Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas global yang sering tidak terdeteksi karena bersifat asimtomatik. Penanganan non-farmakologis seperti terapi totok punggung dinilai memiliki potensi dalam menurunkan tekanan darah melalui mekanisme relaksasi dan stimulasi titik-titik refleksi. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif yang dilakukan pada satu pasien hipertensi di Desa Garahan Jember. Intervensi yang diberikan berupa terapi totok punggung dan dilakukan selama 30 menit sekali sehari selama tiga hari berturut-turut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan pengukuran tekanan darah serta skala nyeri kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil intervensi menunjukkan adanya penurunan tekanan darah dari 150/90 mmHg menjadi 140/80 mmHg setelah hari ketiga. Diskusi: Terapi totok punggung berpotensi sebagai intervensi komplementer dalam pengelolaan hipertensi melalui mekanisme aktivasi sistem saraf parasimpatis yang meningkatkan vasodilatasi dan mengurangi sekresi hormon stres. Hasil ini mendukung penelitian sebelumnya mengenai manfaat terapi komplementer pada hipertensi. Namun penelitian dengan desain eksperimental dan ukuran sampel lebih besar diperlukan untuk memverifikasi efektivitasnya.
Kata kunci: Hipertensi, Terapi Totok Punggun
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.