Serangan bersenjata di Banjska, Kosovo Utara, pada 24 September 2023 menjadi titik balik yang signifikan dalam hubungan antara pemerintah Kosovo dan komunitas Serbia di wilayah tersebut. Peristiwa ini memicu pengetatan kebijakan keamanan, penguatan kehadiran negara, serta perubahan pendekatan politik yang berorientasi pada stabilitas dan kedaulatan. Penelitian ini berfokus pada analisis dinamika kebijakan pemerintah Kosovo terhadap komunitas Serbia pasca-Serangan Banjska dalam rentang waktu 2023-2025. Penelitian ini menggunakan Rational Actor Model untuk memahami bagaimana pemerintah Kosovo merespons krisis dengan sumber daya terbatas, tekanan internasional, serta kepentingan politik domestik yang beragam untuk menentukan suatu kebijakan. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam tulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berdasarkan dari sejumlah literatur relevan dan artikel berita yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Kosovo pasca-Serangan Banjska mencerminkan kombinasi antara upaya memperkuat kedaulatan negara dan keterbatasan dalam implementasi kebijakan, yang dipengaruhi oleh tekanan politik domestik, hubungan dengan Serbia, serta intervensi Uni Eropa dan NATO. Dengan menggunakan kerangka Rational Actor Model, penelitian ini berupaya memberikan pemahaman komprehensif tentang bagaimana krisis keamanan memengaruhi kebijakan negara terhadap minoritas etnis di wilayah pascakonflik. Studi ini menyarankan perlunya pendekatan dialogis yang lebih inklusif untuk mengurangi ketegangan jangka panjang.
Kata Kunci: Kosovo, Komunitas Serbia, Banjska 2023, Kebijakan Keamanan, Rational Actor ModelThe armed attack in Banjska, northern Kosovo, on 24 September 2023 marked a significant turning point in relations between the Government of Kosovo and the local Serbian community. The incident triggered tighter security policies, strengthened state presence, and shifts toward a more stability- and sovereignty-oriented political approach. This research focuses on analyzing the dynamics of Kosovo’s policies toward the Serbian community following the Banjska attack within the 2023–2025 period. The study employs the Rational Actor Model to understand how the Government of Kosovo responded to the crisis while facing limited resources, international pressures, and diverse domestic political interests in formulating its policy choices. This research uses a qualitative descriptive method, with data collected through relevant literature and news articles related to the topic. The findings indicate that Kosovo’s post-Banjska policies reflect a combination of efforts to reinforce state sovereignty and the constraints encountered in policy implementation. These outcomes are shaped by domestic political pressures, relations with Serbia, and the involvement of the European Union and NATO. Using the Rational Actor Model, this study aims to provide a comprehensive understanding of how security crises influence state policies toward ethnic minorities in post-conflict regions. The study suggests the need for a more inclusive and dialogic approach to reduce long-term tensions.Keywords: Kosovo, Serbian Community, Banjska 2023, Security Policy, Rational Actor Mode
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.