9,626 research outputs found

    Managing the bullwhip effect in multi-echelon supply chains

    Get PDF
    This editorial article presents the bullwhip effect which is one of the major problems faced by supply chain management. The bullwhip effect represents the demand variability amplification as demand information travels upstream in the supply chain. The bullwhip effect research has been attempting to prove its existence, identify its causes, quantify its magnitude and propose mitigation and avoidance solutions. Previous research has relied on different modeling approaches to quantify the bullwhip effect and to investigate the proposed mitigation/avoidance solutions. Extensive research has shown that smoothing replenishment rules and collaboration in supply chain are the most powerful approaches to counteract the bullwhip effect. The objective of this article is to highlight the bullwhip effect avoidance approaches with providing some interesting directions for future research

    Exploring the bullwhip effect by means of spreadsheet simulation.

    Get PDF
    An important supply chain research problem is the bullwhip effect: demand fluctuations increase as one moves up the supply chain from retailer to manufacturer. It has been recognized that demand forecasting and ordering policies are two of the key causes of the bullwhip effect. In this paper we present a spreadsheet application, which explores a series of replenishment policies and forecasting techniques under different demand patterns. It illustrates how tuning the parameters of the replenishment policy induces or reduces the bullwhip effect. Moreover, we demonstrate how bullwhip reduction (order variability dampening) may have an adverse impact on inventory holdings. Indeed, order smoothing may increase inventory fluctuations resulting in poorer customer service. As such, the spreadsheets can be used as an educational tool to gain a clear insight into the use or abuse of inventory control policies and improper forecasting in relation to the bullwhip effect and customer service. Keywords: Bullwhip effect, forecasting techniques, replenishment rules, inventory fluctuations, spreadsheet simulationBullwhip; Bullwhip effect; Forecasting techniques; Inventory fluctuations; Replenishment rule; Simulation; Spreadsheet simulation;

    Exploring the bullwhip effect by means of spreadsheet simulation.

    Get PDF
    One of the main supply chain deficiencies is the bullwhip effect: demand fluctuations increase as one moves up the supply chain from retailer to manufacturer. The Beer Distribution Game is widely known for illustrating these supply chain dynamics in class. In this paper we present a spreadsheet application, exploring the two key causes of the bullwhip effect: demand forecasting and the type of ordering policy. We restrict our attention to a single product two-echelon system and illustrate how tuning the parameters of the replenishment policy induces or reduces the bullwhip effect. We also demonstrate how bullwhip reduction (dampening the order variability) may have an adverse impact on inventory holdings and/or customer service. As such, the spreadsheets can be used as an educational tool to gain a clear insight into the use of inventory control policies and forecasting in relation to the bullwhip effect and customer service.Bullwhip effect; Replenishment rules; Forecasting techniques; Spreadsheet simulation; Beer distribution game;

    PERENCANAAN KEBUTUHAN DISTRIBUSI DENGAN MEMINIMALKAN BULLWHIP EFFECT DAN PENERAPAN APLIKASI BEER GAME (Studi Kasus : CV. Indosejahtera Sukoharjo)

    Get PDF
    CV. Indosejahtera merupakan suatu usaha manufaktur yang memproduksi alat-alat olah raga, seperti raket dan shuttlecock. Perusahaan ini mempunyai beberapa unit distribusi dibeberapa kota, antara lain Solo, Semarang, Yogyakarta, dan Wonogiri. Dalam proses pendistribusian produknya, ada beberapa kesalahan yang terjadi, salah satu diantaranya yaitu bullwhip effect. Kesalahan informasi yang mendasari terjadinya bullwhip effect, terjadinya perbedaan informasi permintaan di sistem distribusi dan permintaan aktual di pasar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk merencanakan kebutuhan distribusi dan menyelesaikan masalah distorsi informasi dalam sistem pendistribusian di perusahaan. Perencanaan kebutuhan distribusi dilakukan dengan melakukan peramalan pada Toko yang mengalami bullwhip effect. Pengidentifikasian bullwhip effect yang terjadi mengacu pada rantai pasok yang ada di sistem distribusi perusahaan. Setelah teridentifikasi kemudian dilakukan perbaikan untuk mengurangi adanya bullwhip effect dengan menggunakan software Beer Game. Beer Game digunakan untuk mengidentifikasi dan meminimalkan bullwhip effect dengan memilih policy dan demand yang menghasilkan nilai sistem cost yang paling kecil. Masukan yang digunakan untuk software ini adalah jumlah permintaan aktual dari toko yang mengalami bullwhip effect. Hasil penelitian ini antara lain terjadinya bullwhip effect di sebagian wilayah distribusi daerah Yogyakarta, yaitu Toko E dan Toko F. Bullwhip effect terjadi karena adanya perbedaan informasi permintaan antara Toko dengan Perusahaan. Perbaikan dengan software Beer Game dilakukan untuk Toko E menghasilkan nilai sistem cost 9671 yang lebih kecil dari nilai sistem cost aktual yaitu 14179 dengan persentase 31,79%

    The analysis of bullwhip effect in a HMMS-type supply chain

    Get PDF
    The aim of the paper is to investigate the well-known bullwhip effect of supply chains. Control theoretic analysis of bullwhip effect is extensively analyzed in the literature with Laplace transform. This paper tries to examine the effect for an extended Holt-Modigliani-Muth-Simon model. A two-stage supply chain (supplier-manufacturer) is studied with quadratic costs functional. It is assumed that both firms minimize the relevant costs. The order of the manufacturer is delayed with a known constant. Two cases are examined: supplier and manufacturer minimize the relevant costs decentralized, and a centralized decision rule. The question is answered, how to decrease the bullwhip effect

    Analisa Bullwhip Effect Pada Tingkat Retail Menggunakan Sistem Manajemen Rantai Pasok (Studi Kasus : Delta Niaga Jln. Sanggir, Paulan Colomadu)

    Get PDF
    Supply chain yang paling baik dan efisien yaitu informasi yang nyata supaya dapat diketahui dengan cepat dan akurat dimana pihak manufacture harus langsung berhubungan dengan konsumen, agar terwujudnya kepuasan dari konsumen. Menciptakan suatu pelayanan yang diharapkan maka koordinasi antara pihak supply chain sangat diperlukan. Karena kurangnya koordinasi itu dapat menimbulkan suatu kesalahan informasi atau miss communication yang natinya akan menyebabkan adanya variasi permintaan. Pendistribusian produk Thinner merupakan salah satu permasalahan yang ada dalam Delta Niaga. Dimana dalam pendistribusian produk masih sering terjadi simpangan yang jauh antara persediaan yang ada dengan permintaan, fenomena ini disebut Bullwhip Effect. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meminimalkan terjadinya Bullwhip Effect di Delta Niaga, memperbaiki sistem Supply Chain Management agar dapat menciptakan Supply Chain Management yang efisien. Data yang digunakan adalah data permintaan dan data penjualan pada masing-masing retail. Pengolahan data dilakukan dengan menghitung nilai amplifikasi permintaan (Bullwhip Effect) pada setiap retail,untuk perbaikan dilakukan peramalan permintaan dengan software winQsb dan dihitung kembali nilai amplifikasi permintaan (Bullwhip Effect). Hasil perhitungan untuk produk thinner A Special retailer yang terindetifikasi Bullwhip Effect adalah retailer Rimba Sentosa ,Sumber Mulyo Solo, Sumber Mulyo Sukoharjo, Yale pabelan, Nusantara Abadi, Apin. Perhitungan pada prduk thinner Supper 200 liter teridentifikasikan terjadinya Bullwhip Effect pada retailer Solo Murni, Djatmiko, Nova Jaya Sukoharjo, Indoveneer. Perhitungan pada produk thinner NC 200 liter teridentifikasikan terjadinya Bullwhip Effect pada Djatmiko, Sumber Mulyo nilai tersebut diatas parameter 1,0056. Hasil peramalan dan perhitungan nilai amplifikasi maka retail tersebut nilainya menjadi dibawah parameter 1,0056. Cara yang mungkin efektif untuk mengurangi Bullwhip effect antara lain, perusahaan harus membuat adanya kebijakan / aturan dalam pemesanan seperti menentukan jumlah maximal order , Tetap menjaga lead time agar tetap stabil, dan memperbaiki sistem informasi

    Analisa Bullwhip Effect dengan Metode Periodic Review

    Full text link
    Salah satu kendala supply chain yang masih sering dijumpai dalam sistem distribusi adalah kelemahan pada aliran informasi yang menimbulkan penyimpangan antara persediaan dengan permintaan atau yang dinamakan dengan fenomena bullwhip effect. Adanya bullwhip effect menyebabkan ketidak effisiensinya supply chain, khususnya pada perencanaan produksi dan pengiriman produk. Toko Holi merupakan salah satu pelaku supply chain yang memproduksi khususnya telur yang sehat konsumsi, salah satunya yakni telur rendah kolestrol. Produk telur rendah kolestrol pada Toko Holi mengalami kekurang efisiensinan karena dari data yang ada, rentang antara pengadaan dan penjualan tinggi. Pengukuran dan analisa yang dilakukan di Toko Holi berupaya untuk mencari tahu seberapa besar bullwhip effect yang terjadi dan selanjutnya mencari alternatif dan solusi untuk mengurangi terjadinya bullwhip effect pada supply chain dengan menggunakan metode periodic review system dan menentukan safety stock yang optimal. Dengan menggunakan metode periodic review maka tercipta batas persediaan level yang dianjurkan untuk pengorderan. Adanya batasan persediaan baru tidak menjamin keuntungan penjualan yang mendekati persediaan, kerugian akan kehabisan produk terjadi jika penjualan melebihi batas persediaan. Batasan persediaan baru juga mempengaruhi angka bullwhip effect, secara keseluruhan angka bullwhip effect rendah setelah menerapkan metode periodic review pada produk telur rendah kolesterol. Kata Kunci: supply chain, bullwhip effect, effisiensi, safety stock, periodic review syste

    Analisa Bullwhip Effect Pada Retail Air Minum Dalam Kemasan Studi Kasus Pada CV. Tirta Mekar Jaya Jl. Bat - Kareb No. 51 Tegalmulyo, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah

    Get PDF
    Salah satu kendala yang masih sering dijumpai dalam sistem distribusi produk adalah adanya fenomena Bullwhip Effect yaitu adanya simpangan yang jauh antara persediaan yang ada dengan permintaan. Hal ini disebabkan kesalahan interpertasi data permintaan ditiap rantai distribusi. Hal itu juga yang dialami oleh CV. Tirta Mekar Jaya yang memproduksi air minum dengan merk Axogy dalam kemasan galon 19 liter dan kemasan 500 ml. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya amplifikasi permintaan (bullwhip effect) dan meminimalisasi terjadinya bullwhip effect didalam sistem distribusi perusahaan Axogy wilayah Surakarta. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data permintaan dan penjualan di masing- masing retail. Pengolahan data dilakukan dengan menghtung nilai amplifikasi permintaan (bullwhip effect) pada masing-masing retail, sedangkan untuk perbaikan dilakukan dengan peramalan permintaan dan perhitungan kembali nilai amplifikasi permintaan (bullwhip effect). Hasil perhitungan menunjukkan untuk produk kemasan 19 liter terjadi bullwhip effect pada retail Yoga Sofyan 1,0156, Agus Suprapto 1,3519, Cipto waluyo 1,2479, Anik Sholihati 1,2144, Slamet Suharno 1,0140, Satna Nopida 1,0463, E.Asri Sadiyanti 1,1298, Adede Mustaqim 1,0256, P.Kusuma W 1,0570. Untuk produk kemasan 500mL terjadi bullwhip effect pada retail Kurniawan C 1,0328, Agus Suprapto 1,0348, Cipto waluyo 1,0279, Tintin Murtini 1,0291,Adede Mustaqim 1,0628, Wiyono 1,0321, nilai tersebut diatas parameter yaitu 1,0056. Hasil peramalan dan perhitungan kembali nilai Amplifikasi permintaan (bullwhip effect) untuk produk kemasan 19 liter didapatkan hasil retail Yoga Sofyan Anwar 0,0330, Agus Suprapto 0,4045, Cipto waluyo 0,4926, Anik Sholihati 0,6101, Slamet Suharno 0,2787, Satna N 0,0233, E.Asri Sadiyanti 0,0700, Adede Mustaqim 0,4867, P.Kusuma Wijayanto 0,5396. Untuk produk kemasan 500 mL didapatkan hasil retail Kurniawan C 0,6964, Agus Suprapto 0,1869, Cipto waluyo 0,7678, Tintin Murtini 0,0622, Adede Mustaqim 0,1114, Wiyono 0,1256, nilai tersebut dibawah parameter yaitu 1,0056 .Usaha perbaikan dilakukan dengan melakukan pemesanan produk pada manufaktur dengan memperhatikan jumlah persediaan yang ada, menjaga arus informasi permintaan dan penjualan produk, serta menjaga menjaga lead time agar tetap stabil
    corecore