This study examines the effect of the eyelash sewing technique on monolid eye makeup results in European bridal styling. A quantitative one-shot case study was employed. Expert panels completed Likert-scale ratings complemented by visual documentation. Results indicate a significant difference between the sewing technique (mean 60.80) and non-sewing (mean 36.70); the paired t-test yielded p = 0.000 (p < 0.05). The technique enhances aesthetics, proportion, and durability, thus recommended for brides with monolid eyes.Penelitian ini menganalisis pengaruh teknik jahit bulu mata terhadap hasil riasan mata sipit pada tata rias pengantin Eropa. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan one-shot case study. Instrumen penilaian berbasis skala Likert yang diisi panelis ahli dan dokumentasi visual. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antara penggunaan teknik jahit (rata-rata 60,80) dan tanpa teknik jahit (rata-rata 36,70); uji-t berpasangan menghasilkan p = 0,000 (p < 0,05). Temuan menegaskan teknik jahit meningkatkan estetika, proporsi, dan ketahanan riasan, sehingga direkomendasikan bagi pengantin bermata sipit.
Kata kunci: teknik jahit bulu mata; mata sipit; pengantin Eropa; estetika riasan; ketahanan riasa
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.