430,392 research outputs found
MINIATURE ATS BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8
Tujuan utama dari proyek akhir ini untuk merancang dan membuat suatu teknologi yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya kebutuhan sumber energi listrik terbaharukan. Teknologi ini berfungsi untuk mengoptimalkan suatu sistem kelangsungan pengadaan tenaga listrik, dalam hal ini adalah sistem penghematan listrik dengan tenaga matahari untuk menggantikan energi listrik dari PLN. yang sangat diaplikasikan untuk penghematan dan pengolahan energi terbaharukan. Metode yang digunakan dalam memindahkan energi listrik dari sumber PLN ke sumber tenaga listrik yang terbaharukan, dengan cara mengidentifikasi potensi peluang pemanfaatan energi listrik yang dapat diolah dari sinar matahari secara maksimal sesuai kebutuhan, rancangan yang digunakan sebagai media pengolah energi sinar matahari berupa solar cell dan inverter dengan beberapa manfaat utama diantaranya memiliki daya yang cukup tinggi untuk mengolah energi sinar matahari kebentuk energi listrik, tidak menimbulkan sisa pembakaran atau residu yang sangat merusak alam. Berdasarkan hasil pengujian dari alat auto transfer switch (ATS) telah menunjukkan hasil yang sesuai dengan perencanaan. Alat ini dapat memindahkan sumber energi listrik dari sumber PLN ke inverter sell surya (sumber dari inverter sebagai sumber yang diutamakan) untuk mensuplai beban, dengan tunda waktu yang dapat ditentukan. Sistem perpindahan secara otomatis dipengaruhi oleh tegangan yang kurang dari 209 volt. LCD dapat menampilkan informasi pengaturan tunda waktu dan nilai tegangan inverter sell surya dan tegangan PLN, dan juga menampilkan kursor sebagai tanda sumber tegangan dari inverter atau dari sumber tegangan PLN untuk mensuplai beban
UJI KARAKTERISTIK TURBIN ANGIN SAVONIUS 4 TINGKAT BERSEKAT DAN SUDUT GESER 45o DENGAN PEMBANDING TURBIN STANDAR
Krisis energi dan lingkungan akhir-akhir ini menjadi isu global. Pembakaran
BBM dan batubara menghasilkan pencemaran lingkungan dan CO2 yang mengakibatkan
pemanasan global. Pemanasan global dapat ditandai dengan perubahan iklim,
kekeringan, banjir, dll. Pemanfaatan sumber energi terbarukan menjadi solusi di masa
datang untuk pemenuhan kebutuhan energi yang ramah lingkungan. Salah satu sumber
energi terbarukan yang sangat berpotensi di negara kita adalah pemanfaatan energi
angin pantai. Karakteristik angin pantai di Indonesia adalah kencang maka sangat
memungkinkan untuk membuat pembangkit listrik tenaga angin yang cocok untuk
kondisi ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui torsi, power, dan efisiensi turbin angin
Savonius multi blade dan membandingkannya dengan turbin Savonius standart. Tinggi
kedua model ini sama, yaitu sebesar 70 cm. Turbin 4 tingkat dengan sela 0,25 d, panjang
L/4 dan sudut geser 45o. Ditentukan d 30 cm, D 52,5 cm, H 70 cm, dan sela 7,5 cm.
Turbin Savonius standart dengan satu pasang bucket dengan sela 0,25 d, panjang L.
Pengujian dilakukan di Pantai Parangrucuk.
Dari hasil pengujian, turbin ini mampu berputar pada kecepatan rendah, yaitu
pada kecepatan rata-rata aliran 3,04 m/s di Pantai Parangrucuk. Torsi turbin Savonius 4
tingkat lebih rendah dibandingkan turbin Savonius standar yaitu 0,124 Nm untuk turbin
standar dan 0,025 turbin 4 tingkat. Turbin Savonius standar memiliki efisiensi yang
lebih tinggi yaitu 14,3% dibandingkan dengan turbin Savonius 4 tingkat 2,6%.
Kata kunci : Sumber energi terbarukan, Energi angin pantai, Torsi, Power, Efisiensi
Turbin, Savonius multi blade, Savonius standart
PENGARUH UPAYA PROMOTIF, PREVENTIF KELUARGA DAN INFEKSI TERHADAP KEJADIAN KURANG PROTEIN (KEP) (Studi pada anak usia 2-5 tahu di Wilayah Kerja Puskesmas Gedangan Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang)
Kurang Energi Protein (KEP) adalah suatu keadaan kurang gizi pada seseorang yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan atau karena gangguan penyakit tertentu. Upaya penanggulangan KEP perlu adanya upaya promotif (pendidikan gizi) dan upaya preventif (imunisasi, pemberian multivitamin/suplemen dan pemberian makanan cukup energi protein). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh upaya promotif dan preventif keluarga terhadap Kejadian Kurang Energi Protein (KEP) pada anak balita. Jenis Penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional retrospktif dengan menggunakan disain case-control. Sampel adalah balita KEP ringan berjumlah 76 balita (kelompok kasus) dan 76 balita berstatus gizi normal (kelompok kontrol) dengan matching umur dan jenis kelamin. Analisa univariat, bivariat, (chi-square) dan multivariat dengan regresi logistic metode enter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang bergaruh terhadap KEP adalah upaya preventif (kecukupan energi, protein) dan infeksi, dimana P value infeksi=0,002, ketiganya < p value=0,05, berarti signifikan, dan masing-masing mempunyai probabilitas untuk terjadinya KEP sebesar 32,6% 20,7%,dan 18,5%. Saran, perlu digalakkan upaya promotif dan preventif keluarga dengan meningkatkan program penyuluhan gizi agar konsumsi energi dan protein di masyarakat meningkat. Dan bagi penelitian berikutnya perlu dilakukan penelitian eksperimen yang lebih spesifik tentang upaya promotif (pendidikan gizi) dengan berbagai metode untuk mengetahui seberapa pengaruhnya terhadap penurunan prevalensi KEP.
Kata Kunci: Kurang energi protein, promotif, preventif, keluarga, anak balita
THE EFFECT OF PROMOTIVE EFFORTS, PREVENTIVE THE FAMILY, AND INFECTION TOWARDS THE INCIDENT LESS ENERGY PROTEIN (A Studies at Age Child 2-5 years in The Work Territory of The Community Health Centre Gedangan The Subdistric Tuntang Distric Semarang
Less Energy Protein (KEP) was a malnutrition situation to someone who was caused by the low level of consumption of energy and protein in food or because of the distrubance of the certain illness, so as his consumption met or was not in accordance with the Adequacy Figure of the Nutrient. KEP control efforts needed the existence of promotive efforts (nutritive education) and preventiveefforts (the immunisation, giving of multivitamins/the supplement and giving of food of enough protein energy). The aim of the research was to know the influence of promotive efforts and preventive the family towards the Incident Less Energy Protein (KEP) to the child. The Research kind that was carried out was the research observational retrospective by making use of the design case-control. The sample was pre-school KEP light numbering 76 pre-school (the case group) and 76 pre-school status the normal nutrient (the control group) with matching the age and gender. The analysis that that was used analysis univariate, bivariate (ehi-square) multivariate with regression logistic the method enter. Results of the research showed that the influential variableagainst KEP was preventive efforts (the adequacy of energy, protein) and the infection, where p value the adequacy energy=0,000, p the adequacy protein=0,002 and p value infection=0,002, the three of them < p value=0,05, was significantly significant, and each having the probability for the KEP occurrence as big as 32,6%20,7%,dan 18,5%. The suggestion, must be stimulated by promotive efforts and preventive the family by increasing the counseling program the nutrient so that consumption of energy and protein in the community increases. And for the following research mus be done by the experiment research that more specific about promotive efforts (nutritive education) with various methods to know so his influence towards the decline in the KEP prevalence.
Keyword: less energy protein, promotive, preventive, the family the chil
Effect of a Pipe Number on the Heat Transfer Rate for a Granite Stone Absorber Solar Collector
Sebagaimana energi fosil telah mulai berkurang, maka sangat penting untuk memanfaatkan energi alternatif seperti energi surya. Suatu peralatan yang dapat digunakan untuk menangkap dan mengubah energi surya adalah kolektor surya. Dua kolektor surya identik digunakan dalam penelitian ini ditempatkan menghadap ke Utara dengan sudut kemiringan 15 °. Dimensi kolektor adalah 0,8 m x 1 m x 0,05 m. Salah satu kolektor yang terdiri dari 5 pipa paralel dan lainnya yang terdiri dari 7 pipa paralel. Air yang digunakan dalam percobaan ini mengalir secara alami karena gaya gravitasi dari tangki yang lebih tinggi dan diatur dengan katup dipasang pada sisi keluaran kolektor. Laju aliran air yang digunakan adalah 200, 250 dan 300 cc / menit dan diukur dengan menggunakan gelas ukur dan stop watch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa energi yang masuk ke kolektor, energi yang diserap oleh absorber dan air, naik dengan meningkatnya waktu observasi dan mencapai nilai puncak pada sekitar pukul 02:30 Wita. Setelah itu, menurun. Pengaruh jumlah pipa adalah tidak signifikan
Pemilihan Alternatif Peluang Hemat Energi Listrik Dengan Pendekatan Metode Anp Dan Promethee
Sekarang ini, kebutuhan energi listrik semakin meningkat sedangkan cadangan energi global semakin langka. Oleh karena itu, sudah saatnya manajemen penggunaan energi menjadi bagian penting dalam struktur manajemen Perusahaan, khususnya pada gedung perkantoran dan industri. Namun, tidak seluruh Perusahaan memperhatikan manajemen penggunaan energi, salah satunya adalah PT.XYZ. Hal ini terlihat dari baru dibentuknya bagian manajemen energi pada periode awal tahun 2014, yaitu manajemen PT.XYZ Property. Oleh karena itu dilakukan audit energi guna mengetahui profil penggunaan energi listrik pada gedung, nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE), pemborosan pemakaian energi yang terjadi dan peluang hemat energi yang dapat dilakukan. Pada penelitian ini, dilakukan audit energi yang terdiri dari survei energi dan audit energi awal. Dari hasil audit energi, dapat diidentifikasi beberapa alternatif peluang hemat energi yang dapat diaplikasikan pada PT.XYZ. Beberapa alternatif yang direkomendasikan tersebut, akan dipilih alternatif terbaik dengan menggunakan metode Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (PROMETHEE) dengan terlebih dahulu dihitung bobot kriteria dan sub-kriterianya menggunakan metode Analytical Network Process (ANP). Dari hasil audit energi, nilai IKE PT.XYZ pada periode bulan Maret sampai Agustus 2014 berada pada kategori boros, dengan range nilai 19,17–23,75 kWh/m2/bulan. Maka dari itu perlu dilakukan suatu konservasi energi agar energi dapat dikonsumsi secara optimal. Dari hasil perangkingan dengan metode PROMETHEE, alternatif konservasi energi yang direkomendasikan pada PT.XYZ adalah penerapan teknologi hemat energi
Analisa Perancangan Turbin Darrieus Pada Hydrofoil NACA 0015 Dari Karakteristik CL dan CD Pada Variasi Sudut Serang 0˚ Sampai 360˚
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan energi listrik serta menipisnya cadangan bahan bakar fosil, maka keadaan tersebut memaksa manusia untuk mencari energi alternatif (renewable energy) yang dapat diperbaharui yang dapat menggantikan bahan bakar fosil. Banyak energi alternatif yang dapat diperbaharui seperti pembangkit listrik tenaga air yang menjadi sumber energi yang berpotensi besar untuk dikembangkan saat ini. Terlebih dalam hal ini geografis Indonesia 63% wilayahnya terdiri dari laut menyimpan banyak potensi energi alternatif, khususnya energi arus laut. Maka dari itu perlu dikembangkan suatu alat yang dapat mengubah potensi energi arus air menjadi energi listrik sehingga cocok digunakan untuk perairan Indonesia.
Dalam tugas ahir ini dilakukan perhitungan nilai torsi, daya turbin, daya hidrolis, dan efisiensi turbin pada turbin Darrieus 3 sudu dengan menggunakan karakteristik hydrofoil NACA 0015, diameter 0.6 m, tinggi sudu 0.8 m, dan panjang chord 0.18 m dengan variasi sudut serang 0˚ sampai dengan 360˚ dengan variasi kecepatan 2 m/s, 2.5 m/s, 3 m/s, 3.5 m/s, dan 4 m/s. Dalam perhitungan ini nilai CL(Lift Coefficient) dan CD(Drag Coefficient) diperoleh dari hasil simulasi.
Hasil simulasi akan menunjukkan hasil perhitungan berupa nilai torsi, daya turbin, daya hidrolis, dan efisiensi turbin. Dimana diperoleh nilai efisiensi pada kecepatan aliran 2 m/s sebesar 17.14 %, kecepatan aliran 2.5 m/s sebesar 19.776 %, kecepatan aliran air 3 m/s sebesar 21.02%, kecepatan aliran air 3.5 m/s sebesar 22.44 % dan kecepatan aliran 4 m/s sebesar 25.833 %. Dimana nilai efisiensi tertinggi didapat pada kecepatan 4 m/s sebesar 25.833 %.
Kata kunci: Lift Coefficient, Drag Coefficient, Hydrofoil NACA 0015, Turbin Darrieus.
vii
Comparasion of iles-iles and cassava tubers as a Saccharomyces cerevisiae substrate fermentation for bioethanol production
Produksi bioetanol meningkat dengan cepat karena merupakan energi terbarukan
untuk mengatasi krisis energi yang disebabkan oleh habisnya minyak fosil. Produksi bioetanol skala besar di industri umumnya
menggunakan bahan baku seperti tebu, jagung, dan ubi kayu yang juga diperlukan sebagai sumber makanan. Oleh karena itu, banyak
studi pada proses bioetanol terkait dengan penggunaan bahan baku yang tidak bersaing dengan pasokan makanan. Salah satu alternatif
bahan baku dapat dimanfaatkan untuk produksi bioetanol adalah bahan berpati yang tersedia secara lokal yaitu iles-iles
(Amorphophallus mueller Blum). Kandungan karbohidrat umbi iles-iles sekitar 71,12% yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan
umbi singkong (83,47%). Pengaruh berbagai bahan awal, konsentrasi pati, pH, waktu fermentasi dipelajari. Konversi dari bahan berpati
menjadi etanol memiliki tiga langkah, pencairan dan sakarifikasi dilakukan dengan α-amilase dan amyloglucosidase kemudian
difermentasi dengan ragi S.cerevisiaie. Bioetanol tertinggi diperoleh pada variabel berikut rasio pati: air = 1:4; likuifaksi dengan 0,40
mL α-amilase (4h); sakarifikasi dengan amyloglucosidase 0,40 mL (40h); fermentasi dengan 10 mL S.cerevisiae (72h) memproduksi
bioetanol 69,81 g/L dari singkong sementara 53,49 g/L dari umbi iles-iles. Pada kondisi optimum, gula total dihasilkan 33.431 g/L dari
ubi kayu sementara 16.175 g/L dari umbi iles-iles. Pengaruh pH menunjukkan bahwa etanol yang dihasilkan terbaik diperoleh pada pH
fermentasi 5,5 baik untuk ubi kayu maupun umbi iles-iles. Hasil studi menunjukkan bahwa umbi iles-iles menjanjikan sebagai bahan
baku bioetanol karena menghasilkan bioetanol hampir sama dengan ubi kayu.
Key words: singkong, iles-iles, etanol, energi alternatif
Penggunaan Discounted Criterion Untuk Analisis Ekonomi Pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (Pltmh) Ingas Cokro
Energi listrik sangat diperlukan pada saat ini bagi kehidupan manusia. sumber energi untuk menghasilkan energi listrik dapat dibedakan menjadi dua yaitu sumber energi yang tidak dapat diperbaharui dan sumber energi yang dapat diperbaharui energi. Sumber energi yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber energi dari fosil, namun sumber energi fosil cadangan bumi kita semakin menipis dan tidak menutup kemungkinan akan habis. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka perlu adanya pengembangan sumber energi yang dapat diperbaharui salah satunya dengan memanfaatkan air sebagai sumber energi listrik. Pemanfaatan air secara optimal dan efisien akan memberikan dampak yang positif terhadap kehidupan manusia dan lingkungan. Salah satu contoh pemanfaatan energi air ebagai sumber energi listrik adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang berada di sumber aur Ingas Cokro kecamatan Tujung kabupaten Klaten. PLTMH Ingas Cokro direncanakan memproduksi listrik sebesara 95.000 Watt perhari. Biaya investasi yang dibutuhkan adalah sebesar Rp. 1.625.000.000,00. umur dari PLTMH ini direncanakan 40 tahun. Dengan harga listrik Rp. 450,- per Watt maka proyek ini akan layak jika tingkat suku bunga adalah 5 % atau dibawah 5% dengan BCR 1,004
Persamaan Energi untuk Perhitungan dan Pemetaan Area yang Berpotensi untuk Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut
Gelombang laut merupakan salah satu sumber energi alternatif yang dapat digunakan sebagai pembangkit listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL) secara umum bekerja dengan mengkonversi energi gelombang laut menjadi energi mekanik, kemudian energi mekanik tersebut selanjutnya dikonversi menjadi energi listrik. Perhitungan energi gelombang laut membutuhkan persamaan yang mampu menghubungkan antara parameter gelombang laut yang diukur secara langsung dengan parameter energi rata-rata gelombang laut tersebut. Perumusan persamaan tersebut telah dilakukan dengan memanfaatkan konsep gelombang mekanis dimana energi total sebuah gelombang adalah penjumlahan linear antara energi kinetik dan energi potensial. Berdasarkan Perumusan yang telah dilakukan diketahui bahwa parameter-parameter yang berpengaruh terhadap nilai rata-rata energi gelombang laut persatuan luas adalah massa jenis air laut, percepatan gravitasi, dan amplitudo gelombang laut. Selain itu, melalui perhitungan pada beberapa sampel data diketahui bahwa nilai energi rata-rata gelombang laut mendekati dua kali lipat ketinggian gelombang tersebut
- …
