Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan pertumbuhan sektoral pertanian di Provinsi Papua. Metode analisis yang digunakan untuk melihat potensi sektoral menggunakan Overlay (Location Question (LQ), Shift Share (SSH), Model Rasio Pertumbuhan (MRP)), dan alat yang digunakan untuk melihat pola pertumbuhan sektoral menggunakan Rasio Pertumbuhan dan Tipologi Klassen Sektoral. Dalam penelitian ini data-data yang digunakan adalah data time series 2000 – 2013 yaitu data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Harga Konstan Tanpa Tambang Nasional dan Provinsi Papua, baik pertumbuhan, kontribusi, pendapatan perkapita dan data jumlah penduduk yang tergolong angkatan kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi sektor pertanian di Provinsi Papua adalah Rata-rata laju pertumbuhan sektor pertanian (4,57 %), Hanya terdapat satu sub sektor dari sektor pertanian yang dapat dikatakan sebagai sektor basis dalam jangka waktu 2000-2013 yaitu sub sektor tanaman perkebunan. Adapun hampir seluruh sektor pertanian Provinsi Papua masuk dalam kategori highly potencial potencial yang diindikasikan mempunyai daya saing yang tinggi (DS positip), namun tumbuh lambat dibandingkan nasional (PS negative). Hampir seluruh sektor pertanian masuk dalam klasifikasi III yakni sub sektor tanaman bahan makanan, tanaman perkebunan, peternakan dan hasil-hasilnya, kehutanan dan perikanan. Dari hasi analisis overlay hanya terdapat satu sub sektor yang dapat dikategorikan sebagai sektor unggulan yaitu tanaman perkebunan.
Kata Kunci : Pertumbuhan Sektoral Pertanian, Pola Pertumbuhan, Sektor Basis Ekonomi, Shift Share, Model Rasio Pertumbuhan, Typologi Klassen dan Overla
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.