Menghadapi permasalahan pengangguran yang dialami lulusan SMK, maka
penting untuk mengoptimalkan distribusinya di dunia kerja melalui Bursa Kerja
Khusus (BKK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan keberhasilan BKK SMKN 1
Subang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan
kualitatif melalui wawancara, studi dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa 1) Perencanaan BKK dimulai dengan membuat Rencana
Kegiatan dan Anggaran Sekolah, evaluasi dari tahun sebelumnya, penerapan
strategi, dan penyusunan program. 2) Pengorganisasian BKK dilakukan oleh kepala
sekolah, wakasek Hubin, dan ketua BKK. Anggota BKK diangkat berdasarkan
keahlian masing-masing dan disahkan melalui Surat Keputusan. 3) Pelaksanaan
BKK meliputi penyebarluasan lowongan kerja, pendaftaran pencari kerja,
penawaran lulusan, kerja sama dengan dunia kerja, memberikan pelatihan,
rekrutmen alumni, penelusuran alumni, dan menyelenggarakan job fair. 4)
Pengawasan BKK meliputi pengawasan internal dilaksanakan melalui komunikasi
rutin dan permintaan laporan untuk memantau pelaksanaan program oleh kepala
sekolah dan wakasek Hubin. Pengawasan eksternal dilakukan oleh Dinas Tenaga
Kerja Kabupaten Subang melalui laporan berkala tentang penyaluran lulusan. 5)
Keberhasilan BKK SMKN 1 Subang ditandai dengan banyaknya kerja sama dengan
industri, angka penyaluran lulusan lulusan ke dunia kerja sebanyak 56,50% pada
tahun 2023 dan 60,10% pada tahun 2024, serta berbagai program BKK di SMKN
1 Subang juga sudah berjalan dengan baik. Secara keseluruhan, BKK SMKN 1
Subang sudah dikelola dengan terencana, terorganisasi, dan diawasi dengan baik,
sehingga mampu menjalankan berbagai progra penyaluran lulusan ke dunia kerja
secara efektif.
Facing the problem of unemployment experienced by SMK graduates, it is
important to optimize their distribution in the world of work through the Special
Work Exchange (BKK). This study aims to analyze the planning, organization,
implementation, supervision, and success of BKK SMKN 1 Subang. This research
uses a descriptive method with a qualitative approach through interviews,
documentation studies, and observations. The results showed that 1) BKK planning
begins with making a School Activity and Budget Plan, evaluation of the previous
year, strategy implementation, and program preparation. 2) The organization of
BKK is carried out by the principal, the Head of Hubin Department, and the BKK
chairman. BKK members are appointed based on their respective expertise and
authorized through a decree. 3) BKK implementation includes disseminating job
vacancies, registering job seekers, offering graduates, collaborating with the world
of work, providing training, recruiting alumni, tracking alumni, and organizing job
fairs. 4) BKK supervision includes internal supervision carried out through routine
communication and requests for reports to monitor the implementation of the
program by the principal and the Head of Hubin. External supervision is carried
out by the Subang Regency Manpower Office through periodic reports on the
distribution of graduates. 5) The success of BKK SMKN 1 Subang is marked by the
number of collaborations with industry, the number of graduates' distribution to the
world of work is 56.50% in 2023 and 60.10% in 2024, and various BKK programs
at SMKN 1 Subang have also been running well. Overall, BKK SMKN 1 Subang is
managed in a planned, organized, and well-supervised manner, enabling it to
effectively implement various programs for placing graduates in the workforce
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.