Jurnal Universitas Islam Malang

    Analisis Optimalisasi Pelayanan Public Dalam Pengembangan Potensi Destinasi Pariwisata Berbasis Syariah (Halal Tourism) (Multisitus Dikuta Mandalika Lombok Tengah)

    No full text
    Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisisi dan mengkaji potensi objek wisata halal di Lombok khususnya Kuta Mandalika Lombok Tengah dan untuk menganalisis pelayana publik terhadap potensi pengembangan destinasi berbasis halal turism di Kuta Mandalika.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yaitu dengan memberikan urian secara deskriptif terhadap optimalisasi pelayanan publik dan pengembangan potensi.   Sedangkan jenis penelitiannya menggunakan deskripsi kualitatif. Dimana peneliti mendeskripsikan atau mengkonstruksi wawancara mendalam terhadap subyek penelitian dan studi kepustakaan, Untuk jenis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis data primer dan sekunder, Teknik pengumpulan data digunakan; metode observasi, deep interview, dokumentasi, Dalam Teknik analisis data melalui data reduction, data display,conclusion: verifying/drawing. Dari hasil penelitian di Kuta Mandalika memiliki banyak potensi wisata yang belum dimamfaatkan secara optimal, salah satunya adalah pengembangan destinasi pariwisata Syariah, maka perlu adanya  dukungan atau kerjasama dengan badan atau organisasi yang berkaitan langsung dengan pengembang sector pariwisata halal. Factor penghambat dalam strategi optimalisasi wisata halal di Kuta Mandalika adalah rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pariwisata halal, persaingan industri wisata dan rendahnya antusias pengelola objek wisata dalam standarilasi wisata halal

    PENGARUH PEMBERIAN JAMU PROBIOTIK DALAM AIR MINUM TERHADAP PERSENTASE KARKAS DAN PERSENTASE LEMAK ABDOMINAL PADA AYAM PEDAGING FASE FINISHER

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian jamu probiotik pada air minum terhadap persentase karkas dan persentase lemak abdominal pada ayam pedaging fase finisher. Materi yang digunakan adalah ayam pedaging Strain Cobb 48 ekor umur 21 hari, bakteri Lactobacillus salivarius, bawan putih, jahe, kencur, temulawak, kunyit, daun sirih, dan molasses. Metode penelitian adalah percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 4 ulangan , P0 : tanpa pemberian jamu  probiotik, P1: pemberian jamu probiotik 2,5 ml/liter air minum, P2 : pemberian jamu probiotik 5,0 ml/liter air, P3 : pemberian jamu probiotik 7,5 ml/liter air minum diberikan secara menerus selama penelitian. Variable yang diamati persentase karkas dan persentase lemak abdominal. Data yang diperoleh analisis ragam. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan jamu probiotik pada air minum terhadap  persentase karkas menunjukkan  perbedaan yang sangat nyata (P<0,01), dan persentase  lemak abdominal juga menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01). Rata-rata yang diperoleh  setiap perlakuan dari persentase karkas P0 : 67,08%, P1 : 67,84%, P2 : 68,80%, P3 : 69,58%, sedangkan dari persentase lemak abdominal P0 : 9,3%, P1 : 7,6%, P2 : 6,1%, P3 : 5,3%. Kesimpulan penelitian bahwa penambahan jamu probiotik pada perlakuan P3 (pemberian jamu probiotik 7,5 ml/liter air) menunjukkan hasil yang paling baik terhadap persentase karkas dan persentase lemak abdominal . Kata kunci : jamu probiotik, ayam pedaging, persentase karkas, persentase lemak abdominal.Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian jamu probiotik pada air minum terhadap persentase karkas dan persentase lemak abdominal pada ayam pedaging fase finisher. Materi yang digunakan adalah ayam pedaging Strain Cobb 48 ekor umur 21 hari, bakteri Lactobacillus salivarius, bawan putih, jahe, kencur, temulawak, kunyit, daun sirih, dan molasses. Metode penelitian adalah percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 4 ulangan , P0 : tanpa pemberian jamu  probiotik, P1: pemberian jamu probiotik 2,5 ml/liter air minum, P2 : pemberian jamu probiotik 5,0 ml/liter air, P3 : pemberian jamu probiotik 7,5 ml/liter air minum diberikan secara menerus selama penelitian. Variable yang diamati persentase karkas dan persentase lemak abdominal. Data yang diperoleh analisis ragam. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan jamu probiotik pada air minum terhadap  persentase karkas menunjukkan  perbedaan yang sangat nyata (P<0,01), dan persentase  lemak abdominal juga menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01). Rata-rata yang diperoleh  setiap perlakuan dari persentase karkas P0 : 67,08%, P1 : 67,84%, P2 : 68,80%, P3 : 69,58%, sedangkan dari persentase lemak abdominal P0 : 9,3%, P1 : 7,6%, P2 : 6,1%, P3 : 5,3%. Kesimpulan penelitian bahwa penambahan jamu probiotik pada perlakuan P3 (pemberian jamu probiotik 7,5 ml/liter air) menunjukkan hasil yang paling baik terhadap persentase karkas dan persentase lemak abdominal .Kata kunci : jamu probiotik, ayam pedaging, persentase karkas, persentase lemak abdominal

    PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SEMEN DALAM PENGENCER RINGER’S LACTAT YANG DISIMPAN PADA SUHU 4ºC TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA AYAM MAGON

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan semen pada suhu4ºC dalam pengencer Ringer’s Lactat terhadap kualitas spermatozoa Ayam Magon. Ayam Magonadalah ayam petarung handal. Materi yang digunakan adalah pengencer Ringer’s Lactat, semenAyam Magon umur 12 bulan dan Eosin Negrosin. Metode penelitian eksperimental denganRancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan adalah Lamapenyimpanan yaitu P0 (0 Jam), P1 (8 Jam), P2 (16 Jam), dan P3 (24 Jam). Data yang diperolehdianalisa dengan Analisa of varian (ANOVA) dan dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT).Variabel yang diamati adalah Motilitas, Viabilitas dan abnormalitas spermatozoa. Hasil analisismenunjukkan bahwa perlakuan lama penyimpanan Semen Ayam Magon dalam pengencerRinger’s Lactat pada suhu 4C memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadapkualitas Spermatozoa Ayam Magon. Rata-rata Motilitas Spermatozoa (%) adalah P0 = 77,60, P1=67,00, P2= 50,80 dan P3 = 41,80. Viabilitas (%) P0 = 74,40, P1 = 67,20, P2 = 51,80 dan P3 =40,40. Abnormalitas (%) P0 = 10,80, P1= 11,40, P2 = 15,20 dan P3 = 18,60. Kesimpulan adalahlama penyimpanan Semen Ayam Magon dalam pengencer Ringer’s Lactat pada suhu 4Cberpengaruh tehadap motilitas individu, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa. Penyimpanansemen sampai 24 jam masih memberikan hasil yang baik terhadap kualitas spermatozoa sehinggamasih layak digunakan untuk Inseminasi Buatan (IB).Kata kunci : Penyimpanan, Ringer’s lactat, Kualitas, Semen, Ayam Mago

    Peningkatan kemampuan Menulis Puisi Melalui Metode Quantum Learning Pada Siswa Kelas X MA. Miftahul Ulum Sumberwringin Klakah Lumajang Tahun Ajaran 2018/2019

    Get PDF
     Abstrak: Peranan penting dalam keberhasilan pembelajaran sastra disekolah yaitu dengan adanya keterampilan menulis puisi pada siswa. Dengan hal tersebut peneliti menggunakan metode quantum learning sebagai metode yang akan diterapkan dalam keterampilan menulis puisi dikelas X MA. Miftahul Ulum Klakah Lumajang. Ada beberapa alasan yang mendasari penelitian tersebut, yaitu (1) dalam pembelajaran menulis puisi belum sepenuhnya dapat menerapkan pola-pola pembelajaran yang ideal sehingga hasilnya belum optimal, (2) kekurang leluasaan guru dalam memilih metode serta  strategi pembelajaran yang inovatif  disebabkan oleh banyaknya kompetensi dasar yang harus dipelajari siswa pada setiap semester sehingga kecenderungan guru lebih memilih menggunakan metode ceramah, (3) kesulitan siswa dalam menuangkan ide untuk dijadikan sebuah puisi.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Secara umum focus permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan keterampilan menulis puisi melaluimetode quantum learning siswa kelas X MA. Miftahul lumSumberwringin klakah Lumajang tahun ajaran 2018/2019. Adapun tujuannya dari penelitian ini adalah 1) untukmendeskripsikan peningkatan proses keterampilan menulispuisisiswakelas X MA.miftahul UlumSumberwringin Klakah Lumajang tahun ajaran 2018/2019. 2) mendeskripsikan peningkatan hasil keterampilan menulis puisi siswakelas X MA.Miftahul Ulum Sumberwringin Klakah Lumajang tahun ajaran 2018/2019.Subyek penelitian adalah siswa kelas X MA. MiftahulUlumSumberwringin Klakah Lumajang tahun ajaran 2018/2019 yang terdiri dari 25 siswi.Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk siklus, di dalamsetiapsiklus ada empat bagian (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini, guru berkolaborasi dengan guru bahasa dan sastra indosenis,serta melibatkan peserta didikdalam proses pembelajarannya.Berdasarkan hasil pengamatan proses dalam penelitian ini masih  ditemukan sebagian siswa belum terbiasa menuangkan gagasannya dalam bentuk puisi. Siswa masih terlihat kebingungan untuk menulis puisi. Hal ini disebabkan sebagian siswa (1) belum tertarik terhadap pelajaran bahasa dan sastra indonesia, (2) kurang tertarik terhadap pembelajaran menulis puisi, (3) tingkat kemampuan menulis puisi kurang, (4) tidaksuka mendapat  tugas praktik menulis puisi diluar pelajaran sekolah, dan (5) merasakan bahwa kegiatan menulis puisi itu sulit.Berdasarkan hasil pembelajaran, terjadi peningkatan keterampilan menulis puisi dari pratindakan ke siklus I meskipun belum terlihat signifikan dan tampak signifikan pada siklus II. Diksi terjadi kenaikan dari 2,52 pada tahap pratindakan menajadi 3,04 pada siklus I dan menjadi 3, 35 pada siklus II. Gaya bahasa terjadikenaikan dari 2,8 pada tahap pratindakan menjadi 3,08 pada siklus I dan menjadi3,64 pada siklus II, citraan terjadi kenaikan dari 3,00 pada tahap pratindakan menjadi 3,08 pada siklus I dan menjadi 3,64 pada siklus II, rima terjadi kenaikan dari 2,92 pada tahap pratindakan menjadi 3,16 pada siklus I dan menjadi 3,6 pada siklus II, kesesuaian judul dengan isi dan tema terjadi kenaikan dari 2,88 pada tahap pratindakan menjadi 3,44 pada siklus I dan menjadi 3,56 pada siklus II, makna keseluruhan puisi terjadi kenaikan dari 3,08 pada tahap pratindakan menjadi 3,52 pada siklus I dan menjadi 3,56 pada siklus II, amanat terjadi kenaikan dari 3,00 pada tahap pratindakan menjadi 3,76 pada siklus I dan menjadi 3,84 pada siklus II, dari data penelitian dapat juga diamati terjadi peningkatan pada pemerolehan hasil skor penulisan puisi rata-rata 2,88 pratindakan,menjadi 3,64 pada siklus II.Peningkatan aspek-aspek pembangun puisi dan hasil skor penulisan puisi di atas menunjukkan bahwa penerapan metode Quantumlearning dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi pada kelas X MA.Miftahul Ulum Sumberwringin Klakah Lumajang Tahun Ajaran 2018/2019Kata kunci: Peningkatan, kemampuan Menulis Puisi, Quantum Learning    

    Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di SMA Negeri 5 Malang

    Get PDF
    Abstrak: Keterampilan berliterasi merupakan salah satu keterampilan dasar di abad 21. Kemampuan berliterasi sangat diperlukan oleh pemangku kepentingan di dunia pendidikan, utamanya peserta didik. Kemampuan berliterasi berhubungan dengan kemampuan pemahaman informasi secara efektif, kritis, dan analisis. Fakta tentang kondisi literasi sekolah di Indonesia adalah bangsa Indonesia dianggap tidak memiliki budaya membaca. Fakta pembelajaran di sekolah saat ini belum mampu mewujudkannya dengan baik. Tuntutan keterampilan abad 21 yang harus dikuasai dan pembelajaran di sekolah yang belum mampu menumbuhkan keterampilan atau kompetensi yang dibutuhkan menjadi dasar utama literasi harus dikembangkan.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan (Guru Bahasa Indonesia, Petugas Perpus, Perangkat Pembelajaran dalam GLS, dan Media Pembelajaran), pelaksanaan  yang meliputi tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran, dan evaluasi pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA Negeri 5 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Data dalam penelitian ini berupa informasi yang diperoleh dari dokumen tertulis yang terkait langsung dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penerapan GLS. Sumber data dalam penelitian ini ialah warga SMA Negeri 5 Malang, yaitu mulai dari guru bahasa Indonesia, kepala perpustakaan,  dan karyawan sekolah. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan angket.  Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri, yang mana peneliti bertugas menetapkan fokus penelitian, memilih data dan sumber data, menilai kualitas data yang telah dikumpulkan, menganalisis data, memaparkan dan menafsirkan data, dan membuat laporan penelitian. Data penelitian ini adalah informasi tentang gerakan literasi sekolah yang diterapkan di lingkungan SMA Negeri 5 Malang.Hasil penelitian ini ditunjukkan (1) Perencanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dilakukan oleh guru Bahasa Indonesia dan petugas perpustakaan SMA Negeri 5 Malang. Perencanaan gerakan literasi sekolah oleh guru Bahasa Indonesia dapat dilihat dari perangkat pembelajaran yang digunakan, yaitu RPP, silabus, media, dan bahan pembelajaran. Perencanaan oleh petugas perpustakaan dapat dilihat dari program kerja perpustakaan dalam melaksanakan program gerakan literasi diintegrasikan dengan muatan literasi di SMA Negeri 5 Malang. Selain itu, sekolah telah membentuk Tim Gerakan Literasi Sekolah (GLS)  menjadi bukti bahwa sekolah mempunyai perencanaan yang matang dalam mewujudkan gerakan literasi sekolah. Pelaksanaan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) telah memenuhi tahapan-tahapan literasi di sekolah, antara lain tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran. Kegiatan evaluasi literasi sekolah yang diadakan SMA Negeri 5 Malang masih difokuskan pada pencatatan hasil kegiatan literasi sekolah dalam jurnal yang dilakukan oleh guru dan petugas perpustakaan. Setelah itu, jurnal-jurnal yang merupakan catatan hasil kegiatan literasi tersebut dianalisis dan dinilai oleh guru wali kelas.Berdasarkan hasil penelitian dan bahasan, maka disarankan kepada pihak-pihak yang terkait sebagai berikut. (1) Guru Bahasa Indonesia disarankan memahami kurikulum yang berlaku terlebih dahulu, dan mengordinasikan dengan guru bahasa Indonesia yang lain, sehingga penyusunan RPP yang  sesuai dengan perkembangan peserta didik dan perkembangan kurikulum; (2) Kepala perpustakaan sebaiknya tidak hanya koordinasi dengan guru mata pelajaran  bahasa Indonesia saja, tetapi juga guru pelajaran yang lain, sehingga dapat mewujudkan gerakan literasi yang berwawasan literasi luas dan menyenangkan; dan  (3) Kepala sekolah perlu berkoordinasi dengan guru dalam menyusun penilaian tindak lanjut, sehingga penilaian tidak hanya dilakukan hanya oleh guru Bahasa Indonesia dan petugas perpustakaan saja. Kata kunci: Pelaksanaan, Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Pembelajaran Bahasa Indonesia, Perpustakaan

    REPRESENTASI NILAI-NILAI MORAL DALAM SYAIR LAGU DAERAH MADURA

    Get PDF
    Abstrak: Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, agama, dan budaya yang berbeda termasuk masyarakat Madura. Kekayaan budaya yang masih eksis di tanah garam itu adalah syair lagu daerah yang kental dengan kekhasannya. Sebagai karya sastra syair lagu mengandung nilai positif yang dapat kita pelajari. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan nilai moral dalam syair lagu daerah Madura. Representasi merupakan wujud sosial atau pikiran yang dialami dan diproses sehingga menghasilkan kontruksi bahasa, perilaku, gambar, atau benda visual yang dapat mewakili. Nilai moral merupakan tindakan atau perilaku baik yang didasari oleh niat yang baik (1) nilai moral individu merupakan nilai yeng berkaitan dengan eksistensi diri seperti percaya diri, harga diri pandangan pribadi, (2) nilai moral sosial merupakan perilaku individu terhadap individu lainnya, lingkungan dan alam sekitar, (3) dan nilai moral religius merupakan kepercayaan dan ketaatan dalam beragama serta perasaan yang menaati atau menjalankan tanpa motif apapun. Syair lagu merupakan bagian dari sastra lama yang lahir dari pikiran dan perasaan pengarang yang dipengaruhi oleh keadaan jiwa dan lingkungannya serta dibawakan dengan iringan musik. Penelitian berupa kualitatif deskriptif dengan pendekatan parafrasis dengan cara menafsirkan dengan bantuan kata-kata atau kalimat yang berbeda dari karya aslinya. Sumber data berupa kata-kata syair lagu daerah Madura. Teknis analisis konten dan triangulasi data guna memastikan keabsahan data.     Temuanya berupa, (1) nilai moral individu, (a) prinsip menghamba mengakui sebagai hamba, (b) jujur apa adanya dan berpandangan segala sesuatu harus dimulai dari diri masing-masing, (c) individualis dan reaktif terutama mengenai agama, (d) dan berkarakter berbudi bahasa patuh kepada ulama atau kyai, (2) nilai moral sosial, (a) solidaritas terhadap tretan dan tetanggeh serta totalitas kepada ulama atau kyai, (c) reaktif terhadap perusakan kenyaman atau alam dan cinta tanah air, (d) dan saling menjaga, mengingatkan dan mengajak dalam kebaikan bersama terutama soal agama, (3) nilai moral religius, (a) yakin dan beriman kepada Allah dan rasulNya, (b) percaya terhadap ketentuan Allah dan sunnah rasul, (c) segala persoalan dipecahkan dengan agama dan dikembalikan kepada qada dan qadar Allah, (d) dan nenek moyang atau sesepuh terdahulu menjalankan agama ikhlas karena Allah, generasi Madura saat ini karena takut kepada dosa dan hari pembalasan.Kata kunci: representasi, nilai, moral, karya sastra, lagu daera

    Tindak Tutur Guru (Terapis) Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

    Get PDF
    Abstrak: Penggunaan ragam tindak tutur dalam interaksi belajar mengajar merupakan salah satu hal yang biasa dilakukan oleh guru. Setiap jenis tutur tersebut mempunyai  fungsi yang    penting  dalam  interaksi  belajar  mengajar. Dengan demikian, guru (terapis) dapat mempergunakan jenis tuturan ilokusi secara bergantian yang disesuaikan dengan fungsi dan konteksnya.Penelitian ini di lakukan di SLB Autis Lab UM Malang yang berada di Jl. Surabaya No.6, Sumbersari, Kec. Lowokwaru, Kota Malang Jawa Timur 65115. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan jenis tuturan asertif, direktif, komisisf, ekspresif, dan deklaratif yang dipakai guru di dalam kelas saat pembelajaran bahasa pada anak bekebutuhan khusus (ABK). Data yang diperoleh berupa tuturan tuturan guru (terapis) bukan data angka dengan menggunakan hitungan statistik. Hal ini sesuai dengan hakikat penelitian kualitatif.Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif karena dilakukan pada beberapa subjek penelitian pada suatu latar belakang tertentu, yaitu tuturan guru (terapis) dalam pembelajaran bahasa di kelas. Oleh ssebab itu,, untuk menganalisis dattanya,  penelityan inni memakai cara kerja menggunakan teoti, yaitu teoti pragmatik dan teoti tindak tutur.Hasil penelitian mengenai tindak tutur guru dalam mengajarkan bahasa Indonesia pada ABK dilakukan dengan cara pengamatan angsung (observasi) dan dokumentasi di temukan tuturan guru (terapis) dalampembelajaran bahasa di kelas, guru (terappis) memakai tindakan tutuarn ilokusi dalam pembelajarannya. Tindak tutur ilokusi yang digunakan dalam pembelajaran di antaranya adalah tindak tutur asertif, direktif, ekspresif deklaratif dan komisif. Kedua, Tuturan yang digunakan untuk pembelajaran bahasa untuk ABK adalah tuturan asertif (memberitahukan), direktif  (perintah, larangan, ajakan, permintaan, dan nasehat), ekspresif (mengucapkan terimakasih dan memuji), deklatatif(menunjuk), dan komisif (memanjatkan doa). (1) Tuturan asertif yang digunakan didalam pengajaran bahasa pada ABK adalah tindakantuturan asertif memberitahukan. Tindak tutur asertif memberitahukan digunakan guru (terapis) untuk memberitahukan materi dan pelajaran kepada ABK saat kegiatan awal dan proses dalam pembelajaran. (2) Tindakan tuturan direktif  perintah, larangan, mengajakan, perminta an, dan nasehat. Guru (terapis) mengggunakan tindak tutur direktif agar ABK melakukan tindakan yang dimaksud oleh guru ( terapis ). Dalam bertuturan direktif  perintah guru ( terapis ) memakay tindak tutur direktif perintah dengan menggunakan kata “maju”, tindak tutur direktif larangan “Tidak”, tindak tutur direktif ajakan “Ayo”,  tuturan direktif permintaan“pindah”  disesuaikan dengan konteks, tuturan direktif nasehat “Belajar yang rajin ya!”  disesuaikan dengan konteks. (3) Tindak tutur ekspresif mengucapkan terimakasih dan memuji. Guru (terapis) menggunakan tindak tutur ekspresif  unruk mengekspresikan,  mengungkapkan, atau memberitahukan sikap psikologisnya. Dalam pembelajaran guru (terapis) menggunakan tuturan “terimakasih”  dan tuturan ekspresif memuji “pintar!“ unruk mengekspresikan,  mengungkapkan, atau memberitahukan sikap psikologisnya. (4) Tindak tutur deklaratif yang digunakan guru (terapis) di antaranya adalah tindak tutur deklatatif menunjuk. Guru (terapis) menggunakan tindak tutur deklaratif untuk menciptakan hal (status, keadaan dan sebagainya) yang baru. Dalam proses pembelajaran guru (terapis) menggunakan tuturan direktif menunjuk ”Nah, selanjutnya SD” disesuaikan dengan konteks. (5) Tindakan tuturan kimisif yang di gunakan guru ( terapis) di antaranya adalah tindak tutur komisif memanjatkan doa. Guru (terapis) menggunakan tuturan komisif untuk melibatkan pembicara pada beberapa tindakan yang akan datang. Padasaat akan memulay aktivitas didalam kellas guru  ( terapis) menggunakan tuturan komisif memanjatkan doa untuk mengharapkan kebaikan di masa mendatang dalam pembelajaran bahasa pada ABK.Kata kunci: Tindak tutur, Guru (Terapis), pembelajaran bahasa Indonesia, Anak berkebutuhan khusus (ABK)

    Developing Reading Supplementary Materials Using Islamic Stories for An Extracurricular Program of Islamic Senior High School Level

    Get PDF
    AbstractThe fundamental aim of this study was to develop reading supplementary materials using Islamic stories for an extracurricular program of senior high school level. This present study used Research and Development (R&D) design adopted from Borg & Gall (2003). Hence, several scientific procedures involved in this development were: needs analysis, studying recent theories, developing the educational product, validating the product to the experts, revision, try out and final product. Then, the final product of this present study is an exercise book of reading materials focusing on enhancing students’ interest in reading since this educational product is developed based on the students’ need and interest as Islamic learners. Perfectly, this developed product is also completed with several reading strategies and techniques to help the students in reading such as scanning and skimming, More, vocabulary exercises are also provided for the students in each unit of the book in order to   Last but not the least, the final result of this study revealed that the students enthusiastically showed their interest and actively engaged in reading activities through this material development. Keywords: developing, reading supplementary materials, Islamic stories, extracurricula

    Effectiveness Project Based Learning in Teaching Speaking with Learner Motivation

    Get PDF
    This research was conducted to investigate whether there is any difference of students speaking skill who are taught project based learning and who are taught task based learning . there is any difference of students who have intrinsic motivation and students who have extrinsic motivation, and there is any interaction between PBL strategy and students’ motivationThe study was carried out in a population of 154 students of the XI grade at SMK NU Pace Nganjuk. A random sampling was done to select two classess out collection involved two of instruments, namely a speaking test and a questionnaire. The questionnaire in the form of topic familiarity assessment was administered to collect data of the learners’ motivation. The data from speaking test and questionnaire were used to predict students’ interest and student achievement on speaking skill . The data were analyzed by using ANOVA with the help of t SPSS v.20. the result turned out to confirm that there is significant positive effect project based learning on students’ speaking achievement and the interaction between students’ motivation and teaching technique.The result of the data analysis showed that the means of speaking of experimental group taught by using PBL strategy and the control group taught by task  based learning had statistically significant difference. It indicated that the students who were taught by using PBL strategy have better score in reading comprehension than those who are taught by using Task based Learning strategy.Then the analysis of interaction factor between learning method and learning motivation showed that there is interaction between PBL strategy and students’ motivation. It meant that PBL was more effective in intrinsic motivation than conventional strategy. Based on the previous result, the highes mean score was found in group of PBL strategy  with extrinsic motivation. While the lowest mean score was found in the task based learning with extrinsic motivation.Based on the result, the PBL strategy could be suggested to teacher as an alternative strategy for teaching speaking . but in this case, the students’ learning motivation influences how the students can speaking English well.Key words : speaking, PBL, motivatio

    UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL PADA ANAK KELOMPOK B”RA AN-NUR TUNJUNGTIRTO KECAMATAN SINGOSARI KABUPATEN MALANG

    Get PDF
    This research was focusing on the development on gross motor of children group B RA AN-NUR Tunjungtirto, Singosari due to the lack of physical stimulation of the child’s gross motor. Fine motor activities are given more than the gross motor. Teachers only use books when stimulating child’s gross motor, and found 10 out of 16 children have difficulty walking on a level board, jumping on one foot, and throwing the ball with both hands. The type of research design used in this research was Classroom Action Research (CAR) with the subject of research were 16 children group B RA AN-NUR Tunjungtirto, Singosari school year 2018/2019. The data in this research was obtained through interviews, observation, and documentations. This research was carried out with two cycles, first cycle and second cycle, and each of the cycle contains two meetings. The result of the research indicates that using traditional game, Egrang Batok, can enhance the child’s gross motor development assessments of aspect 1, aspect 2, and aspect 3. As the result of increases can be seen at the following exposure, in the pre-cycle’s action has been found 0% with the explanation that no child has met the predetermined standard of success. At the first cycle in the first meeting increased and reached 3 children or 18,75% of 16 children. The second meeting of the first cycle reached 9 children or was 56,25% of 16 children. Also an increase in second cycle in the first meeting reached 11 children or amounted to 68,75% of 16 children. As well as a second meeting of the second cycle reached 15 children or 93,75% of 16 children. This shows that using traditional Egrang Batok game can increase the child’s gross motor skills from cycle to cycle in the children group B RA AN-NUR Tunjungtirto, Singosari. This research was suspended on second cycle for fulfilling the expected targets of 80% and learning indicators
    Jurnal Universitas Islam Malang is based in ID
    Do you manage Jurnal Universitas Islam Malang? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Dashboard!