Siswa SMA menunjukkan respons psikologis maupun perilaku yang sangat beragam ketika dihadapkan dengan tantangan akademik yang semakin meningkat. Perbedaan tersebut menjelaskan adanya variasi kemampuan adaptif yang memungkinkan siswa menghadapi tekanan akademik harian secara efektif yang dikenal sebagai academic buoyancy. Tinggi atau rendahnya kemampuan ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu siswa, tetapi juga berkaitan dengan konteks lingkungan keluarga, salah satunya hubungan yang terbentuk antara orang tua dan remaja yang dikenal dengan sebagai parent–adolescent relationship. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara parent–adolescent relationship dengan academic buoyancy pada siswa SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA di Kota Padang, dengan jumlah sampel 345 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan merupakan adaptasi Student Buoyancy Instrument (α = ".983" ) dan Parent–Adolescent Relationship Scale (α = ".967" ). Berdasarkan hasil analisis korelasi Pearson Product Moment menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara parent–adolescent relationship dan academic buoyancy (r = .703; p = .000). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin positif hubungan orang tua dan remaja, semakin tinggi kemampuan siswa dalam menghadapi tekanan akademik sehari-hari
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.