465,558 research outputs found
PENGARUH INTENSITAS PEMBERIAN TUGAS RUMAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR KELAS X PESERTA DIDIK TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK MUHAMMADIYAH PRAMBANAN DAN SMK MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas atau banyak sedikitnya pemberian tugas rumah yang diberikan kepada peserta didik, untuk mengetahui prestasi belajar peserta didik dan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh intensitas pemberian tugas rumah terhadap prestasi belajar peserta didik Teknik Kendaraan Ringan di SMK Muhammadiyah Prambanan dan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Desain penelitian ini menggunakan metode komparatif yaitu membandingkan intensitas pemberian tugas rumah dan prestasi belajar antara SMK Muhammdiyah 3 Yogyakarta dan SMK Muhammadiyah Prambanan. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas X kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarata yang terdiri dari 5 kelas dan siswa kelas X kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan SMK Muhammadiyah Prambanan yang terdiri dari 4 kelas. Metode pemilihan sampel menggunakan metode proportionate stratified random sampling, dimana dalam pengambilan sampel dari masing-masing sekolah dan tiap kelas tersebut diambil secara acak dan proposional. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Uji validitas instrumen angket dilakukan oleh experts judgment dan uji coba instrument yang diberikan kepada 30 responden, sedangkan untuk Uji reliabilitas intrumen intensitas pemberian tugas rumah dihitung dengan rumus Alpha Chronbach. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah teknik Uji-t dengan dua sampel independen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata intensitas pemberian tugas rumah, menunjukkan bahwa di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memiliki intensitas pemberian tugas rumah dengan rata-rata skor 62,4 yang lebih tinggi daripada di SMK Muhammadiyah Prambanan yang hanya memilik skor 57,6. (2) Berdasarkan dari hasil perhitungan rata-rata prestasi belajar, menunjukkan bahwa di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi dengan rata-rata sebesar 73,5 daripada SMK Muhammadiyah Prambanan yang hanya memiliki rata-rata sebesar 67,7. (3) Intensitas pemberian tugas rumah berpengaruh terhadap prestasi belajar peserta didik. Hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya perbedaan prestasi belajarnya, dimana peserta didik yang diberi tugas rumah dengan intensitas tinggi, prestasi belajarnya lebih tinggi daripada peserta didik yang diberi tugas rumah dengan intensitas rendah, dengan thitung = 8,109 yang lebih besar daripada ttabel = 1,655
PENGARUH PRAKTIK INDUSTRI TERHADAP KEMAMPUAN PRAKTIK TUNE UP MOTOR SISWA KELAS II DI SMK MUHAMMADIYAH 1 BAMBANGLIPURO BANTUL
Penelitian yang dilakukan di SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro Bantul bertujuan : (1) Untuk mengetahui apakah kemampuan praktik tune up motor siswa setelah dilaksanakannya kegiatan praktik industri lebih tinggi dari pada sebelum dilaksanakannya praktik industri (2) Untuk mengetahui pengaruh praktik industri terhadap peningkatan kemampuan praktik tune up motor siswa di SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro Bantul. Penelitian ini dilakukan pada kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Sepeda Motor SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro 2011/2012 yang terdiri dari 3 kelas yaitu kelas X MTR A dengan jumlah 35 siswa, kelas X MTR B dengan jumlah 35 siswa dan X MTR C dengan jumlah 35 siswa dan diambil sampel sebesar 45 responden. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian ex-postfacto dengan bentuk penelitian komparasi. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes yang berupa pretest (untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum pelaksanaan praktik industri) dan posttest (untuk mengetahui kemampuan akhir siswa setelah pelaksanaan praktik industri) dengan menggunakan standar 21 poin tune up pada AHAAS. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan komparatif t-test dengan taraf kesalahan yang ditentukan sebesar 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) Kemampuan praktik tune up motor siswa di SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro Tahun 2011 sebelum melaksanakan Praktik Industri perolehan nilai rerata 53,51. 2) Kemampuan praktik tune up motor siswa di SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro Tahun 2011 setelah melaksanakan Praktik Industri menunjukkan peningkatan rerata 19,00 4) Terdapat pengaruh praktik industri terhadap peningkatan kemampuan praktik tune up motor siswa di SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro Bantul. Dibuktikan dengan hasil dari uji hipotesis yaitu dengan uji-t didapatkan t hitung 12.53 harga t tabel sebesar 1.684, karena harga t hitung ≥ t tabel maka ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan praktik tune up motor siswa sebelum melaksanakan praktik industri dengan kemampuan praktik tune up motor siswa setelah melaksanakan praktik industri di SMK Muhammadiyah 1Bambanglipuro Bantu
The Jakarta Charter in Post-soeharto Indonesia: Political Thoughts of the Elites in Muhammadiyah
Sebagai negara muslim terbesar di dunia, sejumlah gerakan Islam di Indonesia meyakini bahwa Piagam Jakarta merupakan jalan terbaik untuk mewujudukan syariat Islam karena nilai sejarah yang mulia dalam piagam tersebut. Namun, misi tersebut belum tercapai karena mayoritas kelompok dan kekuatan politik Muslim beranggapan bahwa Piagam Jakarta sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini. Tulisan ini mencoba menganalisis pemikiran politik para elite Muhammadiyah, organisasi Islam moderat yang paling berpengaruh di Indonesia, terhadap gagasan pembentukan syariat Islam dengan menerapkan Piagam Jakarta sebagai prinsip negara selama masa transisi terutama seputar Sidang Tahunan MPR RI 1999–2002. Para elite Muhammadiyah memiliki peranan penting dalam menentukan dinamika politik di masa kini dan mendatang. Oleh karena itu, menguraikan pemikiranpemikiran merupakan hal yang menarik. Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa terdapat tiga model pemikiran politik di Muhammadiyah, yaitu moderat-transformatif, moderat-realistis, dan akomodatif-pragmatis. Masingmasing pemikiran memiliki karakteristik yang berbeda-beda, namun satu hal yang pasti adalah bahwa tidak ada elite Muhammadiyah yang mendukung gagasan negara Islam
PERBEDAAN FASILITAS BENGKEL DAN LINGKUNGAN PRAKTIK TERHADAP PRESTASI KERJA LAS DASAR SISWA KELAS I JURUSAN OTOMOTIF SMK MUHAMMADIYAH DI KABUPATEN SLEMAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum dari fasilitas bengkel dan lingkungan praktik yang ada pada tiap sekolah, selanjutnya menganalis data tersebut apakah terdapat perbedaan prestasi dari kerja las dasar siswa yang ditinjau dari fasilitas bengkel dan lingkungan praktik di sekolah yang berbeda. Jika terdapat perbedaan prestasi las dasar pada tiap sekolah tersebut maka bisa diartikan terdapat pengaruh fasilitas bengkel dan lingkungan praktik terhadap prestasi kerja las dasar siswa. Penelitian ini berlangsung di bengkel las Teknik Mekanik Otomotif SMK Muhammadiyah Prambanan dan SMK Muhammadiyah Cangkringan. Data utama penelitian ini diperoleh dengan mengisi lembar instrumen yang dibuat berdasarkan acuan standar dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), sedangkan data penunjang dikumpulkan dari berbagai dokumen yang ada di bengkel praktik. Data yang dikumpulkan melalui pengamatan, observasi, dan dokumentasi nilai raport siswa. Data kondisi dari fasilitas bengkel yang sudah didapatkan selanjutnya diolah dengan uji varian satu jalur (one way ANOVA) pada prestasi las dasar siswa pada kedua sekolah tersebut menggunakan bantuan paket komputer SPSS dan Microsoft excel. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) Gambaran secara umum dari fasilitas bengkel di SMK Muhammadiyah Prambanan jumlah fasilitas bengkel yang dimiliki berjumlah 104, dari jumlah tersebut 88 dalam kondisi baik, 7 berkondisi kurang baik tetapi masih dapat digunakan, sedangkan 9 fasilitas dalam kondisi tidak bisa dipakai (rusak berat), sedangkan SMK Muhammadiyah Cangkringan jumlah fasilitas bengkel yang dimiliki hanya 25 semuanya masih dalam kondisi baik; (2) Terdapat perbedaan prestasi kerja las dasar siswa di SMK Muhammadiyah Prambanan dan SMK Muhammadiyah Cangkringan yang diakibatkan fasilitas bengkel yang berbeda, hal tersebut berdasarkan dari hasil Uji One Way ANOVA dimana F hitung > F tabel (58.062>3.89) dengan tingkat signifikansi α = 0.05, sehingga Ho ditolak Ha diterima, yang berarti prestasi kerja las dasar siswa dari sekolah yang memiliki fasilitas bengkel baik, lebih tinggi dari pada prestasi kerja las dasar siswa dari sekolah yang fasilitas bengkelnya kurang baik r; (3) Terdapat perbedaan prestasi kerja las dasar siswa di SMK Muhammadiyah Prambanan dan SMK Muhammadiyah Cangkringan yang diakibatkan lingkungan praktik yang berbeda, hal tersebut berdasarkan dari hasil Uji One Way ANOVA dimana F hitung > F tabel (58.062>3.89) dengan tingkat signifikansi α = 0.05, sehingga Ho ditolak Ha diterima, yang artinya prestasi kerja las dasar siswa dari sekolah yang memiliki lingkungan praktik baik, lebih tinggi dari pada prestasi kerja las dasar siswa dari sekolah yang lingkungan praktiknya kurang baik
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN PRESTASI KERJA GURU DAN KARYAWAN DI SMK MUHAMMADIYAH 1 SLEMAN
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat motivasi kerja guru dan karyawan di SMK Muhammadiyah 1 Sleman; (2) mengetahui tingkat prestasi kerja guru dan karyawan di SMK Muhammadiyah 1 Sleman; (3) mengetahui ada tidaknya hubungan motivasi kerja dengan prestasi kerja guru dan karwan di SMK Muhammadiyah 1 Sleman; dan (4) mengetahui besarnya sumbangan (kontribusi) motivasi kerja terhadap prestasi kerja guru dan karyawan di SMK Muhammadiyah 1 Sleman.
Penelitian ini termasuk penelitian ex-post facto. Penelitian ini juga termasuk penelitian populasi, dimana jumlah responden adalah seluruh guru dan karyawan yang berjumlah 45 orang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket untuk motivasi kerja sedangkan prestasi kerja adalah dengan instrumen pemantauan yang diisi oleh Kepala Sekolah. Validitas instrumen di uji menggunakan Expert Judgment dan uji empiris menggunakan korelasi Product Moment. Reabilitas instrumen di uji menggunakan rumus Alpha Cronbach. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, uji persyaratan analisis dan analisis korelasi dengan bantuan komputer program Microsoft Office Excel 2007.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat motivasi kerja guru dan karyawan di SMK Muhammadiyah 1 Sleman dalam kategori tinggi dengan rata-rata 78,04; (2) tingkat prestasi kerja guru dan karyawan di SMK Muhammadiyah 1 Sleman dalam kategori tinggi dengan rata-rata 77,73; (3) ada hubungan yang positif dan signifikan motivasi kerja dengan prestasi kerja guru dan karyawan di SMK Muhammadiyah 1 Sleman dengan koefisien korelasi sebesar 0,510 yang termasuk dalam kategori cukup kuat; dan (4) sumbangan (kontribusi) variabel motivasi kerja terhadap prestasi kerja sebesar 26,01%, dan sisanya 73,99% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini
DESIGN AND ANALYSIS QUALITY SYSTEM OF STUDENT INFORMATION PROCESSING DATA NEW STUDENT SMK MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA
This research aims to design and analyze websites new Student Information System
Acceptance SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta with PHP and MySQL that can manage data on
the implementation of the prospective student Admission.
This research is Research and Development. This website development method using
modified waterfall. Tests carried out to test the quality of the website System Information by
Olsina (1998), namely correctness, functionality, reliability, efficiency, maintainability, and
usability. Correctness quality obtained with white-box testing (testing Looping) and black box
(Graph-based testing). The quality of the obtained functionality testing State Transition Testing.
Reliability Testing Load testing obtained from 30 students to enter data, and editing data and
deletion of data. Efficiency assessment obtained by recording the time it takes to open a page
devoted. Maintainability obtained from Cross-browser testing. Obtained from Alpa Usability
testing by a team of expert website and beta testing by admin, user1, and guest. Data analysis
techniques used in this research is descriptive statistical analysis.
The results mennunjukkan that Admission Information System SMK Muhammadiyah 3
Yogyakarta can be developed and be able to perform data processing of new students of SMK
Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Assessment obtained information systems Admission SMK
Muhammadiyah 3 Yogyakarta meet quality testing correctness Graph-Based and Looping
testing. Admission Information Systems SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta assessed for each
criterion usability. Assessment of quality functionality Admission Information Systems SMK
Muhammadiyah 3 Yogyakarta run well on testing State transition testing. Response time
performance testing conducted by Information Systems and response pages less than 2 seconds
so that said system meets the quality efficiency by Shneiderman. Maintainability testing done
with cross browser testing and obtained system is capable of running on Mozilla Firefox, Google
Chrome, and Internet Explorer.
Keywords: Information Systems, correctness, Usability, Functionality, Reliability, Efficiency,
Maintainabilit
HUBUNGAN ANTARA BIMBINGAN BELAJAR DARI ORANG TUA DENGAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS X SMK MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2011/2012
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bimbingan belajar dari orang tua dengan minat belajar siswa kelas X SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta tahun pelajaran 2011/2012.
Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2011/2012 sebanyak 118 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah proportional random sampling, dengan jumlah sampel penelitian ini sebanyak 92 orang siswa yang akan diambil secara proposional berdasarkan jumlah kelas pada masing-masing kelas. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi product moment.
Hasil penelitian menyimpulkan ada hubungan yang singnifikan antara bimbingan belajar dari orang tua dengan minat belajar kelas X SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2011/2012. Hasil analisis korelasi diperoleh nilai koefisien korelasi (r) adalah sebesar 0,616 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), artinya secara statistik ada hubungan yang signifikan bimbingan belajar orang tua dengan minat belajar
Patient Safety Applications for Improving Health Care Quality
Patient safety is the fundamental thing that needs to be taken care of by medical staff when giving healthcare to patient especially in the Emergency Installation. PKU Muhammadiyah Public Hospital at Bantul has implemented Patient safety well in providing services for patients. Expected to be a reference for other hospitals to implement Patient safety as well as efforts to improve the quality of health services, but do not close the possibility there were still some deficiencies that could be made a suggestion for the PKU Muhammadiyah Bantul Hospital. There for researchers interested to review more detail how application of Patient safetyin Emergency Installation PKU Muhammadiyah Bantul Public Hospital in 2014. This research was qualitative observational study, using research subjects: The Head of the medical service, 1 Officer of Emergency Installation, the head of disaster management, 1 medical doctor, 1 nurse, and 4 patients that were taken with inclusion criteria: getting inpatient class III Hospitals in Yogyakarta, have inpatient more than 1 day. All the input items on the application of patient safety which include facilities, equipment, drugs, procedures, and activities of officers at Emergency Installation at PKU Muhammadiyah Bantul Hospital, as well as the application process is in compliance with the Guidelines of Observation Guidelines Patient Safety 2008 Survey and Guidelines for Accreditation of Hospital Emergency Services Specific Guidelines (revised edition 2007), ACT No. 44 Hospital in 2009, and patient safety procedures 2008. Patient perceived output includes five dimensions of quality (Tangible, Reliable, Responsiveness, Assurance and Empathy) all have the same perception of good and satisfying. Application on standard input, process and output is suit with Observation Guidelines for Patient Safety 2008 Survey and Guidelines for Accreditation of Hospital Emergency Services Specific Guidelines (revised edition 2007), ACT No. 44 Hospital in 2009, and patient safety procedures 2008
A STUDY ON THE DIFFICULTIES FACED BY THE DEBATERS OF UNIVERSITY OF MUHAMMADIYAH MALANG IN JOINING AUSTRALASIAN PARLEMENTARY SYSTEM DEBAT ECONTEST
Debating is about developing communication skill. Debating is not about personal abuse, irrational attack or purely emotional appeals. The aim of the debate is how to convince\ud
the adjudicators.\ud
This study aimed to describe the difficulties faced by the debaters of University of Muhammadiyah Malang in joining Australasian Parliamentary System debate contest.\ud
This study concerned on the difficulties of the debaters of University of Muhammadiyah Malang that followed Indonesian Varsities English Debate (IVED) conducted at University of Ahmad Dahlan Jogjakarta. They consist of 6 debaters which were the representative of University of Muhammadiyah Malang that came from English Student Association (ESA/PROGRESSIO) and International Language forum (ILF).\ud
The data of this study was taken from the guideline of Australasian Parliamentary System (APS) and the result of the interview. From those data the writer analyzed the difficulties of the debaters of University of Muhammadiyah Malang when they followed Indonesian Varsities English Debate contest.\ud
This study was descriptive research that described the information of current status of phenomenon. The writer analyzed the difficulties of the debaters when they followed\ud
Australasian Parliamentary System debate contest\ud
The results of this study informed that the debaters of University of Muhammadiyah Malang got the difficulties both non linguistically (system) and linguistically. The non\ud
linguistic (system) were: matter (content), manner (delivery), method (structure), motion, definition, theme line, challenge, roles of speakers and reply speech. Meanwhile, the linguistic problems consist of: limited vocabulary, flow of speech, clarity of expression\ud
and pronunciation.\ud
Eventually, the writer suggests that the debaters of University of Muhammadiyah Malang enlarge their proficiencies in debate especially for Australasian Parliamentary System debate by joining many debate competitions whether in East java or in Indonesia.\ud
Mastering that system will bring many advantages for the debaters and for the University of Muhammadiyah Malang. The writer does hope to other researcher to observe the\ud
interest of the students of University of Muhammadiyah Malang in joining Australasian Parliamentary System debate
- …
