Cylinder: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
Not a member yet
    104 research outputs found

    Kaji Eksperimen Konversi Sepeda Motor Beat 110cc Menjadi Sepeda Motor Plug-in Hybrid

    Get PDF
    The conversion of Internal Combustion Engine (ICE) motorcycles into plug-in hybrids is a practical solution for improving fuel efficiency and reducing exhaust emissions in two-wheeled vehicles. This study aims to present the design of an electric motor powertrain for plug-in hybrids, as well as to measure fuel efficiency and estimate the potential annual reduction in CO₂ emissions. Fuel efficiency testing was conducted through an on-road test using an urban driving scenario. The results showed that converting a 2018 Honda Beat motorcycle to a plug-in hybrid improved fuel efficiency by 21.4%, as indicated by an increased travel distance of 36 km. This improvement in fuel efficiency has the potential to reduce CO₂ emissions by 110.1 kg per year for a single converted motorcycle. Currently, the cost of converting a motorcycle to a plug-in hybrid is IDR 15,950,000. This cost is still higher compared to the incentives currently available from the government, making it a major obstacle in attracting public interest.Konversi sepeda motor ICE (Internal Combustion Engine) menjadi plug-in hybrid merupakan salah satu solusi praktis untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi gas buang kendaraan roda dua. Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan perancangan powertrain motor listrik untuk plug-in hybrid serta melakukan pengukuran efisiensi bahan bakar dan menghitung estimasi pengurangan emisi CO2 per tahun yang dapat dihasilkan. Metode pengujian efisiensi bahan bakar dilakukan dengan metode uji jalan dengan scenario perkotaan. Hasil pengujian menemukan bahwa konversi plug-in hybrid pada sepeda motor Honda Beat tahun 2018 meningkatkan efisiensi bahan bakar sebesar 21,4% yang ditunjukan oleh peningkatan jarak tempuh kendaraan sejauh 36 km. Peningkatan efisiensi bahan bakar untuk satu unit sepeda motor konversi plug-in hybrid dapat berpotensi mengurangi emisi CO2 sebanyak 110,1 kg CO2 per tahun. Saat ini, biaya untuk melakukan konversi plug-in hybrid sepeda motor adalah Rp. 15.950.000,-. Biaya ini masih lebih mahal bila dibandingkan dengan besaran insentif yang ditawarkan oleh pemerintah sehingga menjagi kendala utama dalam menarik minat masyaraka

    Pendekatan Model Fungsi Non-Linier Perubahan Suhu Pada Pencampuran Zat Cair Menggunakan Bantuan Hukum Entropi Goen

    Get PDF
    The Second Law of Thermodynamics, also known as the Law of Entropy, explains that the level of disorder or entropy will continue to increase in a closed system operating in forward time. Along with its development, a further concept emerged called the Second Law of Thermodynamics Point One (2.1) or Goen's Law of Entropy. This law states that the average entropy in a process in the forward direction is always smaller than the average entropy in the backward direction. The backward average entropy process is the opposite of the forward average entropy, which works on the heat function to reflect the forward process. Applying Goen's Law of Entropy, a non-linear model based on the function of time can be created that describes the change in temperature of the combination of two liquids, starting from the initial conditions before mixing to reaching thermal equilibrium in a closed container. The results of this non-linear exponential modeling in mixing two liquids prove the importance of Goen's Law of Entropy as a development of the Second Law of Thermodynamics, with significant benefits in explaining the phenomenon of heat transfer and the process towards equilibrium.Hukum Termodinamika Kedua, yang dikenal juga sebagai Hukum Entropi, menjelaskan bahwa dalam sistem tertutup yang bekerja dalam waktu maju, tingkat ketidakteraturan atau entropi akan terus meningkat. Seiring perkembangannya, muncul konsep lanjutan yang disebut Hukum Termodinamika Kedua Titik Satu (2.1) atau Hukum Entropi Goen. Hukum ini menyatakan bahwa rerata entropi dalam proses yang berlangsung ke arah maju selalu lebih kecil dibandingkan rerata entropi dalam arah mundur. Proses rerata entropi arah mundur dijelaskan sebagai kebalikan dari rerata entropi arah maju, yang bekerja pada fungsi kalor sebagai cerminan dari proses maju. Melalui penerapan Hukum Entropi Goen, dapat dibuat model non-linear berbasis fungsi waktu yang menggambarkan perubahan suhu penggabungan dua zat cair, mulai dari kondisi awal sebelum pencampuran hingga mencapai kesetimbangan termal dalam satu wadah tertutup. Hasil pemodelan eksponensial non-linear ini pada proses pencampuran dua zat cair membuktikan pentingnya Hukum Entropi Goen sebagai pengembangan dari Hukum Termodinamika Kedua, dengan manfaat yang signifikan dalam menjelaskan fenomena perpindahan panas dan proses menuju kesetimbangan

    Path-Planning Module for Tricycle Mobile Robot

    Get PDF
    The path planning module is essential for the navigation of autonomous systems. This research aims to develop a path-planning module in Python programming language using the A* algorithm in conjunction with V-REP software which is used to simulate the path-planning outcome. The A* algorithm is used in this research to implement path-planning for a tricycle mobile robot. Both simulated and physical studies were performed to evaluate the module's performance. In the experiments, inputs of velocity and steering angle are given to the mobile robot at every period as obtained from the simulation regression. The discrepancy between the simulated and physical experimental results was attributed to the inertia force acting on the robot and other factors. The steering angle dominance on a mobile robot also affects the final position of the robot.Modul path planning merupakan bagian yang sangat penting untuk navigasi sistem-sistem otonom. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul path planning menggunakan bahasa pemrograman Python berbasis algoritma A* yang dijalankan dalam perangkat lunak V-REP untuk mensimulasikan jalur lintasan (path) robot. Algoritma A* digunakan dalam penelitian ini untuk menghasilkan lintasan robot roda tiga (tricycle mobile robot). Simulasi maupun eksperimen fisik dilakukan untuk mengevaluasi kinerja modul path planning yang telah dikembangkan. Pada eksperimen yang dilakukan, robot bergerak berdasarkan masukan (input) berupa kecepatan dan sudut kemudi (steering angle) yang diberikan pada setiap interval waktu dan dalam bentuk hasil regresi polinomial. Perbedaan antara hasil simulasi dan eksperimen fisik disebabkan oleh gaya inersia yang bekerja pada robot serta faktor-faktor lainnya. Dominasi sudut kemudi pada robot ketika bergerak diperkirakan mempengaruhi error posisi robot

    PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA OFF-GRID TIPE FOTOVOLTAIK: PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP OUTPUT DAYA, TEGANGAN, DAN ARUS

    Get PDF
    Seiring perkembangan zaman dan bertambahnya populasi penduduk yang membutuhkan sumber energi yang lebih, maka ketergantungan pada energi fosil harus diimbangi dengan suplai energi baru dan terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik keluaran panel surya tipe fotovoltaik pada sistem PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) off-grid, yaitu pengaruh intensitas cahaya terhadap output daya, tegangan, dan arus. Eksperimen dilakukan selama 12 jam, yaitu pukul 06:00 -18:00, dengan proses pengambilan data dilakukan setiap satu jam. Spesifikasi dari solar panel yang digunakan berjenis polycristalline dengan luas area sebesar 0,00759 m2, dan memiliki spesifikasi daya output maksimal 1,1 watt, arus 0,22 ampere, dan tegangan 5 volt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan intensitas cahaya berbanding lurus dengan peningkatan daya dan tegangan yang dihasilkan, sedangkan arus cenderung stabil dengan perbedaan arus yang tidak berubah jauh dengan rentang 0,1- 0,2 ampere

    Simulasi Pendinginan Baterai pada Kendaraan Konversi dengan Transmisi Otomatis

    No full text
    This study investigates the thermal behaviour of a converted electric vehicle battery pack under the NEDC and WLTP driving cycles using GT-Suite simulation. The results show that driving conditions significantly influence battery temperature. Under the NEDC cycle, the peak temperature reached 61°C without cooling, which decreased to 50.7°C with passive cooling and 30.1°C with active cooling. In contrast, the more demanding WLTP cycle produced higher thermal stress, with peak temperatures of 75.7°C without cooling and 66.5°C with passive cooling, while active cooling reduced it to 38°C. The findings indicate that rapid acceleration and high-speed operation increase discharge currents, leading to higher heat generation. Although passive cooling reduces thermal stress, it is insufficient to maintain safe operating temperatures under dynamic conditions, whereas active cooling provides effective thermal control. This study highlights the importance of battery thermal management in EV conversions and demonstrates the effectiveness of simulation tools for early-stage thermal evaluation.Studi ini dilakukan untuk mengetahui reaksi dari mobil listrik hasil konversi dari mesin pembakaran dan mengujinya dengan dua siklus mengemudi yaitu NEDC dan WLTP dengan menggunakan perangkat lunak GT-Suite. Hasil menunjukkan bahwa kondisi berkendara memiliki pengaruh signifikan terhadap temperatur baterai. Pada siklus NEDC, temperatur puncak mencapai 61°C tanpa sistem pendingin, yang kemudian menurun menjadi 50,7°C dengan pendinginan pasif dan 30,1°C dengan pendinginan aktif. Sebaliknya, siklus WLTP yang lebih dinamis menghasilkan beban termal yang lebih tinggi, dengan temperatur puncak mencapai 75,7°C tanpa pendinginan dan 66,5°C dengan pendinginan pasif, sementara pendinginan aktif mampu menurunkannya hingga 38°C. Hal ini mengindikasikan bahwa ketika arus keluar dari baterai tinggi, hal tersebut memicu kenaikan temperatur yang signifikan. Pendinginan secara pasif dapat mengurangkan temperatur maksimum, tetapi itu belum cukup untuk membuat baterai berada di rentang temperatur yang aman. Penggunaan pendingin aktif menggunakan air membuat temperatur baterai berada di rentang temperatur yang aman

    Pengaruh Beban Poros dan Material Bantalan Terhadap Temperatur Dan Energi Hilang pada Sistem Mekanis Dengan Pelumas Nabati

    Get PDF
    Dalam sistem mekanis, bantalan luncur sering mengalami gesekan yang terus-menerus, yang pada akhirnya menyebabkan peningkatan suhu dan hilangnya energi. Salah satu upaya untuk mengurangi dampak tersebut adalah dengan memilih material bantalan yang tepat dan menggunakan pelumas yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana variasi beban poros dan jenis material bantalan memengaruhi kenaikan temperatur dan energi yang hilang, dengan menggunakan pelumas berbasis minyak nabati. Tiga jenis material diuji, yaitu kuningan, besi cor, dan bronze, masing-masing diuji pada beban 5 kg, 10 kg, dan 15 kg. Pengujian dilakukan secara eksperimental dengan mencatat perubahan suhu dan menghitung energi gesek yang terjadi. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin besar beban poros, semakin tinggi pula kenaikan suhu dan energi yang hilang. Di antara ketiga material, bronze terbukti paling stabil dalam menghadapi perubahan suhu, sementara besi cor mengalami peningkatan temperatur paling tinggi. Pelumas nabati mampu memberikan performa pelumasan yang cukup baik, terutama saat dipadukan dengan material yang memiliki konduktivitas panas tinggi. Hasil ini menunjukkan pentingnya pemilihan kombinasi material dan pelumas yang tepat untuk menjaga efisiensi sistem serta mendukung penerapan teknologi yang lebih berkelanjutan

    Pengaruh Energi Input Micro-Plasma Arc Welding Terhadap Struktur Mikro dan Sifat Mekanik Sambungan Baja DIN 2311

    Get PDF
    Molds are important components in the plastic injection molding processes. Even though molds are generally made of strong and heat-resistant steel, but when used repeatedly and continuously, the mold will also experience damage such as scratches and dents caused by dynamic thermal and mechanical loading. Making new molds requires very high costs. Mold repairs using traditional welding such as laser welding and Tungsten Inert Gas welding, apart from requiring relatively high costs, also require sophisticated skills. This problem can be overcome with Micro-Plasma Arc Welding (MPAW). With this welding method, the process of melting the material and filler is concentrated at one point which prevents the spread of excess heat to the parent material. Welding on DIN 2311 low alloy steel, which is often chosen as a plastic molding material, was carried out with weld energies of 120, 132 and 144 J. The welding results were tested to determine the microstructure evolution, hardness distribution and strength values ​​of each specimen. From the test results of materials processed through MPAW, it can be concluded that the specimen produced with a weld energy of 132 J has the most optimal microstructure and hardness distribution so that it can have strength equivalent to the strength of the original material before welding, with relatively high ductility as proven by its ability to perform plastic deformation of 7.8% or just 3.2% lower than the ability of the original material.Cetakan merupakan komponen yang penting pada proses cetakan injeksi plastik. Walaupun cetakan umumnya terbuat dari baja yang kuat dan tahan panas, akan tetapi ketika digunakan secara berulang-ulang dan terus menerus, cetakan akan mengalami kerusakan seperti goresan dan lekukan yang diakibatkan oleh pembebanan termal dan mekanis secara dinamis. Pembuatan cetakan baru membutuhkan biaya yang sangat tinggi. Perbaikan cetakan dengan pengelasan tradisional seperti pengelasan laser dan pengelasan Tungsten Inert Gas disamping membutuhkan biaya yang relatif tinggi juga membutuhkan keterampilan yang terjamin. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan Micro-Plasma Arc Welding (MPAW). Dengan metode pengelasan ini, proses peleburan material dan filler menjadi terpusat pada satu titik yang menyebabkan tidak terjadinya penyebaran panas berlebih pada material induk. Pengelasan pada baja paduan rendah DIN 2311, yang merupakan material cetakan injeksi plastik, dilakukan dengan energi pengelasan sebesar 120, 132, dan 144 J. Hasil pengelasannya diuji untuk mengetahui perubahan struktur mikro, distribusi nilai kekerasan dan kekuatan dari masing-masing spesimen. Dari pengujian terhadap material yang diproses melalui MPAW dapat disimpulkan bahwa spesimen yang dihasilkan dengan energi pengelasan sebesar 132 J memiliki stuktur mikro dan distribusi kekerasan yang paling optimal sehingga dapat memiliki kekuatan yang setara kekuatan material asal sebelum pengelasan, dengan keuletan yang relatif tinggi yang terbukti dengan kemamapuannya melakukan deformasi plastis sebesar 7,8% atau 3,2% lebih rendah dari kemampuan material asal

    Infill Density Effects on Impact Strength of PLA+

    Get PDF
    3D printing is an additive manufacturing method. In its process, several parameters can be adjusted to achieve the desired printing results. This study examines the effect of infill percentage on the Charpy impact strength of PLA+ materials made using the fused deposition modeling (FDM) method. The specimens used follow the ISO 179-1 type 1 standard without notches and are made with infill variations of 20%, 40%, 60%, 80%, and 100%. Each variation is tested five times using a JB-S300 Charpy impact tester. The absorbed energy is then calculated into the Charpy impact strength (kJ/m²) according to the ISO 179-1 standard. The results show that the impact strength increases with increasing infill, from 10.9 kJ/m² at 20% infill to 30.4 kJ/m² at 100% infill. These results emphasize the effect of infill on energy absorption and the importance of parameter control to improve the consistency of results in FDM printed PLA+ components.3D print merupakan metode manufaktur yang bersifat aditif (penambahan). Dalam prosesnya ada beberapa parameter yang dapat diatur agar mencapai hasil cetak yang sesuai dengan keinginan. Penelitian ini melihat bagaiman pengaruh persentase infill terhadap kekuatan impak Charpy pada material PLA+ yang dibuat menggunakan 3D printer dengan metode fused deposition modeling (FDM). Spesimen yang digunakan mengikuti standar ISO 179-1 tipe 1 tanpa takik dan dibuat dengan variasi infill 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Setiap variasi dilakukan pengujian sebanyak lima kali menggunakan alat uji impak Charpy JB-S300. Energi yang diserap kemudian dikalkulasi menjadi kekuatan impak Charpy (kJ/m²) sesuai dengan standar ISO 179-1. Hasil menunjukkan bahwa kekuatan impak meningkat seiring dengan meningkatnya infill, dari 10,9 kJ/m² pada infill 20% hingga menjadi 30,4 kJ/m² pada infill 100%. Hasil ini menegaskan pengaruh infill terhadap penyerapan energi dan pentingnya pengendalian parameter untuk meningkatkan konsistensi hasil pada komponen PLA+ yang dicetak dengan FDM

    Rancang Bangun Alat Uji Kekuatan Material Polimer dan Komposit Polimer Berpenguat Serat Alam

    Get PDF
    Current engineering technology places great emphasis on efficient and energy-saving construction. Nowadays, research and development of engineering materials are more directed at relatively strong, stable and lightweight materials. Polymers and natural fiber reinforced polymer composites are one of those that can meet these needs and are being researched. To achieve optimal results, the research must be supported by appropriate test equipment that can properly characterize the materials being developed. This research aims to design a mechanical and electrical tensile testing device especially for polymers and polymer composites. The research produced a prototype of a tensile testing device that has a maximum load capacity of 20.25 kN. The success of this research is proven by the strength of PMMA, which was tested using this device. The test results showed that PMMA has a tensile strength of about 58.2 and 60.7 MPa. This value is within the range of PMMA strength obtained from the literature.Teknologi rekayasa saat ini sangat menekankan pada konstruksi yang efisien dan hemat energi. Saat ini, penelitian dan pengembangan material rekayasa lebih diarahkan pada material yang relatif kuat, stabil, dan ringan. Polimer dan komposit polimer yang diperkuat serat alam merupakan salah satu yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut dan sedang diteliti. Untuk memperoleh hasil yang optimal, penelitian tersebut harus didukung oleh peralatan uji yang tepat yang dapat mengkarakterisasi material yang dikembangkan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu alat uji tarik mekanik dan listrik khususnya untuk polimer dan komposit polimer. Penelitian ini menghasilkan prototipe alat uji tarik yang memiliki kapasitas beban maksimum sebesar 20,25 kN. Keberhasilan penelitian ini dibuktikan dengan kekuatan material PMMA yang diuji menggunakan alat tersebut. Hasil pengujian menunjukkan bahwa PMMA memiliki kekuatan tarik sekitar 58,2 dan 60,7 MPa. Nilai tersebut berada dalam kisaran kekuatan PMMA yang diperoleh dari literatur

    Kebutuhan Banyaknya Titik Roof Outlet Pada Sistem Pemipaan

    Get PDF
    The JST 01 Data Center development project is located on Jl. Bidara Cina in the Jatinegara District, East Jakarta, DKI Jakarta. The MT. Haryono Data Center stands at an elevation of 65 meters above sea level and comprises 14 floors, divided into two work areas: Gantry and IX. Rainfall at the JST 01 Data Center project site is recorded at 318.5 mm/h, based on data processed from BMKG Kemayoran, Cengkareng, and Pondok Betung stations. The analysis follows the Singapore Standard SS 525-2006 Code of Practice for Roof Drainage. The building's total roof area is 2,128.43 m², necessitating 14 Roof Outlet points for the operation of the Siphonic Rainwater System. Of these, five Roof Outlets are allocated to the Gantry area, while nine are distributed across the IX area.Proyek pembangunan JST 01 Data Center terletak di Jl. Bidara Cina Kec. Jatinegara, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta. Data Center MT. Haryono memiliki tinggi enam puluh lima MDPL dengan jumlah lantai sebanyak empat belas yang dibagi ke dalam dua area pekerjaan yakni Gantry dan IX. Curah hujan di proyek JST 01 Data Center adalah sebesar 318,5 mm/h. Data curah hujan tersebut didapat dan diolah dari stasium BMKG Kemayoran, Cengkareng dan Pondok Betung dengan berdasarkan Singapore Standard SS 525-2006 Code of Practice for Drainage of Roofs. Dengan luas atap keseluruhan bangunan proyek JST 01 Haryono Data Center yakni seluas 2128,43 m2 didapatkan jumlah titik Roof Outlet untuk mengoperasikan Siphonic Rain Water System dibutuhkan sebanyak empat belas titik Roof Outlet yang tersebar lima di area Gantry dan sembilan di area IX

    91

    full texts

    104

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Cylinder: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇