UPN (Universitas Pembangunan Nasional) Veteran Yogyakarta: Portal Journals
Not a member yet
5749 research outputs found
Sort by
Membentuk Identitas Muslimah Modern: Strategi Pemasaran Digital UMK Hijab di Makassar
BIAH hijab is a small local business in the fashion industry that produces various types of hijabs, collaborates with local tailors, and utilizes digital platforms as its primary marketing medium. Despite these efforts, the brand faces low awareness, resulting in many potential customers being unfamiliar with BIAH Hijab and a number of transactions being canceled. In the current digital era, people increasingly obtain information through the internet, creating opportunities for digital marketing to address these issues. This study aims to assist BIAH Hijab in overcoming promotional challenges and improving brand visibility. The research employs a descriptive qualitative method. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed descriptively using a SWOT framework to assess strengths, weaknesses, opportunities, and threats. The analysis reveals that BIAH Hijab has strong product quality and local partnerships but faces weaknesses in promotional consistency. Opportunities exist in expanding digital marketing channels and influencer collaborations, while threats include intense market competition. The study recommends that BIAH Hijab develop a structured digital marketing strategy, strengthen collaborations with external partners, and leverage data analytics to enhance campaign performance.
Keyword: Digital Marketing, BIAH hijab, SWOT, Social Media, Muslimah FashionBIAH Hijab adalah usaha kecil lokal di industri fesyen yang memproduksi berbagai jenis hijab, bekerja sama dengan penjahit lokal, dan memanfaatkan platform digital sebagai media pemasaran utama. Meskipun upaya tersebut telah dilakukan, merek ini masih memiliki tingkat kesadaran yang rendah, sehingga banyak calon konsumen belum mengenal BIAH Hijab dan beberapa transaksi dibatalkan. Di era digital saat ini, di mana masyarakat semakin banyak memperoleh informasi melalui internet, terdapat peluang untuk memanfaatkan pemasaran digital dalam mengatasi permasalahan ini. Penelitian ini bertujuan membantu BIAH Hijab mengatasi tantangan promosi dan meningkatkan visibilitas merek. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis menggunakan kerangka SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa BIAH Hijab memiliki kualitas produk yang baik dan kemitraan lokal yang kuat, namun lemah dalam konsistensi promosi. Peluang yang ada meliputi pengembangan saluran pemasaran digital dan kolaborasi dengan influencer, sedangkan ancamannya adalah persaingan pasar yang ketat. Penelitian ini merekomendasikan agar BIAH Hijab mengembangkan strategi pemasaran digital yang terstruktur, memperkuat kerja sama dengan mitra eksternal, serta memanfaatkan analisis data untuk meningkatkan efektivitas kampanye.
Kata kunci: Pemasaran Digital, BIAH hijab, SWOT, Media Sosial, Busana Muslima
Formulation and Characterization of Herbal Lip Balm Utilizing Red Dragon Fruit (Hylocereus polyrhizus) Extract as a Natural Colorant and Active Ingredient
This study formulated an herbal lip balm using dragon fruit extract (Hylocereus spp.) as a natural colorant and moisturizer. The extract was integrated with a base of coconut oil, beeswax, cocoa butter, vitamin E, and rose water. Physical testing indicated an average pH of 5.08 and a melting point of 63–65 °C, complying with standard safety requirements for lip care products. Organoleptic evaluation by 10 panelists demonstrated high acceptance, with 90% approving the soft texture and aroma, and 85% favoring the natural pink color. The product exhibited stability over a 28-day storage period. Material characterization via X-Ray Diffraction (XRD) identified an amorphous crystal structure (2θ ≈ 25.60 ), while Scanning Electron Microscopy (SEM) revealed a porous surface with a particle distribution of 8μm. X-Ray Fluorescence (XRF) analysis confirmed the extract is rich in macro-elements, specifically Potassium (67.5%), Calcium (15.5%), Magnesium (8.5%), and Phosphorus (8.4%)
Implementation of Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF) and K-Means Clustering for User Experience Research Startup
A startup is an organization formed to look for repeatable and scalable business models. In recent years, startups have experienced significant growth. However, of the many startups in the world, most have failed. Factors related to the user is a factor that is very influential in startup failure. Therefore, a solution is needed to overcome problems related to these users. One solution is to do user experience research. In this study, the data used came from application reviews on the Google Playstore. To be able to process this data, the system implements the TF-IDF algorithm and K-Means Clustering. This research is expected to produce a system that functions to carry out user experience research automatically. So that it can be a solution to startup problems related to users and in the end can reduce the percentage of failed startups. From the Oy! app review data In Indonesia, there were 2,865 reviews that were implemented into the system using the K-Means Clustering algorithm, four topics that users often complain about, including the topic of credit exchange of 1,554 reviews, the redeem point feature of 172 reviews, the pulse redeem feature of 183 reviews, and the bank transfer feature of 541 reviews
THE INDONESIAN DPD\u27S ROLE AND POTENTIAL AS A LABORATORY OF SUBNATIONAL PARLIAMENTARY DIPLOMACY
The development of global diplomacy reveals an increasing role for subnational actors in international relations, alongside the strengthening of decentralization and multilevel governance. In Indonesia, this phenomenon creates an opportunity for the Regional Representative Council (DPD RI) to contribute by representing regional interests. This study aims to analyze the position, potential, and limitations of the DPD in Indonesia\u27s subnational diplomacy, employing a descriptive qualitative approach that integrates the theories of paradiplomacy and parliamentary diplomacy. The findings reveal that the DPD has significant potential to serve as a laboratory for paradiplomacy, particularly through its coordinative, advocacy, and facilitative roles in promoting regional interests with an international dimension. However, this role has not been optimized due to limitations in formal authority, the lack of institutionalized mechanisms for region-based diplomacy, and the dominance of executive actors and the DPR in the national diplomatic structure. This study concludes that strengthening the role of the DPD requires regulatory adjustments, enhanced collaboration among the DPD, DPR, and the MOFA, and the development of a diplomatic agenda based on regional strengths. Theoretically, this study contributes to the enrichment of subnational parliamentary diplomacy studies, and practically offers policy directions towards a more inclusive and multilevel Indonesian diplomacy
STATE RATIONALITY IN POLICY MAKING : PERUBAHAN KEBIJAKAN KOSOVO TERHADAP KOMUNITAS SERBIA DI KOSOVO UTARA PASCA SERANGAN BANJSKA PERIODE 2023-2025
Serangan bersenjata di Banjska, Kosovo Utara, pada 24 September 2023 menjadi titik balik yang signifikan dalam hubungan antara pemerintah Kosovo dan komunitas Serbia di wilayah tersebut. Peristiwa ini memicu pengetatan kebijakan keamanan, penguatan kehadiran negara, serta perubahan pendekatan politik yang berorientasi pada stabilitas dan kedaulatan. Penelitian ini berfokus pada analisis dinamika kebijakan pemerintah Kosovo terhadap komunitas Serbia pasca-Serangan Banjska dalam rentang waktu 2023-2025. Penelitian ini menggunakan Rational Actor Model untuk memahami bagaimana pemerintah Kosovo merespons krisis dengan sumber daya terbatas, tekanan internasional, serta kepentingan politik domestik yang beragam untuk menentukan suatu kebijakan. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam tulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berdasarkan dari sejumlah literatur relevan dan artikel berita yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Kosovo pasca-Serangan Banjska mencerminkan kombinasi antara upaya memperkuat kedaulatan negara dan keterbatasan dalam implementasi kebijakan, yang dipengaruhi oleh tekanan politik domestik, hubungan dengan Serbia, serta intervensi Uni Eropa dan NATO. Dengan menggunakan kerangka Rational Actor Model, penelitian ini berupaya memberikan pemahaman komprehensif tentang bagaimana krisis keamanan memengaruhi kebijakan negara terhadap minoritas etnis di wilayah pascakonflik. Studi ini menyarankan perlunya pendekatan dialogis yang lebih inklusif untuk mengurangi ketegangan jangka panjang.
Kata Kunci: Kosovo, Komunitas Serbia, Banjska 2023, Kebijakan Keamanan, Rational Actor ModelThe armed attack in Banjska, northern Kosovo, on 24 September 2023 marked a significant turning point in relations between the Government of Kosovo and the local Serbian community. The incident triggered tighter security policies, strengthened state presence, and shifts toward a more stability- and sovereignty-oriented political approach. This research focuses on analyzing the dynamics of Kosovo’s policies toward the Serbian community following the Banjska attack within the 2023–2025 period. The study employs the Rational Actor Model to understand how the Government of Kosovo responded to the crisis while facing limited resources, international pressures, and diverse domestic political interests in formulating its policy choices. This research uses a qualitative descriptive method, with data collected through relevant literature and news articles related to the topic. The findings indicate that Kosovo’s post-Banjska policies reflect a combination of efforts to reinforce state sovereignty and the constraints encountered in policy implementation. These outcomes are shaped by domestic political pressures, relations with Serbia, and the involvement of the European Union and NATO. Using the Rational Actor Model, this study aims to provide a comprehensive understanding of how security crises influence state policies toward ethnic minorities in post-conflict regions. The study suggests the need for a more inclusive and dialogic approach to reduce long-term tensions.Keywords: Kosovo, Serbian Community, Banjska 2023, Security Policy, Rational Actor Mode
Experiential Marketing in the Street Coffee Phenomenon of Yogyakarta
The current development of the coffee industry shows remarkable growth. Coffee businesses have experienced an increase driven by the rising trend of coffee drinking (“ngopi”) among young people. The emergence of the Street Coffee phenomenon is one of the cultural expressions of this trend, spreading across various social groups. In Yogyakarta, the Street Coffee phenomenon has grown due to a shift from the conventional practice of drinking coffee in indoor coffee shops to enjoying it in roadside settings. One notable Street Coffee establishment in Yogyakarta is Kedai 31 Bloc.
This study aims to explore the experiential marketing strategies implemented by Kedai 31 Bloc. Using a qualitative descriptive method, data were collected through in-depth interviews with the café’s employees. The study employs the experiential marketing component model to analyze the strategies utilized by the café in its efforts to increase customer engagement and attract more consumers.
Keyword: Coffee Businesses, Experiential Marketing, Street Coffee Phenomenon.Perkembangan dunia kopi saat ini menunjukkan geliat pertumbuhan yang luar biasa. Bisnis Kopi yang ada mengalami kenaikan dikarenakan adanya trend Ngopi yang berkembang di kalangan anak muda. Adanya Fenomena Street Coffee juga salah satu dari budaya Ngopi ini berkembang di berbagai kalangan. Fenomena Street Coffee di Yogyakarta berkembang karena adanya pergeseran minum Kopi secara konvensional di Coffee Shop beralih ke area pinggir jalan. Salah satu dari Kedai Street Coffee di Yogyakarta adalah Kedai 31 Bloc. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi Experiential Marketing yang digunakan oleh Kedai 31 Bloc. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Karyawan Kedai. Penelitian ini menggunakan Model komponen Experiential marketing untuk menganalisis strategi yang dipakai oleh kedai dalam usaha peningkatan konsumen.
Kata kunci: Bisnis Kopi, Experiential Marketing, Fenomena Street Kopi
Pemanfaatan Mikroalga dan Typha Untuk Penanganan Air Asam Tambang Pada Pertambangan Batubara
Air asam tambang (AAT) merupakan salah satu permasalahan lingkungan utama pada kegiatan pertambangan batubara, termasuk pada void pascatambang di Kabupaten Kutai Barat yang memiliki potensi pembentukan asam akibat keberadaan mineral sulfida pada batuan penyusunnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas mikroalga lokal dan tanaman Typha angustifolia dalam sistem wetland buatan untuk meningkatkan kualitas air pada void tersebut. Penelitian dilakukan selama tiga bulan dengan memanfaatkan lima kompartemen yang mewakili zona mikroalga dan vegetasi Typha. Parameter kualitas air yang diamati meliputi pH, logam terlarut (Fe dan Mn), H₂S, serta BOD, baik pada inlet maupun outlet tiap kompartemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroalga pada Kompartemen 2 dan 4 mampu meningkatkan pH dari kisaran 6,0–6,7 menjadi hingga 7,74 dalam waktu 24 jam. Peningkatan ini dipengaruhi oleh aktivitas fotosintesis dan proses biogeokimia yang menurunkan keasaman air. Kompartemen 2, yang diberi tambahan nutrisi organik, memberikan kenaikan pH paling konsisten. Pada sistem Typha, Kompartemen 1, 3, dan 5 menunjukkan peningkatan pH yang bervariasi, dengan nilai tertinggi pada K1 akibat adanya penambahan kapur. Analisis jaringan tanaman menunjukkan kemampuan Typha dalam mengakumulasi logam, dengan serapan Fe terbesar pada akar dan Mn serta S pada daun. Kelangsungan hidup Typha tertinggi tercatat pada K5 (95,8%), sedangkan penggunaan bahan organik segar meningkatkan BOD dan menurunkan keberhasilan tanam. Secara keseluruhan, mikroalga lebih efektif dalam penetralan pH secara cepat, sementara Typha berperan dalam stabilisasi jangka panjang dan akumulasi logam. Kombinasi keduanya direkomendasikan sebagai strategi fitoremediasi terpadu yang adaptif dan berkelanjutan untuk pengelolaan AAT pada void tambang batubara.Air asam tambang (AAT) merupakan salah satu permasalahan lingkungan utama pada kegiatan pertambangan batubara, termasuk pada void pascatambang di Kabupaten Kutai Barat yang memiliki potensi pembentukan asam akibat keberadaan mineral sulfida pada batuan penyusunnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas mikroalga lokal dan tanaman Typha angustifolia dalam sistem wetland buatan untuk meningkatkan kualitas air pada void tersebut. Penelitian dilakukan selama tiga bulan dengan memanfaatkan lima kompartemen yang mewakili zona mikroalga dan vegetasi Typha. Parameter kualitas air yang diamati meliputi pH, logam terlarut (Fe dan Mn), H₂S, serta BOD, baik pada inlet maupun outlet tiap kompartemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroalga pada Kompartemen 2 dan 4 mampu meningkatkan pH dari kisaran 6,0–6,7 menjadi hingga 7,74 dalam waktu 24 jam. Peningkatan ini dipengaruhi oleh aktivitas fotosintesis dan proses biogeokimia yang menurunkan keasaman air. Kompartemen 2, yang diberi tambahan nutrisi organik, memberikan kenaikan pH paling konsisten. Pada sistem Typha, Kompartemen 1, 3, dan 5 menunjukkan peningkatan pH yang bervariasi, dengan nilai tertinggi pada K1 akibat adanya penambahan kapur. Analisis jaringan tanaman menunjukkan kemampuan Typha dalam mengakumulasi logam, dengan serapan Fe terbesar pada akar dan Mn serta S pada daun. Kelangsungan hidup Typha tertinggi tercatat pada K5 (95,8%), sedangkan penggunaan bahan organik segar meningkatkan BOD dan menurunkan keberhasilan tanam. Secara keseluruhan, mikroalga lebih efektif dalam penetralan pH secara cepat, sementara Typha berperan dalam stabilisasi jangka panjang dan akumulasi logam. Kombinasi keduanya direkomendasikan sebagai strategi fitoremediasi terpadu yang adaptif dan berkelanjutan untuk pengelolaan AAT pada void tambang batubara
Pengaruh Oksidasi Hidrogen Peroksida Terhadap Nilai Kalor, Proksimat, dan Ultimat Batubara Formasi Wahau
Batubara lignit dari Formasi Wahau, Kalimantan Timur, memiliki cadangan besar namun nilai kalor rendahsehingga kurang kompetitif di pasar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perlakuanhidrogen peroksida (H₂O₂) 3% terhadap nilai kalor serta komposisi proksimat dan ultimat pada tiga ukuran partikel(40, 60, dan 100 mesh). Metode penelitian meliputi preparasi sampel, perlakuan oksidasi, serta pengujian nilaikalor menggunakan bom kalorimeter, analisis proksimat, dan analisis ultimat. Hasil penelitian menunjukkanbahwa perlakuan H₂O₂ tidak meningkatkan nilai kalor, bahkan cenderung menurunkannya. Penurunan terbesarterjadi pada 60 mesh, dari 5.627 menjadi 4.291 kkal/kg. Analisis proksimat memperlihatkan peningkatan volatilematter (misalnya pada 60 mesh dari 13,42% menjadi 19,54%), penurunan fixed carbon (pada 100 mesh dari81,12% menjadi 76,29%), serta kecenderungan peningkatan kadar abu. Analisis ultimat menunjukkan penurunankarbon (C) dan peningkatan oksigen (O), sedangkan sulfur (S) tidak terdeteksi pada semua sampel.Kesimpulannya, H₂O₂ berperan sebagai agen oksidator yang mengubah komposisi kimia batubara danmeningkatkan reaktivitasnya, tetapi tidak efektif sebagai metode peningkatan mutu energi batubara FormasiWahau.Batubara lignit dari Formasi Wahau, Kalimantan Timur, memiliki cadangan besar namun nilai kalor rendahsehingga kurang kompetitif di pasar internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perlakuanhidrogen peroksida (H₂O₂) 3% terhadap nilai kalor serta komposisi proksimat dan ultimat pada tiga ukuran partikel(40, 60, dan 100 mesh). Metode penelitian meliputi preparasi sampel, perlakuan oksidasi, serta pengujian nilaikalor menggunakan bom kalorimeter, analisis proksimat, dan analisis ultimat. Hasil penelitian menunjukkanbahwa perlakuan H₂O₂ tidak meningkatkan nilai kalor, bahkan cenderung menurunkannya. Penurunan terbesarterjadi pada 60 mesh, dari 5.627 menjadi 4.291 kkal/kg. Analisis proksimat memperlihatkan peningkatan volatilematter (misalnya pada 60 mesh dari 13,42% menjadi 19,54%), penurunan fixed carbon (pada 100 mesh dari81,12% menjadi 76,29%), serta kecenderungan peningkatan kadar abu. Analisis ultimat menunjukkan penurunankarbon (C) dan peningkatan oksigen (O), sedangkan sulfur (S) tidak terdeteksi pada semua sampel.Kesimpulannya, H₂O₂ berperan sebagai agen oksidator yang mengubah komposisi kimia batubara danmeningkatkan reaktivitasnya, tetapi tidak efektif sebagai metode peningkatan mutu energi batubara FormasiWahau
Implementation of the Market Basket Analysis Method on Sales Transaction Data Using the CT-Pro Algorithm
Purpose: Produce data mining applications to find out the combination of items with the highest frequency so that customer purchasing patterns are known.Design/methodology/approach: Using the Market Basket Analysis method with the CT-Pro Algorithm. System development using the Waterfall method.Findings/result: From the data for 3 months, 18 tests were carried out with minimum support and minimum confidence, starting from the system default value until no more rules were found. Until finally, the maximum limit for determining the minimum support was 12% and the minimum confidence was 40%, and from the 18 tests, the one with the best emergence value was "If buy 1Kg Eggs, then buy 1Kg Granulated Sugar", the confidence value is 41,86% and the lift ratio is 2,06. Originality/value/state of the art: The difference between this research and previous research is in the object section. This study uses sales transaction data at Bambang’s shop, which is located in Kebumen. The output of this system is the result of association rules that meet the minimum support and minimum confidence values
Peramalan Harga Nikel Berbasis Machine Learning menggunakan Algoritma Gated Recurrent Unit (GRU)
Nikel merupakan komoditas tambang yang penting dalam pembuatan baterai kendaraan listrik (electric Vehicle (EV)). Meningkatnya produksi EV dalam upaya mengurangi emisi karbon menyebabkan tingginya kebutuhan Nikel sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik diprediksi akan meningkat. Seiring meningkatnya produksi EV untuk menekan emisi karbon, kebutuhan nikel sebagai bahan baku baterai diproyeksikan terus naik. Kenaikan ini secara teori mendorong tekanan naik pada harga, terutama ketika pertumbuhan permintaan lebih cepat daripada kemampuan pasokan untuk bertambah dalam jangka pendek. Karena itu, tren permintaan yang meningkat menjadi salah satu faktor utama yang membentuk tren harga nikel ke depan. Selanjutnya, harga Nikel memiliki dampak signifikan terhadap keputusan investasi tambang, perkembangan ekonomi perusahaan Nikel, serta negara yang bergantung pada sumber daya Nikel. Namun, terdapat ketidakpastian mengenai tren harga Nikel di masa depan, sehingga solusi untuk permasalahan ini menarik untuk dikaji lebih dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil peramalan harga nikel jangka pendek dengan menerapkan algoritma Gated Recurren Unit (GRU) yang merupakan bagian dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligent, mengetahui akurasi peramalan harga nikel menggunakan algoritma GRU, serta menyajikan data peramalan harga informatif kepada pengguna (user). Hasil penelitian menunjukkan GRU sangat efektif dalam melakukan peramalan harga Nikel berdasarkan evaluasi kerja model menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 1,21%. Nikel merupakan komoditas tambang yang penting dalam pembuatan baterai kendaraan listrik (electric Vehicle (EV)). Meningkatnya produksi EV dalam upaya mengurangi emisi karbon menyebabkan tingginya kebutuhan Nikel sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik diprediksi akan meningkat. Seiring meningkatnya produksi EV untuk menekan emisi karbon, kebutuhan nikel sebagai bahan baku baterai diproyeksikan terus naik. Kenaikan ini secara teori mendorong tekanan naik pada harga, terutama ketika pertumbuhan permintaan lebih cepat daripada kemampuan pasokan untuk bertambah dalam jangka pendek. Karena itu, tren permintaan yang meningkat menjadi salah satu faktor utama yang membentuk tren harga nikel ke depan. Selanjutnya, harga Nikel memiliki dampak signifikan terhadap keputusan investasi tambang, perkembangan ekonomi perusahaan Nikel, serta negara yang bergantung pada sumber daya Nikel. Namun, terdapat ketidakpastian mengenai tren harga Nikel di masa depan, sehingga solusi untuk permasalahan ini menarik untuk dikaji lebih dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil peramalan harga nikel jangka pendek dengan menerapkan algoritma Gated Recurren Unit (GRU) yang merupakan bagian dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligent, mengetahui akurasi peramalan harga nikel menggunakan algoritma GRU, serta menyajikan data peramalan harga informatif kepada pengguna (user). Hasil penelitian menunjukkan GRU sangat efektif dalam melakukan peramalan harga Nikel berdasarkan evaluasi kerja model menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 1,21%.