Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Pembelajaran PKN Kelas IV SD

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan penting yang perlu dikembangkan sejak sekolah dasar, namun pembelajaran PKn di kelas IV SD Negeri Ngadirejo 04 siswa belum terbiasa mengemukakan pendapat, menganalisis masalah, dan menarik kesimpulan secara mandiri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV pada pembelajaran PKN materi gotong royong berdasarkan empat indikator: interpretasi, analisis, inferensi, dan evaluasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 11 siswa kelas IV, data dikumpulkan melalui observasi tiga pertemuan pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru kelas dan tiga siswa, serta dokumentasi Modul Ajar dan aktivitas pembelajaran. Analisis data dilakukan secara induktif dengan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, disertai triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa secara keseluruhan belum berkembang optimal. Aspek interpretasi dan analisis muncul dalam diskusi dan pengerjaan lembar kerja peserta didik, namun masih terbatas pada jawaban permukaan tanpa alasan yang mendalam dan keterkaitan yang jelas dengan konsep PKn. Aspek inferensi muncul secara parsial dan hanya ketika guru memberi instruksi eksplisit untuk menyimpulkan, sedangkan aspek evaluasi tidak muncul sama sekali selama pembelajaran karena siswa belum terbiasa menilai atau menanggapi argumen dan hasil kerja kelompok lain. Temuan ini mengindikasikan bahwa keterbatasan kemampuan berpikir kritis siswa berkaitan dengan faktor individu

Similar works

Full text

This paper was published in Didaktika Dwija Indria.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.