RME diterapkan. Ada kecenderungan untuk menerima dan mendukung apabila RME di aplikasikan. Tata kelola dan kepemimpinan berada pada range II, mengindikasikan bahwa telah ada pemahaman tentang nilai RME terkait strategi dan dukungan manajemen TI. Pengambil keputusan berkomitmen terhadap penerapan RME. Infrastruktur berada pada range III, mengindikasikan bahwa kapasitas teknologi informasi cukup kuat dan kemungkinan untuk berhasil dalam adopsi RME cukup tinggi. Kesimpulan: Secara keseluruhan, kesiapan untuk penerapan RME berada pada range II. Ini menunjukkan bahwa RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Cukup Siap untuk Penerapan Rekam Medis Elektronik
Pengembangan Sistem Informasi sebagai Pendukung Asuhan Gizi Rawat Inap di Instalasi Gizi RSU PKU Muhammadiyah Bantul DIY
Universitas Diponegoro
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat
Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan
2014
ABSTRAK
Rinda Nurul Karimah
Pengembangan Sistem Informasi sebagai Pendukung Asuhan Gizi Rawat Inap di Instalasi Gizi RSU PKU Muhammadiyah Bantul DIY
xv + 103 halaman + 7 tabel + 12 lampiran
Berdasarkan pedoman gizi rumah sakit, asuhan gizi rawat inap harus disesuaikan dengan kondisi pasien yaitu keadaan klinis, status gizi dan metabolisme. Beban kerja ahli gizi di RSU PKU Muhammadiyah Bantul besar karena penghitungan kebutuhan gizi masih dilakukan secara manual. Selain itu data yang dibutuhkan tersebar di beberapa ruang. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi agar pengelolaan data untuk asuhan gizi rawat inap dilakukan secara sistematis dan berdasarkan kebutuhan.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif digunakan untuk proses identifikasi pada setiap tahap dalam pengembangan sistem informasi. Metode kuantitatif digunakan untuk menilai kualitas informasi sebelum dan sesudah pengembangan sistem informasi dengan desain penelitian pra experimental. Pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam, sedangkan pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan memberikan kuesioner. Objek penelitian adalah sistem informasi pada instalasi gizi RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Subjek penelitian adalah 4 orang ahli gizi sebagai informan utama serta kepala SIMRS dan kepala instalasi rekam medis sebagai informan triangulasi.
Penelitian ini menghasilkan basis data dalam sistem informasi instalasi gizi yang meliputi : data kajian keperawatan, data ahli gizi, data laboratorium, radiologi, info diet, dan data rekam medis pasien. Proses yang terjadi adalah pengintegrasian data dari berbagai sumber menjadi suatu basis data. Output yang dihasilkan berupa laporan status gizi pasien dan kebutuhan gizinya. Setelah pengembangan sistem informasi, kualitas informasi meningkat dalam aspek kemudahan akses dari 65% menjadi 80%, keakuratan dari 52,5% menjadi 80%, ketepatan waktu dari 50% menjadi 80%, kelengkapan dari 57,5% menjadi 76,25%, fleksibilitas dari 50% menjadi 66,25%, dan kejelasan dari 45% menjadi 75%.
Disarankan mengembangkan sistem informasi gizi lebih lanjut untuk menghasilkan formulir lembar asuhan gizi beserta saran diet. Selain itu penambahan kapasitas server dan pengembangan sistem lebih mengacu pada kebutuhan pengguna.
Kata kunci : asuhan gizi, pengembangan, sistem informasi, pedoman gizi rumah sakit.
Referensi : 43(1991-2014)
Diponegoro University
Faculty of Public Health
Master’s Program in Public Health
Majoring in Health Management Information System
2014
ABSTRACT
Rinda Nurul Karimah
Development of Information System to Support Nutritional Care of Inpatient at Nutrition Installation at PKU Muhammadiyah Hospital in Bantul in Yogyakarta
xv + 103 pages + 7 tables + 12 enclosures
Based on nutritional guidelines for hospital, nutritional care of inpatient must be adjusted with condition of a patient, namely clinical condition, nutritional status, and metabolism. Nutritionists at PKU Muhammadiyah Hospital in Bantul had a big workload because they had to calculate the need of nutrition manually and collected data in some rooms. This research aimed to develop information system in order to manage data of nutritional care of inpatient systematically based on necessities.
This was qualitative and quantitative research. A qualitative method was used to identify a process of each step in developing information system. In contrast, a quantitative method was used to assess a quality of information between before and after development of information system with pre-experimental design. Qualitative data were collected using in-depth interview. Meanwhile, quantitative data were collected using a questionnaire. The object of this research was information system at nutrition installation of PKU Muhammadiyah in Bantul. The subject of this research was 4 nutritionists as main informants. In addition, informants for triangulation purpose consisted of head of SIMRS and head of medical record installation.
This research resulted data basis in information system at nutrition installation encompassed: data of a nursing study, data of nutritionist, data of laboratory, radiology, dietary info, and data of patient’s medical record. As a process, data were integrated from various sources and resulted data basis. Furthermore, resulted output was a report of nutritional status of a patient and nutritional needs. After developing the information system, the quality of information had been improved in terms of the aspects of: easiness to access from 65% to 80%, accuracy from 52.5% to 80%, timeliness from 50% to 80%, completeness from 57.5% to 76.25%, flexibility from 50% to 66.25%, and clarity from 45% to 75%.
As suggestions, the information system needs to be further developed to result a form of nutritional care and dietary suggestions. In addition, server capacity needs to be added and development of the system needs to refer to user’s necessity.
.
Key Words : Nutritional Care, Development, Information System, Nutritional
Guidelines for a Hospital
Bibliography : 43 (1991-2014)
l DI
Evaluasi Kinerja Sistem Informasi Manajemen di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta Berdasarkan Aspek Persepsi Pengguna
Universitas Diponegoro
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat
Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen Kesehatan
2015
ABSTRAK
Novita Yuliani
Evaluasi Kinerja Sistem Informasi Manajemen di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta Berdasarkan Aspek Persepsi Pengguna
xv + 104 halaman + 19 tabel + 3 gambar + 23 lampiran
Sistem informasi rumah sakit (hospital information system /HIS) turut berkembang seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Surakarta pada tahun 2013 telah mengaplikasikan SIMRS berbasis komputer, yang awalnya sistem pelaporannya masih manual.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif evaluatif dengan pendekatan cross sectional, instrumen penelitian ini dengan menggunakan kuesioner. Metode evaluasi sistem informasi yang ada di BBKPM Surakarta adalah menggunakan metode PIECES yang dari Performance, Information/Data, Economic, Control/Security, Efficiency, Service.
Hasil penelitian ini adalah, persepsi pengguna berdasarkan aspek performace dikategorikan persepsi baik47,5% dan persepsi kurang baik 52,5%, aspek informasi dikategorikan baik 50% dan kurang baik 50%, aspek ekonomi dikategorikan persepsi baik 60% dan persepsi kurang baik 40%, aspek kontrol dikategorikan persepsi baik 47,5% dan persepsi persepsi kurang baik 52,5%%, serta aspek efisiensi dikategorikan persepsi baik 47,5% dan persepsi kurang baik 52,5%, kemudian aspek servis dikategorikan persepsi baik 60% dan persepsi kurang baik 40%.
Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa persepsi pengguna berdasarkan aspek secara keseluruhan (aspek performance, informasi, ekonomi, kontrol, efisiensi, dan servis) yaitu dikategorikan baik 52,08% dan kurang baik 47,92%. Saran untuk Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta adalah perlu adanya pembenahan dalam aspek performan dan kontrol serta melibatkan user dalam pengembangan sistem informasi. Pembenahan aspek efisiensi dan pelatihan menggunakan sistem informasi manajemen rumah sakit.
Kata Kunci : Kinerja, sistem informasi, persepsi pengguna, metode PIECES
Pustaka : 27 (1994-2013)
Diponegoro University
Faculty of Public Health
Master’s Program in Public Health
Majoring in Health Management Information System
2015
ABSTRACT
Novita Yuliani
Performance Evaluation of Management Information System at Council of Public Lung Health in Surakarta based upon Aspect of User’s Perception
xv + 104 pages + 19 tables + 3 figures + 23 enclosures
Hospital information system (HIS) developed together with information technology. Council of Public Lung Health in Surakarta in 2013 had applied HIS based on computer, previously done manually.
This was descriptive-evaluative study with cross sectional approach. Research instrument used a questionnaire. Evaluation method of information system available at Council of Public Lung Health in Surakarta was PIECES (Performance, Information/Data, Economic, Control/Security, Efficiency, and Service).
The results of this research showed that in terms of the aspect of performance, users had good perception (47.5%) and bad perception (52.5%); aspect of information, users had good perception (50%) and bad perception (50%); aspect of economic, users had good perception (60%) and bad perception (40%); aspect of control, users had good perception (47.5%) and bad perception (52.5%); aspect of efficiency, users had good perception (47.5%) and bad perception (52.5%); and for aspect of service, users had good perception (60%) and bad perception (40%).
In conclusion, users’ perceptions of all measured aspects (performance, information, economic, control, efficiency, and service) were categorised as good (52.08%) and bad (47.92%). As suggestions, the Council needs to improve the aspects of performance and control that involves users in development of information system. In addition, improvement of efficiency aspect and training uses HIS.
Key Words : Performance, Information System, Users’ Perceptions, PIECES
method
Bibliography : 27 (1994-2013
Aplikasi Pemesanan Makanan Pasien Rawat Inap Berbasis Desktop di RSUD DR. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi
RSUD DR. R. Soedjati Soemodiardjo is a local public hospital in Purwodadi Grobogan. Every day the hospital provides food with manual ordering system. Every day the nurses come spatial patient hospitalization, record the data kemudiaan data is sent to the office of nutrition. This nutrition office is responsible for receiving patient order data, recording it, and then making the recapitulation based on order data. This poses a problem because the use of paper to record patient data in every room of course is too much, not to mention the distance of office and nutrition office far apart and the process of recapitulation of data that takes a long time. Based on the problems made a desktop-based food ordering application that could be an alternative for a nurse and nutritional staff in the patient's food ordering activities every day. The method used in this research is waterfall.This application is created using Visual Basic .net programming language and SQL Server database. Desktop-based food ordering app in RSUD DR.R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi was tested using black box method and gave a statement in form of questionnaire to admin, nurse, and staff as user of application.This app has a feature of ordering food, order recapitulation, change background application, and database connection settings.The result of the co-enactment is carried out that the system is feasible to use with an average Percentage Interpretation of 76%
- …
