165,960 research outputs found
SENDRATARI SAMPIK INGTAI SEBUAH ASIMILASI BUDAYA BALI DAN CINA
Abstract: The story of Sampik Ingtai as one of stories resulting from the assimilation of Balinese and Chinese Culture has stimulated the create a performance art entlited “Sampik Ingtai Ballet” with the central theme of “loyayty”. Their pledge of loyalty made the story end in tragedy because the two characters died, and they were only happy in the here after. The creation of Sampik Ingtai Ballet is based on the richness of unique movement and rules of Balinese dance, The movement elements are them formulated and harmoniously. Combined with the elements of Chines drama theater and are developed by modern composition principles. It is expected that the new performance art will have its own identity and uniqueness
Confirming Domestic Identity, Supporting Public Commitment (the Case of Tuan Guru\u27s Wife in Lombok West Nusa Tenggara Eastern Indonesia)
Berbeda dengan Tuan Guru (pemimpin agama) yang merupakan figure penting dan berpengaruh, bukan hanya agama tetapi juga politik dan budaya, di Lombok, para istri mereka bukanlah tokoh dunia publik. Pengamatan demikian mungkin saja mengindikasikan terjadinya proses domestikasi yang lalu mengakibatkan subordinasi dalam relasi keluarga Tuan Guru. Penelitian ini menawarkan nuansa dan pemahaman lain dalam melihat relasi gender pada keluarga Tuan Guru, dengan menggarisbawahi cairnya demarkasi ruang public dan private yang terjadidi dalamnya. Penelitian ini mengungkap bagaimana sesungguhnya para istri Tuan Guru memposisikan dirinya dalam relasi kuasa pernikahan yang memberikan kesan bahwa relasi gender itu tidak linier dan kaku tetapi kompleks dan cair. Pembagian ruang public dan private adalah isu penting bagi gerakan feminis.Agama, negara, dan keluarga dikritisasi sebagai lembaga-lembaga yang melanggengkan istrinisasi karena mereka masing-masing adalah dasar bagi, alat untuk, dan tempat bagi suburnya budaya patriarkhi. Ideologi gender yang dianut oleh Indonesia sebagaimana yang termaktub dalam UU perkawinan No 1/1974 misalnya membenarkan dikotomi laki-laki sebagai kepala keluarga dan perempuan adalah iburumah tangga. Negara,melalui system hukumnya, secara aktif memapankan pembagian yang kaku ini sembari menyamarkan berbagai fakta yang terjadi tentang bagaimana sesungguhnya perempuan Indonesia menegosiasikan pembagian yang kaku tersebut. Berdasarkan interview mendalam dengan para istri Tuan Guru dari tiga pondok pesantren yang terbesar di Lombok, penelitian ini mengungkap bahwa pembagian ruang public dan privat dalam keluarga Tuan Guru adalah sebuah cara untuk menegaskan identitas domestic seorang istri dan mendukung komitmen publik para Tuan Guru. Dalam beberapa poin, cara pandang ini memang mengadopsi ideologi yang ditanamkan oleh Negara sebagaimana dikemukakan di atas, tetapi dengan beberapa modifikasi. Garis pemisah antara ruang public dan domestic tidak selalu jelas karena para istripun bertanggungjawab dan terlibat aktif dalam kehidupan pesantren termasuk dalam bidang managemen, pendidikan, keuangan serta aktif berpartisipasi dalam pengembangan dan tanggungjawab social lembaga pesantren. Keterlibatan public istri tuan guru tersebut, hanya saja, bukan atas nama gerakan aktivisme atau pembebasan perempuan, tetapi lebih sebagai mendaulatkan diri mereka sebagai pemain belakang layar yang sangat menentukan keberhasilan perjuangan sosial para Tuan Guru. Di sinilah letak kompleksitas relasi gender itu
Safety Culture to Prevent Infection in Normal Birth Care by Village Midwives Ateast Lombok Nusa Tenggara Barat
Background: Normal birth care is one of midwife's competence within the most of risks to both women and midwife. Limited of health facilities and social culture are major problem of midwifery care. In fact, infection cases have been occurring and become a significant cause in maternal death. At East Lombok most of 93,33% birth was provided by midwife. It was a tricky to explain that midwife does not work as well.Aim: to describe safety culture to prevent infection during normal birth care at rural area.Method: qualitative study with focus group discussion and in-depth have done for 8 midwives from 6 sub-district at East Lombok. We selected midwife who have done at least 1 year and have experience in preventing infection during birth care.Result: Midwives struggled to perform the rule of normal birth care with the limited facilities. Cultural sensitivity restricted to use personal protective equipment. To build safety culture in their work, social culture became an obstacles more than support system and policy. Lack of knowledge about safety care on rural area is one of problem they said.Conclusion: Culture sensitivity is something to consider in safety care, although considerable to standard care is essential in midwifery care. Culture safety care concept particularly for prevent infection at remote area are needed to expand in the midwifery curriculum
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN ANTARA SUAMI DARI ISTRI PRIMIGRAVIDA DENGAN SUAMI DARI ISTRI MULTIGRAVIDA DALAM MENGHADAPI PERSALINAN DI RSU PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU
pengalaman peristiwa kecemasan dalam persalinan istrinya. Beberapa suami akan
menyambutnya dengan gembira. Disamping itu ada beberapa menyambutnya dengan
perasaan cemas. Kadang-kadang rasa cemas itu menjadi berlebihan dan merugikan
sehingga timbul gangguan cemas. Dalam kondisi ini menunggu kelahiran merupakan
periode yang penuh dengan tekanan jiwa dan emosional bagi beberapa suami.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan antara
suami dari istri primigravida dengan suami dari istri multigravida dalam menghadapi
persalinan di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross
sectional. Sampel sebanyak 60 orang terdiri dari 30 suami dari istri primigravida dan
30 suami dari istri multigravida. Penelitian ini menggunakan kuesioner TMAS untuk
menentukan tingkat kecemasan yang berisi 50 pertanyaan. Data yang diperoleh
dianalisis dengan menggunakan uji statistik t-test.
Hasil uji statistik t-test dengan menggunakan program SPSS versi 17,
diperoleh nilai t pada equal varianses assumed = 5,088 dengan angka signifikansi =
0,000. Perbandingan nilai rata-rata tingkat kecemasan suami dari istri primigravida
sebesar 29,33 sedangkan pada suami dari istri multigravida sebesar 20,63. Hal ini
menunjukkan bahwa suami dari istri primigravida memiliki tingkat kecemasan lebih
tinggi dibandingkan suami dari istri multigravida dalam menghadapi persalinan.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat
kecemasan antara suami dari istri primigravida dengan suami dari istri multigravida
dalam menghadapi persalinan di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu, yaitu pada
suami dengan istri primigravida lebih cemas dibandingkan dengan suami dari istri
multigravida.
Kata Kunci : kecemasan suami, primigravida da
PERBEDAAN TINGKAT DEPRESI ANTARA ISTRI YANG BEKERJA DENGAN ISTRI YANG TIDAK BEKERJA DI RW. I DESA KERTONATAN KECAMATAN KARTASURA KABUPATEN SUKOHARJO
Listiana Masyita Dewi.. Skripsi. Perbedaan Tingkat Depresi Antara Istri Yang Bekerja Dengan Istri Yang Tidak Bekerja di RW.I Desa Kertonatan Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Fakultas Kedokteran. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Telah dilakukan sebuah penelitian mengenai perbedaan tingkat depresi antara istri yang bekerja dengan istri yang tidak bekerja di RW. I desa Kertonatan kecamatan Kartasura kabupaten Sukoharjo. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan yang berguna bagi ilmu pengetahuan terutama ilmu kedokteran jiwa, khususnya tentang perbedaan tingkat depresi antara istri yang bekerja dengan istri yang tidak bekerja.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif-kuantitatif dengan pendekatan studi cross sectional. Sampel penelitian adalah istri (bukan janda) yang ada di RW. I desa Kertonatan, kecamatan Kartasura, kabupaten Sukoharjo. Pengambilan sampel sejumlah 66 responden dilaksanakan dengan cara purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari skala L-MMPI, kuesioner pengendali variabel pengganggu, termasuk GHQ-12, dan kuesioner Beck’s Depression Inventory (BDI). Sedangkan untuk analisis datanya menggunakan uji MANOVA. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2010.
Hasil analisa data dengan MANOVA didapatkan F empirik sebesar 90.25, yaitu lebih besar daripada F teoritik pada taraf signifikansi 5% (3.15) maupun taraf signifikansi 1% (4.98). Hal ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan tingkat depresi yang signifikan antara istri yang bekerja dengan istri yang tidak bekerja, dimana istri yang tidak bekerja memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi daripada istri yang bekerja
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI PADA SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 KARANGANOM TAHUN AJARAN 2010/2011
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui pengaruh pola asuh
orang tua terhadap prestasi belajar akuntansi; 2) Untuk mengetahui pengaruh
kemandirian belajar terhadap prestasi belajar akuntansi; 3) Untuk mengetahui
pengaruh pola asuh orang tua dan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar
akuntansi.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan
penarikan kesimpulan melalui analisis statistik. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Karanganom yang berjumlah 120 siswa.
Sampel diambil sebanyak adalah 89 orang siswa dengan teknik sampel random
sampling. Data yang diperlukan diperoleh melalui angket dan dokumentasi. Angket
sebelumnya diujicobakan dan diuji validitas serta diuji reliabilitas. Teknik analisis
data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, uji F, uji t, uji R2, dan
sumbangan relatif dan efektif.
Hasil analisis regresi diperoleh persamaan garis regresi: Y = 6,901+ 0,970X1
+ 0,761X2. Persamaan menunjukkan bahwa prestasi belajar Akuntansi siswa
dipengaruhi oleh pola asuh orang tua dan kemandirian belajar. Kesimpulan yang
diambil adalah: 1) “Ada pengaruh antara pola asuh orang tua terhadap prestasi
belajar akumtansi pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Karanganom” dapat
diterima. Hal ini berdasarkan analisis regresi linier ganda (uji t) diketahui bahwa
thitung > ttabel, 4,870 > 1,988 dan nilai signifikansi < 0,05, yaitu 0,000 dengan
sumbangan relatif sebesar 58% dan sumbangan efektif 26,16%; 2) “Ada pengaruh
antara kemandirian belajar terhadap prestasi belajar akuntansi pada siswa kelas XI
IPS SMA Negeri 1 Karanganom” dapat diterima. Hal ini berdasarkan analisis regresi
linier ganda (uji t) diketahui bahwa thitung > ttabel, yaitu 3,879 > 1,988 dan nilai
signifikansi < 0,05, yaitu 0,000 dengan sumbangan relatif sebesar 42% dan
sumbangan efektif 18,94%; 3) “Ada pengaruh antara pola asuh orang tua dan
kemandirian belajar terhadap prestasi belajar akuntansi pada siswa kelas XI IPS
SMA Negeri 1 Karanganom” dapat diterima. Hal ini berdasarkan analisis variansi
regresi linier ganda (uji F) diketahui bahwa Fhitung > Ftabel, yaitu 35,266 > 3,103 dan
nilai signifikansi < 0,05, yaitu 0,000. 4) Hasil uji koefisien determinasi (R2) sebesar
0,451 menunjukkan bahwa besarnya pengaruh Pola Asuh Orang Tua dan
Kemandirian Belajar terhadap prestasi belajar siswa adalah sebesar 45,1%,
sedangkan 54,9% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti
PERBEDAAN JENIS DUKUNGAN SOSIAL ANTARA SUAMI DAN ISTRI KETIKA PASANGANNYA DIRAWAT INAP DENGAN FRAKTUR FEMUR DI RSUI KUSTATI SURAKARTA
Dukungan sosial penting bagi proses penyembuhan pada pasien dengan perawatan fraktur femur. Penelitian tentang perbedaan dukungan sosial yang diberikan suami atau istri pasien perlu dilakukan karena sumber terbesar dukungan sosial berasal dari suami atau istri pasien. Tujuan umum penelitian untuk mengetahui perbedaan jenis dukungan sosial (dukungan emosional, penghargaan, instrumental dan informatif) antara suami dan istri pasien ketika pasangannya dirawat inap di RSUI Kustati Surakarta. Penelitian ini termasuk kwantitatif dengan desain diskriptif komperatif. Penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dengan cara accidental sampling. Jumlah sampel sebanyak 42 orang (18 laki-laki dan 24 perempuan). Analisa data menggunakan uji beda t independent. Hasil statistik mean dukungan emosional kelompok suami 12,44, istri 17,46 dan nilai t adalah 16,411. Mean dukungan penghargaan kelompok suami 2,33, istri 17,13 dan t adalah 19,586. Mean dukungan instrumental kelompok suami adalah 16,61, istri 12,75 dan t adalah 15,135. Mean dukungan informatif pada kelompok suami 17,22, istri 12,67 dan t adalah 14,183. Nilai p pada semua variabel adalah 0,0001 untuk α sebesar 0,05 maka p α yang berarti hasil penelitian ditemukan tidak terdapat perbedan signifikan dukungan sosial kelompok suami dan kelompok istri. Kesimpulan penelitan menunjukkan tidak ada perbedaan secara signifikan.dukungan sosial antara suami dan istri pasien. Saran bagi perawat RSUI Kustati Surakarta agar mengoptimalkan dukungan sosial pasangan hidup pasien saat dirawat inap
- …
