Accumulator/aki adalah suatu jenis baterai yang banyak digunakan untuk kendaraan bermotor. Aki motor secara umum dibedakan menjadi dua jenis yaitu aki basah dan aki kering. Di dalam aki basah terdapat cairan yang disebut elektrolit, elektrolit ini terbuat dari kandungan asam dengan air. Namun kandungan asam yang dihasilkan terkadang tidak sama dikarenakan pemilihan campuran air yang digunakan kurang tepat. Tujuan dalam penelitan ini adalah untuk mengetahui campuran elektrolit paling efektif terhadap perfoma tegangan pada aki dengan membandingkan penggunaan antara air suling dan air mineral. Metode penelitian ini bersifat eksperimental dengan membandingkan variasi larutan elektrolit pada dua aki berkapasitas 35Ah dan 45Ah. Output yang menjadi perbandingan yaitu pengukuran nilai tegangan yang dihasilkan oleh dua buah aki yang diuji. Pengujian dilakukan dalam kurun waktu 15 menit sampai 120 menit sebelum dan setelah charge. Pengukuran pada mobil berkapasitas 1200 cc dengan putaran 1000 rpm sampai 3000 rpm, larutan elektrolit pada air suling mendapatkan nilai tegangan yang lebih tinggi daripada air mineral, dengan tegangan saat penuangan pertama setelah 120 menit yaitu 12.9 volt dan setelah dicharge naik menjadi 13.6 volt. Kemudian di mobil pada putaran 1000 rpm mendapatkan tegangan stabil 14.5 volt dan saat start engine pertama 10.2 volt. Kesimpulan dari penelitian ini elektrolit air suling terbilang lebih cocok digunakan untuk air aki ketimbang elektrolit air mineral. Untuk pemakaian jangka lama elektrolit air suling lebih baik dibandingkan elektrolit air mineral yang mudah panas saat digunakan pada jangka waktu yang lama dan diputaran rpm tinggiAccumulator/battery is a type of battery that is widely used for motorized vehicles. Motorcycle batteries are generally divided into two types, namely wet batteries and dry batteries. Inside a wet battery there is a liquid called electrolyte, this electrolyte is made from acid and water. However, the acid content produced is sometimes not the same due to the inappropriate selection of the water mixture used. The aim of this research is to find out the most effective electrolyte mixture for battery voltage performance by comparing the use of distilled water and mineral water. This research method is experimental by comparing variations in electrolyte solutions in two batteries with a capacity of 35Ah and 45Ah. The output used for comparison is the measurement of the voltage value produced by the two batteries being tested. Testing was carried out within a period of 15 minutes to 120 minutes before and after charging. Measurements on a car with a capacity of 1200 cc with a rotation of 1000 rpm to 3000 rpm, the electrolyte solution in distilled water obtained a higher voltage value than mineral water, with the voltage during the first pour after 120 minutes being 12.9 volts and after being charged it rose to 13.6 volts. The conclusion of this research is that for long-term use, distilled water electrolyte is better than mineral water electrolyte which heats up easily when used for long periods of time and at high rpm
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.