Teknologi manufaktur aditif berbasis Fused Deposition Modeling (FDM) banyak digunakan dalam proses prototipe dan produksi skala kecil hingga menengah. Namun, penerapan pencetakan berulang secara kontinu masih menghadapi kendala pada proses pelepasan hasil cetakan dan pengelolaan residu filamen yang dapat mengganggu siklus pencetakan berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain FarmLoop Printing yang dilengkapi dengan wadah residu filamen pada printer 3D FDM guna meningkatkan efisiensi waktu dan produktivitas pencetakan.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental berbasis desain dengan pendekatan Design for Additive Manufacturing (DfAM). Perancangan dan integrasi sistem farmloop dilakukan pada printer 3D FDM tipe Bambu Lab A1. Material PETG dipilih sebagai bahan utama komponen farmloop dan wadah residu filamen karena memiliki ketahanan mekanik, stabilitas termal, serta ketahanan terhadap gesekan yang baik. Pengujian dilakukan dengan membandingkan kinerja printer sebelum dan sesudah penerapan sistem farmloop berdasarkan parameter efisiensi waktu dan efisiensi produksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan FarmLoop Printing dengan wadah residu filamen terintegrasi mampu mengurangi waktu henti antar proses cetak, menjaga kebersihan area kerja, serta meningkatkan kontinuitas dan produktivitas printer 3D FDM. Sistem ini mendukung konsep self-reset pada printer 3D dan berpotensi diterapkan sebagai solusi peningkatan efisiensi pada manufaktur aditif modern.
Kata kunci: Printer 3D, FDM, FarmLoop Printing, residu filamen, efisiensi produksi
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.