Within the framework of the growing significance of social media as a platform for religious expression, humorous da'wah arises not merely as a communicative tactic but also as a means of navigating piety, authority, and audience interaction in digital public spheres. This research seeks to examine the influence of humour on audience reactions, the interpretation of religious messages by netizens, and the reflection of broader socio-cultural dynamics in digital interactions among Muslim online communities. This study employs a qualitative digital reception methodology, integrating computational sentiment analysis with thematic and discourse analysis to examine 1,000 user comments gathered via Apify. The data were evaluated with tools from Communalytic.org, such as the Civility Analyser, Sentiment Analyser, Topic Analyser, and Network Analyser, to discern emotional patterns, discourse themes, and interaction structures. This methodological integration facilitates a sophisticated comprehension of how audiences interpret meaning in platform-mediated religious communication. The results indicate that netizen reactions are primarily neutral (61.76%), followed by positive (14.71%) and negative (23.53%) views, suggesting a trend of negotiated reception rather than polarised involvement. Humour serves as a mechanism for low-conflict religious discourse, mitigating animosity and sustaining relatively low levels of toxicity in the commentary environment. The commentary discourse illustrates a process of negotiating digital piety, wherein listeners interpret, modify, and occasionally challenge religious teachings according to their social and cultural settings. This study enhances the scholarship on digital Islam by illustrating how humorous da'wah functions within platform logics to generate inclusive and emotive forms of religious communication. It emphasises the significance of comedy in promoting civil online discourse and provides insights into the reconfiguration of religious authority within participatory media contexts.Fenomena dakwah melalui media sosial, khususnya TikTok, semakin berkembang di kalangan anak muda, dengan penggunaan humor sebagai salah satu pendekatan dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komentar netizen terhadap video dakwah humor yang diunggah oleh akun TikTok @Amazmii. Fokus penelitian ini adalah untuk memahami reaksi emosional, wacana publik, dan dinamika sosial yang terbentuk dalam kolom komentar media sosial berbasis video pendek. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan menggabungkan analisis sentimen dan analisis tematik. Data yang digunakan terdiri dari 1000 komentar yang dikumpulkan dengan menggunakan perangkat lunak Apify, yang memungkinkan pengumpulan data secara otomatis dari tiga video TikTok. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan platform Communalytic.org untuk melakukan empat jenis analisis, yaitu Civility Analyzer, Sentiment Analyzer, Topic Analyzer, dan Network Analyzer. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas komentar cenderung netral, dengan sedikit sentimen positif dan hampir tidak ada komentar yang mengandung toksisitas tinggi. Analisis sentimen menggunakan VADER dan TextBlob menunjukkan bahwa video-video dakwah humor ini diterima dengan baik tanpa memicu reaksi negatif yang kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa humor dapat menjadi strategi yang efektif dalam menyampaikan pesan dakwah yang lebih dapat diterima oleh penonton muda tanpa menimbulkan kontroversi. Signifikansi dari temuan ini adalah bahwa dakwah humor di media sosial dapat memperluas jangkauan pesan-pesan keagamaan, dengan cara yang lebih mudah diterima
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.