124,905 research outputs found

    Order p^6 chiral couplings from the scalar K Pi form factor

    Get PDF
    Employing results from a recent determination of the scalar KPi form factor F_0^KPi within a coupled channel dispersion relation analysis \cite{JOP01}, in this work we calculate the slope and curvature of F_0^KPi(t) at zero momentum transfer. Knowledge of the slope and curvature of the scalar KPi form factor, together with a recently calculated expression for F_0^KPi(t) in chiral perturbation theory at order p^6, enable to estimate the O(p^6) chiral constants C_12^r=(0.3 +- 5.4)10^-7 and (C_12^r+C_34^r)=(3.2 +- 1.5)10^-6. Our findings also allow to estimate the contribution coming from the C_i to the vector form factor F_+^KPi(0) which is crucial for a precise determination of |V_us| from K_l3 decays. Our result F_+^KPi(0)|_C_i^r=-0.018 +- 0.009, though inflicted with large uncertainties, is in perfect agreement with a previous estimate by Leutwyler and Roos already made twenty years ago.Comment: 19 pages, discussion of scale dependence of the chiral couplings added; version to appear in JHE

    The Kappa in J/Psi -> Kpplus-piminus-Kminus-piplus

    Full text link
    BES II data for J/Psi->K*(890)Kpi reveal a strong kappa peak in the Kpi S-wave near threshold. Both magnitude and phase are determined in slices of Kpi mass by interferences with strong Ko(1430), K1(1270) and K1(1400) signals. The phase variation with mass agrees within errors with LASS data for Kpi elastic scattering. A combined fit is presented to both BES and LASS data. The fit uses a Breit-Wigner amplitude with an s-dependent width containing an Adler zero. The kappa pole is at 760+-20(stat)+-40(syst) - i(420+-45+-60syst) MeV. The S-wave I=0 scattering length a_0 = 0.23+-0.04 (in units of m(pi)) is close to the prediction 0.19+-0.02 of Chiral Perturbation Theory.Comment: 20 pages, 5 figure

    Branching Fractions for D0 -> K+K- and D0 -> pi+pi-, and a Search for CP Violation in D0 Decays

    Full text link
    Using the large hadroproduced charm sample collected in experiment E791 at Fermilab, we have measured ratios of branching fractions for the two-body singly-Cabibbo-suppressed charged decays of the D0: (D0 -> KK)/(D0 -> Kpi) = 0.109 +- 0.003 +- 0.003, (D0 -> pipi)/(D0 -> Kpi) = 0.040 +- 0.002 +- 0.003, and (D0 -> KK)/(D0 -> pipi) = 2.75 +- 0.15 +- 0.16. We have looked for differences in the decay rates of D0 and D0bar to the CP eigenstates K+K- and pi+pi-, and have measured the CP asymmetry parameters A_CP(K+K-) = -0.010 +- 0.049 +- 0.012 and A_CP(pi+pi-) = -0.049 +- 0.078 +- 0.030, both consistent with zero.Comment: 10 Postscript pages, including 2 figures. Submitted to Phys. Lett.

    Pengukuran Kinerja Perusahaan dengan Menggunakan Metode Performanceprism pada PT Tunas Dwipa Matra

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerjaPT Tunas Dwipa Matra yang diukur denganmetode Performance Prism pada periode Januarisampai dengan Juli 2012. Pengukuran kinerjadengan metode Performance Prism ini terdiri darilima perspektif, yaitu stakeholder satisfaction(kepuasan stakeholder), stakeholder contribution(kontribusi stakeholder), strategy (strategi), process(proses), dan capability (kapabilitas).Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif baikkualitatif maupun kuantitatif. Subjek yang ditelitidalam penelitian ini adalah seluruh stakeholderyang terlibat dalam PT Tunas Dwipa Matra yangterdiri dari manajemen, karyawan, pemasok,pelanggan, mitra, dan pemerintah. Objek dalampenelitian ini adalah aktivitas kinerja pada PT TunasDwipa Matra yang diukur dengan metode PerformancePrism pada periode Januari sampaidengan Juli 2012. Penelitian ini menggunakanmetode AHP (Analytical Hierarchy Process)yang dianalisis dengan bantuan metode OMAX(Objective Matrix) dan Traffic Light System.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja PTTunas Dwipa Matra terukur dari 31 KPI (Key PerformanceIndicators). Pengukuran kinerja yang dilakukanmenghasilkan (1) Kinerja PT Tunas DwipaMatra jika diukur dari indikator Stakeholder Satisfactionmenunjukkan hasil empat KPI beradapada kategori hijau, dua KPI berada pada kategorikuning, satu KPI berada pada kategori merah.(2) Kinerja PT Tunas Dwipa Matra jika diukurdari indikator Stakeholder Contribution menunjukkanhasil dua KPI berada pada kategori hijau, satuKPI berada pada kategori kuning, dan lima KPIberada pada kategori merah. (3) Kinerja PT TunasDwipa Matra jika diukur dari indikator Strategymenunjukkan hasil Dua KPI berada pada kategorihijau, dua KPI berada pada kategori kuning, dansatu KPI berada pada kategori merah. (4) KinerjaPT Tunas Dwipa Matra jika diukur dari indikatorProcess menunjukkan hasil tiga KPI berada padakategori hijau, dua KPI berada pada kategorikuning, tidak ada KPI pada indikator Process yangberada pada kategori merah. (5) Kinerja PT TunasDwipa Matra jika diukur dari indikator Capabilitymenunjukkan hasil dua KPI berada pada kategorihijau, tidak ada KPI yang berada pada kategorikuning, tiga KPI berada pada kategori merah

    Performance Measurementof Xyz Government Institution's Contracts Workers Using Personal Balanced Scorecard Method

    Get PDF
    Implementation of good governance of bureaucracy system of Surabaya City Government, one of them with developed performance-based salary program ( e-performance ) dedicated specially to Civil Servant. But in reality agencies in Surabaya do not have the full use of civil servants as their human resources, thus involving contractors as supporters of government performance processes. The purpose of this study is to determine key performance indicators(KPI) and strategic objectives in XYZ Institution, determine the importance of each KPI criterion, to understand the performance of each contractor at XYZ Government Agency and provide improvement recommendations from the current employee performance. The unit of analysis of this research is carried out at the General Section in the Sub Division of Administration with the administrative position as the administrative contractor. The design of this study used a survey with questionnaire data collection techniques and questionnaires. The method used is personal balanced scorecard by formulating strategic targets and KPI by stakeholders from XYZ Agency. Weighting method using Analytic Network Process method(ANP). From the research results obtained: the formulation of KPI and Strategy Target has been formed with the highest level of KPI weight is KPI Total Late (0.1532). Total performance of the best contractor performance is Mr. C (6.253) while the smallest total performance achievement is obtained Mr. K ie (3.346). Recommendations include: Provide rewards, provide coaching, conduct regular control and evaluation systems, provide socialization and provide slogans in the corner of the room on performance improvement

    PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERFORMANCE PRISM PADA PT TUNAS DWIPA MATRA CABANG GODEAN PERIODE JANUARI-JULI 2012

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja PT Tunas Dwipa Matra Cabang Godean yang diukur dengan metode Performance Prism pada periode Januari sampai dengan Juli 2012. Pengukuran kinerja dengan metode Performance Prism ini terdiri dari lima perspektif, yaitu stakeholder satisfaction (kepuasan stakeholder), stakeholder contribution (kontribusi stakeholder), strategy (strategi), process (proses), dan capability (kapabilitas). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif baik kualitatif maupun kuantitatif. Subjek yang diteliti dalam penelitian ini adalah seluruh stakeholder yang terlibat dalam PT Tunas Dwipa Matra Cabang Godean yang terdiri dari manajemen, karyawan, pemasok, pelanggan, mitra, dan pemerintah. Objek dalam penelitian ini adalah aktivitas kinerja pada PT Tunas Dwipa Matra Cabang Godean yang diukur dengan metode Performance Prism pada periode Januari sampai dengan Juli 2012. Penelitian ini menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) yang dianalisis dengan bantuan metode OMAX (Objective Matrix) dan Traffic Light System. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja PT Tunas Dwipa Matra Cabang Godean terukur dari 31 KPI (Key Performance Indicators). Pengukuran kinerja yang dilakukan menghasilkan (1) Kinerja PT Tunas Dwipa Matra Cabang Godean jika diukur dari indikator Stakeholder Satisfaction menunjukkan hasil empat KPI berada pada kategori hijau, dua KPI berada pada kategori kuning, satu KPI berada pada kategori merah. (2) Kinerja PT Tunas Dwipa Matra Cabang Godean jika diukur dari indikator Stakeholder Contribution menunjukkan hasil dua KPI berada pada kategori hijau, satu KPI berada pada kategori kuning, dan lima KPI berada pada kategori merah. (3) Kinerja PT Tunas Dwipa Matra Cabang Godean jika diukur dari indikator Strategy menunjukkan hasil Dua KPI berada pada kategori hijau, dua KPI berada pada kategori kuning, dan satu KPI berada pada kategori merah. (4) Kinerja PT Tunas Dwipa Matra Cabang Godean jika diukur dari indikator Process menunjukkan hasil tiga KPI berada pada kategori hijau, dua KPI berada pada kategori kuning, tidak ada KPI pada indikator Process yang berada pada kategori merah. (5) Kinerja PT Tunas Dwipa Matra Cabang Godean jika diukur dari indikator Capability menunjukkan hasil dua KPI berada pada kategori hijau, tidak ada KPI yang berada pada kategori kuning, tiga KPI berada pada kategori merah

    KEDUDUKAN HUKUM SURAT EDARAN KOMISI PENYIARAN INDONESIA NOMOR 203/K/KPI/02/16 DIHUBUNGKAN DENGAN SISTEM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh Kedudukan Hukum Surat Edaran Komisi Penyiaran Indonesia No 203/K/KPI/02/16 dalam Sistem Perundang-Undangan di Indonesia dengan tujuan untuk mengkaji dan menjawab permasalahan mengenai Kedudukan Surat Edaran Komisi Penyiaran Indonesia No 203/K/KPI/02/16 dalam sistem perundang-undangan di Indonesia. Selain itu juga untuk mengetahui fungsi KPI dalam penyelenggaraan penyiaran di Indonesia. Realita yang terjadi Surat Edaran ini kedudukanya lebih tinngi dibandingkan Undang-Undang. Adapun Rumusan masalah dalam penelitian ini : Bagaimana Kedudukan Surat Edaran KPI No 203/K/KPI/02/16 dalam Sistem Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia ? dan Bagaimana fungsi KPI dalam penyelenggaraan penyiaran di Indonesia ? Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum normatif, dengan tekhnik pengumpulan data yaitu penelitian kepustakaan (library research). Data dilengkapi dengan data primer dari hasil analisis UUD 1945, berbagai peraturan perundang-undangan, surat edaran, putusan, dan data sekunder dari referensi-referensi (buku, artikel, karya ilmiah, jurnal, media ctak, majalah, dan website), serta data tersier, dalam hal ini, dengan menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia, dan diolah dengan metode analisis kualitatif secara deduktif. Adapun temuan hasil dari penelitian. Pertama, Surat Edaran KPI bukanlah termasuk salah satu jenis peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia. Lahirnya surat edaran KPI bukan atas dasar diperintahkan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi atau dibentuk berdasarkan kewenangan, melainkan berlandaskan pada asas yang disebut didkresi, sehingga surat edaran KPI dikategorikan sebagai peraturan kebijakan. Kedua, terdapat hubungan check and balances antara KPI dengan cabang kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif. KPI ditinjau menurut fungsi kelembagaan merupakan lembaga penunjang yang menjalankan fungsi administratif dan fungsi legislatif. Ditinjau menurut hierarki kelembagaan, KPI dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, secara hierarki KPI termasuk ke dalam kategori organ lapis dua kelompok kedua. Fungsi KPI sebagai penyusun dan pengawas berbagai peraturan penyiaran yang menghubungkan antara masyarakat, lembaga penyiaran dan pemerintah. Dalam menjalankan fungsinya KPI berkoordinasi dengan lembaga penyiaran dan pemerintah, sebagai upaya menjembatani kepentingan masyarakat dengan institusi pemerintah dan lembaga penyiaran. Kata Kunci : Surat Edaran, Komisi Penyiaran Indonesia, Peraturan Perundang-Undanga

    Kpi form factors and final state interactions in D+ --> K- pi+ pi+ decays

    Full text link
    We present a model for the decay D+ --> K- pi+ pi+. The weak interaction part of this reaction is described using the effective weak Hamiltonian in the factorisation approach. Hadronic final state interactions are taken into account through the Kpi scalar and vector form factors fulfilling analyticity, unitarity and chiral symmetry constraints. The model has only two free parameters that are fixed from experimental branching ratios. We show that the modulus and phase of the S wave thus obtained agree nicely with experiment up to 1.55 GeV. We perform Monte Carlo simulations to compare the predicted Dalitz plot with experimental analyses. Allowing for a global phase difference between the S and P waves of -65 degrees, the Dalitz plot of the D+ --> K- pi+ pi+ decay, the Kpi invariant mass spectra and the total branching ratio due to S-wave interactions are well reproduced.Comment: 24 pages, 4 figures, REVTeX style. A discussion on the isospin 2 component has been included. Two references added. Published in Phys. Rev.
    corecore