Pemanfaatan Differential Evolution dalam Optimasi Kebutuhan Gizi Balita Gizi Kurang dan Buruk

Abstract

Abstract — Malnutrition in toddlers, particularly wasting and severe wasting, remains a significant challenge in Indonesia, particularly in the East Nusa Tenggara (NTT) province. This study aims to develop a daily food menu optimization system for wasted and severely wasted toddlers aged 12-59 months using the Differential Evolution (DE) algorithm. The system is designed to balance macronutrient (energy, protein, fat, carbohydrates, fiber) and micronutrient (calcium, iron, zinc, copper, phosphorus, vitamin C) needs. The utilized database consists of food items commonly found and easily accessible in NTT, categorized into staple foods, side dishes, vegetables, and fruits. The DE algorithm was implemented to generate optimal, varied, and affordable menu combinations. The results show that the DE algorithm successfully created balanced menu recommendations. The optimal configuration was achieved with a population size of 20 and 1,500 iterations, consistently producing valid menu solutions with efficient computation time. This system proves to be an effective tool for addressing toddler nutritional fulfillment by considering local food variety and affordability.Abstrak — Masalah gizi pada balita khususnya gizi kurang (wasted) dan gizi buruk (severely wasted), masih menjadi tantangan serius di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem optimasi menu makanan harian bagi balita gizi kurang dan buruk (wasted dan severely wasted) usia 12-59 bulan dengan menggunakan algoritma Differential Evolution (DE). Sistem dirancang untuk menyeimbangkan kebutuhan gizi makro (energi, protein, lemak, karbohidrat, serat) dan gizi mikro (kalsium, zat besi, seng, tembaga, fosfor, vitamin C). Basis data yang digunakan terdiri dari bahan makanan yang umum dijumpai dan mudah diakses di NTT, yang dikelompokkan ke dalam kategori makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan. Algoritma DE diimplementasikan untuk menghasilkan kombinasi menu yang optimal, variatif, dan terjangkau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma DE berhasil menyusun rekomendasi menu yang seimbang. Konfigurasi optimal dicapai dengan ukuran populasi 20 dan 1.500 iterasi, yang secara konsisten menghasilkan solusi menu yang valid dengan waktu komputasi efisien. Sistem ini terbukti efektif sebagai alat bantu untuk mengatasi masalah pemenuhan gizi balita dengan mempertimbangkan variasi bahan pangan lokal dan keterjangkauan harga

Similar works

Full text

Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi

redirect
Last time updated on 12/05/2026

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.

Licence: https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0