Department of Mechanical Engineering Atma Jaya Catholic University of Indonesia
Doi
Abstract
This study compares two methods for measuring the coefficient of linear expansion of metals: the Conventional (Discrete) Method and the New (Continuous) Method, focusing on effectiveness, accuracy, and flexibility. Thermal expansion is a crucial phenomenon in materials engineering, and the coefficient of linear expansion is crucial for predicting metal behavior under temperature variations to prevent structural failure. The historically dominant Discrete Method (MD) relies on the linearity assumption and fundamentally requires an initial length (L0) as an absolute reference. This dependence limits flexibility in dynamic experimental situations, where subsequent measurements must reference the original L0. With the development of numerical calculus, the Continuous Method (MC) was developed based on the differential principle, where the coefficient of linear expansion can be calculated from infinitesimal changes in length and temperature without requiring an explicit L0. This approach allows measurements from any point, making it more adaptable for incremental testing. Through numerical simulations on five metals, this study evaluates both methods in two scenarios: an initial measurement of the coefficient of linear expansion and the flexibility of measurements from different temperatures. The results show that both methods produce very close linear expansion coefficient values when measured from the same initial conditions. However, MK proved much more adaptive and efficient, consistently producing valid linear expansion coefficient values without being tied to the original L0. MK can use the length data available at that time as a starting point for subsequent measurements, in contrast to MD, whose results become inconsistent if not referenced to L0. This flexibility of MK is particularly relevant for dynamic material testing and advanced experiments where initial conditions may not always be known or may change. This study presents scientific justification and practical guidance for adopting MK as a more flexible alternative in the thermal characterization of modern materials.Penelitian ini membandingkan dua metode pengukuran koefisien muai panjang logam: Metode Konvensional (Diskrit) dan Metode Baru (Kontinu), dengan fokus pada efektivitas, akurasi, dan fleksibilitas. Pemuaian termal adalah fenomena krusial dalam rekayasa material, dan koefisien muai panjang sangat penting untuk memprediksi perilaku logam di bawah variasi suhu guna mencegah kegagalan struktural. Metode Diskrit (MD), yang secara historis dominan, mengandalkan asumsi linieritas dan secara fundamental memerlukan panjang awal (L0) sebagai acuan mutlak. Ketergantungan ini membatasi fleksibilitasnya dalam situasi eksperimental dinamis, di mana setiap pengukuran lanjutan tetap harus merujuk pada L0 asli. Seiring perkembangan kalkulus numerik, Metode Kontinu (MK) dikembangkan berdasarkan prinsip diferensial, di mana koefisien muai panjang dapat dihitung dari perubahan panjang dan suhu yang infinitesimal tanpa memerlukan L0 secara eksplisit. Pendekatan ini memungkinkan pengukuran dari titik mana pun, menjadikannya lebih adaptif untuk pengujian bertahap. Melalui simulasi numerik pada lima jenis logam, penelitian ini mengevaluasi kedua metode dalam dua skenario: pengukuran awal koefisien muai panjang, dan fleksibilitas pengukuran dari suhu berbeda. Hasil menunjukkan bahwa kedua metode menghasilkan nilai koefisien muai Panjang yang sangat mendekati ketika diukur dari kondisi awal yang sama. Namun, MK terbukti jauh lebih adaptif dan efisien, karena secara konsisten menghasilkan nilai koefisien muai panjang yang valid tanpa terikat pada L0 asli. MK dapat menggunakan data panjang yang tersedia pada saat itu sebagai acuan awal untuk pengukuran berikutnya, berbeda dengan MD yang hasilnya menjadi tidak konsisten jika tidak merujuk pada L0. Fleksibilitas MK ini sangat relevan untuk pengujian material dinamis dan eksperimen lanjutan di mana kondisi awal mungkin tidak selalu diketahui atau berubah. Penelitian ini menyajikan justifikasi ilmiah dan panduan praktis untuk mengadopsi MK sebagai alternatif yang lebih fleksibel dalam karakterisasi termal material modern
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.