Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USB YPKP
Abstract
This article aims to explore the teaching strategies used by public speaking trainers in Makassar City in building participants' confidence, with a focus on strengthening ethos, pathos, and logos as important factors in improving public speaking skills. This study uses a qualitative approach with a descriptive study method, with data collected through in-depth interviews with two main informants, namely Putri Kumalasarisultan and Yudha Prawira Hasta, both of whom are experienced public speaking trainers in Makassar. The results of the study show that the teaching strategies used by both trainers involve experiential learning methods, personal coaching, and the creation of a safe emotional climate to build participants' confidence. Participants' ethos is strengthened through direct experience and personal feedback, while pathos is developed through psychologically supportive classroom design. Participants' logos were strengthened through simulation and role-play techniques that provided real-life speaking experiences and improved their ability to construct logical and structured arguments.Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pengajaran yang digunakan oleh trainer public speaking di Kota Makassar dalam membangun kepercayaan diri peserta, dengan fokus pada penguatan ethos, pathos, dan logos sebagai faktor penting dalam peningkatan kemampuan berbicara di depan umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan dua informan utama, yaitu Putri Kumalasarisultan dan Yudha Prawira Hasta, yang keduanya merupakan trainer public speaking berpengalaman di Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengajaran yang digunakan oleh kedua trainer melibatkan metode experiential learning, coaching personal, dan penciptaan iklim emosional yang aman untuk membangun kepercayaan diri peserta. Ethos peserta diperkuat melalui pengalaman langsung dan umpan balik personal, sementara pathos dikembangkan melalui desain kelas yang mendukung secara psikologis. Logos peserta diperkuat melalui teknik simulasi dan role-play yang memberikan pengalaman berbicara dalam konteks nyata dan meningkatkan kemampuan mereka dalam menyusun argumen secara logis dan terstruktur
Is data on this page outdated, violates copyrights or anything else? Report the problem now and we will take corresponding actions after reviewing your request.