56,726 research outputs found
Hubungan Keaktifan Mengikuti Kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah dengan Karakter dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X Bidang Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik dan Teknik Pendingin dan Tata Udara SMK Negeri 1 Magelang
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) hubungan antara keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan OSIS dengan karakter siswa Kelas X Bidang Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik dan Teknik Pendingin dan Tata Udara SMK Negeri 1 Magelang, 2) hubungan antara keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan OSIS dengan prestasi belajar siswa Kelas X Bidang Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik dan Teknik Pendingin dan Tata Udara SMK Negeri 1 Magelang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan expost facto. Populasi dalam penelitian ini sekaligus sebagai sampel, yaitu seluruh siswa kelas X bidang keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik dan keahlian Teknik Pendingin dan Tata Udara SMK Negeri 1 Magelang sebanyak 108 siswa. Variabel dalam penelitian ini adalah keaktifan mengikuti kegiatan OSIS sebagai variabel bebas, karakter siswa dan prestasi belajar siswa sebagai variabel terikat. Metode pengumpulan data menggunakan metode angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis regresi dengan bantuan software aplikasi SPSS 17.
Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1) keaktifan siswa kelas X SMK Negeri 1 Magelang tahun ajaran 2011/2012 dalam mengikuti kegiatan OSIS tergolong rendah, 2) karakter siswa kelas X SMK Negeri 1 Magelang tahun ajaran 2011/2012 tergolong rendah, 3) prestasi belajar siswa kelas X SMK Negeri 1 Magelang tahun ajaran 2011/2012 tergolong cukup tinggi, 4) terdapat hubungan antara keaktifan mengikuti kegiatan OSIS dengan karakter siswa. Diperoleh dari hasil analisis regresi dengan nilai t-hitung sebesar 3,503 diterima pada taraf signifikansi 5% dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,104. Persamaan regresi: Y1 = 47,107 + 0,267 X. Persamaan tersebut menunjukkan bahwa keaktifan dalam kegiatan OSIS mempunyai hubungan yang positif dengan karakter siswa, 5) terdapat hubungan antara keaktifan mengikuti kegiatan OSIS dengan prestasi belajar siswa. Diperoleh dari hasil analisis regresi dengan nilai t-hitung sebesar 1,978 diterima pada taraf signifikansi 5% dan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,036. Persamaan regresi: Y2 = 77,330 + 0,041 X. Persamaan tersebut menunjukkan bahwa keaktifan dalam kegiatan OSIS mempunyai hubungan yang positif dengan prestasi belajar siswa
Perilaku Organisasi dan Pendidikan Karakter (Strategi Pengembangan Karakter melalui Keaktifan Berorganisasi Siswa Intra Sekolah di SMA Negeri 7 Surakarta)
Ganda Permata Ardi. NIM K8411031 PERILAKU ORGANISASI DAN PENDIDIKAN KARAKTER (Strategi Pengembangan Karakter Melalui Keaktifan Berorganisasi Siswa Intra Sekolah Di SMA Negeri 7 Surakarta). Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Oktober 2015.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk perilaku berorganisasi yang dijalankan melalui kegiatan OSIS, pemaknaan siswa terhadap keberadaan OSIS dan strategi pendidikan karakter yang melekat pada OSIS sebagai relasi tanda. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 7 Surakarta dengan subyek penelitian pengurus OSIS dan pembina OSIS.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan strategi fenomenologi. Sumber data berasal dari wawancara, dokumentasi dan observasi. Wawancara dilakukan dengan infoman kunci yaitu siswa yang terlibat dalam pengurus OSIS dan informan pendukung adalah pembina OSIS serta Wakasek Kesiswaan. Observasi berkaitan dengan gambaran perilaku berorganisasi di kalangan siswa dan strategi pendidikan karakter di SMA Negeri 7 Surakarta. Studi dokumentasi yang digunakan berkaitan dengan foto kegiatan dalam program kerja OSIS. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan informan dengan cara purposive. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Bentuk perilaku berorganisasi yang dijalankan melalui kegiatan OSIS adalah (a) Perilaku berorganisasi siswa tercermin melalui peran OSIS sebagai penyelenggara kegiatan yang terfragmentasi menjadi deretan kegiatan rutin. (b) Pengurus OSIS memiliki tanggungjawab mekanistik untuk membentuk panitia, mengakomodir acara dan menghimpun dana di setiap ragam kegiatan rutin yang dikerjakan. (2) Pemaknaan siswa terhadap keberadaan OSIS adalah (a) OSIS merupakan alternatif memenuhi kewajiban ekskul. (b) Kegiatan OSIS yang ada pada waktu-waktu tertentu, dijadikan sarana siswa untuk menghindari wajib ekskul. (c) Keikutsertaan siswa sebagai pengurus OSIS hanya sebatas pada keinginan memperluas pergaulan yang aktif dan penuh kegiatan. (3) Strategi pendidikan karakter yang melekat pada OSIS adalah (a) Mengadakan LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) untuk melatih siswa mengenai kepemimpinan dan keorganisasian. (b) Melatih kemandirian dan tanggungjawab pengurus OSIS melalui pembuatan proposal dan LPJ di setiap kegiatan. OSIS sebagai wadah pembinaan generasi muda di lingkungan sekolah seharusnya menyatukan kepingan makna kebangsaan acap kali menjadi simulasi organisasi yang kehilangan esensi. Kegiatan OSIS tidak lagi sekedar mengimplementasikan rasa nasionalisme dan cinta tanah air, melainkan pangkal dari sebuah dinamika kegiatan OSIS menuju kepada era konsumtif. Kelimpahan fakta bahwa OSIS merupakan simulasi organisasi telah mengarahkan keberadaan OSIS kepada sesuatu yang tidak mendalam lagi yang disebut hyperrealitas
Ocean Acidification
The purpose of the lessons is to teach about ocean acidification, its causes and impacts on marine life especially zooplankton, an essential part of marine food webs. Included in the materials is background information on ocean acidification. There are four different activities included in this document. To do all four you should plan on at least two 45 minute periods. The activities define and explain the process of acidification as well as its impacts on shelled organism. The materials can be adapted and used for grades 5-6 and adding more indepth information makes it suitable for middle and high school students. Educational levels: Middle school, High school
PERANAN ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA SMP NEGERI DI KABUPATEN MAGELANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan organisasi siswa intra
sekolah (OSIS) dalam membentuk karakter siswa SMP Negeri di Kabupaten
Magelang. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hambatan OSIS dalam
membentuk karakter siswa SMP Negeri di Kabupaten Magelang.
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri di Kabupaten Magelang yaitu
SMP N 1 Mungkid, SMP N 2 Mertoyudan dan SMP N 1 Dukun pada akhir bulan
Mei sampai dengan bulan Agustus 2013. Jenis penelitian adalah penelitian
deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah
pembina OSIS, siswa pengurus OSIS dan siswa bukan pengurus OSIS yang
ditentukan dengan teknik purposive. Adapun teknik pengumpulan data
menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data
yang digunakan adalah teknik analisis data induktif, dengan langkah-langkah
meliputi pengumpulan data, reduksi data, display data dan pengambilan
kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan peranan OSIS dalam membentuk karakter
siswa SMP Negeri di Kabupaten Magelang. Peranan OSIS dalam membentuk
karakter siswa: (1) sebagai wadah yaitu tempat bagi siswa saling bekerja sama
untuk mencapai tujuan, (2) sebagai penggerak yaitu untuk membantu sekolah
menjalankan kegiatan tertentu dan (3) sebagai sarana menghindarkan siswa untuk
berbuat menyimpang dengan mengikuti kegiatan OSIS. Selain itu peranan OSIS
juga terletak pada peranan pembina OSIS dalam menjalankan kegiatan OSIS
sebagai pembimbing, motivator, pengontrol dan melakukan evaluasi kegiatan.
Kegiatan OSIS tersebut telah dilaksanakan dengan memberikan kesempatan kepada
siswa untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan potensi,
minat dan bakat yang dimiliki oleh siswa, walaupun kegiatan OSIS ini belum
sepenuhnya mampu menarik minat seluruh siswa SMP Negeri di Kabupaten
Magelang. Karakter yang dapat terbentuk melalui OSIS adalah percaya diri, kreatif
dan inovatif, mandiri, bertanggung jawab, menepati janji, berinisiatif, disiplin,
visioner, pengabdian/dedikatif, bersemangat dan demokratis. Hambatan OSIS
dalam membentuk karakter siswa adalah: (1) munculnya pelanggaran yang
dilakukan oleh pengurus OSIS sendiri dan (2) sebagian pengurus OSIS mengeluh
karena sering tertinggal pelajaran di kelas. Upaya dalam mengatasi hambatan
adalah (1) memberikan sanksi secara tegas kepada pengurus OSIS yang melanggar
peraturan dan (2) pengurus OSIS harus pandai membagi waktu dan memanajemen
waktu antara kegiatan di kelas dengan kegiatan organisasi.
Kata Kunci: Peranan, Karakter, OSIS, SMP Neger
Analisis Proses Interaksi Sosial Asosiatif antara Pengurus Osis di SMP
The study aims to determine the associative cooperation between board and accommodation Osis SMP Islam Ashabul Kahfi Pontianak in West Borneo period 2015-2016. The method used is descriptive with problem solving procedures investigeted by describing or depicting the state of the subject or object of research. In the study sample are seven members of the total board Osis twenty four members. The analysis showed that the cooperation between board Osis has worked well for the cooperation ehich is always enhanced by the whole OSIS and coaching are continually done by coach OSIS SMP Islam Ashabul Kahfi Pontianak, although still les than perfect because of several obstacles that accur within board Osis
PERANAN ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH DALAM MEMBINA SIKAP KEPEMIMPINAN SISWA (Studi Deskriptif di SMA Puragabaya Bandung)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Peranan Organisasi
Siswa Intra Sekolah Dalam Membina Sikap Kepemimpinan Siswa di SMA
Puragabaya Bandung, mengetahui program-program OSIS dalam pembinaan
sikap kepemimpinan terhadap siswa, serta mengetahui bagaimana dampak dari
kegiatan OSIS dalam membina sikap kepemimpinan, dan mengetahui fungsi OSIS
dalam pembinaan sikap kepemimpinan siswa. Penelitian yang dilakukan adalah
penelitian deskriptif persentase. Penelitian deskriptif persentase merupakan
penelitian yang tidak perlu merumuskan hipotesis.Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pelaksanaan pembinaan sikap kepemimpinan siswa melalui kegiatan OSIS
di SMA Puragabaya Bandung sudah berjalan cukup baik dan efektif, sekolah
memiliki program-program dalam rangka pembinaan tersebut, namun pembinaan
tersebut harus terus dilaksanakan dan membutuhkan pengawasan dari seluruh
dewan guru di sekolah tersebut, agar sikap kepemimpinan siswa terus menerus
tertanam dalam diri siswa tersebut. Program yang dilaksanakan oleh OSIS SMA
Puragabaya Antara lain melibatkan para pengurus OSIS dalam setiap agenda
kegiatan sekolah. Dalam kegiatan OSIS sendiri terdapat banyak kegiatan untuk
pembinaan sikap kepemimpinan siswa Antara lain Gerakan Disiplin Nasional
(GDN), Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Latihan Dasar
Kepemimpinan OSIS (LDKO), rapat kerja pengurus OSIS.Dengan demikian
dapat dikatakan bahwa SMA Puragabaya Bandung sudah efektif dan baik dalam
melaksanakan pembinaan sikap kepemimpinan terhadap siswanya melalui
kegiatan dan program OSIS. Hal ini dapat dilihat bahwa mereka para pengurus
OSIS mampu untuk berprilaku disiplin, memiliki tanggung jawab, mampu
menjadi pemimpin minimal untuk diri sendirinya terlebih dulu serta menjadi
panutan bagi siswa yang lain. Sehingga siswa memiliki bekal untuk kehidupan
yang akan datang dan memiliki bekal untuk kehidupan di lingkungan masyarakat
Implementation of Group Guidance Method Problem Solving to Increase Osis Committee's Teamwork Sman 1 Karas Magetan on 2016/2017
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk membuktikan apakah bimbingan kelompok metode problem solving dapat meningkatkan kerjasama tim pengurus OSIS. Kemudian yang melatar belakangi penelitian ini adalah fenomena di lapangan bahwa kerjasama tim organisasi dibeberapa sekolah yang kurang bagus.OSIS sendiri adalah organisasi yang berbasis di sekolah menengah membutuhkan kerjasama tim untuk mencapai tujuan. Namun pengurus OSIS di beberapa sekolah kurang bisa bekerjasama tim dengan bagus, sehingga hanya ada beberapa pengurus saja yang berkontribusi maksimal untuk OSIS. Penyebab dari kurangnya kerjasama tim antara lain pembagian tugas yang tidak sesuai dengan kemampuan, sikap ingin menonjolkan diri dalam organisasi, dll. Kemudian peneliti berinisiatif untuk memberikan layanan bimbingan kelompok metode problem solving untuk meningkatkan kerjasama tim pengurus OSIS. Penelitian ini dikatagorikan sebagai penelitian kuantitataif yaitu pre-eksperimental design dengan one group pre-test dan post-test design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket kerjasama tim pengurus OSIS. Subyeknya adalah 8 pengurus OSIS SMAN 1 Karas dan teknik analisis data yang digunakan adalah uji tanda. Berdasarkan hasil uji tanda menunjukan Tanda positif (+) berjumlah 7 siswa yang dinyatakan sebagai N (jumlah pengamatan yang relevan) dan x (banyaknya tanda yang lebih sedikit) berjumlah nol. Dengan melihat pada tabel tes binomial dengan ketentuan N=7 dan x=0, maka diperoleh ρ = 0,0078. Apabila dalam ketetapan α (taraf kesalahan) sebesar 5% adalah 0,05 maka harga 0,0078 < 0,05. Dengan demikian maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan rata-rata Skor pre-test 108,62 dan post-test 122,13, maka dapat dibuktikan bahwa penerapan bimbingan kelompok metode problem solving dapat meningkatkan kerjasama tim pengurus OSIS.
Kata kunci: bimbingan kelompok, metode problem solving, kerjasama tim pengurus OSIS
PERANAN OSIS (ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH) DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK ( Studi Deskriptif diaksanakan di SMAN 1 Kandanghaur)
Penelirian ini berjudul “Peranan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dalam
Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik (Studi Deskriptif dilaksanakan di
SMAN 1 Kandanghaur Indramayu)”. Tujuan Penelitian ini adalah untuk
mengetahui Peranan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dalam Meningkatkan
Kedisiplinan Peserta Didik di SMAN 1 Kandanghaur Indramayu. Tujuan khusus
penelitian ini adalah untuk mendapatkan data tentang proses kegiatan organisasi
siswa intra sekolah di SMAN 1 Kandanghaur Indramayu, semangat kedisiplinan
di kalangan peserta didik dan anggota organisasi siswa intra sekolah di SMAN 1
Kandanghaur Indramayu, kendala apa yang menjadi hambatan implementasi
program organisasi siswa intra sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan di
organisasi siswa intra sekolah SMAN 1 Kandanghaur Indramayu, upaya
mengatasi kendala dalam implementasi program organisasi siswa intra sekolah
SMAN 1 Kandanghaur.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.
Yang melalui tahap Observasi, Wawancara dan Studi Dokumentasi. Objek
penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan, Pembina
OSIS, Anggota OSIS, Peserta didik bukan anggota OSIS di lingkungan SMAN 1
Kandanghaur Indramayu yang berjumalah 23 orang. Secara garis besar analisis
data meliputi tiga langkah yaitu : (1) Persiapan, (2) tabulasi, (3) penerapan data
sesuai dengan pendekatan penelitian. Analisis data dapat dilakukan melalui tiga
alur kegiatan yang terjadi secara besamaan yaitu: (a) Reduksi Data, (b) Display
Data, dan (c) Penarikan Kesimpulan/Verifikasi. Dengan hasil penelitian bahwa
kegiatan OSIS sangat berperan penting dalam meningkatkan kedisiplinan,
melalui program kerja OSIS yang terbagi dalam 8 (delapan) Seksi Bidang yang
terdapat dalam struktur OSIS. Yang ditunjang dan dilaksanakan oleh Pengurus
Musyawarah Kelas dan Pengurus OSIS. Selain itu semangat kedisiplinan akan
terbentuk melalui kegiatan rutin yang melatih dan membentuk kedisiplinan seperti
Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa, Upacara Bendera, Gerakan Disiplin Siswa,
Pramuka yang di selaraskan dengan tata tertib sekolah yang di terapkan di
lingkungan SMAN 1 Kandanghaur.
Akhir penelitian, peneliti menyampaikan kesimpulan bahwa OSIS (Organisasi
Siswa Intra Sekolah) sangat berperan dalam meningkatkan kedisilinan peserta
didik. Saran dari penelitian ini adalah Saran dari penelitian ini adalah agar
kegiatan OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dikelola dengan perencanaan
yang matang, peran aktif dari seluruh warga SMAN 1 Kandanghaur Indramayu,
dimplentasikan dan dievaluasi dengan memperhatikan minat peserta didik dan
didukung dengan pelatih yang handal dan pendanaan yang memadai.
Kata Kunci : OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), Kedisiplinan Peserta
Didi
PENGARUH KEAKTIFAN SISWA BERORGANISASI TERHADAP PEMBINAAN SOFT SKILLS DAN PRESTASI BELAJAR PENGURUS OSIS PERIODE 2017/2018 DI SMA NEGRI 20 BANDUNG
Judul penelitian ini “PENGARUH KEAKTIFAN SISWA BERORGANISASI
TERHADAP PEMBINAAN SOFT SKILLS DAN PRESTASI BELAJAR
PENGURUS OSIS PERIODE 2017/2018 DI SMA NEGRI 20 BANDUNG”.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keaktifan OSIS, pembinaan
soft skil melalui OSIS, prestasi belajar pengurus OSIS, pengaruh keaktifan OSIS
terhadap pembinaan soft skil, dan pengaruh keaktifan OSIS terhadap prestasi
belajar pengurus OSIS periode 2017/2018 di SMA Negri 20 Bandung. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kuantitatif sedangkan metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah survey. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 9 siswa
pengurus OSIS kelas X dan XI IPS . Analisis data yang digunakan adalah analisis
deskriptif dan verifikatif data melalui perhitungan rata-rata, regresi linier
sederhana dan koefisien determinasi dengan bantuan SPSS 20.0 for Windows.
Hasil penelitian dengan menggunakan analisis deskriptif diperoleh rekapitulasi
skor rata-rata tanggapan responden mengenai pemahaman dimensi kriteria siswa
aktif sebesar 3,14 berada pada kategori “baik”, mengenai pemahaman dimensi
pembinaan soft skills sebesar 3,27 berada pada kategori “baik”. Berdasarkan
analisis verifikatif data yang telah dilakukan diperoleh Coefficients regresi linier
berganda mengenai keaktifan berorganisasi terhadap pembinaan soft skills (X =
1,028 + 2,687 X_1 ) dapat dijelaskan jika terjadi peningkatan sebesar 2 pada
variabel pemahaman keaktifan berorganisasi maka akan meningkatkan pembinaan
soft skills melalui OSIS sebesar 1,659. Sedangkan pengaruh yang diberikan oleh
variabel keaktifan berorganisasi terhadap variabel pembinaan soft skills melalui
OSIS berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi adalah sebesar 50,8%,
sedangkan sisanya sebesar 49,2% dipengaruhi oleh faktor di luar variabel
pemahaman tentang keaktifan berorganisasi dan pembinaan soft skills, sedangkan
hubungan antara keaktifan berorganisasi terhadap prestasi belajar siswa
berdasarkan hasil perhitungankoefisien determinasi adalah sebesar 5,7%
sedangkan sisanya sebesar 94,3% dipengarihi oleh faktor di luar variabel
pemahaman tentang keaktifan berorganisasi dan prestasi belajar. Kesimpulan
penelitian dapat diterima, sebagai akhir penelitian, penulis menyampaikan saran
bagi sekolah diharapkan dapat dijadikan sumber informasi terutama dalam
meningkatkan soft skills yang dimiliki siswa dan meningkatkan minat belajar
siswa untuk memeningkatkan prestasi belajar yang lebih baik lagi. Sebagai bahan
masukan dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan soft skills melalui
perbaikan proses pembinaan dan pembelajaran.
Kata Kunci : Keaktifan Siswa Berorganisasi, Pembinaan soft skills, Prestasi
Belajar
- …
