161,744 research outputs found

    Analisa Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Pembangunan Antar Wilayah di Pulau Sumatera

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pembangunan antarwilayah di Pulau Sumatera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera mempunyai tingkat keragaman yang berbeda-beda, hal ini dikarenakan setiap Propinsi memiliki perbedaan potensi baik dari sumber daya alam maupun sumberdaya manusia dan kualitas teknologi yang dimiliki oleh Propinsi tersebut. Perbedaan tingkat pembangunan akan membawa dampak perbedaan tingkat kesejahteraan antardaerah yang pada akhirnya menyebabkan ketimpangan regional antarwilayah semakin besar.Dengan menggunakan Indeks Williamson diperoleh Propinsi Kepulauan Riau dan Propinsi Riau mempunyai angka indeks yang relative tinggi jika dibandingkan dengan Propinsi lainnya. Sementara untuk wilayah propinsi lainnya angka ketimpangan pembangunan relative merata

    PENINGKATAN KEMEMPUAN MENGHUBUNGKAN SEBAB AKIBAT MELALUI PERCOBAAN SEDERHANA PADA ANAK KELOMPOK A2 DI TK KEMALA BHAYANGKARI 02 YOGYAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menghubungkan sebab akibat melalui percobaan sederhana pada anak kelompok A2 di TK Kemala Bhayangkari 02 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilakukan secara kolaboratif dan partisipasif. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok A2 TK Kemala Bhayangkari 02 Yogyakarta, yang terdiri dari 10 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, tes unjuk kerja dan dokumentasi. Instrumen penelitian yakni panduan observasi dan tes unjuk kerja. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pertemuan pertama siklus 1 terdapat 17,65% (3 anak) dari total jumlah anak (17 anak) di kelompok A2, yang mampu menghubungkan sebab akibat. Pertemuan kedua siklus 1, anak yang mampu menjelaskan/menghubungkan sebab akibat mencapai 23,53% (4 anak) dari total 17 anak. Pada tindakan siklus 2 pertemuan pertama, anak yang mampu menjelaskan/menghubungkan sebab akibat mencapai 70,59% (12 anak) dari total 17 anak. Pertemuan kedua siklus 2, anak yang mampu menghubungkan sebab akibat mencapai 88,24% (15 anak) dari total 17 anak. Langkah-langkah pembelajaran yang efektif dalam upaya meningkatkan kemampuan menghubungkan sebab akibat, antara lain: (1) membagi anak menjadi 4 kelompok, sehingga membuat anak lebih konsentrasi karena jumlah kelompoknya menjadi lebih sedikit, (2) menjelaskan materi dilakukan satu per satu, yaitu setelah selesai menjelaskan satu materi percobaan sederhana, dilanjutkan sampai dengan percobaan ke enam, (3) anak diberikan kesempatan untuk mengulang percobaan sederhana sebanyak 2 kali, sehingga diharapkan akan menjadi lebih memahami dan mampu menjelaskan secara lengkap dan lancar, dan (4) guru memberikan motivasi dan reward kepada anak berupa “tanda bintang”, sehingga diharapkan anak lebih berani. Kata kunci : menghubungkan sebab akibat, percobaan sederhan

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK KEANEKARAGAMAN HAYATI DENGAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 JATISRONO WONOGIRI TAHUN AJARAN 2006/2007

    Get PDF
    Pendekatan ceramah akan menimbulkan siswa berperilaku pasif, sehingga dibutuhkan pembelajaran dengan pendekatan CTL. Tujuan dari penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar siswa pada materi keanekaragaman hayati dengan pendekatan CTL pada siswa kelas X1 SMA N 1 Jatisrono, Wonogiri tahun ajaran 2006/2007.Hipotesis atau kesimpulan sementara yaitu adanya peningkatan hasil belajar pada materi pokok keanakaragaman hayati siswa kelas X1 SMA N 1 Jatisrono Wonogiri tahun ajaran 2006/2007 dengan pembelajaran CTL. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Jatisrono Wonogiri , dimulai dari bulan Januari- Juli 2007. Sampel penelitian siswa kelas X1 SMA N 1 Jatisrono Wonogiri tahun ajaran 2006/2007 dengan teknik pengumpulan sampel atau sampling Purposive Sampling.Prosedur penelitian menggunakan PTK. Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi, observasi, catatan lapangan, wawancara. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian siklus I aspek kognitif 5,8 dan afektif 29. Siklus II aspek kognitif 6,5 dan afektif 37,1. Siklus III aspek kognitif 7,1 dan afektif 40,7. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu ada peningkatan hasil belajar siswa kelas X1 SMA N 1 Jatisrono Wonogiri tahun ajaran 2006/2007 dengan pembelajaran CTL sebesar 0,654 poin atau 65,45%

    PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA TUNA RUNGU WICARA KELAS I SLB ABCD YPALB CEPOGO BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2008/2009

    Get PDF
    Etik Masfufah. ”PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKAT- KAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA TUNA RUNGU WICARA KELAS I SLB ABCD YPALB CEPOGO BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2008/2009.” Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Juni 2010. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca melalui media gambar pada siswa tuna rungu wicara kelas I SLB ABCD YPALB Cepogo Boyolali tahun pelajaran 2008/2009. Metode pendekatan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas tempat mengajar, dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan praktik dan proses dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Subyek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I semester II SLB ABCD YPALB Cepogo Boyolali tahun pelajaran 2008/2009 yang berjumlah 5 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi untuk mengamati secara langsung proses dan dampak pembelajaran yang diperlukan untuk menata langkah-langkah perbaikan agar lebih efektif dan efisien dan tes untuk memperoleh data kemampuan membaca melalui kartu bergambar siswa. Teknik analisis data digunakan analisis perbandingan, artinya peristiwa/kejadian yang timbul dibandingkan kemudian dideskripsikan ke dalam suatu bentuk data penilaian yang berupa nilai. Dari prosentase dideskripsikan kearah kecenderungan tindakan guru dan reaksi serta hasil belajar siswa. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa media gambar dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas I SLB ABCD YPALB Cepogo Boyolali semester II tahun pelajaran 2008/2009

    STUDI KOMPARASI METODE KOOPERATIF MODEL TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) DAN MODEL STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA SUB POKOK BAHASAN SISTEM PERIODIK UNSUR KELAS X SEMESTER GASAL SMA NEGERI 1 GEMOLONG TAHUN PELAJARAN 2005 / 2006

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode pembelajaran model TGT dalam meningkatkan hasil belajar siswa sub pokok bahasan Sistem Periodik Unsur dibandingkan dengan metode pembelajaran kooperatif model STAD. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian "Randomized Control Group Pretest-Posttest Design" untuk aspek kognitif sedangkan untuk aspek afektif dan aspek psikomotor digunakan "Randomized Control - Group Only Design". Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X semester gasal SMA Negeri 1 Gemolong tahun pelajaran 2005/2006, sebanyak 7 kelas. Sampel terdiri dari 3 kelas, kelas X E sebagai kelas eksperimen 1, kelas X A sebagai kelas eksperimen 2 dan kelas X C sebagai kelas kontrol yang dipilih secara random sampling. Data utama penelitian ini adalah berupa hasil belajar siswa yang diperoleh dari aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotor. Analisis data untuk pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji-t satu pihak (pihak kanan). Hasil analisis data menggunakan uji-t satu pihak (pihak kanan) diperoleh pencapaian hasil belajar siswa kelas eksperimen TGT lebih tinggi daripada kelas eksperimen STAD dan kelas kontrol untuk aspek kognitif (thitung > ttabel = 3,8383 > 1,66) dan (thitung > ttabel = 5,1384 > 1,66), untuk aspek afektif (thitung > ttabel = 5,0086 > 1,66) dan (thitung > ttabel = 9,1509 > 1,66), untuk aspek psikomotor (thitung > ttabel = 2,3058 > 1,66) dan (thitung > ttabel = 7,2042 > 1,66) dengan a = 5% dan pencapaian hasil belajar siswa kelas eksperimen STAD lebih tinggi daripada kelas kontrol untuk aspek kognitif (thitung > ttabel = 1,7248 > 1,66), untuk aspek afektif (thitung > ttabel = 4,2467 > 1,66) dan untuk aspek psikomotor (thitung > ttabel = 4,3934 > 1,66) dengan a = 5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pencapaian hasil belajar siswa pada pembelajaran kimia sub pokok bahasan Sistem Periodik Unsur dengan metode pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) lebih tinggi dibandingkan dengan metode pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division)

    Penerapan model guided discovery dan model guided inquiry terhadap hasil kognitif, keterampilan proses sains dan sikap ilmiah siswa pada materi Hukum Newton di SMPN 3 Palangka Raya

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) terdapat tidaknya perbedaan yang signifikan hasil belajar kognitif siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model guided discovery dan pembelajaran dengan model guided inquiry pada materi hukum Newton, (2) terdapat tidaknya perbedaan yang signifikan keterampilan proses sains siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model guided discovery dan pembelajaran dengan model guided inquiry pada materi hukum Newton, (3) terdapat tidaknya perbedaan yang signifikan sikap ilmiah siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan model guided discovery dan pembelajaran dengan model guided inquiry pada materi hukum Newton. Penelitian ini menggunakan model rancangan nonequivalent control group design. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar kognitif siswa, tes keterampilan proses sains dan lembar pengamatan sikap ilmiah siswa. Populasi penelitian adalah kelas VIII semester 1 SMPN 3 Palangka Raya, sampel penelitian adalah kelas VIII-3 berjumlah 36 orang sebagai kelas kontrol dan kelas VIII-1 berjumlah 34 orang sebagai kelas eksperimen. Analisis data pretest dan posttest THB Kognitif, keterampilan proses sains dan Sikap ilmiah siswa menggunakan program SPSS versi 17.0 for windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) berdasarkananalisis hipotesis pada posttest, gain dan N-gainhasil belajar kognitif menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar dengan model guided discovery di kelas kontrol dan siswa yang diajar dengan model guided inquiry di kelas eksperimen, dengan nilai signifikansi posttest0,960 >0,05, (2) berdasarkan analisis uji hipotesis pada posttestketerampilan proses sains menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar dengan model guided discovery di kelas kontrol dan siswa yang diajar dengan model guided inquiry di kelas eksperimen, dengan nilai signifikansi posttest 0,231>0,05. Analisis hipotesis gain dan N-gain keterampilan proses sains menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar dengan model guided discovery di kelas kontrol dan siswa yang diajar dengan model guided inquiry di kelas eksperimen, (3)berdasarkananalisis hipotesis pada nilai rata-rata sikap ilmiah siswa menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang diajar dengan model guided discovery di kelas kontrol dan siswa yang diajar dengan model guided inquiry di kelas eksperimen, dengan nilai signifikansi sikap ilmiah 0,793>0,05. ABSTRACT The study is aimed to know: 1) the whether significance difference student's cognitive outcomes who learning using guided discovery model and who learning using guided inquiry model in Newton law material, 2) the whether significance difference science process skill of students who learning the guided discovery model and who learning guided inquiry model in Newton law material. 3) The whether significance difference scientific attitude of students who learning the guided discovery model and who learning guided inquiry model in Newton law material. This research used model nonequivalent control group design. The instrument used student's cognitive outcomes test, science process skill test and sheet of monitoring student's scientific attitude test. Population of the study there were class VIII-3 the total number was 36 students as control class and there were class VIII first semester of SMPN 3 Palangka Raya, sample of the study there were class VIII-I the total number was 34 students as experiment class. The data analysis of pretest and posttest THB cognitive, process science skill and student's scientific attitude used SPSS 17.0for windows. The result of the study showed: 1) based on hypothesis analysis of posttest, gain and N-gain THB cognitive showed there is no significance difference between student who learning using guided discovery model to the control class and the student who learning using guided inquiry model to the experiment,with the significant value of posttest 0,960 > 0,05, 2)based on hypothesis analysis of posttest, process science skill showed there is no significance difference between student who learning using guided discovery model to the control class and the student who learning using guided inquiry model to the experiment class,with the significant value of posttest 0,231> 0,05. The hypothesis analysis gain and N-gain process science skill found the significance difference between students who learning using guideddiscovery model to the control class and the student who learning using guided inquiry model to the experiment class, 3) based on hypothesis analysis of the average value of student's scientific attitude showed there is no significance difference between student who learning using guided discovery model to the control class and the student who learning using guided inquiry model to the experiment class, with the significant value of scientific attitude 0,793 > 0,05

    HUBUNGAN TINGKAT KOMPETENSI MANAJEMEN LAKTASI DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI)EKSKLUSIF TAHUN 2014 (STUDI PADA IBU MENYUSUI YANG MEMILIKI BAYI USIA 7-12 BULAN)

    Get PDF
    Tingkat kompetensi ibu menyusui baik pengetahuan, sikap maupun keterampilan perlu diperhatikan sebagai faktor untuk pencapaian target pemberian ASI eksklusif. Adanya keberhasilan pemberian ASI perlu ditunjang oleh manajemen laktasi yang baik sejak masa kehamilan dan teknik pemberian ASI yang benar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kompetensi ibu menyusui tentang manajemen laktasi dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Kajoran I Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi adalah semua ibu menyusui yang memiliki bayi usia 7-12 bulan sebanyak 241 ibu menyusui dan sampel sebanyak 71 ibu menyusui diambil menggunakan metode accidental sampling . Hasil penelitian sebagian besar sampel memiliki pengetahuan baik (67,6%), sikap positif (52,1%), keterampilan tinggi (50,7%), dan kompetensi tinggi (50,7%) serta sebagian besar responden berhasil memberikan ASI eksklusif (52,1%). Berdasarkan uji Chi Square didapatkan ada hubungan kompetensi (pengetahuan, sikap dan keterampilan) dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif dengan nilai masing-masing p < 0,05. Kompetensi ibu menyusui yang masih rendah (< median 57,00) dalam penelitian ini adalah pada posisi menyusui yang benar dan diusahakan mengolesi ASI di sekitar payudara dan puting baik sebelum atau sesudah menyusui Kata Kunci: Kompetensi, Manajemen laktasi, ASI eksklusi

    Integrated pest management of sugarcane moth borers: An Indonesian experience : S1012TU05 Integrated Pest Management

    Full text link
    An Integrated Pest Management program is developed to combat moth borer infestation in Java, Indonesia. An extensive survey over a period of two years (2010 ? 2011) revealed the existence of five moth borer species causing damage to sugarcane crops in Java, and these were Chilo auricilius, C. sacchariphagus, Scirpophaga excerptalis, Sesamia inferens and Tetramoera schistaceana, with the three former species being the most abundant. Infestation by C. sacchariphagus and C. auricilius caused dead heart and leaf damage in young cane and bored internodes in older cane, while S. excerptalis was responsible for the majority of dead heart symptoms at all stages of plant development. Infestation by the main three borers commenced in February and escalated to a peak in about June ? July. Our results revealed very low levels of parasitism by key natural enemies, and this was attributed to inconsistent parasitoid release, lack of prior assessment of infestation levels, release of low parasitoid densities and random use of insecticides. Certain varieties demonstrated a degree of tolerance to borer infestation, however, different susceptibility levels to different borer species was evident, hence, breeding for combined resistance to all borer species is difficult. A plan is developed based on borer abundance in the field, whereby accurate densities of natural enemies are released as borer infestation commences and well before it reaches a peak. The principal components of a detailed Integrated Management Program to combat moth borer infestations in Indonesia are discussed. (Résumé d'auteur

    PEMILIHAN UJI NONPARAMETRIK TERBAIK UNTUK DUA SAMPEL BEBAS MELALUI METODE SIMULASI

    Get PDF
    Telah tersedia beberapa uji nonparametrik, seperti uji Cramer-von Mises, uji Kolmogorov-Smirnos, uji Wilcoxon, dan uji peringlkat baru yang dapat digunakan untuk menentukan apakah dua sampel tersebut berasal dari populasi yang sama atau tidak. Secara analitik keempat uji tersebut tidak dapat dibandingkan, namun demikian dalam makalah ini secara simulasi dapat dibandingkan dalam rangka untuk mencari uji terbaik diantara uji-uji tersebut. Berdasarkan hasil simulasi menunjukkan bahwa uji peringkat baru mempunyai kepekaan tertinggi didalam menolak H0 bila ternyata H0 salah. Ini berarti uji peringkat baru merupakan uji terbaik di antara uji-uji tersebut. Kata kunci : dua sampel bebas, uji Wilcoxon, uji Kolmogorov-Smirnov, uji Cramer von Mises, dan uji peringkat baru, uji terbaik

    Analisis Pengendalian Kualitas Statistik Injection Moulding Produk Cup Plastik Ø 80 Mm X 70 Mm

    Full text link
    Plastic is used to make a wide range of products for example to tableware such as plates, cups, spoons and various other equipment. The advantages of this plastic material is resistant to corrosion, its density is low enough so that it can float, process of formation of a plastic material into a product one of them with a system of injection molding plastic products, namely printing process that is generally used for the type of thermoplastic plastics material.The research was conducted on the product plastic cup Ø 80 mm x 70 mm with injection molding systems. using a quality control method that aims to identify and analyze the types of product defects and factors are a major cause of disability so as to minimize the number of defective products and can improve the quality of products produced. From the results of Pareto diagram didapatkan.jenis major flaw for an immediate improvement in product plastic cup Ø 80 mm x 70 mm with injection molding system is defective flashing with a frequency number of failed products by 43% and the probability of failure of 0.43.Based on the fishbone diagram which constitutes the main factor defective product plastic cup Ø 80 mm x 70 mm is flashing where the cause is due to the injection pressure is too high. And remedial efforts to prevent defective products plastic cup Ø 80 mm x 70 mm with a system of injection molding is less injection pressure to minimize or eliminate the flashing because of the high pressure caused the material get into places that are not fitting in the mold
    corecore