9,776 research outputs found
Pengaruh Besaran Kempa Terhadap Sifat Papan Partikel Serutan Kayu
Dalam pengerjaan kayu gmelina dihasilkan banyak limbah serutan. Limbah ini dapat dimanfaat kan sebagai bahan baku produk papan partikel. Dalam penelitian ini dilakukan percobaan pembuatan papan partikel dari serutan gmelina dengan variasi tekanan. Perekat yang digunakan adalah urea formaldehida (UF) cair, dengan tekanan kempa bervariasi yaitu 15 kg/cm2, 20 kg/cm2dan 25 kg/cm2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa papan partikel serutan kayu termasuk papan partikel berkerapatan sedang, yaitu rata-rata 0,67 g/cm3. Sifat fisis mekanis papan partikel serutan kayu yang memenuhi standar Indonesia dan Jepang adalah kerapatan, kadar air, pengembangan tebal dan keteguhan patah. Namun demikian yang memenuhi standar FAO adalah kerapatan dan pengembangan tebal. Terdapat kecenderungan makin tinggi tekanan kempa makin baik sifat papan partikel, meskipun secara statistik tekanan kempa tidak berpengaruh nyata terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel serutan kayu
Pengaruh Kadar Perekat Terhadap Sifat Papan Partikel Ampas Tebu
Papan partikel adalah salah satu jenis produk kayu rekonstitusi, pembuatannya masih bertumpu pada bahan kayu konvensional dari hutan alam, yang keberadaanya telah terbatas dan langka. Sebagai akibatnya, penggunaan kayu alternatif atau bahan berserat ligno-selulosa lain patut mendapat pertimbangan, karena potensinya melimpah dan masih belum banyak digunakan, seperti ampas tebu (bagasse) limbah pabrik gula. Penelitan pembuatan papan partikel menggunakan partikel ampas tebu dengan perekat urea-formaldehida (UF) bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar perekat terhadap sifat fisis dan mekanis dari papan partikel yang dihasilkan. Ukuran papan partikel yang dibuat adalah 30 cm x 30 cm x 1 cm dengan target kerapatan 0,60 g/cm3.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar UF berpengaruh terhadap pengembangan tebal, penyerapan air, dan meningkatkan modulus patah, modulus elastisitas dan kuat cabut sekrup, tetapi tidak mengakibatkan Perubahan terhadap kerapatan, kadar air dan keteguhan rekat. Kadar air dan modulus patah papan partikel yang memenuhi standar Indonesia, standar Jepang dan standar FAO baik secara parsial atau keseluruhan. Berdasarkan nilai kerapatan, papan partikel hasil percobaan ini lebih cocok untuk digunakan sebagai penyekat ruangan dan daun meja berangka. Papan partikel yang berprospek adalah yang menggunakan perekat UF kadar 8%.
Kata kunci : Papan partikel, ampas tebu, perekat UF, sifat fisis dan mekanis, standa
Sifat Papan Partikel Dari Kulit Pohon Galam (Melaleuca Leucadendra) Dengan Perekat Urea Formaldehida
Kayu galam (Melaleuca leucadendra L.) secara tradisional telah digunakan untuk bahan bangunan, arang, dan kayu bakar. Saat ini, limbah kulit kayu galam belum dimanfaatkan oleh masyarakat, ditumpuk, atau dibakar. Kulit kayu gelam ini berpotensi untuk digunakan sebagai bahan pembuatan papan partikel. Tulisan ini mempelajari sifat-sifat papan partikel dari kulit kayu galam. Kulit kayu galam dengan potongan 2 x 4 x 6 cm dibuat papan partikel dengan perekat Urea Formaldehida (UF) dengan tiga variasi besaran yaitu 11%, 13%, dan 15% dari berat bahan. Campuran kulit kayu galam dan perekat UF ditekan secara hidrolik pada suhu 110 - 1200C dengan tekanan 15 kg/cm2 selama 15 menit sebelum dikeringanginkan. Pengujian sifat fisis dan mekanis papan partikel dilakukan berdasarkan Standar Nasional Indonesia Nomor 03-2105-2006. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air papan partikel antara 9,50 - 12,30%, dan pengembangan tebal antara 2 - 11,35%. Kerapatan papan partikel antara 0,68 - 0,77 g/cm3, keteguhan lentur 2041,98 - 11210,91 kg/cm2, keteguhan patah antara 40,49 -104,23 kg/cm2, keteguhan cabut sekrup 44 - 84 kg, dan keteguhan rekat internal antara 0,27 - 0,65 kg/cm2. Berdasarkan sifat mekanisnya, papan partikel yang terbuat dari kulit galam dengan 15% perekat UF memenuhi persyaratan produk papan partikel SNI.03-2105-2006
SIFAT FISIK DAN MEKANIS PAPAN PARTIKEL TANPA PEREKAT DARI KAYU KEMIRI PADA KADAR OKSIDATOR YANG BERVARIASI
Penelitian ini ditujukan untuk menentukan kadar oksidator optimal dalam pembuatan papan partikel tanpa perekat dengan menggunakan perlakuan oksidasi. Bahan baku yang digunakan adalah partikel kayu kemiri (Aleurites moluccana) dengan ukuran lolos saringan 10 mesh. Partikel dalam kondisi kering udara dioksidasi dengan hidrogen peroksida dengan kadar yang bervariasi yaitu 5%, 10%, 15%, 20% berdasarkan berat kering partikel dan fero sulfat dengan kadar 5% dan 7,5% berdasarkan berat hidrogen peroksida. Papan dibuat dengan ukuran 30 cm x 30 cm x 0,7 cm dengan kerapatan sasaran 0,75 g cm-3. Pengujian papan dilakukan dengan merujuk pada Japanese Industrial Standard (JIS) A 5908 2003. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar hidrogen peroksida menghasilkan papan partikel dengan stabilitas dimensi dan sifat mekanis yang semakin baik. Akan tetapi peningkatan kadar fero sulfat tidak berpengaruh secara signifikan pada perbaikan sifat fisik dan mekanis papan partikel. Papan partikel yang memiliki karakterisitik terbaik adalah papan partikel yang dibuat dengan perlakuan oksidasi menggunakan 20% hidrogen peroksida dan 7,5% fero sulfat. Stabilitas dimensi dan sifat mekanis papan partikel tanpa perekat tersebut memenuhi JIS A 5908 2003
Peningkatan Mutu Papan Partikel Melalui Peningkatan Kadar Perekat
Penelitian pemanfaatan ampas tebu hasil limbah pabrik gula untuk dibuat papan partikel dengan menggunakan perekat Urea Formaldehida (UF) sampai dengan kadar 10%, hasilnya menunjukkan masih banyak sifat fisis dan mekanis yang belum memenuhi persyaratan standar Indonesia. Dalam upaya meningkatkan mutu papan partikel, telah dilakukan penelitian lanjutan dengan menaikkan kadar perekat UF yang digunakan menjadi 12% dan 14%. Hasilnya menunjukkan bahwa papan partikel memiliki mutu lebih baik. Semua sifat papan partikel memenuhi standar Indonesia, standar Jepang dan standar FAO, kecuali pengembangan tebal dan MOE belum memenuhi standar. Terdapat kecenderungan makin tinggi kadar perekat makin baik kualitas papan partikel, meskipun secara statistik kadar perekat tidak berpengaruh nyata terhadap sifat papan partikel, kecuali pada modulus elastisitas
Sifat Papan Partikel Dari Kayu Kulit Manis (Cinnamomum Burmanii Bl)
Kayu kulit manis (Cinnamomum burmannii BL) merupakan salah satu komoditas potensial untuk dikembangkan. Kulit kayunya memiliki bau yang khas, banyak digunakan untuk berbagai keperluan, seperti penyedap rasa makanan atau kue. Bagian batang kulit manis tersebut berupa kayu belum dimanfaatkan optimal selain untuk kayu bakar. Pada proses pengolahan dolok kulit manis menjadi kayu gergajian dihasilkan limbah berupa serbuk dan slab yang dapat dijadikan serpih sebagai bahan baku pembuatan papan partikel. Penelitian untuk mengetahui sifat papan partikel yang dibuat dari limbah tersebut dilakukan dengan cara; partikel kulit manis baik dalam bentuk serbuk gergaji atau serpih, masing-masing dikeringkan dalam oven pada suhu 70 - 90 C sampai mencapai kadar air sekitar 5%, kemudian dicampur dengan serbuk gergaji (sebagai partikel halus) atau terdiri hanya dari partikel saja atau serpih (sebagai partikel kasar), lalu dicetak menjadi lembaran papan partikel menggunakan perekat urea formaldehida (UF), dikempa panas selama 10 menit pada suhu 140 C dengan tekanan 25 kg/cm2. Papan partikel yang dibuat berukuran 30 cm x 30 cmx 1,5 cm dengan kerapatan target masing-masing 0,6, 0,7 dan 0,8 g/cm3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air, kerapatan, pengembangan tebal, keteguhan lentur, keteguhan rekat internal dan kuat memegang sekrup papan partikel yang dihasilkan sudah memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia, kecuali untuk kerapatan 0,6 g/cm3dan 0,7 g/cm3yang dibuat dari campuran serpih dan serbuk gergaji
Pengaruh Kadar Perekat terhadap Sifat Papan Partikel Bambu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar perekat terhadap sifat papan partikel bambu. Bambu yang digunakan adalah bambu betung (Dendrocalamus asper), sedangkan perekatnya adalah urea formaldehida (UF) cair. Bentuk partikel bambu yang digunakan adalah untai. Papan partikel bambu sekala laboratorium dibuat dengan target kerapatan 0,70 g/cm3 dengan kadar perekat bervariasi yaitu 8, 9, 10, 11 dan 12% dari berat kering partikel bambu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisis dan mekanis papan partikel bambu sangat dipengaruhi oleh kadar perekat yang digunakan. Semakin tinggi kadar perekat semakin baik sifat papan partikel bambu yang dihasilkan. Penggunaan kadar perekat minimum 11% dari berat kering partikel bambu menghasilkan papan partikel bambu yang cukup kuat dan stabil serta memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia
Sifat Papan Partikel Daur Ulang Rendah Emisi Formaldehida
Emisi formaldehida dan sifat fisis-mekanis dari papan partikel yang direkat dengan urea formaldehida (UF) dapat mengganggu kesehatan, terutama jika digunakan di dalam ruangan dengan ventilasi terbatas. Untuk mengurangi emisi formaldehida, dapat digunakan suatu adsorben ke dalam perekatnya. Dalam tulisan ini diuraikan pengaruh penggunaan arang aktif dalam campuran perekat urea formaldehida terhadap emisi formaldehida dan sifat fisis-mekanis papan partikel daur ulang serta aspek ekonominya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian arang aktif mempengaruhi emisi formaldehida dan sifat fisis-mekanis papan partikel. Aplikasi arang aktif sebanyak 3% pada perekat urea formaldehida mampu mengurangi emisi formaldehida dan meningkatkan sifat fisis-mekanis papan partikel serta memenuhi persyaratan standar Indonesia dan Jepang, dan layak secara finansial
Variasi Komposisi Kerapatan Partikel Dan Jumlah Perekat Terhadap Karakteristik Papan Komposit Limbah Kayu Aren – Serbuk Gergaji
Tujuan dari penelitian ini untuk memanfaatkan limbah kulit kayu pohon aren dari sisa buangan industri tepung aren sebagai finir pada lapisan papan partikel sehingga diperoleh papan komposit yang berkualitas. Panel papan komposit dibuat dari papan partikel dari serbuk gergaji kayu sengon dilapisi finir aren (tabal 5mm) melalui jalur pengempaan panas mengunakan perekat urea formaldehida (UF) jenis UA-140L. Papan komposit dibuat dengan variasi jumlah partikel 0,6 ; 0,8; dan 1,0 g/cm3 dengan variasi jumlah perekat 10%, 15%, dan 20%. Untuk pelapisan finir pada papan partikel menjadi papan komposit menggunakan jumlah perekat terlabur 50 MDGL. Parameter pengujian penelitian ini adalah sifat físika (kerapatan, kadar air, penyerapan air, pengembangan tabal, dan penyusutan) dan sifat mekanika (MOR, MOE, tekan, dan tarik geser). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor jumlah perekat dan jumlah serbuk menentukan dan berpengaruh terhadap sifat físika dan mekanika papan komposit. Semakin banyak jumlah perekat akan menaikkan kualitas papan komposit. Diperoleh mutu papan yang paling baik dengan variasi kompoisi jumlah perekat 20% dan kerapatan partikel 1,0 gram/cm3. Upaya pemakaian limbah kulit kayu aren sebagai lapisan finir pada papan partikel disamping dapat meningkatkan kualitas papan secara mekanika juga secara fisika, yaitu tekstur permukaan yang indah. Berdasarkan standar industri, bahwa papan komposit yang dihasilkan dalam penelitian ini masih memenuhi syarat secara fisika dan mekanika
- …
