14,494,852 research outputs found
Guru pembelajar modul paket keahlian kimia kesehatan SMK kelompok kompetensi J: prinsip analisis kuantitatif dalam pemisahan kimia, refleksi pembelajaran.
Materi dalam modul diklat ini merupakan bagian dari kimia organik, biokimia, kimia anorganik, kimia analitik, dan kimia farmasi/medisinal. Selanjutnya dibagi menjadi tiga kegiatan yaitu hidrokarbon dan turunannya, biomolekul dan polimer, analisis kuantitatif dan pemisahan kimia, dan kimia obat. Adapun materi yang dibahas dalam masing-masing kegiatan adalah sebagai berikut : kegiatan pertama meliputi senyawa hidrokarbon alkana alkena dan alkuna, cara pemberian nama pada senyawa hidrokarbon ikatan tunggal (alkana) dan ikatan rangkap (alkuna dan alkena), reaksi spesifik pada senyawa hidrokarbon dari alkana, alkena, dan alkuna, manfaat alkana dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan kedua mendeskripsikan struktur, cara penulisan tata nama biomolekul dan penggolongan biomolekul, merancang eksperimen untuk menentukan sifat-sifat biomolekul. Kegiatan ketiga meliputi konsep polimer, mengklasifikasikan jenis polimer berdasarkan sifat, sumber dan ketahanannya terhadap panas, menjelaskan kegunaan polimer. Kegiatan keempat meliputi konsep analisis kuantitatif dan pemisahan kimia dan merancang eksperimen untuk menentukan kadar suatu zat melalui analisis kuantitatif. Kegiatan kelima meliputi menerapkan bidang ilmu obat yang terkait dengan mata pelajaran kimia, menjelaskan reaksi kimia dalam obat, menentukan struktur kimia obat
Four Steps Implicit Method for the Solution of General Second Order Ordinary Differential Equations
Four steps implicit scheme for the solution of second order ordinary differential equation was derived
through interpolation and collocation method. Newton polynomial approximation method was used to
generate the unknown parameters in the corrector. The method was tested with numerical examples
and it was found to be efficient in solving second order ordinary differential equations
HUBUNGAN ANTARA OBESITAS DENGAN KONSEP DIRI DAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA REMAJA WANITA
Salah satu masalah yang sering dihadapi pada masa remaja adalah kurang
bisa menerima keadaan fisik. Memang memiliki tubuh ideal adalah dambaan bagi
siapapun baik pria maupun wanita. Disisi lain wanita yang mengalami obesitas sangat
mungkin merasa canggung untuk berinteraksi dengan orang lain, karena keadaan
dirinya terutama keadaan fisik. Hal ini tentu berkaitan dengan konsep diri individu
tersebut yaitu bagaimana individu memandang dirinya sendiri baik itu fisik,
kepribadian, motivasi, kelemahan, kepandaian dan kegagalan. Individu yang
memiliki konsep diri yang positif akan mampu memandang dirinya sendiri secara
positif kelebihan maupun kekurangannya, sehingga individu tersebut tidak canggung
dalam pergaulan sosial, mereka mampu melakukan penyesuaian sosial. Sebaliknya
remaja yang memiliki konsep diri yang negatif akan merasa kesulitan dalam
penyesuaian sosial karena memandang dirinya secara negatif sehingga sangat
mungkin mereka larut dalam masalahnya, remaja tersebut merasa minder dan
menarik diri dari pergaulan, sehingga sangat mungkin berdampak pada terhambatnya
individu dalam memenuhi harapan dan tuntutan sosial atau penyesuaian sosial.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui
hubungan antara obesitas dengan konsep diri dan penyesuaian sosial. Hipotesis yang
penulis ajukan adalah: a) ada hubungan negatif antara obesitas dengan konsep diri
pada remaja wanita. b) ada hubungan negatif antara obesitas dengan penyesuaian
sosial pada remaja wanita. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang bertempat
tinggal di Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung berjumlah 55 orang
dengan ciri-ciri : a) remaja usia 14 – 22 tahun; b) jenis kelamin wanita; c) memiliki
indeks massa tubuh (IMT) ³ 23,0. Teknik pengambilan sampel yang digunakan
adalah incidental purpossive non random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam
penelitian ini adalah skala konsep diri dan skala penyesuaian sosial.
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien korelasi rpar-xy1 =
-0,300; p=0,024 (p < 0,05), hal ini berarti hipotesis yang diajukan diterima yaitu ada
hubungan negatif yang signifikan antara obesitas dengan konsep diri. Semakin tinggi
obsesitas maka akan semakin rendah konsep diri. Berdasarkan hasil perhitungan
diperoleh nilai koefisien korelasi rpar-xy2 = -0,503; p=0,000 (p < 0,05), hal ini berarti
hipotesis yang diajukan diterima yaitu ada hubungan negatif yang sangat signifikan
antara obesitas dengan penyesuaian sosial. Peranan atau sumbangan efektif obesitas
terhadap konsep diri sebesar 9,027% dan sumbangan efektif obesitas terhadap
penyesuaian sosial sebesar 25,263%.
Hasil perbandingan skor empirik menunjukkan bahwa konsep diri tergolong
tinggi dengan rerata empirik (RE) = 151,473 dan rerata hipotetik (RH) = 120. Hasil
perbandingan skor empirik menunjukkan bahwa penyesuaian sosial tergolong tinggi
dengan rerata empirik (RE) = 108,818 dan rerata hipotetik (RH) = 90. Sedangkan
obesitas pada subjek penelitian tergolong sedang, didasarkan atas norma kategorisasi
dengan menggunakan perhitungan IMT (Indek Massa Tubuh)
Four From Four Isn\u27t Zero
The title applies to the following tetrad of poems, written entirely in four-letter words. In these pages in November 1986, I reported on the results of a prior experiment which I had conducted to test the literal sense of a Cole Porter lyric which claimed that contemporary authors now only use four-letter words in their writings. Prose presented definite difficulties, but verse appeared to be moderately tractable
Four-port coupled channel-guide device based on 2D photonic crystal structure
We have fabricated and measured a four-port coupled channel-waveguide device using W1 channel waveguides oriented along ΓK directions in a two-dimensional (2D) hole-based planar photonic crystal (PhC) based on silicon-on-insulator (SOI) waveguide material, at operation wavelengths around 1550 nm. 2D FDTD simulations and experimental results are shown and compared. The structure has been designed using a mode conversion approach, combined with coupled-mode concepts. The overall length of the photonic crystal structure is typically about 39 μm and the structure has been fabricated using a combination of direct-write electron-beam lithography (EBL) and dry-etch processing. Devices were measured using a tunable laser with end-fire coupling into the planar structure
- …
