Recommender systems face significant challenges under cold-start conditions, where information about users or items is still limited. This study proposes a hybrid switching approach that adaptively combines Content-Based Filtering (CBF), User-Based Collaborative Filtering (CF), and Item-Based CF based on the number of user and item interactions. The evaluation was conducted through cold-start scenario testing for a single user, accuracy measurement using RMSE and MAE with 5-Fold Cross-Validation, and adaptivity testing under varying levels of cold-start conditions (5%, 20%, and 50%). Experimental results show that the hybrid model effectively handles all cold-start scenarios by falling back to CBF or CF User-Based when data is insufficient, and opting for CF Item-Based when sufficient information is available. The model achieved the best performance with an average RMSE of 0.8165 and MAE of 0.6592, along with low standard deviations, indicating stable performance across folds. Furthermore, the hybrid system demonstrated dynamic adaptability to data completeness levels, with a gradual shift in fallback algorithm usage as cold-start severity increased. Therefore, the hybrid switching approach not only excels in accuracy but also offers flexibility and robustness, making it an effective solution for improving the quality of recommender systems in scenarios with incomplete data.Sistem rekomendasi menghadapi tantangan signifikan dalam kondisi cold-start, yaitu saat informasi tentang pengguna atau item masih terbatas. Penelitian ini mengusulkan pendekatan hybrid switching yang secara adaptif mengombinasikan Content-Based Filtering (CBF), Collaborative Filtering (CF) User-Based, dan CF Item-Based berdasarkan jumlah interaksi pengguna dan item. Evaluasi dilakukan melalui pengujian skenario cold-start terhadap satu pengguna, pengukuran akurasi menggunakan RMSE dan MAE dengan 5-Fold Cross-Validation, serta uji adaptivitas terhadap berbagai tingkat kondisi cold-start (5%, 20%, dan 50%). Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model hybrid mampu menangani seluruh skenario cold-start secara efektif, dengan melakukan fallback ke metode CBF atau CF User-Based saat data tidak mencukupi, dan memilih CF Item-Based ketika informasi sudah memadai. Model ini mencatatkan performa terbaik dengan RMSE rata-rata sebesar 0.8165 dan MAE sebesar 0.6592, serta standar deviasi rendah, yang menunjukkan kestabilan performa antar-fold. Selain itu, sistem hybrid menunjukkan kemampuan adaptasi dinamis terhadap tingkat kelengkapan data, dengan pergeseran penggunaan algoritma fallback seiring meningkatnya kondisi cold-start. Dengan demikian, pendekatan hybrid switching tidak hanya unggul dari segi akurasi, tetapi juga fleksibel dan robust, menjadikannya solusi untuk meningkatkan kualitas sistem rekomendasi dalam skenario data yang tidak lengkap
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.