Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan strategi Penyuluh Agama Islam dalam menginternalisasikan nilai-nilai Islam wasathiyah sebagai upaya menangkal radikalisme dan intoleransi di masyarakat Desa Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap penyuluh agama serta masyarakat binaan. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh agama berperan strategis sebagai komunikator, mediator sosial, edukator, dan motivator dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama. Internalisasi nilai wasathiyah dilakukan melalui penguatan majelis taklim, pendekatan persuasif berbasis kearifan lokal, serta pemanfaatan dakwah digital sebagai media pendukung. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan integratif empat peran penyuluh dalam konteks masyarakat desa urban-religius dengan resistensi keagamaan laten, termasuk resistensi terhadap simbol kebangsaan, serta kombinasi strategi dakwah tatap muka dan digital. Temuan ini menegaskan bahwa Penyuluh Agama Islam merupakan aktor kunci dalam memperkuat moderasi beragama dan menjaga harmoni sosial di tingkat akar rumput.
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.