PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KACANG MERAH (Phaseolus Vulgaris Latau) TERHADAP DAYA TERIMA STICK IKAN CAKALANG (Katsuwonus Pelamis)

Abstract

Protein Energy Malnutrition (PEM) remains a major nutritional issue among toddlers and significantly contributes to Protein-Energy Malnutrition (PEM) remains a major nutritional problem among infants and young children and contributes to high child mortality rates. Data from the World Health Organization (WHO) indicates that approximately 54% of child deaths are caused by Protein-Energy Malnutrition. One preventive measure involves utilizing local foods, such as skipjack tuna—which is high in animal protein—and red beans as a source of plant-based protein, by processing them into stick-shaped products. These stick products are designed as snacks weighing 50 grams per serving to help meet the daily nutritional needs of healthy infants and toddlers, supplementing their daily nutritional requirements beyond main meals. The objective of this study is to determine the effect of adding red bean flour on the organoleptic acceptability (color, aroma, taste, and texture) as well as the nutritional value of skipjack tuna sticks. An experimental research method was used with three treatments: the addition of 42% red bean flour (L1), 47% (L2), and 52% (L3). Organoleptic testing was conducted by panelists using the Kruskal-Wallis test, while nutritional value analysis was based on TKPI 2020. The results of the organoleptic test showed no significant differences among the treatments (p > 0.05), but all formulations fell into the “like” category (scores of 3.6–4.0). In terms of color, L1 and L2 were the most preferred; for aroma and texture, L2 and L3 were preferred; while L2 received the highest score for taste. Nutritional analysis showed an increase in energy and protein as the proportion of red beans increased, with the highest values in L3 (Energy 2,413.4 kcal; protein 93.8 g; fat 97.75 g; carbohydrates 293.25 g). Based on the nutritional analysis results, the recommended formulation is skipjack fish sticks with 52% red bean flour added (L3). As a snack, this product has higher energy and protein levels than the other treatments, which can help meet the energy and protein needs of undernourished toddlers. Further research is needed regarding the content or analysis of other micronutrients in the fish stick formulation.    Kekurangan Energi Protein (KEP) masih menjadi masalah gizi utama pada balita dan berkontribusi terhadap tingginya angka kematian anak. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa sekitar 54% angka kematian pada anak disebabkan oleh Kekurangan Energi Protein. Salah satu upaya pencegahan adalah pemanfaatan pangan lokal, seperti ikan cakalang yang tinggi protein hewani dan kacang merah sebagai sumber protein nabati, melalui pengolahan menjadi produk stik. Produk stik ini dirancang sebagai makanan selingan (snack) dengan berat 50 gram per takaran saji untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian balita.sehat untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi harian di luar makanan utama.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kacang merah terhadap daya terima organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur) serta nilai gizi stik ikan cakalang. Menggunakan metode eksperimen atau percobaan (experiment research) dengan tiga perlakuan, yaitu penambahan tepung kacang merah 42% (L1), 47% (L2) dan 52% (L3). Uji organoleptik dilakukan oleh panelis menggunakan Uji Kruskal-Wallis, sedangkan analisis nilai gizi mengacu pada TKPI 2020. Hasil uji organoleptik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar perlakuan (p> 0,05), namun seluruh formulasi berada pada kategori “suka” (nilai 3,6-4,0). Dari aspek warna paling disukai L1 dan L2, aroma serta tekstur disukai L2 dan L3, sedangkan rasa tertinggi pada L2. Analisis nilai gizi menunjukkan peningkatan energi dan protein seiring peningkatan proporsi kacang merah, dengan nilaii tertinggi pada L3 (Energi 2.413,4 kkal; protein 93,8 gram; lemak 97,75 gram; karbohidrat 293,25 gram). Berdasarkan hasil uji nilai gizi maka formula yang direkomendasikan adalah stik ikan cakalang dengan penambahan 52% tepung kacang merah (L3), sebagai makanan selingan produk ini  memiliki kadar energi dan protein lebih tinggi dari pada perlakuan yang lainnya, yang dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan protein bagi balita KEP. Diharapkan adanya penelitian lanjutan terkait dengan kandungan atau analisis zat gizi mikro lainnya dari formulasi stik ikan

Similar works

Full text

This paper was published in Poltekkes Kemenkes Kupang Online Journal.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.