Dalam upaya meningkatkan kepuasan pelanggan, proses desain produk harus secara efektif mampu menangkap dan menerjemahkan harapan dan kebutuhan pelanggan. Quality Function Deployment (QFD) adalah metode yang sering digunakan untuk membantu proses ini, tetapi implementasi QFD konvensional terkadang tidak optimal dalam mengakomodasi berbagai keputusan yang kompleks. Oleh karena itu, penggunaan metode Multi Criteria Decision
Making (MCDM) seperti Analytic Hierarchy Process (AHP), VlseKriterijumska Optimizacija I Kompromisno Resenje (VIKOR), dan Decision Making Trial and Evaluation Laboratory (DEMATEL) penting untuk meningkatkan efektivitas analisis QFD. AHP digunakan untuk memprioritaskan kebutuhan pelanggan berdasarkan minat relatif, sedangkan VIKOR membantu dalam menentukan solusi kompromi terbaik antara beberapa alternatif desain. DEMATEL, di sisi lain, memetakan
hubungan sebab-akibat antara berbagai kriteria desain atau persyaratan teknis, sehingga membantu memahami interaksi yang lebih dalam dalam elemen desain. Kombinasi ketiga metode ini memungkinkan desainer produk untuk lebih tepat dalam menangkap ekspektasi pelanggan, sekaligus memberikan solusi desain yang optimal bagi produsen, baik dari segi kualitas, biaya, maupun efisiensi
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.