The rapid digitalization of education has transformed Islamic Religious Education (PAI) while simultaneously generating significant pedagogical and normative challenges, particularly in sustaining Islamic pedagogy and moral–spiritual formation within digital learning environments. When digital media integration is not guided by value-oriented pedagogy, PAI risks becoming technocratic and instrumental, undermining its core mission of cultivating akhlaq karimah, religious consciousness, and ethical agency among learners. This study aims to analyze and formulate a digital media integration model for PAI learning in Cirebon that is pedagogically transformative and normatively grounded in Islamic educational values. Using a mixed methods approach with a sequential explanatory design, quantitative data were collected through a survey of 30 PAI teachers in schools and madrasahs in the Cirebon region, followed by qualitative data from open-ended interviews. Data were analysed using descriptive statistics and the Miles and Huberman qualitative model, drawing on TPACK theory, the SAMR model, and an Islamic pedagogy framework emphasizing the integration of ‘ilm, iman, and ‘amal salih. The findings indicate that digital integration in PAI remains largely at substitution and augmentation levels, yet reflective, contextual, and collaborative digital practices significantly enhance student engagement and moral internalization. The study concludes that effective digital integration in PAI requires a value-conscious Islamic pedagogical framework supported by institutional policy and continuous professional development.Percepatan digitalisasi pendidikan menghadirkan dinamika baru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), sekaligus memunculkan problem pedagogis dan normatif, khususnya terkait pemaknaan nilai-nilai keislaman dalam ruang belajar digital. Integrasi media digital yang tidak terkelola secara pedagogis berpotensi menjadikan pembelajaran PAI bersifat teknokratis dan reduktif, sehingga tujuan pembentukan akhlak dan kesadaran religius peserta didik tidak tercapai secara optimal. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis dan merumuskan model integrasi media digital dalam pembelajaran PAI di Cirebon yang selaras dengan prinsip pedagogi modern dan nilai-nilai pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap 30 guru PAI di sekolah dan madrasah wilayah Cirebon, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara terbuka untuk pendalaman dan konfirmasi temuan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman. Kerangka analisis penelitian bertumpu pada teori TPACK, model SAMR, serta perspektif normatif pendidikan Islam yang menekankan integrasi ilmu, iman, dan amal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik integrasi media digital dalam PAI masih dominan pada tataran substitusi dan augmentasi, sehingga belum sepenuhnya berorientasi pada transformasi pembelajaran yang bermakna dan bernilai. Namun demikian, penguatan kompetensi pedagogis-digital guru, pembelajaran kolaboratif, serta pemanfaatan media digital yang kontekstual dan reflektif terbukti mampu meningkatkan keterlibatan belajar siswa dan internalisasi nilai keislaman. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi media digital dalam PAI harus diletakkan dalam kerangka pedagogi Islam yang sadar nilai, didukung kebijakan institusional, dan pengembangan profesional berkelanjutan agar tujuan pendidikan Islam tercapai secara utuh dan berkelanjutan
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.