442,654 research outputs found
Implementing curriculum of madrasah Tsanawiyah in increasing the quality of pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan
Implementasi Kurikulum Pesantren Madrasah Tsanawiyah dalam
peningkatan mutu di Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan bertujuan
untuk mengetahui struktur kurikulum pesantren dan pelaksaannya di
madrasah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode deskriptif, yaitu menggali data yang terkait dengan
pelaksanaan kurikulum pesantren dalam proses pembelajaran di
Madrasah Tsanawiyah dan mendeskripsikan data yang ada sesuai dengan
fokus penelitian untuk memperjelas tujuan diadakannya penelitian
tersebut. Adapun permasalahan yang dibahas dalam tulisan ini adalah
bagaimana kurikulum pesantren dan pelaksanaannya di Madrasah
Tsanawiyah Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan. Hasil yang didapatkan
bahwa secara struktural Madrasah Tsanawiyah Al-Kautsar Al-Akbar Medan
menerapkan dua kurikulum yaitu kurikulum pendidikan pesantren dan
kurikulum kementerian agama. Kurikulum pendidikan pesantren dibagi
menjadi dua kurikulum. Yang petama adalah yang tidak berkaitan dengan
tata bahasa Arab seperti Al-Qur’an, Hadis, dan Akhlak, ini disebut dengan
kurikulum pesantren. Sedangkan mata pelajaran seperti nahwu dan sharaf
dimasukkan dalam kurikulum bahasa Arab. Dalam pelaksaan kurikulum
pendidikan pesantren tidak jauh berbeda dengan kurikulum Kementerian
agama. Yang mengajar kurikulum pendidikan pesantren adalah guru yang
berkompeten yang mempunyai kualifikasi khusus di bidang agama dan
semua gurunya adalah alumni pesantren. Metode yang digunakan dalam
pembelajaran materi pendidikan pesantren adalah menggunakan metode
bandongan dan sorogan yang dilaksanakan secara klasikal. Metode
evaluasi yang digunakan adalah evaluasi dengan ujian tulis dan praktik
IMPLEMENTASI KURIKULUM SMK-RSBI INVEST PADA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PERBAIKAN BODI OTOMOTIF SMK NEGERI 2 DEPOK
Tujuan utama penelitian ini yaitu untuk memberikan gambaran dan informasi kepada pihak sekolah dan industri tentang perencanaan kurikulum SMK-RSBI INVEST, pelaksanaan kurikulum SMK-RSBI INVEST, dan evaluasi kurikulum SMK-RSBI INVEST pada Kompetensi Keahlian Teknik Perbaikan Bodi Otomotif SMK N 2 Depok, Sleman.
Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif yang bertujuan menggambarkan dan menginterpretasi objek penelitian secara sistematis dan mendalam. Subjek penelitian adalah Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Guru mata pelajaran pada Kompetensi Keahlian Teknik Perbaikan Bodi Otomotif SMK N 2 Depok dan Instruktur Teknik PT. New Ratna Motor sebagai mitra SMK N 2 Depok. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Perencanaan kurikulum bertaraf internasional Kompetensi Keahlian Teknik Perbaikan Bodi Otomotif SMK Negeri 2 Depok Sleman dikategorikan baik. Maksudnya, Tim pengembang kurikulum SMK Negeri 2 Depok Sleman Yogyakarta dalam menyusun kurikulum sebagian besar (75,18%) telah mempertimbangkan latar belakang; visi, misi dan tujuan; struktur kurikulum; Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM); standar kelulusan; kalender pendidikan, buku panduan kurikulum nasional dan internasional; (2) Pelaksanaan kurikulum Kompetensi Keahlian Teknik Perbaikan Bodi Otomotif SMK Negeri 2 Depok Sleman dikategorikan baik. Artinya, rata-rata hasil perencanaan kurikulum sebagian besar (79,58%) telah dilaksanakan yang dituangkan dalam bentuk silabus, program tahunan, program semester, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), tabel penilaian, metode pembelajaran, bahasa pengantar pembelajaran, media pembelajaran, waktu penilaian, dan teknik penilaian; (3) Evaluasi kurikulum Kompetensi Keahlian Teknik Perbaikan Bodi Otomotif SMK Negeri 2 Depok Sleman dikategorikan baik. Maksudnya tim pengembang kurikulum sebagian besar (82,14%) telah melaksanaan evaluasi kurikulum dengan berpedoman pada buku panduan evaluasi kurikulum, melakukan evaluasi terhadap subtansi kurikulum, menyusun instrumen evaluasi, melakukan pengumpulan data, menganalisis data, dan menghasilkan evaluasi kurikulum
Curriculum Typology of Islamic Religion Education in Integrated Islamic School (Sit)
Sepuluh lima belas tahun terakhir ini berkembang pesat sekolah-sekolah yang menggunakan label Sekolah Islam Terpadu (SIT). Pada awalnya sekolah ini tumbuh di daerah perkotaan, tetapi sekarang sudah merambah ke wilayah pinggiran. Salah satunya adalah tumbuh subur di Kabupaten Tegal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipologi kurikulum Pendidikan Agama Islam pada SMP IT di Kabupaten Tegal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan observasi secara langsung ke tiga sekolah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tipologi kurikulum pendidikan agama Islam pada SMP IT di Kabupaten Tegal beragam. Setidaknya terdapat tiga varian SIT, yakni (1) SIT di bawah naungan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) sebagaimana dipraktekkan oleh SMP IT Luqman Al-Hakim, (2) SIT yang berhaluan aswaja sebagaimana dilaksanakan oleh SMP IT Al-Azhar, dan (3) SIT yang bersifat nasionalis Islam, sebagaimana terdapat pada SMP IT Bimantara Al-Furqon. Ketiga varian SIT tersebut memiliki perbedaan dalam implementasi kurikulum pendidikan agama Islam. SIT JSIT menerapkan kurikulum kombinasi dinas pendidikan dan kurikulum JSIT, SIT Aswaja menerapkan kurikulum dinas pendidikan dan pesantren, serta SIT Nasionalis menerapkan kombinasi kurikulum dinas pendidikan dan kurikulum yayasan
Curriculum Development in Indonesian Education
Pendidikan Indonesia telah belangsung selama berabad-abad mengikuti perkembangan sejarah, elonomi, politik masyarakat Indonesia. Pendidikan Indonesia sejalan dengan tumbuh kembangnya kerajaan-kerajaan di Nusantara dan juga masuknya agama-agama besar di Indonesia seperti Hindu, Budha maupun Islam. Namun perkembangan pendidikan modern di Indonesia diawali dengan masuknya kolonial bangsa barat ke Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, pemerintah terus menerus melakukan pembangunan pendidikan secara nasional di seluruh wilayah NKRI. Pembangunan pendidikan tidak bias terlepas dari pengembangan kurikulum karrena kurikulum adalah inti dari proses pembelajaran. Kurikulum disususn dan dikembangkan sesuai kebutuhan siswa, sekolah, masyarakat serta tuntutan jaman
MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM MU’ALLIMIN PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR
Pesantren memiliki kekhasan dalam setiap pendidikan dan pengajarannya.
Pondok Modern Darussalam Gontor memiliki kurikulum KMI yang diadopsi
banyak pesantren khususnya pesantren modern. Namun kenyataannya, beberapa
pondok pesantren kebingunan dalam proses penerapan kurikulum tersebut. Peneliti
tertarik untuk membahas tentang konstruksi kurikulum mu'allimin Pondok Modern,
model pengembangan kurikulum mu'allimin, dan implementasi model
pengembangan kurikulum mu'allimin pondok Modern.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi
kasus dan metode analisis induktif termodifikasi. Data dikumpulkan melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif
dengan memastikan keabsahan data melalui kredibilitas, transferabilitas, dan
dependabilitas.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa konstruksi kurikulum Mu'allimin di
Pondok Modern Darussalam Gontor disusun dengan pola pengorganisasian unsurunsur
dan komponen kurikulum. Ada empat kelompok dalam konstruksi
kurikulum, yaitu intrakurikuler, ekstrakurikuler, ko-kurikuler, dan hidden
kurikuler, yang memiliki sifat integratif, komprehensif, independen, dan fleksibel.
Model pengembangan kurikulum Mu’allimin mengacu pada nilai, orientasi
pendidikan dan pengajaran, serta kebutuhan dan kekhasan pesantren. Model
pengembangan kurikulum ini sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen
pendidikan, dengan langkah-langkah perencanaan, pengorganisasian,
implementasi, dan evaluasi pengembangan kurikulum. Model pengembangan
kurikulum Mu’allimin ini berbentuk spiral yang menunjukkan proses yang saling
berkaitan dan berkelanjutan. Peneliti menamakannya model pengembangan Ashari.
Implementasi pengembangan kurikulum Mu'allimin dilakukan melalui
diversifikasi, dengan penyusunan kurikulum yang menjelaskan, memperkaya,
memperdalam, menambah, memperluas, dan memodifikasi kurikulum Kulliyatul
Mu'allimin Al Islamiyyah. Implementasi ini melibatkan pengembangan program,
pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi, dengan analisis kebutuhan, identifikasi
topik dan materi baru, integrasi kurikulum baru, pelatihan guru, dan evaluasi
kurikulum. Pola dan model pengembangan kurikulum yang ditemukan adalah
model diversifikasi pengembangan kurikulum Gontor, yang bertujuan untuk
memperluas dan memperkaya pilihan program pendidikan yang disesuaikan
dengan keunikan, potensi, minat, dan bakat peserta didik
Penghasilan modul pembelajaran lukisan kejuruteraan berbantukan komputer (CAD 3D)
Modul pembelajaran dihasilkan untuk memudahkan pelajar menguasai mata pelajaran. Modul pembelajaran, dibentuk berdasarkan kepada kurikulum yang telah diwujudkan untuk memenuhi pasaran pekeijaan. Lukisan Kejuruteraan Berbantukan Komputer adalah salah satu mata pelajaran yang diwujudkan oleh kurikulum. Di dalam mata pelajaran Lukisan Kejuruteraan Berbantukan Komputer, kemahiran menggunakan komputer adalah perkara utama. Isi mata pelajaran berkehendakkan pelajar mengaplikasikan arahan berkomputer untuk menghasilkan lukisan kejuruteraan yang lengkap. Oleh yang demikian, modul pembelajaran yang dihasilkan ini adalah untuk membantu pelajar menguasai arahan-arahan di dalam Lukisan Kejuruteraan Berbantukan Komputer. Dinilai oleh sekumpulan responden pelajar dan berdasarkan kepada maklumbalas yang diberi, menunjukkan modul pembelajaran yang dihasilkan boleh digunapakai. Statistik deskriptif digunakan untuk mengumpul dan menganalisis data hasil kajian. Secara keseluruhannya, modul pembelajaran ini beijaya menarik minat pelajar untuk mengikuti isi pelajaran. Namun begitu pembaikan modul ini perlu untuk menjadikannya lebih berkesan dan menarik
Idealitas Kurikulum Jurusan Kependidikan Islam
Harapan masyarakat akan adanya suatu pendidikan yang berkualitas semakin marak. Pendidikan diharapkan memberi sesuatu dan merefleksikan kebutuhan konsumen (link & match) disamping pengetahuan dan keterampilan dasar yang bermakna prediktif dalam mereformasi masyarakat di masa datang. Namun harapan ini tidak mudah direalisasikan dengan capat karena peningkatan mutu pendidikan lebih merupakan proses daripada kejadian seketika. Berbagai upaya dilakukan untuk “memperbaiki” lembaga pendidikan. Secara tradisional upaya ini adalah melalui peningkatan mutu tenaga pengajar (misalnya, D2 untuk guru SD, S2 dan S3 untuk guru peruguruan tinggi), perbaikan kurikulum (kurikulum sekolah 1994 mengganti kurikulum 1984 dan kurikulum 1995 IAIN serta kurikulum IAIN 1997 ditawarkan sebagai alternatif pengganti kurikulum sebelumnya), dan peningkatan sarana-prasaranan lainnya. Hanya permasalahannya adalah apakah kurikulum-kurikulum yang ‘dianggap’ sebagai penyempurna itu benar-benar lebih sempurna untuk mencapai idealitas pendidikan tertentu. Khusus kurikulum Jurusan Kependidikan Islam (KI) di lingkungan IAIN, apakah kurikulum selama ini (1995) kurang berkualitas? Atau apakah kurikulum 1997 ini lebih berkualitas? Jawabnya tidak mudah!!! Makalah ini akan mencermati kedua kurikulum KI ini untuk melihat kemungkinan sejauhmana peranannya dalam mencapai idealitas jurusan KI
- …
