Toll Exit Length Determination Toward Arterial Road via Regression, SEM PLS4, and VISSIM: -

Abstract

The Jakarta-Cikampek (Japek) and Jakarta Outer Ring Road (JORR) toll road exits, which are connected to secondary arterial roads, consistently experience traffic congestion during peak hours. The purpose of this research on road performance at these intersections to develop a model that determines the optimal length of exit ramps on toll roads connected to secondary arterial roads. This research includes traffic data analysis, vehicle speed measurements, and road geometry evaluation at various exit locations. Statistical methods, such as Multiple Regression, SEM, PLS4, and VISSIM PTV Simulation, are applied to examine and construct models linking exit toll ramp configurations to the Performance of adjacent arterial roads. The research is: Higher toll exit volumes (X1.1) are hampered by shorter exit queues (Y1). Longer exits (X3.2) result in shorter queues at exits (Y1). Conversely, longer toll exits (X3.2) result in longer queues on secondary arterial roads (Y2). Longer queues at exits (Y1) are associated with shorter queues on secondary arterial roads (Y2). Conclusion and Future Research Based on these findings, a mathematical model is developed to guide the Design of efficient and safe exits. This approach is designed to enhance service quality on toll road networks and improve travel safety. The key findings of this study, acknowledging its limitations, lay the groundwork for future investigations and for advancing more effective traffic management approaches at toll exits and adjacent arterial road intersections. Keywords: Exit Ramp; Performance Road; Multiple Regression; Secondary Arterial Road; SEM PLS4; Queue Length; VISSIM.ABSTRAKPintu keluar tol Jakarta-Cikampek (Japek) dan Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang terhubung dengan jalan arteri sekunder secara konsisten mengalami kemacetan lalu lintas pada jam sibuk. Para peneliti berfokus pada kinerja jalan di persimpangan tersebut untuk mengembangkan model yang menentukan panjang optimal ramp keluar pada jalan tol yang terhubung dengan jalan arteri sekunder. Penelitian ini meliputi analisis data lalu lintas, pengukuran kecepatan kendaraan, dan evaluasi geometri jalan di berbagai lokasi keluar. Metode statistik, seperti Regresi Berganda, SEM PLS4, dan Simulasi VISSIM PTV, diterapkan untuk menguji dan membangun model yang menghubungkan konfigurasi ramp keluar tol dengan Kinerja jalan arteri di sekitarnya. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan utama: Volume keluar tol yang lebih tinggi (X1.1) terhambat oleh antrean yang lebih pendek di pintu keluar (Y1). Pintu keluar yang lebih panjang (X3.2) mengakibatkan antrean yang lebih pendek di pintu keluar (Y1). Sebaliknya, pintu keluar tol yang lebih panjang (X3.2) mengakibatkan antrean yang lebih panjang di jalan arteri sekunder (Y2). Antrean yang lebih panjang di pintu keluar (Y1) berkaitan dengan antrean yang lebih pendek di jalan arteri sekunder (Y2). Kesimpulan dan Penelitian Mendatang Berdasarkan temuan ini, sebuah model matematika dikembangkan untuk memandu perancangan pintu keluar yang efisien dan aman. Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan jaringan jalan tol dan meningkatkan keselamatan perjalanan. Temuan utama studi ini, dengan mempertimbangkan keterbatasannya, meletakkan dasar bagi investigasi di masa mendatang dan pengembangan pendekatan manajemen lalu lintas yang lebih efektif di pintu keluar tol dan persimpangan jalan arteri yang berdekatan.Kata Kunci:Ramp Keluar; Jalan Kinerja; Regresi Berganda; Jalan Arteri Sekunder; SEM PLS4; Panjang Antrean; VISSI

Similar works

Full text

Last time updated on 15/01/2026

This paper was published in Jurnal Universitas Islam Malang.

Having an issue?

Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.

Licence: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0