Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah
Doi
Abstract
Histoplasmosis and Tuberculosis (TB) have similar clinical manifestations such as fever, weight loss, night sweats, fatigue. There is a dual diagnosis related to infections that cause febrile neutropenia and malnutrition, an emergency condition. The water tepid sponge method and nausea management need to be used. The aim of this study to determine the effect of applying water tepid sponges and management of nausea in children with hyperthermia and nutritional deficits. The Research design is a case report. The Research sample is client An. L, was diagnosed with pulmonary tuberculosis based on OAT and Histoplasmosis. The Research was carried out four days (observation, assessment, interviews, and intervention). The interventions carried out are warm compress on the forehead, water tepid sponge, combination with paracetamol, and nausea management according to the patient\u27s condition. The evaluation was carried out before and after the intervention. After nausea management, An. L experienced an increase food portions and ate regularly. Decrease in body temperature within the normal range (36.5-37.5°C) for different durations after several interventions. Providing water tepid sponge intervention and nausea management proved effective in reducing fever and increasing appetite.
Keywords: children, histoplasmosis, nausea management, pulmonary tuberculosis, water tepid sponge.ABSTRAK
Histoplasmosis dan Tuberkulosis (TB) memiliki beberapa manifestasi klinis serupa seperti demam, penurunan berat badan, keringat malam, dan kelelahan. Adanya diagnosis ganda terkait infeksi mengakibatkan komplikasi yaitu demamneutropenia dan gizi buruk, kondisi kegawatdaruratan. Sehingga metode water tepid sponge dan manajemen mual perlu dilakukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penerapan water tepid sponge dan manajemen mual pada anak hipertermia dan defisit nutrisi. Desain penelitian merupakan laporan kasus. Sampel penelitian yaitu klien An. L dengan diagnosis tuberkulosis paru on OAT dan Histoplasmosis. Penelitian dilakukan selama empat hari dengan observasi, pengkajian, wawancara, dan intervensi. Intervensi yang dilakukan adalah terapi kompres hangat pada dahi, water tepid sponge, kombinasi dengan paracetamol, dan manajemen mual sesuai kondisi pasien. Evaluasi dilakukan sebelum dan setelah intervensi. Setelah dilakukan intervensi, didapatkan An. L mengalami peningkatan porsi makan dan makan teratur setelah dilakukan manajemen mual serta terjadi penurunan suhu tubuh dalam rentang normal (36,5-37,5°C) dalam durasi yang berbeda setelah dilakukan beberapa intervensi demam. Pemberian intervensi water tepid sponge dan manajemen mual terbukti efektif dalam menurunkan demam dan meningkatkan nafsu makan
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.