Latar Belakang : Salah satu permasalahan sampah yang cukup rumit adalah permasalahan sampah pasar. Pada tahun 2023, Kabupaten Bantul hanya mampu mengolah sampah sekitar 70,2% yang berdampak dengan meningkatnya kasus leptospirosis hingga 168 kasus. Mengatasi hal tersebut, Kabupaten Bantul membangun fasilitas pengolahan sampah modern salah satunya yaitu Intermediate Treatment Facility (ITF) Pasar Niten. Namun dalam implementasinya ITF Pasar Niten belum mampu mengolah seluruh sampah yang masuk sehingga mengakibatkan penumpukan sampah pada fasilitas ini.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan sampah pasar di Intermediate Treatment Facility (ITF) Pasar Niten.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasional. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan petugas pengelola sampah, dan dokumentasi terkait proses pengelolaan sampah di (ITF) (ITF) Pasar Niten.
Hasil : Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Intermediate Treatment Facility (ITF) Pasar Niten meliputi tahap pengumpulan dan pengangkutan, pemilahan, pengolahan sampah organik serta pengolahan sampah anorganik. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan sarana dan prasarana, pemantauan rutin terhadap proses dan hasil pengolahan, serta penggunaan APD petugas pengelola sampah.
Kesimpulan : Pengelolaan sampah di Intermediate Treatment Facility (ITF) Pasar Niten sudah berjalan secara sistematis dan rutin, namun masih memerlukan peningkatan, terutama dalam aspek kapasitas sarana dan prasarana pengolahan sampah serta penggunaan APD petugas pengelola sampah.
Kata Kunci : sampah pasar, pengelolaan sampah, ITF, kompos, sampah organik
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.