Kemampuan representasi matematis merupakan kemampuan seseorang untuk
menuangkan ide atau gagasan matematis ke dalam interpretasi berupa gambar, ekspresi
matematis, dan kata-kata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan
representasi siswa SMP berdassarkan gender dan gaya belajar. Jenis penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi kasus dengan metode penelitian
kualitatif. Subjek terdiri dari 38 siswa SMP kelas VII pada salah satu SMP di Bandung.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes berupa tes tertulis kemampuan
representasi matematis dan teknik non tes berupa tes angket gaya belajar dan pedoman
wawancara. Hasil penelitian menunjukkan sebagain besar siswa memiliki kemampuan
representasi
matematis pada kategori sedang. Siswa perempuan dapat
merepresentasikan masalah secara visual, dapat membuat model matematika, dan dapat
menjawab soal dengan menggunakan kalimat sendiri. Sedangkan, siswa laki-laki dapat
merepresentasikan secara visual dan menjawab dengan kalimat sendiri secara singkat
dan sederhana. Pada representasi secara ekspresi matematika, siswa laki-laki
cenderung tidak dapat menuangkan ke dalam model matematika. Siswa dengan gaya
belajar visual dapat merepresentasikan secara visual, ekspresi matematis, dan teks
tertulis. Namun, siswa dengan gaya belajar visual cenderung menggunakan
representasi secara visual untuk memecahkan masalah. Siswa dengan gaya belajar
auditori cenderung menggunakan ekspresi matematis untuk menyelesaikan
permasalahan. Sedangkan, siswa dengan gaya belajar kinestetik sebagian besar
memberikan jawaban atas praduga dan menunjukkan ketidakpahaman terkait masalah
yang diberikan.
Mathematical representation ability is a person's ability to express mathematical ideas
or concepts into interpretations in the form of images, mathematical expressions, and
words. This study aims to analyze the representation ability of junior high school
students based on gender and learning styles. The type of research used in this study is
descriptive research with qualitative research methods. The subjects consisted of 38
junior high school students in grade VII at one of the junior high schools in Bandung.
Data collection techniques were carried out using test techniques in the form of written
tests of mathematical representation ability and non-test techniques in the form of
learning style questionnaire tests and interview guidelines. The results of the study
showed that most students had mathematical representation abilities in the moderate
category. Female students can represent problems visually, can create mathematical
models, and can answer questions using their own sentences. Meanwhile, male students
can represent visually and answer with their own sentences briefly and simply. In
mathematical expression representation, male students tend not to be able to express it
into a mathematical model. Students with visual learning styles can represent visually,
mathematical expressions, and written texts. However, students with visual learning
styles tend to use visual representations to solve problems. Students with auditory
learning styles tend to use mathematical expressions to solve problems. Meanwhile,
students with kinesthetic learning styles mostly provide answers based on assumptions
and show a lack of understanding regarding the problems given
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.